Satu hari bahagia

Langit di tepi pantai perlahan berubah warna, dari biru cerah menjadi jingga yang lembut. Dan cahaya matahari sore menyinari ombak kecil yang berkejaran di pantai.

Anna berdiri di tepi air dengan gaun berwarna putih gading dengan potongan A-line yang mencapai betisnya. Dress itu dihiasi renda lembut di bagian bawah, mengayun pelan mengikuti irama angin sore, melambai-lambai tertiup angin memamerkan siluet kakinya yang jenjang. Rambutnya yang terurai tertiup angin, membuatnya terlihat seperti bagian dari keindahan pantai itu sendiri. Anna tertawa saat Carro yang memegang boneka Brownie dengan satu tangan, mulai bermain air sambil berteriak kegirangan.

Sedangkan Domic, pria itu berdiri tidak jauh di belakang Anna, mengenakan celana pendek kasual dan kemeja yang lengannya digulung. Dia menyilangkan tangan di dada. Pandangannya tertuju pada Anna. Sesekali melihat putrinya untuk memastikan ia baik-baik saja, lalu selanjutnya kembali menatap Anna. Meskipun wajah Domic tetap keras dan tanpa ekspresi. Namun lirikan itu tidak bisa disembunyikan terlalu lama, dan Domic segera mengalihkan pandangannya setiap kali Anna menoleh ke arahnya.

Ini terasa sangat aneh dan menggelitik hatinya. Setiap kali Anna tertawa, suaranya seperti angin lembut yang menusuk hati Domic, membuat Domic terus-menerus mencuri pandang. Anna terlihat… lebih cantik dari biasanya.

Kau sudah gila Domic! - batinnya mengelak dengan cepat.

“Momy! Dady! Lihat! Airnya dingin sekali!.” teriak Carro sambil melompat kecil ke air.

Anna tertawa dan mendekati putrinya. “Tentu saja dingin, sayang. Ini kan air laut.”

“Dady, kenapa diam saja? Ayo main air juga!.” Carro menarik tangan Domic dengan antusias.

Domic mendengus kecil, namun senyumnya tetap terukir. “Baiklah, putri kecil. Tapi kau harus berhati-hati, jangan lari terlalu jauh.” ucap Domic lalu mengikuti langkah putrinya ke air.

“Momy, Dady, ayo kita balapan! Siapa yang bisa melompat paling tinggi di air!.” seru Carro dengan senyum lebarnya.

“Momy pasti menang!.” Jawab Anna menantang dengan nada bercanda.

“Oh, kau yakin?.” Domic membalas sambil menaikkan alis.

“Ya! Lihat saja!.”

Mereka bertiga mulai melompat bersama di air, menciptakan percikan yang besar. Carro tertawa lepas, suaranya terdengar seperti lonceng kecil yang menggema di udara sore. Anna dan Domic juga ikut tertawa, menikmati momen sederhana itu tanpa memikirkan konflik yang biasanya membayangi hubungan mereka.

“Yeay! Aku menang!.” seru Carro. Carro lalu mengambil air dengan kedua tangannya, lalu memercikkannya ke arah Anna.

“Momy kenaaa!.” teriaknya sambil tertawa puas.

Anna mundur sedikit sambil menutup wajahnya. “Carro! Tunggu pembalasan dari Momy!.”

Anna memercikkan air kembali ke arah Carro, dan gadis kecil itu menjerit kecil sambil tertawa terbahak-bahak.

“Dady, tolong! Momy menyerangku!.” Carro berlari ke arah Domic, berlindung di belakangnya.

Domic memandang Anna dengan tatapan menggoda, meskipun senyumnya samar. “Apa-apaan ini, sayang? Mengapa kau menyerang putri kecilku?.”

“Oh, jadi sekarang kau di pihak Carro?”

“Dady selalu di pihakku!.” sela Carro cepat sambil memeluk kaki Domic.

Anna hanya memutar matanya sambil tertawa kecil. Tapi dia tidak bisa mengabaikan lirikan Domic yang terus-menerus mengarah padanya. Apa dia… memperhatikanku? pikir Anna, sedikit gugup.

“Momy ayo serang-serangan lagi!.” seru Carro sambil keluar dari belakang Domic, memungut air dengan kedua tangannya. Namun, sebelum air itu sampai ke Anna, Domic melangkah maju dan berdiri di depan Anna, menahan serangan air dari putri mereka.

“Hey, Dady di sini untuk melindungi Momy juga.” kata Domic dengan nada bercanda, meskipun tubuh tingginya benar-benar melindungi Anna dari percikan air Carro. Dan akhirnya air itu membasahi bajunya.

Anna tertawa kecil di belakang Domic. “Wow, kapan terakhir kali kau melindungiku?.” tanyanya sambil menyembunyikan senyum.

“Jangan mulai.” jawab Domic cepat, sudut bibirnya sedikit melengkung.

“Momy, Dady curang! Dady tidak boleh bantu Momy!.” protes Carro.

“Kalau begitu, momy akan bantu Carro!.” seru Anna lalu memercikkan air ke arah Domic.

Domic yang tidak menduga itu hanya bisa tertawa kecil sambil mengusap wajahnya yang basah. “Oh, jadi kalian bersekongkol melawanku sekarang?.” tanyanya, pura-pura kesal.

Carro tertawa keras, “Ya! Karena Momy dan aku tim yang hebat!.”

******

Setelah puas bermain air, mereka berjalan menuju tepi pantai untuk beristirahat. Langit di atas mereka berubah menjadi oranye pekat, menandakan matahari yang perlahan tenggelam di cakrawala. Domic mengeluarkan kamera dari dalam tas, lalu mengelap lensa dengan hati-hati. Cahaya senja yang lembut menciptakan kilau keemasan di permukaan air, memberikan nuansa hangat pada momen itu.

“Putri kecil, mari kita ambil foto sebagai kenang-kenangan,” ucap Domic dengan suara lembut sambil tersenyum ke arah Carro yang tampak riang.

Carro langsung melompat kegirangan, wajahnya cerah seperti matahari sore. “Aku mau foto dengan Brownie juga, Dady!.”

“Tentu!.” jawab Domic tersenyum, mengangkat kameranya, dan mulai memotret Carro yang berdiri dengan pose lucu. Carro memegang boneka Brownie di dekat dadanya, menatap kamera dengan gaya seorang model kecil yang imut. Domic sesekali mengalihkan kamera ke arah Anna yang sedang memperbaiki rambutnya yang tertiup angin. Anna menyadari hal itu dan Domic buru-buru berpura-pura melihat layar kamera, seolah tak ada yang terjadi.

“Sekarang Momy dan Dady yang foto!.” seru Carro dengan semangat, lalu mengambil kamera dari tangan Domic.

“Carro sayang, kau yakin bisa?.” tanya Domic, sedikit khawatir, meskipun ia tahu anaknya cukup tangkas dengan kamera.

“Dady jangan meremehkan aku!.” Jawab Carro percaya diri, mengangkat kamera lebih tinggi. “Tentu saja bisa! Dady tinggal berdiri di sebelah Momy.”

Domic tersenyum melihat semangat putrinya. Ia mendekat ke arah Anna dan berdiri di sisinya. Matanya mencuri pandang pada wajah Anna yang terlihat tenang.

“Kau siap?.” tanya Domic dengan nada agak dingin, meskipun tangannya secara otomatis menyentuh lengan Anna dengan lembut, memastikan Anna tak tergelincir di pasir yang sedikit basah.

Anna hanya mengangguk pelan, tak berkata apa-apa.

“Senyum, Momy, Dady!.” seru Carro dengan riang sambil menekan tombol kamera.

Anna dan Domic tersenyum meskipun sedikit terpaksa. Tiba-tiba, seorang pengunjung pantai yang tampaknya sedang berjalan sendiri mendekat dan menawarkan bantuan.

“Hai! Apakah kalian butuh bantuan? Mau saya fotokan kalian bertiga?” tanya pengunjung itu, tersenyum hangat.

“Oh, wah kebetulan sekali! Tentu saja, terima kasih!.” jawab Anna, merasa sedikit lega. Senyumannya kini lebih lepas, karena pengunjung itu memberikan kesempatan pada Anna untuk sedikit menjauh dari Domic.

Mereka bertiga mulai berpose bersama. Carro berdiri di tengah, dengan kedua tangan memeluk orang tuanya erat. Domic melingkarkan tangannya di pinggang Anna dan bahu Carro, menciptakan lingkaran pelindung yang hangat. Anna merasakan sentuhan itu, dan untuk sesaat, Anna tertegun. Meski sentuhan itu penuh kehangatan, namun Anna tidak menemukan ketenangan sedikitpun dari sentuhan Domic. Karena Anna tahu ini hanya sandiwara di depan putrinya.

Saat kamera berbunyi, Domic dengan spontan membungkuk sedikit untuk mencium pipi Carro. Namun, Carro dengan jahil segera berlari keluar dari pelukan kedua orang tuanya, membuat Domic dan Anna tanpa sengaja berhadapan langsung dan berciuman di bibir.

Keduanya terdiam sejenak. Mata Domic melebar sedikit, terkejut dengan kejadian tak terduga itu.

Anna yang langsung merasa wajahnya memerah mundur cepat dengan canggung. “Domic!.” serunya pelan hampir terdengar seperti bisikan.

Carro tertawa riang dari kejauhan, matanya menyipit karena tawa yang keras. “Momy dan Dady ciuman! Hihihi!.” seru anak itu kegirangan.

Anna yang merasa malu langsung berlari mengejar Carro, melupakan rasa malunya. “Carro! Awas ya kamu!.”

Domic berdiri diam di tempatnya, memandang Anna yang kini mengejar Carro. Gaun Anna yang melambai dihembus angin, tawa ceria yang mengisi udara, dan caranya mengejar Carro membuat Domic tersenyum kecil tanpa sadar.

Carro akhirnya terjatuh di pasir, dan Anna ikut duduk di sebelahnya, menggelitiknya sampai gadis kecil itu tertawa terbahak-bahak. Domic memperhatikan dari jauh, merasa ada sesuatu yang hangat memenuhi dadanya. Meski ada ribuan konflik yang belum selesai di antara ia dan Anna, tetapi saat-saat seperti ini seolah membuat semua masalah itu tidak berarti.

Terpopuler

Comments

Sunarmi Narmi

Sunarmi Narmi

Domix sebenarnya cinta dn sayang dgn Mommy Anna + Carro,tpi hadirnya Felly membuat Domix yg Oon tak menyadari bahwa sikap egoisnya yg membuat semua jdi berantalan..

2025-04-01

0

Anonymous

Anonymous

lama amat ni br update eh kumat lg

2024-12-14

0

Uthie

Uthie

akan jadi kenangan terakhir....biar tau rasa si Dominic 😡

2024-12-24

1

lihat semua
Episodes
1 Surat USG
2 Keputusan
3 Pergi
4 Rumah Selena
5 Kebanaran Pilu
6 Kasihani aku
7 Pernikahan
8 Aku harus apa
9 Kau berbeda
10 Hancur sendirian
11 Bayi kita
12 Kau terluka?
13 Kelak kau akan menjadi Ibu
14 Akting
15 Foto pernikahan
16 Bolehkah Tante ikut?
17 Ambil saja!
18 Ingin tinggal bersama
19 Kepura-puraan di depan Carro
20 Satu hari bahagia
21 Perasaan Marcus dan permintaan tinggal bersama
22 Permintaan tinggal bersama
23 Keputusan sepihak
24 Desakan keluarga Darmadi
25 Rapuh
26 Ancaman Alarik
27 Keluar atau Pergi
28 Adik baru
29 Peringatan
30 Pertengkaran Domic & Marcus
31 Ingin di obati
32 Permohonan Carro
33 Usir paksa
34 Ingin mati saja
35 Carro merajuk & ancaman
36 Uncle Marcus
37 Sesuatu yang ingin di katakan
38 Keterkejutan
39 Prasangka
40 Sikap tidak biasa
41 Jangan senang dulu
42 Siapa kekasih Felly?
43 Kemarahan Domic & Pria misterius
44 Mencari tahu
45 Bingung
46 Informasi dugaan mantan kekasih Felly
47 Bersiap untuk acara amal
48 Acara amal
49 Pengkuan kecil Carro
50 Mengganggu Domic
51 Cari yang seperti momy
52 Siapa pria itu
53 Uncle Alex
54 Foto mengejutkan
55 Pergi
56 Hancurnya dunia Carro
57 Isi dokumen
58 Putus asa
59 Kemarahan Felly
60 Kedatangan Alexander
61 Rasa kagum
62 Amarah Domic
63 Rencana licik
64 Satu langkah lebih dekat
65
66 Kabar mengejutkan dari Selena
67 Hancur lebur
68 Jangan pergi
69 Anna yang berbeda
70 Mr. Harisson
71 Pagi yang memalukan
72 Apa yang kau sembunyikan dariku
73 Mencari tahu informasi
74 Penjagaan Anna
75 Mengapa tidak Uncle saja yang jadi Dady?
76 Felly?
77 Lupa pada Domic
78 Surat cerai
79 Menjalankan rencana
80 Jangan dekati Anna
81 Tawaran tinggal
82 Menjelang perceraian
83 Kedatangan Jonathan
84 Ketakutan
85 Menghitung jam
86 Ruang sidang
87 Perebutan hak asuh
88 Penyesalan
89 Terkejut
90 Dibuntuti
91 Hak waris
92 Kehancuran Domic
93 kembali ke apartement
94 Sisi lain Carro
95 Darmadi dan keputusannya
96 Rasa tidak terima
97 Malam pengusiran
98 Pasta Bolognese
99 Rindu Carro
100 Pertemuan
101 Dendam membara
102 Nekat
103 Kehilangan
104 Kehilangan di bayar kehilangan
105 Takut dan kalut
106 Dugaan benar
107 Vidio ancaman
108 Detik-detik
109 Gudang Tua
110 Pengorbanan
111 Penangkapan
112 Cinta sepihak
113 Kritis
114 Membawa pulang
Episodes

Updated 114 Episodes

1
Surat USG
2
Keputusan
3
Pergi
4
Rumah Selena
5
Kebanaran Pilu
6
Kasihani aku
7
Pernikahan
8
Aku harus apa
9
Kau berbeda
10
Hancur sendirian
11
Bayi kita
12
Kau terluka?
13
Kelak kau akan menjadi Ibu
14
Akting
15
Foto pernikahan
16
Bolehkah Tante ikut?
17
Ambil saja!
18
Ingin tinggal bersama
19
Kepura-puraan di depan Carro
20
Satu hari bahagia
21
Perasaan Marcus dan permintaan tinggal bersama
22
Permintaan tinggal bersama
23
Keputusan sepihak
24
Desakan keluarga Darmadi
25
Rapuh
26
Ancaman Alarik
27
Keluar atau Pergi
28
Adik baru
29
Peringatan
30
Pertengkaran Domic & Marcus
31
Ingin di obati
32
Permohonan Carro
33
Usir paksa
34
Ingin mati saja
35
Carro merajuk & ancaman
36
Uncle Marcus
37
Sesuatu yang ingin di katakan
38
Keterkejutan
39
Prasangka
40
Sikap tidak biasa
41
Jangan senang dulu
42
Siapa kekasih Felly?
43
Kemarahan Domic & Pria misterius
44
Mencari tahu
45
Bingung
46
Informasi dugaan mantan kekasih Felly
47
Bersiap untuk acara amal
48
Acara amal
49
Pengkuan kecil Carro
50
Mengganggu Domic
51
Cari yang seperti momy
52
Siapa pria itu
53
Uncle Alex
54
Foto mengejutkan
55
Pergi
56
Hancurnya dunia Carro
57
Isi dokumen
58
Putus asa
59
Kemarahan Felly
60
Kedatangan Alexander
61
Rasa kagum
62
Amarah Domic
63
Rencana licik
64
Satu langkah lebih dekat
65
66
Kabar mengejutkan dari Selena
67
Hancur lebur
68
Jangan pergi
69
Anna yang berbeda
70
Mr. Harisson
71
Pagi yang memalukan
72
Apa yang kau sembunyikan dariku
73
Mencari tahu informasi
74
Penjagaan Anna
75
Mengapa tidak Uncle saja yang jadi Dady?
76
Felly?
77
Lupa pada Domic
78
Surat cerai
79
Menjalankan rencana
80
Jangan dekati Anna
81
Tawaran tinggal
82
Menjelang perceraian
83
Kedatangan Jonathan
84
Ketakutan
85
Menghitung jam
86
Ruang sidang
87
Perebutan hak asuh
88
Penyesalan
89
Terkejut
90
Dibuntuti
91
Hak waris
92
Kehancuran Domic
93
kembali ke apartement
94
Sisi lain Carro
95
Darmadi dan keputusannya
96
Rasa tidak terima
97
Malam pengusiran
98
Pasta Bolognese
99
Rindu Carro
100
Pertemuan
101
Dendam membara
102
Nekat
103
Kehilangan
104
Kehilangan di bayar kehilangan
105
Takut dan kalut
106
Dugaan benar
107
Vidio ancaman
108
Detik-detik
109
Gudang Tua
110
Pengorbanan
111
Penangkapan
112
Cinta sepihak
113
Kritis
114
Membawa pulang

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!