Bayi kita

Domic berdiri tegap di depan cermin besar yang memenuhi hampir seluruh dinding kamar. Pakaiannya sudah rapih. Ditatapnya Felly yang masih tertidur dengan pulas. Domic tersenyum, merasa damai melihat Felly akhirnya aman di dekatnya setelah drama panjang yang hampir merenggut nyawa Felly dan bayi yang ada di dalam perutnya.

Pesta pernikahan semalam telah usai, dan kini Domic berada di kamar yang akan menjadi miliknya dan Felly di kediaman Darmadi. Domic telah memutuskan untuk tetap membiarkan Felly tinggal bersama Darmadi. Sebab Domic masih harus merahasiakan pernikahan ini dari putri tercintanya. Domic tidak ingin melukai hati mungil putrinya, itu sebabnya Domic tidak bisa dan tidak akan membawa Felly ke mansion miliknya. Semua ini telah dibicarakan, baik Felly, kedua orang tua Domic dan kedua orang tua Felly telah setuju. Dengan catatan, Darmadi meminta Domic tetap harus adil dan membagi waktu antara Anna dan Felly.

Di ranjang, Felly perlahan bangun. Matanya berkedip samar-samar menyesuaikan diri dengan cahaya. Pandangannya langsung tertuju pada sosok Domic di cermin, tampan dan memukau seperti yang selalu ia bayangkan sejak kecil. Domic sedang menunduk, membenarkan dasi hitamnya dengan rapi. Matanya serius, tidak sedikit pun menunjukkan jejak emosi di balik tatapan tajamnya. Cahaya matahari pagi mulai mengintip dari balik tirai tipis, menerangi siluet tubuh Domic yang dibalut kemeja putih bersih.

Felly tersenyum. Hatinya meluap dengan perasaan yang tak bisa dijelaskan campuran antara kebahagiaan, takjub, dan perasaan tak percaya bahwa kini ia benar-benar telah menjadi istri pria yang selama ini ia impikan. Domic, yang dulu hanya ada dalam khayalannya, kini miliknya sepenuhnya.

“Domic…” panggil Felly hampir seperti bisikan.

Domic yang tengah menyempurnakan dasinya segera menoleh saat mendengar panggilan itu. Tanpa berkata-kata, Domic berjalan menghampiri Felly dengan senyum lembut di wajahnya. Tatapan mata Domic yang biasanya keras kini melunak saat ia melihat Felly.

“Kau sudah bangun?.” tanya Domic lembut sambil duduk di tepi ranjang, mengecup lembut kening Felly, lalu mengelus perut Felly yang sudah mulai membuncit.

Felly terkekeh, “Wow, setelah sekian lama, aku kembali mendapat perlakuan manis dari Domi ku.” Ucap Felly lalu terbangun sedikit untuk mengalungkan tangannya di tengkuk Domic dan mengecup bibir Domic lembut.

Domic membalas kecupan Felly, pria itu tersenyum tulus. “Sekarang jangan khawatirkan apapun, kau sudah aman bersamaku Felly, jangan berpikir keras, dan fokus saja pada kesehatan dirimu dan bayi kita.”

Felly tersipu malu, mendengar kata bayi kita membuat Felly merasa benar-benar diakui. Padahal, semua orang tahu, kecuali orang tua Domic dan sahabat Domic, bahwa bayi yang ada di dalam perut Felly bukanlah darah daging Domic, tapi Domic dengan kasih sayang dan kelembutan hatinya mau mengakui meski itu bukan miliknya, membuat Felly benar-benar dan bersyukur atas hadirnya Domic saat ini.

“Terimakasih Dom, aku sangat bersyukur kau ada dan melindungiku disini.” Felly terdiam sebentar, “Selain itu.. kau tidak hanya menganggapku, tapi juga menganggap anak ku seperti anak mu juga. Padahal.. kau tahu, kita tahu, bahwa bayi ini bukan—.”

“Syutt jangan berbicara seperti itu di depan bayi kita.” potong Domic.

Domic kembali mengelus perut Felly lembut, “Jangan khawatirkan apapun,” bisik Domic dengan nada menenangkan. “Semua akan berjalan baik-baik saja.”

Felly mengangguk, senyum bahagia mengembang di wajahnya, tapi ada satu hal yang membuat pikirannya terusik. Yaitu, Anna kakaknya.

Felly terdiam sejenak, menatap Domic yang masih mengelus perutnya dengan lembut. Bayangan tentang Anna terus menghantui pikirannya.

“Dom…” Felly akhirnya memecah kesunyian. “Anna. Dia tidak datang semalam. Apakah—”

“Anna marah, aku tahu,” potong Domic dengan lembut namun tegas, tatapannya tetap menenangkan. “Tapi kau tidak perlu khawatir, itu hanya sementara. Dia akan memahami pada akhirnya. Aku tahu Anna. Dia mungkin marah sekarang, tapi dia adalah wanita yang kuat. Dia akan menemukan caranya untuk menerima semua ini. Meski sulit, aku yakin dia tidak akan membiarkan amarah itu menghancurkan keluarganya. Jangan terlalu dipikirkan, Felly. Percayalah bahwa semua akan berjalan baik-baik saja.”

Felly menunduk, “Aku tidak yakin.”

“Mengapa? Apa ada sesuatu yang membuatmu khawatir?.”

Felly mengangguk, tangannya menggenggam tangan Domic yang sedang mengelus perutnya. “Aku merasa Momy dan Dady tidak menyukai ku. Bahkan, Marcus dan Victor sahabatmu pun, aku merasa mereka tidak menyukaiku.”

Domic terdiam sebentar, menatap mata Felly yang sendu. “Mereka memang tidak menyetujui pernikahan kita.” Jawab Domic jujur. “Tapi sama seperti Anna, mereka pasti akan menerima nantinya. Mereka tahu bahwa bayi yang ada di perutmu adalah bayi ku, jadi mereka tidak akan bisa melakukan apapun padamu, termasuk orang tuaku. Kau hanya harus bersabar sedikit dan fokus saja pada kesehatan kalian.” lanjut Domic ditujukan pada Felly dan bayinya.

“Dan satu yang harus kau tahu Felly, aku akan selalu melindungimu dari siapapun yang tidak menyukai mu, jadi tidak perlu khawatir.” Lanjut Domic lagi.

Felly mengangguk, tersenyum senang. “Terimakasih Domi, terimakasih. Aku sangat beruntung memilikimu.”

Domic mengangguk. “Hanya satu yang aku ingin darimu Felly.” ucap Domic.

Felly menatap Domic penasaran. “Apa itu?.”

Domic terdiam sejenak, ekspresinya berubah sedikit serius. “Kita tidak boleh melibatkan Carollin dalam hal ini. Jangan sampai dia tahu apa yang terjadi di antara kita. Untuknya, kamu tetaplah adik ipar ku, dan aku tetap ayahnya. Jangan pernah memberitahunya. Aku tidak ingin putri tercintaku terluka.”

Felly terdiam mendengar permintaan Domic. Matanya berkedip pelan, mencerna kata-kata yang baru saja diucapkan pria yang sudah menjadi suaminya. Hatinya terasa berat. Meski ia mengerti keinginan Domic untuk melindungi Carollin, ada rasa keberatan yang perlahan merambat di benaknya. Bayangan tentang harus berpura-pura di depan putri suaminya, terus-menerus memainkan peran adik ipar yang sempurna, membuat dadanya sesak.

“Tapi…,” Felly menatap Domic, suaranya terdengar ragu. “Apa itu tidak terlalu berat? Carollin mungkin akan mulai curiga. Dia bukan anak kecil lagi Domi, dia pasti akan tahu ada yang berbeda. Bukan kah lebih baik tidak menyembunyikan apa-apa dan jujur? Carollin bisa saja lebih terluka saat tahu ia sedang di bohongi . Aku tidak ingin berbohong padanya. Dia berhak tahu, bukan?”

Domic menatap Felly dalam-dalam, matanya mengisyaratkan bahwa ia tidak suka dengan jawaban Felly. “Kita sudah membicarakan ini sebelumnya dan kau setuju. Aku melakukan ini untuk kebaikan putriku, dunia ku, kau tahu itu. Ini sudah menjadi keputusanku. Carollin tidak boleh tahu. Bukan sekarang, tapi selamanya. Jika kau menghargai keputusanku sebagai ayahnya, kau akan mengerti. Ini bukan tentang apa yang menurutmu benar, ini tentang melindungi seseorang yang paling berarti bagiku. Jangan buat ini lebih sulit dari yang seharusnya.”

Felly meneguk ludah susah payah, suasana tiba-tiba terasa tegang. Felly menundukkan kepalanya. “Aku hanya takut ini akan semakin rumit, Dom. Bagaimana jika suatu saat Carollin mengetahuinya sendiri? Apa yang akan terjadi? Maap jika menurutmu aku salah.”

Domic menghela nafas, sadar telah membuat Felly tidak nyaman karena ucapannya yang sedikit keras. Domic mengangkat dagu Felly dengan lembut, membuatnya kembali menatapnya. “Itulah kenapa kita harus sangat berhati-hati. Carollin tidak boleh tahu, aku yang menentukan semuanya. Untuk sekarang, putriku perlu melihat kita sebagai keluarga yang utuh. Itu yang paling penting.”

Felly mengangguk perlahan, meski rasa keberatan itu belum sepenuhnya hilang dari hatinya. “Aku mengerti. Aku akan merahasiakannya.”

Domic tersenyum kecil, mengusap rambut Felly dengan lembut sebelum berdiri lagi. “Aku tahu kau pasti akan mengerti.”

...\~\~\~\~\~...

...Felly Dimisty...

Terpopuler

Comments

sutiasih kasih

sutiasih kasih

bgidik ngeriiii dgn sikap n perbuatan domic.... sangat mnjaga n mnyangi perempuan lain bhkn ank yg bukan miliknya...
tpi domic lupa mnjaga hati dan perasaan anna..../Facepalm//Facepalm/

2024-12-30

0

Sunarmi Narmi

Sunarmi Narmi

Mata Domic Belek dn katarak...padahal Felly jelek bangett...ngapain sayang sama adik iparrr....Suami gila

2025-03-31

0

Uthie

Uthie

sebaik-baik bangkai ditutupi akan tetap tercium juga pada akhirnya

2024-12-24

0

lihat semua
Episodes
1 Surat USG
2 Keputusan
3 Pergi
4 Rumah Selena
5 Kebanaran Pilu
6 Kasihani aku
7 Pernikahan
8 Aku harus apa
9 Kau berbeda
10 Hancur sendirian
11 Bayi kita
12 Kau terluka?
13 Kelak kau akan menjadi Ibu
14 Akting
15 Foto pernikahan
16 Bolehkah Tante ikut?
17 Ambil saja!
18 Ingin tinggal bersama
19 Kepura-puraan di depan Carro
20 Satu hari bahagia
21 Perasaan Marcus dan permintaan tinggal bersama
22 Permintaan tinggal bersama
23 Keputusan sepihak
24 Desakan keluarga Darmadi
25 Rapuh
26 Ancaman Alarik
27 Keluar atau Pergi
28 Adik baru
29 Peringatan
30 Pertengkaran Domic & Marcus
31 Ingin di obati
32 Permohonan Carro
33 Usir paksa
34 Ingin mati saja
35 Carro merajuk & ancaman
36 Uncle Marcus
37 Sesuatu yang ingin di katakan
38 Keterkejutan
39 Prasangka
40 Sikap tidak biasa
41 Jangan senang dulu
42 Siapa kekasih Felly?
43 Kemarahan Domic & Pria misterius
44 Mencari tahu
45 Bingung
46 Informasi dugaan mantan kekasih Felly
47 Bersiap untuk acara amal
48 Acara amal
49 Pengkuan kecil Carro
50 Mengganggu Domic
51 Cari yang seperti momy
52 Siapa pria itu
53 Uncle Alex
54 Foto mengejutkan
55 Pergi
56 Hancurnya dunia Carro
57 Isi dokumen
58 Putus asa
59 Kemarahan Felly
60 Kedatangan Alexander
61 Rasa kagum
62 Amarah Domic
63 Rencana licik
64 Satu langkah lebih dekat
65
66 Kabar mengejutkan dari Selena
67 Hancur lebur
68 Jangan pergi
69 Anna yang berbeda
70 Mr. Harisson
71 Pagi yang memalukan
72 Apa yang kau sembunyikan dariku
73 Mencari tahu informasi
74 Penjagaan Anna
75 Mengapa tidak Uncle saja yang jadi Dady?
76 Felly?
77 Lupa pada Domic
78 Surat cerai
79 Menjalankan rencana
80 Jangan dekati Anna
81 Tawaran tinggal
82 Menjelang perceraian
83 Kedatangan Jonathan
84 Ketakutan
85 Menghitung jam
86 Ruang sidang
87 Perebutan hak asuh
88 Penyesalan
89 Terkejut
90 Dibuntuti
91 Hak waris
92 Kehancuran Domic
93 kembali ke apartement
94 Sisi lain Carro
95 Darmadi dan keputusannya
96 Rasa tidak terima
97 Malam pengusiran
98 Pasta Bolognese
99 Rindu Carro
100 Pertemuan
101 Dendam membara
102 Nekat
103 Kehilangan
104 Kehilangan di bayar kehilangan
105 Takut dan kalut
106 Dugaan benar
107 Vidio ancaman
108 Detik-detik
109 Gudang Tua
110 Pengorbanan
111 Penangkapan
112 Cinta sepihak
113 Kritis
114 Membawa pulang
Episodes

Updated 114 Episodes

1
Surat USG
2
Keputusan
3
Pergi
4
Rumah Selena
5
Kebanaran Pilu
6
Kasihani aku
7
Pernikahan
8
Aku harus apa
9
Kau berbeda
10
Hancur sendirian
11
Bayi kita
12
Kau terluka?
13
Kelak kau akan menjadi Ibu
14
Akting
15
Foto pernikahan
16
Bolehkah Tante ikut?
17
Ambil saja!
18
Ingin tinggal bersama
19
Kepura-puraan di depan Carro
20
Satu hari bahagia
21
Perasaan Marcus dan permintaan tinggal bersama
22
Permintaan tinggal bersama
23
Keputusan sepihak
24
Desakan keluarga Darmadi
25
Rapuh
26
Ancaman Alarik
27
Keluar atau Pergi
28
Adik baru
29
Peringatan
30
Pertengkaran Domic & Marcus
31
Ingin di obati
32
Permohonan Carro
33
Usir paksa
34
Ingin mati saja
35
Carro merajuk & ancaman
36
Uncle Marcus
37
Sesuatu yang ingin di katakan
38
Keterkejutan
39
Prasangka
40
Sikap tidak biasa
41
Jangan senang dulu
42
Siapa kekasih Felly?
43
Kemarahan Domic & Pria misterius
44
Mencari tahu
45
Bingung
46
Informasi dugaan mantan kekasih Felly
47
Bersiap untuk acara amal
48
Acara amal
49
Pengkuan kecil Carro
50
Mengganggu Domic
51
Cari yang seperti momy
52
Siapa pria itu
53
Uncle Alex
54
Foto mengejutkan
55
Pergi
56
Hancurnya dunia Carro
57
Isi dokumen
58
Putus asa
59
Kemarahan Felly
60
Kedatangan Alexander
61
Rasa kagum
62
Amarah Domic
63
Rencana licik
64
Satu langkah lebih dekat
65
66
Kabar mengejutkan dari Selena
67
Hancur lebur
68
Jangan pergi
69
Anna yang berbeda
70
Mr. Harisson
71
Pagi yang memalukan
72
Apa yang kau sembunyikan dariku
73
Mencari tahu informasi
74
Penjagaan Anna
75
Mengapa tidak Uncle saja yang jadi Dady?
76
Felly?
77
Lupa pada Domic
78
Surat cerai
79
Menjalankan rencana
80
Jangan dekati Anna
81
Tawaran tinggal
82
Menjelang perceraian
83
Kedatangan Jonathan
84
Ketakutan
85
Menghitung jam
86
Ruang sidang
87
Perebutan hak asuh
88
Penyesalan
89
Terkejut
90
Dibuntuti
91
Hak waris
92
Kehancuran Domic
93
kembali ke apartement
94
Sisi lain Carro
95
Darmadi dan keputusannya
96
Rasa tidak terima
97
Malam pengusiran
98
Pasta Bolognese
99
Rindu Carro
100
Pertemuan
101
Dendam membara
102
Nekat
103
Kehilangan
104
Kehilangan di bayar kehilangan
105
Takut dan kalut
106
Dugaan benar
107
Vidio ancaman
108
Detik-detik
109
Gudang Tua
110
Pengorbanan
111
Penangkapan
112
Cinta sepihak
113
Kritis
114
Membawa pulang

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!