Bolehkah Tante ikut?

Pagi ini, suasana mansion begitu sibuk dan penuh dengan aktivitas seperti biasa. Para pelayan tampak menjalankan tugas masing-masing dengan cekatan. Di dapur, bunyi panci dan alat masak bergema di udara. Di halaman, beberapa pelayan sibuk merapikan taman, sementara di ruang tamu, pelayan lainnya sedang membersihkan dan merapikan furnitur mewah. Sedangkan Anna membantu Bu Martha menyiapkan sarapan di dapur. Anna berdiri dengan apron yang membalut tubuhnya, sibuk mengaduk sup kalkun di atas wajan dengan wajah yang terlihat tenang.

“Nyonya, biar saya saja.” ucap pelayan yang bertugas menyiapkan makanan. Ia tidak enak jika membiarkan nyonya nya memasak langsung di dapur.

Pelayan itu memang baru, berbeda dengan Bu Martha yang sudah terbiasa dengan Anna yang selalu membantu di dapur di waktu senggangnya.

“Tidak apa-apa Violet, saya memang biasa turun ke dapur. Kau harus terbisa.” jawab Anna dengan senyum hangat yang membuat Violet ikut tersenyum.

“Baik nyonya, jika ada apa-apa tolong panggil saya.”

“Tentu.” jawab Anna.

Violet mundur, namun tetap berada di dekat Anna, berjaga-jaga jika nyonya nya membutuhkan sesuatu.

Dari arah tangga, terdengar langkah kaki kecil Carrolin yang turun bersama Ambar. Carro mengenakan dress cantik yang membalut tubuh mungilnya, rambutnya tertata rapi, dan matanya bersinar penuh semangat. Sesampainya di ruang makan, Carrolin langsung duduk di kursinya, wajahnya berbinar seolah tidak sabar untuk memulai hari ini.

“Momy, dady kemana? Bukan kah kita akan berangkat sekarang?” tanya Carrolin sambil mengedarkan pandangannya mencari Domic.

Anna menoleh sejenak dari wajan, tersenyum hangat kepada Carollin.

Dengan suara lembut, Anna menjawab, “Dady akan menjemput kita sebentar lagi, sayang. Dady ada pekerjaan mendadak semalam, jadi Dady tidak bisa pulang.”

Ambar yang berdiri di samping Carro terdiam, begitu pula dengan Bu Marta yang sedang menyiapkan makanan di atas meja. Keduanya tahu betul bahwa nyonya nya sedang berpura-pura semua baik-baik saja di depan Carollin. Padahal mereka tahu bahwa tuannya tidak pulang bukan karena pekerjaan, melainkan karena bermalam di mansion Felly, istri barunya.

Meski begitu, mereka tidak menunjukkan apa pun selain senyuman untuk menjaga suasana tetap hangat.

“Oh begitu ya.” Carrolin mengangguk kecil, menerima penjelasan dari Anna tanpa banyak tanya.

“Momy sudah siap?.” tanya Carro setelah diam beberapa saat.

“Sudah, tapi sambil menunggu Dady, kita sarapan dulu ya. Momy buatkan sup kalkun untuk Carro.” jawab Anna.

Carro mengangguk senang. “Oke, Mom. Dady ikut sarapan kan?.”

Anna terdiam, menghentikan aktivitasnya sambil menatap Carro perlahan. “Jika Dady datang lebih awal kita akan sarapan bersama. Tapi jika Dady belum datang dan sup ini sudah matang, kita sarapan lebih dulu ya. Dady pasti sudah sarapan di kantor bersama Om Richard.” jawab Anna berbohong.

Carro cemberut, “Tapi Carro ingin sarapan dengan Dady, Mom. Carro tidak ingin makan sebelum Dady datang.”

Bu Marta yang telah selesai menata makanan di meja makan tersenyum, memutuskan untuk mencairkan suasana dan membantu Anna yang seperti kebingungan menjawab.

Bu Martha mencondongkan tubuhnya sedikit, menatap Carrolin dengan senyum lebar.

“Carro sayang, Carro tahu tidak? Sup kalkun enak di makan saat panas loh.. jika Carro menunggu sampai Dady datang, bagaimana jika sup kalkunnya dingin? Pasti rasanya akan kurang.” ucap Bu Martha dengan nada lembut. “Dan.. bukan kah Dady akan senang kalau Carro sudah sarapan saat Dady datang menjemput nanti?.”

Anna menarik nafas lega, lalu ikut menyaut. “Iya sayang, Bu Martha benar. Sup kalkun ini momy buatkan khusus untuk Carro loh.. Dady pasti datang, yang penting Carro sarapan dulu ya biar saat Dady datang nanti kita bisa langsung berangkat.”

”Momy..” Carro merengek, “Mengapa tidak menunggu Dady sebentar?.”

“Dady pasti sudah sarapan.” Jawab Anna. Anna tahu betul sebab Domic tidak mungkin pulang dari sana jika belum sarapan bersama ayahnya dan juga Felly.

“Baiklah.” jawab Carro akhirnya menyerah.

“Putri Momy memang pintar.”

Setelah selesai sarapan, Anna dan Carro berjalan ke ruang depan. Memutuskan untuk menunggu Domic disana. Namun saat baru saja sampai di ruang depan, suara langkah kaki terdengar dari pintu utama. Anna menghentikan langkahnya. Begitupun dengan Carro yang ikut berhenti karena tangannya di genggam oleh Anna.

Domic muncul di balik pintu. Disusul seorang perempuan berpakaian seksi di belakangnya yang membuat hati Anna seketika sesak. Domic… datang bersama Felly.

Anna terdiam, hatinya seperti diremas. Carro yang melihat Felly pun tampak bingung. “Tante Felly?” tanya Carro dengan nada heran. Ambar dan Bu Martha yang berada di belakang mereka saling pandang dengan ketidakpercayaan. Keduanya tidak habis pikir bagaimana Domic bisa datang bersama Felly setelah semua yang terjadi.

Felly dengan senyum manis di wajahnya berjalan ke arah Carro dan langsung memeluk tubuh mungil Carro penuh kehangatan. “Carro!! Tante rindu sekali sama Carro!” ujarnya antusias.

Carro yang tidak tahu apa-apa tentang situasi yang sesungguhnya tentu menyambut pelukan itu dengan senang. Terlebih Felly adalah tante satu-satunya yang Carro miliki. “Carro juga rindu, Tante!” serunya polos, membuat Felly tersenyum semakin lebar.

Anna yang masih terdiam menatap Domic dengan pandangan penuh tanya, marah, dan kecewa. Dapat Domic rasakan kemarahan di balik mata Anna, tapi Domic berpura-pura tidak menyadari. Sebenarnya, saat Domic pertama kali melihat Anna pagi ini, ia tak bisa menyangkal betapa cantiknya Anna. Pakaian rapi yang dipakainya, wajahnya yang lembut, semuanya membuat Anna terlihat mempesona. Namun, perkataan Anna kemarin yang menyakitkan masih membekas dalam benak Domic, membuat Domic menekan perasaan itu dan memilih bersikap acuh.

Domic berjalan ke arah Carro, berjongkok di samping Felly, dan menatap putrinya dengan senyuman kecil. “Carro, Dady tadi bertemu dengan Tante Felly di jalan. Kebetulan sekali Tante Felly memang mau ke sini untuk menemui kamu.” jawab Domic bohong. Membuat Anna semakin marah.

Carro terlihat sangat senang, “Benarkah? Tante Felly datang hanya untuk menemui Carro?”

Felly tersenyum, mengusap lembut kepala Carro. “Tentu saja, sayang. Bukankah kita sudah lama tidak bertemu? Tante bawa mainan untuk kamu loh!” jawab Felly sambil mengeluarkan sebuah mainan yang membuat Carro semakin bersemangat.

Anna hanya bisa diam, menyaksikan semua itu dengan perasaan campur aduk. Dadanya semakin sesak, Anna marah, dan ia benar-benar tak percaya apa yang sedang terjadi di hadapannya. Bagaimana bisa Domic dengan santainya datang bersama Felly dan berbohong pada Carro tentang dia yang bertemu dengan Felly di jalan.

“Tante Felly, Tante Felly tahu tidak? Aku, Momy, dan Dady hari ini akan liburan!.” kata Carro penuh semangat.

Felly tampak tercengang sejenak. Dia baru tahu tentang rencana liburan ini. Namun Felly segera memulihkan ekspresinya dan tersenyum. “Oh, benarkah? Liburan? Wah, seru sekali!” katanya dengan nada penuh kehangatan. “Kalau begitu bolehkah Tante Felly ikut? Tante sudah lama tidak liburan, dan akan sangat menyenangkan bisa menghabiskan waktu bersama kalian.”

Anna tertegun, tak percaya dengan apa yang baru saja didengarnya. Dia melotot ke arah Felly, lalu menatap Domic dengan tatapan tajam, tidak sanggup menyembunyikan keterkejutannya. Apa maksudnya?

Sebelum Anna sempat membuka mulut, Domic mendahuluinya. Domic seolah sengaja mengabaikan Anna dan membuat Anna semakin marah. “Tentu saja, Tante Fally bisa ikut,” jawab Domic dengan tenang. “Iya kan sayang? Akan lebih seru jika ada Tante Felly.” lanjut Domic tertuju pada Carro.

Kata-kata itu membuat Anna terpaku di tempatnya. Ia merasa tubuhnya membeku. Bagaimana mungkin Domic membiarkan ini terjadi?

Terpopuler

Comments

Sunarmi Narmi

Sunarmi Narmi

Matmu memang burem Domic...Emang cantik Anna kemana mana..hatinya baik pula..kmu aja yg Bloon suka Felly yg jahat....

2025-03-31

0

Sunarmi Narmi

Sunarmi Narmi

Tolak saja Anna....Mending kmu ngak usah ikut Anna klo Felly ikut..ksih tau putrimu pelan" dia pasti tau

2025-03-31

0

Diah Anggraini

Diah Anggraini

nyesek banget ya anna..
domic saya bersumpah suatu saat kau bakal ngerasain apa yang anna rasakan..

2025-02-15

0

lihat semua
Episodes
1 Surat USG
2 Keputusan
3 Pergi
4 Rumah Selena
5 Kebanaran Pilu
6 Kasihani aku
7 Pernikahan
8 Aku harus apa
9 Kau berbeda
10 Hancur sendirian
11 Bayi kita
12 Kau terluka?
13 Kelak kau akan menjadi Ibu
14 Akting
15 Foto pernikahan
16 Bolehkah Tante ikut?
17 Ambil saja!
18 Ingin tinggal bersama
19 Kepura-puraan di depan Carro
20 Satu hari bahagia
21 Perasaan Marcus dan permintaan tinggal bersama
22 Permintaan tinggal bersama
23 Keputusan sepihak
24 Desakan keluarga Darmadi
25 Rapuh
26 Ancaman Alarik
27 Keluar atau Pergi
28 Adik baru
29 Peringatan
30 Pertengkaran Domic & Marcus
31 Ingin di obati
32 Permohonan Carro
33 Usir paksa
34 Ingin mati saja
35 Carro merajuk & ancaman
36 Uncle Marcus
37 Sesuatu yang ingin di katakan
38 Keterkejutan
39 Prasangka
40 Sikap tidak biasa
41 Jangan senang dulu
42 Siapa kekasih Felly?
43 Kemarahan Domic & Pria misterius
44 Mencari tahu
45 Bingung
46 Informasi dugaan mantan kekasih Felly
47 Bersiap untuk acara amal
48 Acara amal
49 Pengkuan kecil Carro
50 Mengganggu Domic
51 Cari yang seperti momy
52 Siapa pria itu
53 Uncle Alex
54 Foto mengejutkan
55 Pergi
56 Hancurnya dunia Carro
57 Isi dokumen
58 Putus asa
59 Kemarahan Felly
60 Kedatangan Alexander
61 Rasa kagum
62 Amarah Domic
63 Rencana licik
64 Satu langkah lebih dekat
65
66 Kabar mengejutkan dari Selena
67 Hancur lebur
68 Jangan pergi
69 Anna yang berbeda
70 Mr. Harisson
71 Pagi yang memalukan
72 Apa yang kau sembunyikan dariku
73 Mencari tahu informasi
74 Penjagaan Anna
75 Mengapa tidak Uncle saja yang jadi Dady?
76 Felly?
77 Lupa pada Domic
78 Surat cerai
79 Menjalankan rencana
80 Jangan dekati Anna
81 Tawaran tinggal
82 Menjelang perceraian
83 Kedatangan Jonathan
84 Ketakutan
85 Menghitung jam
86 Ruang sidang
87 Perebutan hak asuh
88 Penyesalan
89 Terkejut
90 Dibuntuti
91 Hak waris
92 Kehancuran Domic
93 kembali ke apartement
94 Sisi lain Carro
95 Darmadi dan keputusannya
96 Rasa tidak terima
97 Malam pengusiran
98 Pasta Bolognese
99 Rindu Carro
100 Pertemuan
101 Dendam membara
102 Nekat
103 Kehilangan
104 Kehilangan di bayar kehilangan
105 Takut dan kalut
106 Dugaan benar
107 Vidio ancaman
108 Detik-detik
109 Gudang Tua
110 Pengorbanan
111 Penangkapan
112 Cinta sepihak
113 Kritis
114 Membawa pulang
Episodes

Updated 114 Episodes

1
Surat USG
2
Keputusan
3
Pergi
4
Rumah Selena
5
Kebanaran Pilu
6
Kasihani aku
7
Pernikahan
8
Aku harus apa
9
Kau berbeda
10
Hancur sendirian
11
Bayi kita
12
Kau terluka?
13
Kelak kau akan menjadi Ibu
14
Akting
15
Foto pernikahan
16
Bolehkah Tante ikut?
17
Ambil saja!
18
Ingin tinggal bersama
19
Kepura-puraan di depan Carro
20
Satu hari bahagia
21
Perasaan Marcus dan permintaan tinggal bersama
22
Permintaan tinggal bersama
23
Keputusan sepihak
24
Desakan keluarga Darmadi
25
Rapuh
26
Ancaman Alarik
27
Keluar atau Pergi
28
Adik baru
29
Peringatan
30
Pertengkaran Domic & Marcus
31
Ingin di obati
32
Permohonan Carro
33
Usir paksa
34
Ingin mati saja
35
Carro merajuk & ancaman
36
Uncle Marcus
37
Sesuatu yang ingin di katakan
38
Keterkejutan
39
Prasangka
40
Sikap tidak biasa
41
Jangan senang dulu
42
Siapa kekasih Felly?
43
Kemarahan Domic & Pria misterius
44
Mencari tahu
45
Bingung
46
Informasi dugaan mantan kekasih Felly
47
Bersiap untuk acara amal
48
Acara amal
49
Pengkuan kecil Carro
50
Mengganggu Domic
51
Cari yang seperti momy
52
Siapa pria itu
53
Uncle Alex
54
Foto mengejutkan
55
Pergi
56
Hancurnya dunia Carro
57
Isi dokumen
58
Putus asa
59
Kemarahan Felly
60
Kedatangan Alexander
61
Rasa kagum
62
Amarah Domic
63
Rencana licik
64
Satu langkah lebih dekat
65
66
Kabar mengejutkan dari Selena
67
Hancur lebur
68
Jangan pergi
69
Anna yang berbeda
70
Mr. Harisson
71
Pagi yang memalukan
72
Apa yang kau sembunyikan dariku
73
Mencari tahu informasi
74
Penjagaan Anna
75
Mengapa tidak Uncle saja yang jadi Dady?
76
Felly?
77
Lupa pada Domic
78
Surat cerai
79
Menjalankan rencana
80
Jangan dekati Anna
81
Tawaran tinggal
82
Menjelang perceraian
83
Kedatangan Jonathan
84
Ketakutan
85
Menghitung jam
86
Ruang sidang
87
Perebutan hak asuh
88
Penyesalan
89
Terkejut
90
Dibuntuti
91
Hak waris
92
Kehancuran Domic
93
kembali ke apartement
94
Sisi lain Carro
95
Darmadi dan keputusannya
96
Rasa tidak terima
97
Malam pengusiran
98
Pasta Bolognese
99
Rindu Carro
100
Pertemuan
101
Dendam membara
102
Nekat
103
Kehilangan
104
Kehilangan di bayar kehilangan
105
Takut dan kalut
106
Dugaan benar
107
Vidio ancaman
108
Detik-detik
109
Gudang Tua
110
Pengorbanan
111
Penangkapan
112
Cinta sepihak
113
Kritis
114
Membawa pulang

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!