Foto pernikahan

Anna terbangun di tengah malam dengan perasaan yang masih lekat dengan kelembutan suara dongeng yang sebelumnya ia bacakan untuk Carrolin. Cahaya redup dari lampu tidur memancarkan kehangatan di kamar putrinya. Tanpa sadar, ternyata Anna ikut tertidur di samping Carrolin saat membacakan dongeng untuk putrinya tadi.

Anna melirik Carollin, anak itu tertidur tenang, nafasnya teratur, membuat Anna tersenyum kecil sambil membenarkan posisi selimut Carro yang sedikit berantakan. Anna mengecup lembut kening putrinya, mendaratkan kecupan penuh cinta sebelum bergerak perlahan dan bangun dari tempat tidur, beranjak keluar kamar.

Saat Anna keluar, suasana mansion sangat hening. Langkahnya terdengar lirih di lantai dingin dengan cahaya lampu yang redup, karena beberapa ruangan sengaja dibiarkan dalam gelap, sementara hanya sedikit lampu di sudut-sudut mansion yang masih menyala. Memberikan sedikit pencahayaan pada wajah Anna.

Anna berjalan menuju kamarnya. Saat tiba disana, ternyata Domic tidak ada. Pria itu masih pergi dan belum kembali. Anna tersenyum kecil, Anna tahu kemana Domic pergi, dan lagi-lagi hatinya merasa sesak, namun Anna tidak ingin menangis lagi. Tangisannya sudah terlalu sering jatuh, dan air mata tak lagi cukup untuk meredakan luka di hatinya.

Anna melangkah masuk ke dalam kamar, matanya tertuju pada dinding di mana foto pernikahannya dengan Domic tergantung. Udara malam langsung menerpa dingin menusuk kulit Anna yang masuk melalui jendela kamar yang terbuka. Setiap langkah yang ia ayunkan terasa berat, dan matanya terus tertuju pada foto pernikahan dirinya dan Domic.

Dalam foto itu, mereka terlihat bahagia. Senyum Domic yang menenangkan, dan tawa Anna yang ceria saat itu seolah membekukan momen sempurna yang kini terasa begitu jauh. Di samping foto pernikahan, ada foto lain saat Carrolin merayakan ulang tahun pertamanya. Domic memangku Carrolin yang saat itu masih balita, sementara Anna tersenyum penuh kebahagiaan di sebelah Domic. Tampak seperti keluarga yang sempurna dalam gambar itu.

Anna menggigit bibir bawahnya, menahan air matanya yang mendesak ingin keluar. Kebahagiaan yang pernah terabadikan di bingkai itu kini hanya menyisakan luka. Anna sangat takut dan menyesal karena semua ini tentu akan melukai putrinya. Anna tidak ingin hati putrinya remuk jika sampai mengetahui hal ini. Anna tidak ingin Carollin tahu bahwa mulai hari ini dan seterusnya, keakraban kedua orangtuanya hanyalah sandiwara. Anna tidak ingin hal itu terjadi. Anna begitu takut menghancurkan hati putrinya.

Setelah menatap bingkai foto cukup lama, Anna mengangkat tangannya dengan gemetar, ia menarik foto pernikahannya dengan Domic dari dinding, menatapnya sejenak sebelum menurunkannya dengan hati-hati. Satu per satu foto lain yang hanya menampilkan dirinya dan Domic, juga Anna turunkan. Anna hanya menyisakan dua bingkai. Foto ulang tahun pertama Carrolin, di mana mereka bertiga tersenyum dengan kebahagiaan yang murni, dan foto Domic bersama Carro yang sedang menunggagi kuda kecil untuk pertama kalinya, dengan Domic yang berada di sisi Carro untuk menjaga keseimbangan putrinya. Hanya dua kenangan itu yang Anna biarkan tetap tergantung, satu-satunya yang masih bisa Anna simpan tanpa luka terlalu dalam.

Setelah semua foto lain diturunkan, Anna duduk sejenak, menatap ruang kosong di dinding yang dulu penuh dengan gambar-gambar kebahagiaan.

Anna tidak bisa menggambarkan begitu sakitnya hatinya saat ini. Anna mencintai Domic, Anna sungguh mencintai Domic. Meski mereka memang menikah karena perjodohan, tapi Anna tidak akan bohong jika ia memang mencintai Domic. Cintanya pada Domic murni. Lalu bagaimana bisa hatinya menerima orang yang dicintai menikah dengan adiknya sendiri? Anna tidak bisa. Anna tidak sekuat itu. Anna tidak ingin berbagi atas apapun yang ia cintai. Anna pikir ia sudah cukup berbagi dan memaklumi kasih sayang ayah serta orang-orang terdekatnya yang lebih besar untuk Felly. Anna pikir itu sudah cukup. Tapi ternyata tidak, pengorbanan Anna sejak kecil hingga ia menjadi gadis pendiam dan tenang karena tidak mendapat cukup kasih sayang, ternyata tidak cukup. Felly masih menginginkan apa yang Anna punya.

Dan untuk Domic, Anna memang belum pernah benar-benar jujur pada Domic tentang betapa dalam perasaannya. Meskipun tidak ada kata-kata, cara Anna memperlakukan Domic dengan kelembutan, perhatian, dan cinta seharusnya cukup menjadi bukti. Tapi mengapa Domic tidak pernah menyadarinya? Mengapa Domic tidak mengerti betapa yang dia lakukan sungguh menyakitinya.

Air mata mulai mengalir lagi, tetapi kali ini tidak ada isak tangis keras. Hanya diam, perlahan-lahan, menetes di pipinya. Anna merasa lelah, terlalu lelah untuk menangis seperti sebelumnya. Tangisnya kali ini bukan sekadar kesedihan, melainkan sebuah kesadaran yang pahit bahwa cinta yang ia miliki untuk Domic justru menjadi sumber dari rasa sakit terbesarnya. Dan berpura-pura tidak peduli pada Domic makin menghancurkan hatinya.

Anna tidak tahu apakah dirinya sanggup menghadapi ini. Berpura-pura tidak peduli pada suaminya, berpura-pura baik-baik saja di depan putrinya, apakah semua ini sungguh akan membuatnya baik-baik saja? Apakah ia bisa bertahan pada waktu yang entah akan berlanjut sampai kapan? Anna sungguh tidak tahu. Hanya bisa meminta pada yang maha kuasa untuk meringankan rasa sakit di hatinya dan memberikannya kekuatan demi Carollin.

Anna menghapus air matanya, berjalan menuju kasur dan meringkuk disana memeluk dirinya sendiri. Dalam kesendiriannya, Anna membayangkan andai ibunya masih ada di sisinya, mungkin tidak akan terasa seberat ini, mungkin Anna akan punya tempat untuk bersandar, tempat di mana ia bisa menangis tanpa harus merasa lemah.

Tangis Anna semakin lirih hingga akhirnya ia tertidur, matanya tertutup dengan sisa-sisa air mata yang masih membasahi pipinya. Kamar itu menjadi saksi dari kesedihan yang tidak bisa Anna ungkapkan kepada siapa pun, tempat di mana Anna yang selalu kuat kini menjadi begitu rapuh dan lemah.

...\~\~\~\~\~\~...

...Annastasya ...

...Carollin...

Terpopuler

Comments

Annie Soe..

Annie Soe..

Pediihh,,
Bisa banget siy tor bikin readers ikut nyeri bin pedih../Sob/

2025-01-28

0

Hanipah Fitri

Hanipah Fitri

bagus cerita mu Thor, enak dibaca dan jelas

2025-01-31

0

Diah Anggraini

Diah Anggraini

anna.. sedih tau ngebayangin kau nangis

2025-02-15

0

lihat semua
Episodes
1 Surat USG
2 Keputusan
3 Pergi
4 Rumah Selena
5 Kebanaran Pilu
6 Kasihani aku
7 Pernikahan
8 Aku harus apa
9 Kau berbeda
10 Hancur sendirian
11 Bayi kita
12 Kau terluka?
13 Kelak kau akan menjadi Ibu
14 Akting
15 Foto pernikahan
16 Bolehkah Tante ikut?
17 Ambil saja!
18 Ingin tinggal bersama
19 Kepura-puraan di depan Carro
20 Satu hari bahagia
21 Perasaan Marcus dan permintaan tinggal bersama
22 Permintaan tinggal bersama
23 Keputusan sepihak
24 Desakan keluarga Darmadi
25 Rapuh
26 Ancaman Alarik
27 Keluar atau Pergi
28 Adik baru
29 Peringatan
30 Pertengkaran Domic & Marcus
31 Ingin di obati
32 Permohonan Carro
33 Usir paksa
34 Ingin mati saja
35 Carro merajuk & ancaman
36 Uncle Marcus
37 Sesuatu yang ingin di katakan
38 Keterkejutan
39 Prasangka
40 Sikap tidak biasa
41 Jangan senang dulu
42 Siapa kekasih Felly?
43 Kemarahan Domic & Pria misterius
44 Mencari tahu
45 Bingung
46 Informasi dugaan mantan kekasih Felly
47 Bersiap untuk acara amal
48 Acara amal
49 Pengkuan kecil Carro
50 Mengganggu Domic
51 Cari yang seperti momy
52 Siapa pria itu
53 Uncle Alex
54 Foto mengejutkan
55 Pergi
56 Hancurnya dunia Carro
57 Isi dokumen
58 Putus asa
59 Kemarahan Felly
60 Kedatangan Alexander
61 Rasa kagum
62 Amarah Domic
63 Rencana licik
64 Satu langkah lebih dekat
65
66 Kabar mengejutkan dari Selena
67 Hancur lebur
68 Jangan pergi
69 Anna yang berbeda
70 Mr. Harisson
71 Pagi yang memalukan
72 Apa yang kau sembunyikan dariku
73 Mencari tahu informasi
74 Penjagaan Anna
75 Mengapa tidak Uncle saja yang jadi Dady?
76 Felly?
77 Lupa pada Domic
78 Surat cerai
79 Menjalankan rencana
80 Jangan dekati Anna
81 Tawaran tinggal
82 Menjelang perceraian
83 Kedatangan Jonathan
84 Ketakutan
85 Menghitung jam
86 Ruang sidang
87 Perebutan hak asuh
88 Penyesalan
89 Terkejut
90 Dibuntuti
91 Hak waris
92 Kehancuran Domic
93 kembali ke apartement
94 Sisi lain Carro
95 Darmadi dan keputusannya
96 Rasa tidak terima
97 Malam pengusiran
98 Pasta Bolognese
99 Rindu Carro
100 Pertemuan
101 Dendam membara
102 Nekat
103 Kehilangan
104 Kehilangan di bayar kehilangan
105 Takut dan kalut
106 Dugaan benar
107 Vidio ancaman
108 Detik-detik
109 Gudang Tua
110 Pengorbanan
111 Penangkapan
112 Cinta sepihak
113 Kritis
114 Membawa pulang
Episodes

Updated 114 Episodes

1
Surat USG
2
Keputusan
3
Pergi
4
Rumah Selena
5
Kebanaran Pilu
6
Kasihani aku
7
Pernikahan
8
Aku harus apa
9
Kau berbeda
10
Hancur sendirian
11
Bayi kita
12
Kau terluka?
13
Kelak kau akan menjadi Ibu
14
Akting
15
Foto pernikahan
16
Bolehkah Tante ikut?
17
Ambil saja!
18
Ingin tinggal bersama
19
Kepura-puraan di depan Carro
20
Satu hari bahagia
21
Perasaan Marcus dan permintaan tinggal bersama
22
Permintaan tinggal bersama
23
Keputusan sepihak
24
Desakan keluarga Darmadi
25
Rapuh
26
Ancaman Alarik
27
Keluar atau Pergi
28
Adik baru
29
Peringatan
30
Pertengkaran Domic & Marcus
31
Ingin di obati
32
Permohonan Carro
33
Usir paksa
34
Ingin mati saja
35
Carro merajuk & ancaman
36
Uncle Marcus
37
Sesuatu yang ingin di katakan
38
Keterkejutan
39
Prasangka
40
Sikap tidak biasa
41
Jangan senang dulu
42
Siapa kekasih Felly?
43
Kemarahan Domic & Pria misterius
44
Mencari tahu
45
Bingung
46
Informasi dugaan mantan kekasih Felly
47
Bersiap untuk acara amal
48
Acara amal
49
Pengkuan kecil Carro
50
Mengganggu Domic
51
Cari yang seperti momy
52
Siapa pria itu
53
Uncle Alex
54
Foto mengejutkan
55
Pergi
56
Hancurnya dunia Carro
57
Isi dokumen
58
Putus asa
59
Kemarahan Felly
60
Kedatangan Alexander
61
Rasa kagum
62
Amarah Domic
63
Rencana licik
64
Satu langkah lebih dekat
65
66
Kabar mengejutkan dari Selena
67
Hancur lebur
68
Jangan pergi
69
Anna yang berbeda
70
Mr. Harisson
71
Pagi yang memalukan
72
Apa yang kau sembunyikan dariku
73
Mencari tahu informasi
74
Penjagaan Anna
75
Mengapa tidak Uncle saja yang jadi Dady?
76
Felly?
77
Lupa pada Domic
78
Surat cerai
79
Menjalankan rencana
80
Jangan dekati Anna
81
Tawaran tinggal
82
Menjelang perceraian
83
Kedatangan Jonathan
84
Ketakutan
85
Menghitung jam
86
Ruang sidang
87
Perebutan hak asuh
88
Penyesalan
89
Terkejut
90
Dibuntuti
91
Hak waris
92
Kehancuran Domic
93
kembali ke apartement
94
Sisi lain Carro
95
Darmadi dan keputusannya
96
Rasa tidak terima
97
Malam pengusiran
98
Pasta Bolognese
99
Rindu Carro
100
Pertemuan
101
Dendam membara
102
Nekat
103
Kehilangan
104
Kehilangan di bayar kehilangan
105
Takut dan kalut
106
Dugaan benar
107
Vidio ancaman
108
Detik-detik
109
Gudang Tua
110
Pengorbanan
111
Penangkapan
112
Cinta sepihak
113
Kritis
114
Membawa pulang

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!