Akting

“Momy!!!.” teriak Carollin dengan semangat saat anak itu baru saja tiba di mansion dan mendapati sang momy sedang duduk di ruang utama dengan laptop menyala di pangkuannya.

Anna yang melihat kedatangan Carro segera menyimpan laptopnya dan berdiri begitu mendengar suara langkah kaki putrinya. Carollin dengan tawa riang berlari ke arah Anna. “Momy aku merindukan momy!.” kedua tangan mungilnya merentang sebelum memeluk erat tubuh Anna.

Anna terkekeh lembut, mencubit pelan pipi Carollin dengan gemas. “Momy lebih merindukanmu, sayang! Bagaimana liburan di rumah tante Selena, menyenangkan?” tanya Anna dengan sorot mata penuh kasih sayang.

Di belakang mereka, Domic yang baru saja menyerahkan mainan-mainan Carollin kepada para pelayan terhenti sejenak. Ia tertegun menyaksikan keakraban istri dan putrinya. Wajah Anna yang bersinar saat tertawa bersama Carollin membuat hati Domic terasa hangat, seperti ada sesuatu yang melunakkan kerasnya dinding emosinya.

“Sangat menyenangkan. Kak Lionel memperlakukan ku dengan baik, dan tante Selena sangat menyayangiku Mom.”

Anna tersenyum lembut, “Syukurlah, Momy senang mendengarnya.”

Carollin mengangguk, “Namun tetap saja, aku kadang sedih karena merindukan Momy dan Dady.” lanjut Carro cemberut kecil.

Domic tersenyum kecil, lalu mendekatkan dirinya, berdiri di belakang Anna hingga jarak mereka begitu dekat, menciptakan ketegangan yang langsung terasa oleh Anna. Rasa sakit dan marah yang terus menghantuinya setiap kali Domic berada di dekatnya, kini kembali muncul, namun ia tetap menjaga ekspresi agar tidak terlihat oleh sang putri. Kini posisinya Carro menghadap pada sang Momy dan Dady yang ada di depannya.

“Maapkan Dady, sayang. Bagaimana untuk menebus kerinduan Carro, besok kita jalan-jalan bertiga seperti dulu? Pergi ke tempat mana saja yang putri tercinta Dady inginkan. Kita bisa menikmati waktu bersama sebelum Carro kembali masuk sekolah. Bagaimana sayang? Mau?.”

Mendengar itu, mata Carro langsung berbinar-binar. “Benarkah, Dady?!” teriaknya senang, melompat-lompat kecil. “Aku mau! Aku mau!.”

Namun, Anna diam saja, tidak menyauti ajakan Domic. Wajahnya bahkan kaku mendengar itu. Domic menatap Anna, melihat dengan jelas perubahan wajah Anna. Tahu bahwa di balik diam Anna, ada luka dan kemarahan yang masih belum sembuh. Mata Anna tertuju pada Carro yang sedang jingkrak-jingkrak kesenangan.

Carro menoleh ke arah Anna dengan wajah penuh harap. “Bagaimana Momy, apakah besok kita bisa pergi?.” tanyanya polos.

Anna terdiam sejenak, menahan napasnya, lalu tersenyum tipis tanpa mengiyakan. “Momy… usahakan sayang.” jawab Anna berat hati.

Carro terdiam, menatap Anna dengan tatapan penasaran. “Mengapa? Apa momy sibuk?.”

“Tidak sayang. Momy.. um,” Anna kehilangan kata-kata. Melihat mata sang putri yang berbinar penuh harap membuatnya tidak tega. Anna menghela nafas, lalu mengangguk.

“Baiklah, besok kita pergi sayang.” jawab Anna mau tak mau. Ia harus ingat bahwa keretakan di antara dirinya dan Domic tidak boleh mempengaruhi putrinya sedikitpun.

“Yeay!!.” Carro kembali melompat senang. “Thank you momy!!.”

“Sure sayang. Baiklah, sekarang waktunya istirahat. Pergi ke kamar dengan Ambar, nanti Mommy akan menyusul untuk membacakan dongeng padamu sebelum tidur,” ucap Anna lembut.

Carollin mengangguk. “Baik, Mommy.” serunya sebelum menggenggam tangan Ambar yang sudah menunggunya.

“Good night Dad, thank you atas mainan yang sudah dady belikan.” ucap Carro lalu memeluk Domic. Domic membalas pelukan putrinya dengan penuh sayang, lalu mengecup kening Carro sebelum Carro pergi ke kamar.

“Apapun untuk mu sayang.” jawab Domic.

Ambar lalu membawa Carro berjalan naik ke lantai atas, meninggalkan Anna dan Domic sendirian di ruang utama.

Begitu suara langkah Carollin meredup di tangga, suasana yang tadinya hangat berubah dingin seketika. Anna yang tadinya tersenyum tulus, kini berubah. Ekspresinya kembali datar, hampir tak peduli seperti topeng yang ditarik kembali ke wajahnya. Anna berbalik, berniat meninggalkan ruangan, namun langkahnya terhenti ketika Domic dengan cepat meraih lengannya, menahan Anna pergi.

“Jadi tadi kau berakting?” tanya Domic, suaranya rendah tapi penuh sindiran.

Anna menoleh, tatapannya dingin tidak seperti biasa. “Lalu apa yang kau harapkan dariku setelah apa yang kau lakukan?.” jawab Anna pelan namun tegas. “Bukankah ini juga yang kau inginkan? Berpura-pura baik di depan Carro? Kita berdua tahu bahwa Carro tidak boleh tahu apa yang sebenarnya terjadi di antara kita.” lanjut Anna.

Domic mengeratkan genggamannya di tangan Anna, menahan napas sejenak, mencoba menahan emosinya. “Demi tuhan tolong berhenti mengungkit-ungkit lagi Anna. Semua ini sudah terjadi. Aku tahu aku salah. Tapi tidak seharusnya kau menghukum ku dengan sikap dingin mu. Aku tidak mau. Dan aku tidak ingin berakting, Anna.”

Anna tertawa kecil, namun Domic dapat melihat dengan jelas sorot mata Anna yang penuh sakit dan kecewa.

“Ternyata kau sama seperti Felly.” ucap Anna. Air matanya kembali menggenang di pelupuk mata. Namun kali ini Anna tidak akan membiarkannya jatuh. Tidak lagi.

Anna menarik nafas sesak, berjalan mendekat, dan menatap Domic muak. “Domic, dengarkan ini. Jika bukan karena Carro putri kita, aku tidak akan sudi tetap berada disini. Aku tidak sudi tetap menjalin hubungan dengan mu setelah apa yang kau lakukan padaku. Tapi karena aku melihat Carro, putri kecil kita, aku akan tetap tinggal meski rasanya sangat menyakitkan. Sekarang jangan mengharapkan apa-apa dariku. Kau sudah kehilangan ku Domic. Jangan menuntut banyak padaku. Aku tidak peduli bagaimana kau bersama Felly, aku tidak peduli lagi. Hanya satu yang ingin aku minta darimu sekarang. Jangan biarkan keretakan kita menyentuh Carro, dan jangan biarkan Carro mengetahui tentang siapa kau sebenarnya. Atau jika tidak, dia akan membencimu. Dia tidak tidak akan mau bertemu denganmu. Dan aku, tidak mau tinggal disini lebih lama lagi. Karena satu-satunya alasanku bertahan kau hancurkan, Domic.”

Domic mengepalkan tangannya kuat-kuat, wajahnya tegang menahan emosi yang mendidih di dalam dirinya. Ucapan Anna menusuknya tepat di hati, bukan hanya karena kebenarannya, tetapi juga karena rasa sakit yang terpancar jelas di setiap kata yang keluar dari mulut istrinya. Mata Domic berkilat, marah, namun ia tidak bisa apa-apa.

Dalam hatinya, Domic tahu bahwa cintanya pada Anna tidak pernah besar sejak awal. Tapi mendengar Anna mengatakan bahwa ia tidak peduli lagi, bahwa ia hanya tinggal demi Carro, membuat dadanya terasa sesak, seolah-olah ada sesuatu yang menghancurkannya dari dalam. Seharusnya, ketidak pedulian Anna sekarang tidak mempengaruhi Domic sama sekali.

Rahang Domic mengeras, ia menghempaskan tangan Anna kasar, “Perset*n dengan keras kepala mu, Anna.” ucap Domic tanpa mengatakan apapun lagi berjalan pergi meninggalkan Anna dengan langkah marah.

Anna terdiam di tempatnya, tubuhnya sedikit terhuyung saat Domic dengan kasar melepaskan cengkeraman pada tangannya. Anna menatap punggung Domic yang semakin menjauh. Langkah marah Domic menggema di sepanjang koridor mansion yang luas.

Anna mengepalkan tangannya, menahan perasaan yang bergejolak di dadanya. Air mata yang sejak tadi menggenang di sudut mata kini tidak bisa dibendung lagi. Setitik air jatuh di pipinya, lalu disusul oleh lebih banyak lagi.

“Tidak. Aku tidak boleh menangis lagi.” Anna cepat-cepat mengusap pipinya, menepis setiap tetes yang jatuh dengan gerakan cepat dan tegas.

Anna sadar bahwa luka yang ia rasakan belum sepenuhnya sembuh. Ia tetap tinggal di mansion ini demi Carro, namun rasa marah dan kekecewaannya pada Domic tidak pernah pergi. Dan Anna merasa tersiksa dengan perasaan itu.

Anna menatap pintu yang kini tertutup setelah Domic pergi. Ia merasa lelah, bukan hanya secara fisik, tetapi juga emosional.

Anna menegakkan punggungnya, menghirup napas dalam-dalam, dan mengumpulkan kembali kekuatannya. Ia tahu, demi Carro, ia harus tetap bertahan.

Anna berbalik dan mulai melangkah pelan menuju kamar Carro yang telah menunggunya sedari tadi.

...\~\~\~\~\~...

...Carrolin...

...Anastasya...

...Domic Alarik...

Terpopuler

Comments

Diah Anggraini

Diah Anggraini

saya berharap banget , supaya carro cepet cepet tau kelakuan daddy nya.. biar tau rasa kau domic di benci sama anak dan istri..
jahat banget kau jadi suami

2025-02-15

0

Naomy

Naomy

seharusny anna prgi menghilang ke luar neg bersama carro
biarkan domic mati perlahan

2025-02-20

0

Racih Kusmawati

Racih Kusmawati

seperti ikut merasakan sakitnya yg Anna rasakan nyesek banget😭😭

2025-01-22

0

lihat semua
Episodes
1 Surat USG
2 Keputusan
3 Pergi
4 Rumah Selena
5 Kebanaran Pilu
6 Kasihani aku
7 Pernikahan
8 Aku harus apa
9 Kau berbeda
10 Hancur sendirian
11 Bayi kita
12 Kau terluka?
13 Kelak kau akan menjadi Ibu
14 Akting
15 Foto pernikahan
16 Bolehkah Tante ikut?
17 Ambil saja!
18 Ingin tinggal bersama
19 Kepura-puraan di depan Carro
20 Satu hari bahagia
21 Perasaan Marcus dan permintaan tinggal bersama
22 Permintaan tinggal bersama
23 Keputusan sepihak
24 Desakan keluarga Darmadi
25 Rapuh
26 Ancaman Alarik
27 Keluar atau Pergi
28 Adik baru
29 Peringatan
30 Pertengkaran Domic & Marcus
31 Ingin di obati
32 Permohonan Carro
33 Usir paksa
34 Ingin mati saja
35 Carro merajuk & ancaman
36 Uncle Marcus
37 Sesuatu yang ingin di katakan
38 Keterkejutan
39 Prasangka
40 Sikap tidak biasa
41 Jangan senang dulu
42 Siapa kekasih Felly?
43 Kemarahan Domic & Pria misterius
44 Mencari tahu
45 Bingung
46 Informasi dugaan mantan kekasih Felly
47 Bersiap untuk acara amal
48 Acara amal
49 Pengkuan kecil Carro
50 Mengganggu Domic
51 Cari yang seperti momy
52 Siapa pria itu
53 Uncle Alex
54 Foto mengejutkan
55 Pergi
56 Hancurnya dunia Carro
57 Isi dokumen
58 Putus asa
59 Kemarahan Felly
60 Kedatangan Alexander
61 Rasa kagum
62 Amarah Domic
63 Rencana licik
64 Satu langkah lebih dekat
65
66 Kabar mengejutkan dari Selena
67 Hancur lebur
68 Jangan pergi
69 Anna yang berbeda
70 Mr. Harisson
71 Pagi yang memalukan
72 Apa yang kau sembunyikan dariku
73 Mencari tahu informasi
74 Penjagaan Anna
75 Mengapa tidak Uncle saja yang jadi Dady?
76 Felly?
77 Lupa pada Domic
78 Surat cerai
79 Menjalankan rencana
80 Jangan dekati Anna
81 Tawaran tinggal
82 Menjelang perceraian
83 Kedatangan Jonathan
84 Ketakutan
85 Menghitung jam
86 Ruang sidang
87 Perebutan hak asuh
88 Penyesalan
89 Terkejut
90 Dibuntuti
91 Hak waris
92 Kehancuran Domic
93 kembali ke apartement
94 Sisi lain Carro
95 Darmadi dan keputusannya
96 Rasa tidak terima
97 Malam pengusiran
98 Pasta Bolognese
99 Rindu Carro
100 Pertemuan
101 Dendam membara
102 Nekat
103 Kehilangan
104 Kehilangan di bayar kehilangan
105 Takut dan kalut
106 Dugaan benar
107 Vidio ancaman
108 Detik-detik
109 Gudang Tua
110 Pengorbanan
111 Penangkapan
112 Cinta sepihak
113 Kritis
114 Membawa pulang
Episodes

Updated 114 Episodes

1
Surat USG
2
Keputusan
3
Pergi
4
Rumah Selena
5
Kebanaran Pilu
6
Kasihani aku
7
Pernikahan
8
Aku harus apa
9
Kau berbeda
10
Hancur sendirian
11
Bayi kita
12
Kau terluka?
13
Kelak kau akan menjadi Ibu
14
Akting
15
Foto pernikahan
16
Bolehkah Tante ikut?
17
Ambil saja!
18
Ingin tinggal bersama
19
Kepura-puraan di depan Carro
20
Satu hari bahagia
21
Perasaan Marcus dan permintaan tinggal bersama
22
Permintaan tinggal bersama
23
Keputusan sepihak
24
Desakan keluarga Darmadi
25
Rapuh
26
Ancaman Alarik
27
Keluar atau Pergi
28
Adik baru
29
Peringatan
30
Pertengkaran Domic & Marcus
31
Ingin di obati
32
Permohonan Carro
33
Usir paksa
34
Ingin mati saja
35
Carro merajuk & ancaman
36
Uncle Marcus
37
Sesuatu yang ingin di katakan
38
Keterkejutan
39
Prasangka
40
Sikap tidak biasa
41
Jangan senang dulu
42
Siapa kekasih Felly?
43
Kemarahan Domic & Pria misterius
44
Mencari tahu
45
Bingung
46
Informasi dugaan mantan kekasih Felly
47
Bersiap untuk acara amal
48
Acara amal
49
Pengkuan kecil Carro
50
Mengganggu Domic
51
Cari yang seperti momy
52
Siapa pria itu
53
Uncle Alex
54
Foto mengejutkan
55
Pergi
56
Hancurnya dunia Carro
57
Isi dokumen
58
Putus asa
59
Kemarahan Felly
60
Kedatangan Alexander
61
Rasa kagum
62
Amarah Domic
63
Rencana licik
64
Satu langkah lebih dekat
65
66
Kabar mengejutkan dari Selena
67
Hancur lebur
68
Jangan pergi
69
Anna yang berbeda
70
Mr. Harisson
71
Pagi yang memalukan
72
Apa yang kau sembunyikan dariku
73
Mencari tahu informasi
74
Penjagaan Anna
75
Mengapa tidak Uncle saja yang jadi Dady?
76
Felly?
77
Lupa pada Domic
78
Surat cerai
79
Menjalankan rencana
80
Jangan dekati Anna
81
Tawaran tinggal
82
Menjelang perceraian
83
Kedatangan Jonathan
84
Ketakutan
85
Menghitung jam
86
Ruang sidang
87
Perebutan hak asuh
88
Penyesalan
89
Terkejut
90
Dibuntuti
91
Hak waris
92
Kehancuran Domic
93
kembali ke apartement
94
Sisi lain Carro
95
Darmadi dan keputusannya
96
Rasa tidak terima
97
Malam pengusiran
98
Pasta Bolognese
99
Rindu Carro
100
Pertemuan
101
Dendam membara
102
Nekat
103
Kehilangan
104
Kehilangan di bayar kehilangan
105
Takut dan kalut
106
Dugaan benar
107
Vidio ancaman
108
Detik-detik
109
Gudang Tua
110
Pengorbanan
111
Penangkapan
112
Cinta sepihak
113
Kritis
114
Membawa pulang

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!