Pergi

“Carro, sayang, ayo cepat bantu Mommy memasukkan baju-bajumu, kita harus segera pergi.” ucap Anna dengan suara yang tenang meski hatinya begitu terguncang.

Di dalam mansion yang luas dan megah, suasana terasa tegang dan sunyi. Anna dengan cepat memasukkan pakaian ke dalam koper kecil di hadapannya. Tangannya bergerak cepat, seolah ingin menyelesaikan semuanya sebelum ada yang menyadari apa yang terjadi. Sedangkan di sudut ruangan, Ambar, maid yang setia dan paling dekat dengan Anna berdiri di ambang pintu dengan raut cemas.

“Memangnya kita akan kemana Mom?.” jawab Carollin. Anak perempuan umur sembilan tahun yang kini menempati bangku sekolah dasar kelas tiga.

Carollin duduk di tepi kasur besar miliknya. Mengayun-ayunkan kakinya dengan santai sambil menikmati permen stik di tangan, sama sekali tidak menyadari kepanikan yang tersembunyi di balik wajah Anna.

Anna menghentikan sejenak kegiatannya dan menatap putrinya. Mata Anna dipenuhi rasa sakit, tapi dia menahannya agar tidak terlihat. Suara Carollin begitu polos dan tidak tahu apa yang sebenarnya terjadi.

“Kita akan menginap sementara di rumah Tante Selena sayang.” jawab Anna.

Carollin segera beranjak dari ranjangnya, menatap Anna dengan wajah berbinar. “Wow! Benarkah? Berarti aku akan bertemu Kak Lionel, Mom?!.” tanya Carollin antusias penuh kegembiraan.

Anna tersenyum lembut, menahan air mata yang hampir tumpah. “Tentu sayang. Kamu akan bertemu Kak Lionel.”

“Yeay!! Aku akan bertemu kak Lionel!!.” Carollin berjingkrak kesenangan, berjoget riang sambil tertawa kecil mengingat ia sudah sangat lama tidak bertemu dengan pria yang umurnya berada tujuh tahun di atasnya itu.

Mata Anna menyipit karena senyum, dan tanpa sadar membuat lelehan bening yang sedari tadi ia tahan terjatuh. Senyum Carro.. Anna tidak ingin kehilangan senyum itu. Itu sebabnya Anna membawa anaknya menjauh untuk sesaat dari keadaan ini sampai keadaan mereda dan membaik karena Anna tidak ingin Carollin kecil peka terhadap keadaan yang sedang orangtuanya hadapi. Carro tidak seharusnya mengetahui hal-hal seperti ini.

Ambar yang sedari tadi melihat dari kejauhan, merasa ada yang tidak beres pada majikannya itu. Ambar melangkah mendekat, raut wajahnya penuh kekhawatiran. Dia tahu sesuatu sedang terjadi tidak benar. Biasanya Anna selalu tenang dan penuh kendali, tetapi kali ini, suasana hatinya terlihat begitu kacau.

“Nyonya... apakah Anda benar-benar harus pergi sekarang? Ini mendadak sekali.” tanya Ambar hati-hati.

Anna menarik napas dalam dan menatap Ambar.“Ambar, tolong jangan bilang pada Domic jika dia menanyakan ke mana aku pergi. Aku tidak lama, hanya menitipkan Carollin di rumah Selena lalu kembali lagi. Ah, atau mungkin aku akan menginap untuk satu hari.”

Ambar menggigit bibirnya, tampak ragu. “Tapi Nyonya, Tuan Domic akan sangat marah jika tahu Anda pergi tanpa memberitahunya. Apa yang harus saya katakan?.”

“Katakan saja aku pergi sebentar. Jangan sebutkan Selena atau kemana aku pergi. Ini hanya sementara. Aku butuh waktu sebelum menemui Domic. Kau bersikaplah seperti biasa. Anggap kau tidak tahu apa-apa.”

Ambar menatap Anna, ingin mengatakan lebih banyak, tapi tahu bahwa ini bukan waktu yang tepat. Namun yang pasti sekarang Ambar tahu jika hubungan Tuan dan Nyonyanya sedang tidak baik-baik saja.

Ambar mengangguk pelan. “Baik, Nyonya. Saya akan melakukan seperti yang Anda minta. Tolong berhati-hatilah di perjalanan.”

Anna mengangguk, setelah pakaian yang Carollin perlukan beres, Anna segera pergi bersama Carollin menuju tempat Selena tanpa di dampingi supir.

Tak lama setelah Anna dan Carollin pergi, barulah Domic tiba di mansion.

Ambar yang melihat kedatangan Tuannya seketika merasa tegang. Domic telihat kacau. Kemeja yang di kenakannya kusut tidak beraturan tak seperti biasanya. Matanya terlihat lelah.

Dan saat kaki Domic melangkah lebar menuju kamar, Ambar dapat melihat dengan jelas raut wajah panik Tuannya yang seketika terlihat saat mendapati Nyonya tidak ada di kamarnya.

“Sayang? Kau dimana?.” kata Domic sambil keluar dari kamar dan mencari Anna di kamar lain.

“Carro sayang apa kau melihat Momy—?.” Domic seketika terdiam saat pintu kamar putrinya ia buka. Di dalam sana, sama kosongnya seperti kamar miliknya. Tidak ada Anna, tidak ada putri tercintanya. Entah kemana mereka pergi.

Wajah Domic langsung berubah marah begitu ia menyadari Anna dan putrinya tidak ada di rumah. Dengan cepat, Domic menghampiri Ambar yang berada di lantai bawah dengan ekspresi marah.

Ambar meneguk ludah susah payah dengan gugup.

“Di mana Anna dan putriku Carollin?!” tanya Domic tegas dengan amarah yang menekan.

Ambar menunduk, “Maaf Tuan, Nyonya pergi sebentar. Dia bilang akan kembali setelah urusannya selesai.” jawab Ambar mencoba tetap tenang meskipun hatinya berdebar-debar.

“Sebentar? Urusan apa? Ke mana dia pergi? Mengapa kau membiarkannya pergi?!.” desak Domic, tatapannya semakin tajam.

Ambar menggeleng pelan. “Saya tidak tahu, Tuan. Nyonya hanya bilang pergi sebentar dan akan kembali.” jawab Ambar sedikit ketakutan. Beberapa Maid lain memperhatikan dengan tegang.

“Jangan bohong! Aku tahu kau tahu ke mana dia pergi, katakan!” Domic membentak, tetapi Ambar tetap bertahan meskipun suaranya terdengar gemetar.

“Saya benar-benar tidak tahu, Tuan. Nyonya hanya bilang untuk tidak khawatir. Dia akan baik-baik saja.”

“Sial!.” Domic mendengus marah, mengepalkan tangannya. “Anna pergi begitu saja tanpa memberitahuku! Dan kau tidak akan mengatakan ke mana dia pergi?!.”

Ambar menunduk, “Sungguh saya tidak tahu Tuan.” jawab Ambar tetap tidak ingin mengatakan apa yang sesungguhnya.

Domic kembali mengumpat, lalu setelah itu berbalik pergi mengambil kunci dan kembali ke mobil untuk menyusul Anna dan putrinya yang mungkin belum jauh dari sini.

Domic takut apa yang dikatakan Anna sungguh-sungguh untuk tidak menemuinya dan putrinya Carollin jika benar ia menikahi Felly. Itu tidak bisa diterima. Domic tidak akan membiarkan hal itu terjadi.

Terpopuler

Comments

Sulis Tyawati

Sulis Tyawati

jgn sampai Domic menemukan Anna dan Carro thor

2025-02-14

1

Diah Anggraini

Diah Anggraini

itu namanya egois domic.. kasian ana

2025-02-15

0

Uthie

Uthie

Laki-laki egois 😡

2024-12-24

0

lihat semua
Episodes
1 Surat USG
2 Keputusan
3 Pergi
4 Rumah Selena
5 Kebanaran Pilu
6 Kasihani aku
7 Pernikahan
8 Aku harus apa
9 Kau berbeda
10 Hancur sendirian
11 Bayi kita
12 Kau terluka?
13 Kelak kau akan menjadi Ibu
14 Akting
15 Foto pernikahan
16 Bolehkah Tante ikut?
17 Ambil saja!
18 Ingin tinggal bersama
19 Kepura-puraan di depan Carro
20 Satu hari bahagia
21 Perasaan Marcus dan permintaan tinggal bersama
22 Permintaan tinggal bersama
23 Keputusan sepihak
24 Desakan keluarga Darmadi
25 Rapuh
26 Ancaman Alarik
27 Keluar atau Pergi
28 Adik baru
29 Peringatan
30 Pertengkaran Domic & Marcus
31 Ingin di obati
32 Permohonan Carro
33 Usir paksa
34 Ingin mati saja
35 Carro merajuk & ancaman
36 Uncle Marcus
37 Sesuatu yang ingin di katakan
38 Keterkejutan
39 Prasangka
40 Sikap tidak biasa
41 Jangan senang dulu
42 Siapa kekasih Felly?
43 Kemarahan Domic & Pria misterius
44 Mencari tahu
45 Bingung
46 Informasi dugaan mantan kekasih Felly
47 Bersiap untuk acara amal
48 Acara amal
49 Pengkuan kecil Carro
50 Mengganggu Domic
51 Cari yang seperti momy
52 Siapa pria itu
53 Uncle Alex
54 Foto mengejutkan
55 Pergi
56 Hancurnya dunia Carro
57 Isi dokumen
58 Putus asa
59 Kemarahan Felly
60 Kedatangan Alexander
61 Rasa kagum
62 Amarah Domic
63 Rencana licik
64 Satu langkah lebih dekat
65
66 Kabar mengejutkan dari Selena
67 Hancur lebur
68 Jangan pergi
69 Anna yang berbeda
70 Mr. Harisson
71 Pagi yang memalukan
72 Apa yang kau sembunyikan dariku
73 Mencari tahu informasi
74 Penjagaan Anna
75 Mengapa tidak Uncle saja yang jadi Dady?
76 Felly?
77 Lupa pada Domic
78 Surat cerai
79 Menjalankan rencana
80 Jangan dekati Anna
81 Tawaran tinggal
82 Menjelang perceraian
83 Kedatangan Jonathan
84 Ketakutan
85 Menghitung jam
86 Ruang sidang
87 Perebutan hak asuh
88 Penyesalan
89 Terkejut
90 Dibuntuti
91 Hak waris
92 Kehancuran Domic
93 kembali ke apartement
94 Sisi lain Carro
95 Darmadi dan keputusannya
96 Rasa tidak terima
97 Malam pengusiran
98 Pasta Bolognese
99 Rindu Carro
100 Pertemuan
101 Dendam membara
102 Nekat
103 Kehilangan
104 Kehilangan di bayar kehilangan
105 Takut dan kalut
106 Dugaan benar
107 Vidio ancaman
108 Detik-detik
109 Gudang Tua
110 Pengorbanan
111 Penangkapan
112 Cinta sepihak
113 Kritis
114 Membawa pulang
Episodes

Updated 114 Episodes

1
Surat USG
2
Keputusan
3
Pergi
4
Rumah Selena
5
Kebanaran Pilu
6
Kasihani aku
7
Pernikahan
8
Aku harus apa
9
Kau berbeda
10
Hancur sendirian
11
Bayi kita
12
Kau terluka?
13
Kelak kau akan menjadi Ibu
14
Akting
15
Foto pernikahan
16
Bolehkah Tante ikut?
17
Ambil saja!
18
Ingin tinggal bersama
19
Kepura-puraan di depan Carro
20
Satu hari bahagia
21
Perasaan Marcus dan permintaan tinggal bersama
22
Permintaan tinggal bersama
23
Keputusan sepihak
24
Desakan keluarga Darmadi
25
Rapuh
26
Ancaman Alarik
27
Keluar atau Pergi
28
Adik baru
29
Peringatan
30
Pertengkaran Domic & Marcus
31
Ingin di obati
32
Permohonan Carro
33
Usir paksa
34
Ingin mati saja
35
Carro merajuk & ancaman
36
Uncle Marcus
37
Sesuatu yang ingin di katakan
38
Keterkejutan
39
Prasangka
40
Sikap tidak biasa
41
Jangan senang dulu
42
Siapa kekasih Felly?
43
Kemarahan Domic & Pria misterius
44
Mencari tahu
45
Bingung
46
Informasi dugaan mantan kekasih Felly
47
Bersiap untuk acara amal
48
Acara amal
49
Pengkuan kecil Carro
50
Mengganggu Domic
51
Cari yang seperti momy
52
Siapa pria itu
53
Uncle Alex
54
Foto mengejutkan
55
Pergi
56
Hancurnya dunia Carro
57
Isi dokumen
58
Putus asa
59
Kemarahan Felly
60
Kedatangan Alexander
61
Rasa kagum
62
Amarah Domic
63
Rencana licik
64
Satu langkah lebih dekat
65
66
Kabar mengejutkan dari Selena
67
Hancur lebur
68
Jangan pergi
69
Anna yang berbeda
70
Mr. Harisson
71
Pagi yang memalukan
72
Apa yang kau sembunyikan dariku
73
Mencari tahu informasi
74
Penjagaan Anna
75
Mengapa tidak Uncle saja yang jadi Dady?
76
Felly?
77
Lupa pada Domic
78
Surat cerai
79
Menjalankan rencana
80
Jangan dekati Anna
81
Tawaran tinggal
82
Menjelang perceraian
83
Kedatangan Jonathan
84
Ketakutan
85
Menghitung jam
86
Ruang sidang
87
Perebutan hak asuh
88
Penyesalan
89
Terkejut
90
Dibuntuti
91
Hak waris
92
Kehancuran Domic
93
kembali ke apartement
94
Sisi lain Carro
95
Darmadi dan keputusannya
96
Rasa tidak terima
97
Malam pengusiran
98
Pasta Bolognese
99
Rindu Carro
100
Pertemuan
101
Dendam membara
102
Nekat
103
Kehilangan
104
Kehilangan di bayar kehilangan
105
Takut dan kalut
106
Dugaan benar
107
Vidio ancaman
108
Detik-detik
109
Gudang Tua
110
Pengorbanan
111
Penangkapan
112
Cinta sepihak
113
Kritis
114
Membawa pulang

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!