Keputusan

Domic masih ingat dengan jelas saat pertama kali ayahnya, Alarik, meminta dirinya untuk menikahi Siren Annastasya. Yaitu putri sulung keluarga Darmadi, yang merupakan rekan dan sahabat karib ayahnya dalam menjalankan bisnis. Hubungan kedua keluarga sudah lama terjalin bahkan sebelum Domic dan Anna ada.

Domic, yang saat itu tak pernah memikirkan pernikahan atau bahkan wanita karena terlalu sibuk mengurus bisnis bersama ayahnya, tidak ambil pusing saat ayahnya meminta Domic untuk menikahi Anna.

Seperti pada pernikahan karena perjodohan pada umumnya, Domic tidak terlalu peduli pada Anna. Ia menganggap pernikahan itu tidak lebih hanya karena sekadar urusan keluarga. Namun, seiring berjalannya waktu, hidup bersama Anna membuat Domic melihat sisi lain Anna—sisi cantik yang belum pernah ia lihat sebelumnya. Anna tampak memikat, yang selama ini ternyata tak pernah ia sadari.

Lambat laun perasaan Domic tumbuh. Dan saat mengetahui Anna mengandung anak mereka, Domic mulai berubah. Rasa sayang itu semakin besar, dan ia menjadi pria yang lebih lembut, lebih menyayangi Anna.

Namun ada satu hal yang terus terlintas di benak Domic selama ini. Yaitu Felly. Adik Anna yang berbeda ibu namun satu ayah dengan Anna istrinya.

Felly selalu menonjol di mata Domic sejak kunjungan pertamanya ke kediaman Darmadi. Domic bahkan masih ingat saat pertama kali bertemu Felly—gadis kecil yang kala itu mungkin berbeda usia tiga atau empat tahun darinya.

Hari itu, Domic datang ke rumah keluarga Darmadi untuk menemani ayahnya, seperti biasa dengan sikap dingin dan tajam yang sudah menjadi ciri khasnya. Namun, tiba-tiba seorang anak kecil menghampirinya. Domic sempat terkejut, tetapi Felly tidak terlihat takut sama sekali meski di tatap sinis oleh Domic.

Dengan senyum lebar dan ekspresi senang, Felly mengulurkan tangannya yang memegang permen stick.

“Ini untuk mu,” ujar Felly dengan suara manja. Matanya berbinar-binar, menunggu respon Domic.

Domic menatap permen itu dengan alis terangkat, lalu menatap Felly tak minat. “Aku tidak suka permen,” jawabnya singkat, dingin.

Felly merengut, tapi tidak menyerah. Ia duduk di samping Domic, menatapnya dari dekat dengan tatapan polos dan penuh keingintahuan. “Kau selalu terlihat marah. Ada apa? Apa aku kurang bersikap baik padamu?.”

Domic menghela napas dalam. “Aku tidak marah. Aku hanya... seperti ini.”

Felly menggeleng, rambut kecilnya ikut bergerak. Terlihat.. menggemaskan.

“Kau perlu senyum lebih sering,” ujarnya sambil menepuk tangan Domic dengan tangan mungilnya. “Nanti aku ajari bagaimana caranya.”

Domic, yang jarang tersentuh oleh orang lain merasa terkejut dengan sikap berani Felly. Ia menatap gadis kecil itu lebih lama dari yang seharusnya, dan entah mengapa, sedikit kelembutan muncul di hatinya.

“Aku tidak perlu diajari,” jawab Domic sambil memalingkan wajah, tapi senyuman kecil terselip di sudut bibirnya, meski ia berusaha menyembunyikannya.

Felly tertawa kecil, suaranya ceria. “Kau lucu! Aku menyukaimu!”

Domic menghela napas, masih berusaha terlihat tak peduli, tapi dalam hatinya, ia sedikit terhibur oleh kehadiran Felly yang ceria dan manja.

Sejak hari itu, Felly selalu menempel pada Domic setiap kali ia berkunjung. Gadis kecil itu tidak takut pada sikap dingin Domic, malah semakin sering mengikuti ke mana pun Domic pergi.

Sementara itu, Anna jarang muncul dan lebih banyak berdiam diri di kamarnya. Membuat Domic bahkan hampir tidak sadar bahwa Anna ada di rumah itu, sampai beberapa kali kunjungan berikutnya, barulah  Domic tahu bahwa ternyata Darmadi mempunyai putri lain selain Felly. Yaitu Siren Annastaya yang kini menjadi istrinya.

Bahkan dulu Domic pikir, jika ada dari keluarga Darmadi yang dijodohkan dengannya, itu pasti Felly. Karena Felly lah yang paling dekat dengannya. Bukan seorang Anna yang bahkan lebih terlihat seperti bayangan untuk Domic.

Malam ini, di halaman depan rumah Darmadi yang sunyi, angin malam yang sejuk menghembuskan daun-daun pohon dengan lembut. Domic berdiri di sana, tangannya dimasukkan ke dalam saku jasnya, sementara pandangannya tertuju pada pintu rumah yang baru saja ia masuki bersama Felly. Felly sudah beristirahat di dalam, sementara ia berhadapan dengan ayah mertuanya, Darmadi.

“Domic? Bagaimana? Apa kau sudah memutuskan?.” tanya Darmadi menatap Domic dengan penuh harap. Wajahnya yang tegang selama ini menunjukkan sedikit kerutan, matanya melebar dengan pertanyaan yang tak terelakkan.

Domic tidak langsung menjawab. Ia terdiam sebentar, matanya menerawang kosong seolah kata-kata yang hendak ia ucapkan terlalu berat untuk keluar. Beberapa detik berlalu dalam keheningan, sebelum akhirnya Domic mengangguk pelan.

“Sudah. Aku akan menikahi Felly, Ayah.”

Darmadi terkejut. Jawaban Domic seketika melegakan beban yang menghantui pikiran Darmadi. Tubuhnya yang tegang tampak sedikit merosot ke bawah, seolah beban di pundaknya baru saja diangkat. Senyumnya muncul.

“Kau menolong ayah. Kau benar-benar menolong ayah, Domic.”

Suara Darmadi terdengar lebih lembut sekarang, penuh rasa terima kasih. Darmadi menepuk bahu Domic dengan bangga.

“Kau mengambil keputusan yang tepat Domic. Betapa ayah harus mengucapkan banyak terimakasih karena kau mau menolong ayah dan Felly. Entah bagaimana jika kau tidak setuju. Ayah tidak bisa membayangkan kehilangan Felly gara-gara lelaki brengsek itu!.”

Domic mengangguk, “Apa pria itu sudah di temukan?.”

Darmadi mendesah pelan, “Pria itu tidak akan pernah di temukan. Sekali saja ayah menemukannya, maka ayah pastikan dia akan kembali pada keluarganya dalam keadaan yang tersisa hanya kepala saja.” jawab Darmadi penuh tekanan. Masih tampak terlihat marah.

“Ayah tidak usah khawatir. Saat ini kita hanya perlu fokus pada Felly dan bayinya saja.” ucap Domic yang langsung diangguki Darmadi.

“Itu sebabnya ayah memilihmu. Ayah tahu kau adalah pilihan yang tepat. Felly akan punya masa depan yang lebih baik bersamamu. Karena hanya kau yang bisa menyayangi dan mengerti Felly melebihi siapapun. Felly sangat beruntung.”

Domic tersenyum kecil, lalu diam tidak mengatakan apa-apa lagi.

Meski fokus pada Felly, namun gambaran Anna masih melekat di dalam pikirannya. Bagaimana wanita itu berdiri di depan rumah sakit kemarin, menatapnya dengan air mata di matanya yang penuh kemarahan dan kekecewaan. Itu.. sedikit menampar hati Domic dan mempertanyakan apakah Anna akan baik-baik saja? Karena sejak kejadian kemarin, Domic belum menemui Anna lagi. Domic sangat sibuk mengurus Felly hingga tidak sempat untuk pulang ke mansion dan melihat keadaan Anna dan putrinya saat ini.

Seolah tahu isi hati Domic, Darmadi kembali berbicara. “Anna... dia pasti akan mengerti.”

Domic mendongak, menatap Darmadi.

“Dia selalu lebih bisa menahan diri, lebih tangguh. Kau tidak perlu khawatir tentang dia. Selain itu, ayah akan mengobrol dengan Anna sambil mempersiapkan pernikahan kalian.” lanjut Darmadi kembali menepuk bahu Domic dengan penuh keyakinan.

Domic mengangguk. “Kalau begitu, aku akan pergi sekarang.”

Terpopuler

Comments

Sulis Tyawati

Sulis Tyawati

sumpah ayh nya jahat bgt, kalian bakal menyesal karena sdh d perdaya felly

2025-02-14

1

Sunarmi Narmi

Sunarmi Narmi

Darmadi minta di getok kepalanya /Hammer//Hammer//Hammer//Hammer//Hammer//Hammer//Hammer/

2025-03-31

0

Anam

Anam

jaman sekarang ayah yg seperti tu bnyak

2025-01-28

0

lihat semua
Episodes
1 Surat USG
2 Keputusan
3 Pergi
4 Rumah Selena
5 Kebanaran Pilu
6 Kasihani aku
7 Pernikahan
8 Aku harus apa
9 Kau berbeda
10 Hancur sendirian
11 Bayi kita
12 Kau terluka?
13 Kelak kau akan menjadi Ibu
14 Akting
15 Foto pernikahan
16 Bolehkah Tante ikut?
17 Ambil saja!
18 Ingin tinggal bersama
19 Kepura-puraan di depan Carro
20 Satu hari bahagia
21 Perasaan Marcus dan permintaan tinggal bersama
22 Permintaan tinggal bersama
23 Keputusan sepihak
24 Desakan keluarga Darmadi
25 Rapuh
26 Ancaman Alarik
27 Keluar atau Pergi
28 Adik baru
29 Peringatan
30 Pertengkaran Domic & Marcus
31 Ingin di obati
32 Permohonan Carro
33 Usir paksa
34 Ingin mati saja
35 Carro merajuk & ancaman
36 Uncle Marcus
37 Sesuatu yang ingin di katakan
38 Keterkejutan
39 Prasangka
40 Sikap tidak biasa
41 Jangan senang dulu
42 Siapa kekasih Felly?
43 Kemarahan Domic & Pria misterius
44 Mencari tahu
45 Bingung
46 Informasi dugaan mantan kekasih Felly
47 Bersiap untuk acara amal
48 Acara amal
49 Pengkuan kecil Carro
50 Mengganggu Domic
51 Cari yang seperti momy
52 Siapa pria itu
53 Uncle Alex
54 Foto mengejutkan
55 Pergi
56 Hancurnya dunia Carro
57 Isi dokumen
58 Putus asa
59 Kemarahan Felly
60 Kedatangan Alexander
61 Rasa kagum
62 Amarah Domic
63 Rencana licik
64 Satu langkah lebih dekat
65
66 Kabar mengejutkan dari Selena
67 Hancur lebur
68 Jangan pergi
69 Anna yang berbeda
70 Mr. Harisson
71 Pagi yang memalukan
72 Apa yang kau sembunyikan dariku
73 Mencari tahu informasi
74 Penjagaan Anna
75 Mengapa tidak Uncle saja yang jadi Dady?
76 Felly?
77 Lupa pada Domic
78 Surat cerai
79 Menjalankan rencana
80 Jangan dekati Anna
81 Tawaran tinggal
82 Menjelang perceraian
83 Kedatangan Jonathan
84 Ketakutan
85 Menghitung jam
86 Ruang sidang
87 Perebutan hak asuh
88 Penyesalan
89 Terkejut
90 Dibuntuti
91 Hak waris
92 Kehancuran Domic
93 kembali ke apartement
94 Sisi lain Carro
95 Darmadi dan keputusannya
96 Rasa tidak terima
97 Malam pengusiran
98 Pasta Bolognese
99 Rindu Carro
100 Pertemuan
101 Dendam membara
102 Nekat
103 Kehilangan
104 Kehilangan di bayar kehilangan
105 Takut dan kalut
106 Dugaan benar
107 Vidio ancaman
108 Detik-detik
109 Gudang Tua
110 Pengorbanan
111 Penangkapan
112 Cinta sepihak
113 Kritis
114 Membawa pulang
Episodes

Updated 114 Episodes

1
Surat USG
2
Keputusan
3
Pergi
4
Rumah Selena
5
Kebanaran Pilu
6
Kasihani aku
7
Pernikahan
8
Aku harus apa
9
Kau berbeda
10
Hancur sendirian
11
Bayi kita
12
Kau terluka?
13
Kelak kau akan menjadi Ibu
14
Akting
15
Foto pernikahan
16
Bolehkah Tante ikut?
17
Ambil saja!
18
Ingin tinggal bersama
19
Kepura-puraan di depan Carro
20
Satu hari bahagia
21
Perasaan Marcus dan permintaan tinggal bersama
22
Permintaan tinggal bersama
23
Keputusan sepihak
24
Desakan keluarga Darmadi
25
Rapuh
26
Ancaman Alarik
27
Keluar atau Pergi
28
Adik baru
29
Peringatan
30
Pertengkaran Domic & Marcus
31
Ingin di obati
32
Permohonan Carro
33
Usir paksa
34
Ingin mati saja
35
Carro merajuk & ancaman
36
Uncle Marcus
37
Sesuatu yang ingin di katakan
38
Keterkejutan
39
Prasangka
40
Sikap tidak biasa
41
Jangan senang dulu
42
Siapa kekasih Felly?
43
Kemarahan Domic & Pria misterius
44
Mencari tahu
45
Bingung
46
Informasi dugaan mantan kekasih Felly
47
Bersiap untuk acara amal
48
Acara amal
49
Pengkuan kecil Carro
50
Mengganggu Domic
51
Cari yang seperti momy
52
Siapa pria itu
53
Uncle Alex
54
Foto mengejutkan
55
Pergi
56
Hancurnya dunia Carro
57
Isi dokumen
58
Putus asa
59
Kemarahan Felly
60
Kedatangan Alexander
61
Rasa kagum
62
Amarah Domic
63
Rencana licik
64
Satu langkah lebih dekat
65
66
Kabar mengejutkan dari Selena
67
Hancur lebur
68
Jangan pergi
69
Anna yang berbeda
70
Mr. Harisson
71
Pagi yang memalukan
72
Apa yang kau sembunyikan dariku
73
Mencari tahu informasi
74
Penjagaan Anna
75
Mengapa tidak Uncle saja yang jadi Dady?
76
Felly?
77
Lupa pada Domic
78
Surat cerai
79
Menjalankan rencana
80
Jangan dekati Anna
81
Tawaran tinggal
82
Menjelang perceraian
83
Kedatangan Jonathan
84
Ketakutan
85
Menghitung jam
86
Ruang sidang
87
Perebutan hak asuh
88
Penyesalan
89
Terkejut
90
Dibuntuti
91
Hak waris
92
Kehancuran Domic
93
kembali ke apartement
94
Sisi lain Carro
95
Darmadi dan keputusannya
96
Rasa tidak terima
97
Malam pengusiran
98
Pasta Bolognese
99
Rindu Carro
100
Pertemuan
101
Dendam membara
102
Nekat
103
Kehilangan
104
Kehilangan di bayar kehilangan
105
Takut dan kalut
106
Dugaan benar
107
Vidio ancaman
108
Detik-detik
109
Gudang Tua
110
Pengorbanan
111
Penangkapan
112
Cinta sepihak
113
Kritis
114
Membawa pulang

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!