Pernikahan

Pernikahan Domic dan Felly berlangsung tanpa bisa di cegah oleh siapapun. Pernikahan berlangsung dengan kemewahan yang mencerminkan status Domic sebagai seorang pria terpandang di Amerika. Taman luas yang dihiasi dengan bunga-bunga mahal dan lampu-lampu kristal berkilauan, menciptakan suasana elegan yang membuat para tamu terpukau. Meski pernikahan Domic dan Felly mewah, namun tamu-tamu yang hadir tidak sebanyak pernikahan Domic dan Anna yang dilangsungkan secara terang-terangan. Kali ini, pernikahannya dengan Felly hanya menghadirkan orang-orang khusus dan terdekat saja.

Di tengah alunan musik klasik yang dimainkan oleh orkestra ternama, Domic berdiri gagah dengan setelan jas hitam berkelas, senyum lebar terukir di wajahnya saat ia melihat Felly yang tampak memukau dalam gaun pengantin putih. Para tamu memuji kecantikan Felly dan ketampanan Domic, sementara para pelayan berpakaian rapi hilir-mudik mengantarkan minuman dan makanan berkelas kepada para tamu.

Berbeda dengan kebahagian yang di rasakan orang-orang di pesta ini, Alarik dan Sarah tidak merasakan kebahagiaan apapun. Sedari tadi mereka duduk dengan tidak tenang. Hati mereka terasa sesak memikirkan Anna, menantu mereka yang harus menelan pil pahit akibat keegoisan anaknya Domic yang sedang melangsungkan pernikahan terlarang ini. Anna tidak hadir, tetapi bayangannya membayangi pikiran mereka sepanjang acara.

Sarah menarik nafas panjang, menatap suaminya yang juga terlihat sedih di tengah pesta kegembiraan ini.

Sarah menarik napas panjang, mencoba menahan air mata yang mulai menggenang di sudut matanya. Ia melirik suaminya yang juga terlihat sedih di tengah pesta kegembiraan ini. “Momy kecewa pada Domic. Bagaimana bisa dia melakukan ini? Menikahi wanita lain sementara Anna... Anna masih istrinya, dan dia ada di rumah, terluka dan terpuruk.”

Alarik mengangguk pelan, pandangannya kosong menatap ke arah pelaminan. “Aku tahu, sayang. Keputusan ini sungguh mengecewakan. Aku tidak pernah mengira Domic akan sejauh ini menyakiti Anna.”

Sarah menoleh sedikit, menatap suaminya dengan mata yang mulai memerah. “Bagaimana dengan nasib cucu kita? Bagaimana perasaan Carollin nanti jika dia tahu dadynya menikahi wanita lain?”

Alarik menarik napas dalam, menggenggam tangan Sarah dengan lembut. “Aku akan pastikan cucu kita tidak tahu. Aku tidak akan membiarkan perasaan cucu kita hancur lebur, sayang. Dady tidak bisa membayangkannya. Bahkan menghadiri pernikahan ini saja dady merasa salah. Dady merasa mengkhianati menantu dan cucu Dady sendiri.”

Mata Sarah mulai berkaca-kaca.

Alarik mengepalkan tangan, mencoba menahan emosinya. “Kita harus tetap berdiri di samping Anna. Dia sudah dianggap seperti anak kita sendiri. Apa pun yang terjadi, kita harus berada disisinya. Dan Domic harus menanggung akibat dari keputusannya sendiri.”

Sarah mengangguk pelan, menundukkan kepala, merasa berat dengan kenyataan yang dihadapinya. “Momy tidak menyukai Felly. Bagaimana bisa dia tersenyum di atas penderitaan kakak nya sendiri?.”

Alarik menatap Sarah, lalu memandang ke arah Domic yang sedang tersenyum kaku ke arahnya di pelaminan. “Sudah, Mom. Bagaimana pun, Felly sedang mengandung anak Domic. Yang mau tak mau akan menjadi cucu kita nanti.”

Sarah tersenyum sinis, “Cucu kita hanya Carrolin. Tidak ada cucu lain apalagi dari wanita lain.”

Alarik mengangguk.

Ditengah percakapan Sarah dan Alarik, Darmadi dan Marlina, berjalan menghampiri Alarik dan Sarah. Mereka tersenyum lebar, penuh rasa syukur dan kebahagiaan.

“Alarik, Sarah, terima kasih banyak. Kami benar-benar berterima kasih atas kebaikan Domic. Ini semua karena kemurahan hatinya Felly bisa mendapatkan kehidupan yang layak, terutama dengan keadaannya yang... sedang mengandung.”

Marlina yang terlihat sangat senang, menambahkan sambil menatap haru ke arah putrinya, “Felly terlihat sangat cantik hari ini, bukankah begitu? Dia benar-benar memancarkan kebahagiaan, dan ini semua berkat Domic yang mau menerima dan menolongnya dalam situasi ini. Kami sangat bersyukur.”

Namun, wajah Sarah tetap tegang, senyum yang terpaksa diukir di bibirnya tak mampu menutupi kekesalan di hatinya. Matanya sesekali melirik ke arah pasangan pengantin dengan tatapan kosong. Sarah akhirnya merespons dengan suara yang datar namun penuh arti, “Ya, Felly memang terlihat cantik. Tapi, Anna sudah bersama Domic lebih dulu, menantuku yang terpaksa harus menerima ketidakadilan ini. Aku hanya berharap dia bisa kuat menghadapi semua ini.”

Suasana mendadak tegang. Marlina, yang sebelumnya penuh semangat, tampak terpojok dengan komentar itu. Senyum di wajahnya perlahan memudar, tetapi ia berusaha tetap tenang. “Oh, tentu, kami sangat memahami perasaan itu. Tapi, ini demi masa depan Felly dan... calon cucu kita, bukan? Domic membuat keputusan yang baik untuk bertanggung jawab.”

Alarik yang selama ini diam, menghela napas panjang. Ia tahu istrinya, Sarah, tengah menahan emosi yang sulit. Alarik akhirnya berkata dengan suara rendah, “Kita semua tahu bahwa situasi ini tidak mudah. Anna berhak mendapatkan tempatnya di hati Domic. Pernikahan ini mungkin tampak bahagia, tapi kita tahu ada yang tersakiti.”

Marlina merapatkan jemarinya di pangkuan, merasa semakin tidak nyaman. Namun, ia mencoba mengalihkan perhatian kembali ke momen bahagia. “Tentu saja, tentu saja. Tapi, lihatlah betapa Domic telah menunjukkan tanggung jawabnya. Felly sangat beruntung. Dan kita semua ingin kebahagiaan untuk mereka, bukan?”

“Aku hanya berharap kebahagiaan ini tidak menghancurkan seseorang yang sudah terluka sejak awal.” jawab Sarah untuk terakhir kalinya.

Keheningan menyelimuti percakapan mereka, sementara di latar belakang, musik terus mengalun dengan lembut, tidak mengerti akan ketegangan yang terjadi di antara keempat orang tua ini. Darmadi mencoba memecah suasana dengan mengangkat gelas sampanye dan berkata dengan canggung, “Untuk kebahagiaan anak-anak kita, semoga masa depan mereka cerah.”

Meskipun kata-katanya terdengar optimis, suasana di antara mereka tetap terasa dingin dan tegang. Sementara itu, pesta terus berlanjut dengan keceriaan yang dirasakan sebagian besar tamu.

Setelah percakapan yang penuh ketegangan itu, Alarik dan Sarah memilih menjauh dari pusat acara, lebih memilih mengamati dari kejauhan dengan hati yang masih terasa berat. Mereka melihat Domic dan Felly berdansa di tengah kerumunan, dengan sorotan lampu-lampu kristal yang memperindah setiap gerakan mereka.

Namun bagi Alarik dan Sarah, pernikahan ini bukanlah kebahagiaan penuh—melainkan sebuah perayaan yang diwarnai rasa kecewa dan kehilangan.

...\~\~\~...

...CAST‼️...

...Domic Alarik...

...Siren Annastasya...

...Carroline Domic Alarik...

...Felly Dimisty...

...Darmadi...

...Alarik...

Cast di atas hanya visual, kalian bebas mau menggunakannya atau tidak.

...DOMIC & FELLY...

Terpopuler

Comments

Sulis Tyawati

Sulis Tyawati

ayo daddy Alarik sembunyikan Anna dan Carro. kan kamu berkuasa

2025-02-14

1

Sunarmi Narmi

Sunarmi Narmi

Saat Dimic bahagia dipernikahannya Kamu pergi yg Jauh Anna...bawa dokumen" pntg

2025-03-31

0

Uthie

Uthie

sesak..

2024-12-24

1

lihat semua
Episodes
1 Surat USG
2 Keputusan
3 Pergi
4 Rumah Selena
5 Kebanaran Pilu
6 Kasihani aku
7 Pernikahan
8 Aku harus apa
9 Kau berbeda
10 Hancur sendirian
11 Bayi kita
12 Kau terluka?
13 Kelak kau akan menjadi Ibu
14 Akting
15 Foto pernikahan
16 Bolehkah Tante ikut?
17 Ambil saja!
18 Ingin tinggal bersama
19 Kepura-puraan di depan Carro
20 Satu hari bahagia
21 Perasaan Marcus dan permintaan tinggal bersama
22 Permintaan tinggal bersama
23 Keputusan sepihak
24 Desakan keluarga Darmadi
25 Rapuh
26 Ancaman Alarik
27 Keluar atau Pergi
28 Adik baru
29 Peringatan
30 Pertengkaran Domic & Marcus
31 Ingin di obati
32 Permohonan Carro
33 Usir paksa
34 Ingin mati saja
35 Carro merajuk & ancaman
36 Uncle Marcus
37 Sesuatu yang ingin di katakan
38 Keterkejutan
39 Prasangka
40 Sikap tidak biasa
41 Jangan senang dulu
42 Siapa kekasih Felly?
43 Kemarahan Domic & Pria misterius
44 Mencari tahu
45 Bingung
46 Informasi dugaan mantan kekasih Felly
47 Bersiap untuk acara amal
48 Acara amal
49 Pengkuan kecil Carro
50 Mengganggu Domic
51 Cari yang seperti momy
52 Siapa pria itu
53 Uncle Alex
54 Foto mengejutkan
55 Pergi
56 Hancurnya dunia Carro
57 Isi dokumen
58 Putus asa
59 Kemarahan Felly
60 Kedatangan Alexander
61 Rasa kagum
62 Amarah Domic
63 Rencana licik
64 Satu langkah lebih dekat
65
66 Kabar mengejutkan dari Selena
67 Hancur lebur
68 Jangan pergi
69 Anna yang berbeda
70 Mr. Harisson
71 Pagi yang memalukan
72 Apa yang kau sembunyikan dariku
73 Mencari tahu informasi
74 Penjagaan Anna
75 Mengapa tidak Uncle saja yang jadi Dady?
76 Felly?
77 Lupa pada Domic
78 Surat cerai
79 Menjalankan rencana
80 Jangan dekati Anna
81 Tawaran tinggal
82 Menjelang perceraian
83 Kedatangan Jonathan
84 Ketakutan
85 Menghitung jam
86 Ruang sidang
87 Perebutan hak asuh
88 Penyesalan
89 Terkejut
90 Dibuntuti
91 Hak waris
92 Kehancuran Domic
93 kembali ke apartement
94 Sisi lain Carro
95 Darmadi dan keputusannya
96 Rasa tidak terima
97 Malam pengusiran
98 Pasta Bolognese
99 Rindu Carro
100 Pertemuan
101 Dendam membara
102 Nekat
103 Kehilangan
104 Kehilangan di bayar kehilangan
105 Takut dan kalut
106 Dugaan benar
107 Vidio ancaman
108 Detik-detik
109 Gudang Tua
110 Pengorbanan
111 Penangkapan
112 Cinta sepihak
113 Kritis
114 Membawa pulang
Episodes

Updated 114 Episodes

1
Surat USG
2
Keputusan
3
Pergi
4
Rumah Selena
5
Kebanaran Pilu
6
Kasihani aku
7
Pernikahan
8
Aku harus apa
9
Kau berbeda
10
Hancur sendirian
11
Bayi kita
12
Kau terluka?
13
Kelak kau akan menjadi Ibu
14
Akting
15
Foto pernikahan
16
Bolehkah Tante ikut?
17
Ambil saja!
18
Ingin tinggal bersama
19
Kepura-puraan di depan Carro
20
Satu hari bahagia
21
Perasaan Marcus dan permintaan tinggal bersama
22
Permintaan tinggal bersama
23
Keputusan sepihak
24
Desakan keluarga Darmadi
25
Rapuh
26
Ancaman Alarik
27
Keluar atau Pergi
28
Adik baru
29
Peringatan
30
Pertengkaran Domic & Marcus
31
Ingin di obati
32
Permohonan Carro
33
Usir paksa
34
Ingin mati saja
35
Carro merajuk & ancaman
36
Uncle Marcus
37
Sesuatu yang ingin di katakan
38
Keterkejutan
39
Prasangka
40
Sikap tidak biasa
41
Jangan senang dulu
42
Siapa kekasih Felly?
43
Kemarahan Domic & Pria misterius
44
Mencari tahu
45
Bingung
46
Informasi dugaan mantan kekasih Felly
47
Bersiap untuk acara amal
48
Acara amal
49
Pengkuan kecil Carro
50
Mengganggu Domic
51
Cari yang seperti momy
52
Siapa pria itu
53
Uncle Alex
54
Foto mengejutkan
55
Pergi
56
Hancurnya dunia Carro
57
Isi dokumen
58
Putus asa
59
Kemarahan Felly
60
Kedatangan Alexander
61
Rasa kagum
62
Amarah Domic
63
Rencana licik
64
Satu langkah lebih dekat
65
66
Kabar mengejutkan dari Selena
67
Hancur lebur
68
Jangan pergi
69
Anna yang berbeda
70
Mr. Harisson
71
Pagi yang memalukan
72
Apa yang kau sembunyikan dariku
73
Mencari tahu informasi
74
Penjagaan Anna
75
Mengapa tidak Uncle saja yang jadi Dady?
76
Felly?
77
Lupa pada Domic
78
Surat cerai
79
Menjalankan rencana
80
Jangan dekati Anna
81
Tawaran tinggal
82
Menjelang perceraian
83
Kedatangan Jonathan
84
Ketakutan
85
Menghitung jam
86
Ruang sidang
87
Perebutan hak asuh
88
Penyesalan
89
Terkejut
90
Dibuntuti
91
Hak waris
92
Kehancuran Domic
93
kembali ke apartement
94
Sisi lain Carro
95
Darmadi dan keputusannya
96
Rasa tidak terima
97
Malam pengusiran
98
Pasta Bolognese
99
Rindu Carro
100
Pertemuan
101
Dendam membara
102
Nekat
103
Kehilangan
104
Kehilangan di bayar kehilangan
105
Takut dan kalut
106
Dugaan benar
107
Vidio ancaman
108
Detik-detik
109
Gudang Tua
110
Pengorbanan
111
Penangkapan
112
Cinta sepihak
113
Kritis
114
Membawa pulang

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!