Rumah Selena

Ketika Anna sampai di rumah Selena, rasa tenang sedikit terasa di dalam hatinya. Rumah Selena yang hangat dan nyaman seolah menjadi tempat pelarian sementara dari semua kekacauan di mansion. Di sampingnya, Carollin melompat keluar dari mobil dengan riang, memandangi rumah itu dengan mata berbinar.

“Mom, aku tidak sabar ingin bertemu kak Lionel.” ucap Carollin antusias.

Anna tersenyum, mengusap rambut Carro lembut sambil berjalan masuk ke pekarangan rumah Selena. Anna mengetuk pintu, tak butuh waktu lama menunggu Selena membuka pintu dan menyambutnya dengan senyum antusias melihat kedatangannya dan Carollin yang tiba-tiba.

“Anna?! Carro?!.” ucap Selena kaget dan senang.

“Tante Selena!.” Carollin berlari kepelukan Selena.

Selena terkekeh, “Ya ampun! Cantiknya tante sudah besar saja, hum?”

Carollin tertawa kecil, “Bagaimana? Apa aku makin terlihat cantik?.”

Anna ikut tertawa, begitupun Selena. “Tentu dong! Sampai tante pangling lihat kamu, makin cantik saja sih! Lionel pasti tertegun lihat kamu yang makin cantik begini.” jawab Selena menggoda Carollin.

Carollin tersipu malu, “Tante? Boleh kah aku masuk dan mencari kak Lionel di dalam?.” tanya Carollin tidak sabar membuat Selena kembali terkekeh dan segera mengangguk.

”Tentu sayang, masuk lah dan cari kak Lionel di dalam. Dia sedang duduk di ruang tengah.” jawab Selena.

Carollin bersorak senang. Segera berlari masuk ke dalam rumah, matanya mencari-cari Lionel, lelaki remaja yang sudah lama tidak ditemuinya. Saat Carollin melihat Lionel sedang duduk di sofa dengan headphone di telinganya, dia segera berlari dan melompat dengan gembira.

“Kak Lionel! Aku di sini!” Carollin tersenyum lebar, sangat antusias. Namun, apa yang diharapkan dari Lionel? Lelaki itu masih sama. Hanya melirik singkat ke arah Carollin, lalu kembali fokus pada ponselnya, tampak acuh.

“Iya, aku lihat.”

Anna menggeleng melihat anaknya yang kini cemberut dan merecoki Lionel agar tidak mengacuhkannya. Membuat Lionel mau tidak mau menyimpan ponselnya dan menyerah pada Carollin.

“Lionel masih saja cuek pada Carollin. Padahal aku sudah menyuruhnya untuk sedikit melunak pada perempuan. Tapi tetap saja acuh seperti itu.” kata Selena menggeleng dengan nada ringan sambil melangkah ke ruang tamu bersama Anna.

Anna tersenyum kecil, “Lionel dan Carro mengingatkan ku pada Domic dan Felly saat mereka kecil.” jawab Anna dengan suara pelan.

“Benarkah? Apakah Domic acuh seperti anak ku?.” tanya Selena tidak menyadari raut sedih di wajah Anna yang mulai terlihat.

Anna mengangguk, “Felly selalu menempel pada Domic yang acuh. Sama seperti Carro ku pada Lio.”

Selena terkekeh, “Wow, kau masih mengingatnya Anna. Ayo duduk, aku akan membuatkan teh hijau kesukaan mu. Tunggu sebentar ya.”

Selena berjalan ke arah dapur, sementara Anna duduk di sofa ruang tengah dengan perasaan tak tertahankan lagi.

“Anna kau tahu, aku sangat senang dengan kedatanganmu kesini. Sudah lama kita tidak berbincang dan menghabiskan waktu berdua. Bagaimana kabarmu? Apa kau baik-baik saja, Anna?" tanya Selena lembut, ia berjalan dari dapur menuju Anna dengan teh hijau yang telah selesai ia buat.

Anna menarik napas dalam dan mengangguk kecil, tapi air mata yang membayang di sudut matanya menunjukkan sebaliknya.

Selena terkejut. Ia benar-benar tidak menyadari kesedihan yang sedang Anna alami saking senangnya dengan kehadiran Anna yang sudah lama tidak bertemu dengannya.

“Anna? Kau kenapa? Kenapa kau menangis?.” tanya Selena panik. Khawatir seketika menguasai dirinya.

Anna menunduk meremas kedua sisi celananya, merasakan sesak yang amat dalam yang sedang ia rasakan. Air mata mengalir, terisak kecil sambil menggeleng pelan. “Aku.. aku menemukan surat USG di mobil Domic. Dan itu bukan punyaku.” jawab Anna pelan.

“A-apa?.” Selena berhenti sejenak, tubuhnya tegang, menunggu kelanjutan cerita Anna. Anna memejamkan mata sejenak, mencoba menahan emosi.

“Aku langsung pergi ke rumah sakit. Dan yang paling menyakitkan, Seila juga terlibat dalam hal ini.”

“Seila? Maksudmu... sahabatmu yang dokter itu?”Selena terkejut. “Dia tahu tentang surat USG itu?”

Anna mengangguk pelan. “Dia dokter kandungan yang menangani Felly. Seila menyimpan rahasia mereka, dan aku merasa dikhianati oleh sahabatku sendiri.”

“Felly?!.” Selena makin terkejut, hatinya terasa di renggut paksa mendengar nama Felly yang Selena tahu dia adalah adik beda ibu Anna.

“Anna? Apa maksudnya? Felly yang kau maksud.. Felly adikmu?.” tanya Selena memastikan ia tidak keliru.

Tubuh Anna berguncang, isaknya seolah tidak bisa ditahan lagi. Respon Anna sudah sangat cukup menjawab pertanyaan Selena meski tanpa kata.

Selena melemas, ikut menangis serta terkejut mendengar semua hal yang menurutnya sangat tidak masuk akal ini. Selena pernah merasakan bagaimana rasanya, dan itu sangat menyakitkan. Selena segera memeluk Anna.

“Anna..” gumam Selena tak bisa menahan air matanya. Anna memeluk Selena erat. Bahu Anna masih berguncang akibat tangisnya.

“Felly di sana, Selena. Bersama Domic. Saat aku datang, Domic sedang menyuapi Felly dengan lembut. Hatiku hancur. Pikiran ku kalut. Aku mengira bahwa Domic lah yang membuat Felly hamil.” Tutur Anna mencoba menjelaskan di tengah tangisnya.

“Aku marah dan menuduh Domic hingga meminta penjelasan dari Felly. Namun itu ternyata membuat Domic marah.” Suara Anna bergetar, penuh sakit yang terpendam. “Dan saat itu, Domic... dia bilang... dia akan menikahi Felly karena aku menuduhnya. Bayi yang ada dikandungan Felly ternyata bukan anak Domic, tapi Domic tetap memilih untuk menjadi ayahnya. Dia menyalahkan ku atas keputusannya. Selena? Apa aku salah? Apa aku salah marah pada Domic dan meminta penjelasan pada Felly atas apa yang aku lihat? Mengapa Domic malah mengambil keputusan yang gegabah itu karena aku? Apa dia tidak melibat Carro? Putrinya sendiri?.” lanjut Anna tak tahan. Tanganya gemetar saking sakit yang ia rasakan.

Selena benar-benar tidak bisa menahan air mata yang menggenang di pelupuk matanya. Hatinya ikut sakit mendengar penjelasan Anna tentang kelakukan keji Domic dan Felly.

Selena mengepalkan tangannya, wajahnya merah oleh kemarahan yang meledak. “Bajingan! Keparat! Dia benar-benar keji Anna! Domic yang salah! Kau tidak salah! Bagaimana dia bisa sejahat itu? Aku tak percaya dia bisa begitu rendah! Apa dia tidak berpikir siapa Felly? Dia adik mu. Adik satu darah mu Anna.”

Anna mengangguk, “Aku tahu, aku tahu Selena.” gumam Anna hampir tak terdengar.

Sementara di ambang ruang tamu, tak sengaja, Lionel yang berdiri di dekat pintu mendengar segalanya. Wajahnya mengeras, tangannya terkepal, namun ada tatapan lembut saat Lionel melirik Carollin yang masih duduk tenang, sibuk dengan game miliknya di sofa yang untungnya cukup jauh dari ruangan dimana momy dan tante Anna berada.

Dengan langkah perlahan, Lionel mendekati Carollin, menatapnya penuh keprihatinan. Tanpa berkata-kata, Lio mengusap rambut Carro dengan lembut, membuat Carollin menoleh dengan wajah terkejut.

“Kenapa, Kak Lionel?” tanya Carollin sambil tersipu malu, tak menyangka lelaki acuh itu tiba-tiba bersikap hangat padanya.

Lionel tersenyum kecil, sesuatu yang langka bagi Carollin.

“Tidak ada. Hanya... jaga dirimu baik-baik. Dan menginaplah disini untuk beberapa hari.” jawab Lionel.

Carollin mengangguk pelan, hatinya berbunga-bunga karena untuk pertama kalinya, ia merasakan kedekatan yang berbeda dengan Lionel. Tanpa tahu bahwa sesuatu sedang terjadi di keluarganya. Dan sesuatu sedang menghancurkan ibunya.

Terpopuler

Comments

martina melati

martina melati

koq jd tegang y stlh membacany

2025-01-27

0

Uthie

Uthie

Lionell . jaga. Caro 💪😟

2024-12-24

0

lihat semua
Episodes
1 Surat USG
2 Keputusan
3 Pergi
4 Rumah Selena
5 Kebanaran Pilu
6 Kasihani aku
7 Pernikahan
8 Aku harus apa
9 Kau berbeda
10 Hancur sendirian
11 Bayi kita
12 Kau terluka?
13 Kelak kau akan menjadi Ibu
14 Akting
15 Foto pernikahan
16 Bolehkah Tante ikut?
17 Ambil saja!
18 Ingin tinggal bersama
19 Kepura-puraan di depan Carro
20 Satu hari bahagia
21 Perasaan Marcus dan permintaan tinggal bersama
22 Permintaan tinggal bersama
23 Keputusan sepihak
24 Desakan keluarga Darmadi
25 Rapuh
26 Ancaman Alarik
27 Keluar atau Pergi
28 Adik baru
29 Peringatan
30 Pertengkaran Domic & Marcus
31 Ingin di obati
32 Permohonan Carro
33 Usir paksa
34 Ingin mati saja
35 Carro merajuk & ancaman
36 Uncle Marcus
37 Sesuatu yang ingin di katakan
38 Keterkejutan
39 Prasangka
40 Sikap tidak biasa
41 Jangan senang dulu
42 Siapa kekasih Felly?
43 Kemarahan Domic & Pria misterius
44 Mencari tahu
45 Bingung
46 Informasi dugaan mantan kekasih Felly
47 Bersiap untuk acara amal
48 Acara amal
49 Pengkuan kecil Carro
50 Mengganggu Domic
51 Cari yang seperti momy
52 Siapa pria itu
53 Uncle Alex
54 Foto mengejutkan
55 Pergi
56 Hancurnya dunia Carro
57 Isi dokumen
58 Putus asa
59 Kemarahan Felly
60 Kedatangan Alexander
61 Rasa kagum
62 Amarah Domic
63 Rencana licik
64 Satu langkah lebih dekat
65
66 Kabar mengejutkan dari Selena
67 Hancur lebur
68 Jangan pergi
69 Anna yang berbeda
70 Mr. Harisson
71 Pagi yang memalukan
72 Apa yang kau sembunyikan dariku
73 Mencari tahu informasi
74 Penjagaan Anna
75 Mengapa tidak Uncle saja yang jadi Dady?
76 Felly?
77 Lupa pada Domic
78 Surat cerai
79 Menjalankan rencana
80 Jangan dekati Anna
81 Tawaran tinggal
82 Menjelang perceraian
83 Kedatangan Jonathan
84 Ketakutan
85 Menghitung jam
86 Ruang sidang
87 Perebutan hak asuh
88 Penyesalan
89 Terkejut
90 Dibuntuti
91 Hak waris
92 Kehancuran Domic
93 kembali ke apartement
94 Sisi lain Carro
95 Darmadi dan keputusannya
96 Rasa tidak terima
97 Malam pengusiran
98 Pasta Bolognese
99 Rindu Carro
100 Pertemuan
101 Dendam membara
102 Nekat
103 Kehilangan
104 Kehilangan di bayar kehilangan
105 Takut dan kalut
106 Dugaan benar
107 Vidio ancaman
108 Detik-detik
109 Gudang Tua
110 Pengorbanan
111 Penangkapan
112 Cinta sepihak
113 Kritis
114 Membawa pulang
Episodes

Updated 114 Episodes

1
Surat USG
2
Keputusan
3
Pergi
4
Rumah Selena
5
Kebanaran Pilu
6
Kasihani aku
7
Pernikahan
8
Aku harus apa
9
Kau berbeda
10
Hancur sendirian
11
Bayi kita
12
Kau terluka?
13
Kelak kau akan menjadi Ibu
14
Akting
15
Foto pernikahan
16
Bolehkah Tante ikut?
17
Ambil saja!
18
Ingin tinggal bersama
19
Kepura-puraan di depan Carro
20
Satu hari bahagia
21
Perasaan Marcus dan permintaan tinggal bersama
22
Permintaan tinggal bersama
23
Keputusan sepihak
24
Desakan keluarga Darmadi
25
Rapuh
26
Ancaman Alarik
27
Keluar atau Pergi
28
Adik baru
29
Peringatan
30
Pertengkaran Domic & Marcus
31
Ingin di obati
32
Permohonan Carro
33
Usir paksa
34
Ingin mati saja
35
Carro merajuk & ancaman
36
Uncle Marcus
37
Sesuatu yang ingin di katakan
38
Keterkejutan
39
Prasangka
40
Sikap tidak biasa
41
Jangan senang dulu
42
Siapa kekasih Felly?
43
Kemarahan Domic & Pria misterius
44
Mencari tahu
45
Bingung
46
Informasi dugaan mantan kekasih Felly
47
Bersiap untuk acara amal
48
Acara amal
49
Pengkuan kecil Carro
50
Mengganggu Domic
51
Cari yang seperti momy
52
Siapa pria itu
53
Uncle Alex
54
Foto mengejutkan
55
Pergi
56
Hancurnya dunia Carro
57
Isi dokumen
58
Putus asa
59
Kemarahan Felly
60
Kedatangan Alexander
61
Rasa kagum
62
Amarah Domic
63
Rencana licik
64
Satu langkah lebih dekat
65
66
Kabar mengejutkan dari Selena
67
Hancur lebur
68
Jangan pergi
69
Anna yang berbeda
70
Mr. Harisson
71
Pagi yang memalukan
72
Apa yang kau sembunyikan dariku
73
Mencari tahu informasi
74
Penjagaan Anna
75
Mengapa tidak Uncle saja yang jadi Dady?
76
Felly?
77
Lupa pada Domic
78
Surat cerai
79
Menjalankan rencana
80
Jangan dekati Anna
81
Tawaran tinggal
82
Menjelang perceraian
83
Kedatangan Jonathan
84
Ketakutan
85
Menghitung jam
86
Ruang sidang
87
Perebutan hak asuh
88
Penyesalan
89
Terkejut
90
Dibuntuti
91
Hak waris
92
Kehancuran Domic
93
kembali ke apartement
94
Sisi lain Carro
95
Darmadi dan keputusannya
96
Rasa tidak terima
97
Malam pengusiran
98
Pasta Bolognese
99
Rindu Carro
100
Pertemuan
101
Dendam membara
102
Nekat
103
Kehilangan
104
Kehilangan di bayar kehilangan
105
Takut dan kalut
106
Dugaan benar
107
Vidio ancaman
108
Detik-detik
109
Gudang Tua
110
Pengorbanan
111
Penangkapan
112
Cinta sepihak
113
Kritis
114
Membawa pulang

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!