Kau berbeda

Di ruang tamu rumah keluarga Darmadi, sore itu, suasana rumah terasa penuh kehangatan. Darmadi duduk dengan penuh senyum, menyambut Alarik dan istrinya, Sarah, dengan ramah. Darmadi menatap Anna penuh sayang. Ia lalu memperkenalkan putri sulungnya, Anna, kepada Alarik dan Sarah yang sudah Darmadi anggap seperti sahabatnya sendiri.

“Alarik, Sarah, ini putri sulung ku, Siren Annastasya,” ujar Darmadi bangga. “Dia baru saja menyelesaikan pendidikan dasar dengan nilai terbaik di sekolahnya.”

Anna yang anggun dan tenang berjalan mendekat. Ia tersenyum lembut, sedikit menunduk sebagai bentuk hormat pada Alarik dan Sarah.

“Oh, Siren Annastasya,” Sarah terkagum-kagum oleh kecantikan Anna. “Kau sangat cantik, sungguh. Kecantikanmu sungguh terpancar alami, dan begitu sopan juga ramah. Sangat berbeda dengan gadis-gadis seusiamu yang biasanya masih kekanak-kanakan.”

Alarik mengangguk setuju. “Betul sekali. Putrimu ini sangat berbakat, Darmadi. Kecantikannya, keramahannya, luar biasa.”

Anna tersenyum kecil, menunduk sopan. “Terima kasih, Tuan Alarik, Nyonya Sarah. Nyonya dan Tuan terlalu memujiku.”

Sementara itu, Domic yang duduk di sofa, hanya memperhatikan tanpa banyak bicara. Wajahnya dingin, tidak menunjukkan ketertarikan, meskipun matanya sesekali memandang ke arah Anna. Di sebelahnya, Felly duduk sambil menempel erat pada Domic, matanya yang kecil berbinar-binar memperhatikan kakaknya.

Felly tiba-tiba berbisik pada Domic, suaranya pelan namun jelas, “Kak Anna itu beda ibu denganku, kau tahu? Tapi dia baik. Aku suka Kak Anna, tapi dia tidak banyak bicara dengan ku. Mungkin karena dia lebih suka sendirian.”

Domic menoleh sedikit ke arah Felly, alisnya sedikit terangkat mendengar informasi itu, tapi ia hanya mengangguk pelan, tidak banyak merespons. Pantas Felly sangat berbeda dengan Anna.

Setelah beberapa saat, Anna pamit untuk keluar.

Meski tidak tertarik pada Anna, namun entah mengapa Domic tanpa berpikir panjang tiba-tiba berdiri dan berjalan mengikuti Anna ke luar. Felly yang menyadari itu hanya menatap Domic dengan bingung, namun tidak mengatakan apa-apa dan tidak mengikuti Domic seperti biasa.

Di luar, tepatnya di taman kediaman Darmadi yang begitu luas, Anna tiba-tiba berjongkok di dekat sebuah mangkuk besar, memberi makan beberapa kucing liar yang mulai berdatang entah darimana dan tampak jinak di sekitarnya. Suasana begitu tenang dan damai. Domic berhenti, berdiri beberapa langkah di belakang Anna, menatap punggung gadis itu dengan tatapan penasaran. Ia tidak tahu mengapa ia mengikuti, tapi ada sesuatu tentang Anna yang membuatnya penasaran.

“Apa yang kau lakukan?.” tanya Domic, suaranya dingin dan acuh seperti biasa. Memecah keheningan diantara dirinya dan Anna.

Anna menoleh, terkejut melihat seorang anak lelaki di belakangnya. Anna terdiam sebentar, mengamati Domic dengan seksama.

Setelah sadar bahwa anak lelaki di hadapannya adalah putra sahabat ayahnya dan bukan orang asing, Anna merubah sikap waspadanya dengan sikap tenang. “Memberi makan kucing-kucing ini. Mereka selalu datang ke sini setiap sore,” jawab Anna lembut.

Domic berjalan mendekat, tangannya dimasukkan ke saku celana. “Kenapa kucing? Kenapa bukan anjing atau burung?.”

Anna tersenyum tipis, kembali menunduk ke arah kucing-kucing yang makan dengan tenang. “Kucing itu... berbeda. Mereka independen, tapi kalau mereka mempercayaimu, mereka bisa sangat setia.”

Domic menatapnya beberapa saat, lalu mengangguk kecil. “Aku tidak suka hewan peliharaan,” ujarnya tanpa ekspresi.

“Kenapa?.” tanya Anna sambil menatapnya dengan lembut. “Hewan bisa membuatmu merasa lebih terhubung dengan dunia. Dan hewan akan menyayangimu dengan tulus yang tidak terbandingkan dengan manusia.”

Domic mengangkat bahu. “Terlalu banyak kerjaan. Aku tidak punya waktu untuk mengurus hal seperti itu. Dan aku anak yang cukup mendapatkan kasih sayang.”

Anna tersenyum samar, “Syukurlah.” jawabnya pelan, menunduk, kembali fokus pada kucing di depannya.

Suasana hening sejenak. Domic, yang biasanya tidak merasa nyaman dengan keheningan, mendapati dirinya tidak terlalu terganggu kali ini. Ia hanya menatap Anna yang terus memberi makan kucing-kucingnya.

“Kenapa kau tidak seperti Felly? Dia selalu ceria dan mudah didekati. Sedangkan kau.. sendiri dan kelam.” kata Domic tiba-tiba, nadanya terdengar acuh.

Pergerakan Anna terhenti, ia mencoba tetap tenang meskipun ia merasakan beratnya kata-kata yang baru saja Domic lontarkan padanya. Anna tidak langsung menjawab, hanya sedikit menoleh sekilas sebelum kembali fokus pada kucing di depannya. “Aku pikir kau tahu setiap orang berbeda.”

Domic menatap Anna dengan tatapan tajam, seolah sedang menilai sosok yang kini ada di depannya. “Apakah karena kalian berbeda ibu? Aku baru tahu dari Felly. Kalian bukan dari ibu yang sama.” celetuk Domic.

Pernyataan itu langsung menghantam Anna. Seketika itu juga, ada perasaan tidak nyaman yang menyelinap ke dalam hatinya. Anna menarik napas dalam, berusaha menahan diri agar tidak menunjukkan reaksi berlebihan. Tentu saja Felly akan menceritakan hal itu—anak yang polos dan ceria, tak tahu kapan harus menyimpan sesuatu untuk dirinya sendiri.

“Ya, kami memang berbeda ibu," jawab Anna, suaranya tetap tenang meski hatinya sedikit tersayat. “Ibuku sudah meninggal beberapa tahun yang lalu.”

Domic mengangguk pelan, ekspresinya masih dingin dan tak tersentuh. “Itu menjelaskan banyak hal.”

Anna menoleh, kali ini tatapannya lebih tajam meskipun tetap menjaga nada bicaranya. “Menjelaskan apa?.”

Domic mengangkat bahu ringan. “Kenapa kau tidak seperti Felly. Dia lebih hidup. Kau terlihat tenang, terlalu sunyi bahkan, seolah-olah kau menjauh dari dunia ini. Seperti kau tidak punya kehidupan.”

Deg!

Anna merasa darahnya mulai berdesir, hatinya berdenyut sakit. Anna berdehem, “Mungkin karena aku sudah kehilangan seseorang yang penting dalam hidupku. Itu bukan sesuatu yang mudah dilewati.”

Domic mendengus, seakan merasa jawaban itu klise. “Jadi, karena ibumu sudah tidak ada, kau memilih menjadi bayangan di rumah ini? Tidak seperti Felly yang membawa cahaya?.”

Kata-kata itu menusuk hati Anna. Anna berdiri perlahan, menatap Domic dengan dingin.

“Aku tidak menjadi bayangan. Aku hanya menjalani hidupku dengan cara yang berbeda. Tidak semua orang menunjukkan kebahagiaannya dengan cara yang sama.” Anna berhenti sejenak, matanya tajam menatap Domic. “Dan jangan berani-beraninya kau membandingkanku dengan Felly. Kami berbeda, tapi itu tidak membuatku kurang berarti.”

Domic terdiam, seolah mencerna kata-kata Anna. Ada sesuatu dalam tatapan Domic yang sekilas berubah, tapi senyuman sinis yang selalu terpampang di wajahnya kembali muncul.

“Mungkin begitu,” ucap Domic dingin, “Tapi perbedaan kau dan Felly terlalu jauh. Aku kasihan padamu. Bahkan aku dan orangtua ku baru tahu jika kau hidup di rumah ini.” lanjut Domic keterlaluan.

Anna menggenggam erat tangannya. Tanpa memberi balasan, Anna berbalik dan meninggalkan Domic di taman. Domic hanya memandang punggung Anna yang menjauh, tetap dengan tatapan dingin yang tak bisa ditebak. Ada sesuatu yang tak terucapkan, sesuatu yang membuat Domic merasa tertarik meskipun ia tidak sepenuhnya memahaminya. Anna terasa jauh, seperti sesuatu yang tidak bisa ia jangkau, dan mungkin itulah yang membuatnya begitu menarik bagi Domic.

Terpopuler

Comments

martina melati

martina melati

seharusny dr awal bukan anna yg kau nikahi, domic

2025-01-27

1

Salmah Salmah

Salmah Salmah

kasian Anna thor biarkan Anna pergi dri hidup dominic selama lama nya jgn biar kan dominic menekan Anna dan kelurganya😭😭 kasian Thor

2024-12-15

3

lihat semua
Episodes
1 Surat USG
2 Keputusan
3 Pergi
4 Rumah Selena
5 Kebanaran Pilu
6 Kasihani aku
7 Pernikahan
8 Aku harus apa
9 Kau berbeda
10 Hancur sendirian
11 Bayi kita
12 Kau terluka?
13 Kelak kau akan menjadi Ibu
14 Akting
15 Foto pernikahan
16 Bolehkah Tante ikut?
17 Ambil saja!
18 Ingin tinggal bersama
19 Kepura-puraan di depan Carro
20 Satu hari bahagia
21 Perasaan Marcus dan permintaan tinggal bersama
22 Permintaan tinggal bersama
23 Keputusan sepihak
24 Desakan keluarga Darmadi
25 Rapuh
26 Ancaman Alarik
27 Keluar atau Pergi
28 Adik baru
29 Peringatan
30 Pertengkaran Domic & Marcus
31 Ingin di obati
32 Permohonan Carro
33 Usir paksa
34 Ingin mati saja
35 Carro merajuk & ancaman
36 Uncle Marcus
37 Sesuatu yang ingin di katakan
38 Keterkejutan
39 Prasangka
40 Sikap tidak biasa
41 Jangan senang dulu
42 Siapa kekasih Felly?
43 Kemarahan Domic & Pria misterius
44 Mencari tahu
45 Bingung
46 Informasi dugaan mantan kekasih Felly
47 Bersiap untuk acara amal
48 Acara amal
49 Pengkuan kecil Carro
50 Mengganggu Domic
51 Cari yang seperti momy
52 Siapa pria itu
53 Uncle Alex
54 Foto mengejutkan
55 Pergi
56 Hancurnya dunia Carro
57 Isi dokumen
58 Putus asa
59 Kemarahan Felly
60 Kedatangan Alexander
61 Rasa kagum
62 Amarah Domic
63 Rencana licik
64 Satu langkah lebih dekat
65
66 Kabar mengejutkan dari Selena
67 Hancur lebur
68 Jangan pergi
69 Anna yang berbeda
70 Mr. Harisson
71 Pagi yang memalukan
72 Apa yang kau sembunyikan dariku
73 Mencari tahu informasi
74 Penjagaan Anna
75 Mengapa tidak Uncle saja yang jadi Dady?
76 Felly?
77 Lupa pada Domic
78 Surat cerai
79 Menjalankan rencana
80 Jangan dekati Anna
81 Tawaran tinggal
82 Menjelang perceraian
83 Kedatangan Jonathan
84 Ketakutan
85 Menghitung jam
86 Ruang sidang
87 Perebutan hak asuh
88 Penyesalan
89 Terkejut
90 Dibuntuti
91 Hak waris
92 Kehancuran Domic
93 kembali ke apartement
94 Sisi lain Carro
95 Darmadi dan keputusannya
96 Rasa tidak terima
97 Malam pengusiran
98 Pasta Bolognese
99 Rindu Carro
100 Pertemuan
101 Dendam membara
102 Nekat
103 Kehilangan
104 Kehilangan di bayar kehilangan
105 Takut dan kalut
106 Dugaan benar
107 Vidio ancaman
108 Detik-detik
109 Gudang Tua
110 Pengorbanan
111 Penangkapan
112 Cinta sepihak
113 Kritis
114 Membawa pulang
Episodes

Updated 114 Episodes

1
Surat USG
2
Keputusan
3
Pergi
4
Rumah Selena
5
Kebanaran Pilu
6
Kasihani aku
7
Pernikahan
8
Aku harus apa
9
Kau berbeda
10
Hancur sendirian
11
Bayi kita
12
Kau terluka?
13
Kelak kau akan menjadi Ibu
14
Akting
15
Foto pernikahan
16
Bolehkah Tante ikut?
17
Ambil saja!
18
Ingin tinggal bersama
19
Kepura-puraan di depan Carro
20
Satu hari bahagia
21
Perasaan Marcus dan permintaan tinggal bersama
22
Permintaan tinggal bersama
23
Keputusan sepihak
24
Desakan keluarga Darmadi
25
Rapuh
26
Ancaman Alarik
27
Keluar atau Pergi
28
Adik baru
29
Peringatan
30
Pertengkaran Domic & Marcus
31
Ingin di obati
32
Permohonan Carro
33
Usir paksa
34
Ingin mati saja
35
Carro merajuk & ancaman
36
Uncle Marcus
37
Sesuatu yang ingin di katakan
38
Keterkejutan
39
Prasangka
40
Sikap tidak biasa
41
Jangan senang dulu
42
Siapa kekasih Felly?
43
Kemarahan Domic & Pria misterius
44
Mencari tahu
45
Bingung
46
Informasi dugaan mantan kekasih Felly
47
Bersiap untuk acara amal
48
Acara amal
49
Pengkuan kecil Carro
50
Mengganggu Domic
51
Cari yang seperti momy
52
Siapa pria itu
53
Uncle Alex
54
Foto mengejutkan
55
Pergi
56
Hancurnya dunia Carro
57
Isi dokumen
58
Putus asa
59
Kemarahan Felly
60
Kedatangan Alexander
61
Rasa kagum
62
Amarah Domic
63
Rencana licik
64
Satu langkah lebih dekat
65
66
Kabar mengejutkan dari Selena
67
Hancur lebur
68
Jangan pergi
69
Anna yang berbeda
70
Mr. Harisson
71
Pagi yang memalukan
72
Apa yang kau sembunyikan dariku
73
Mencari tahu informasi
74
Penjagaan Anna
75
Mengapa tidak Uncle saja yang jadi Dady?
76
Felly?
77
Lupa pada Domic
78
Surat cerai
79
Menjalankan rencana
80
Jangan dekati Anna
81
Tawaran tinggal
82
Menjelang perceraian
83
Kedatangan Jonathan
84
Ketakutan
85
Menghitung jam
86
Ruang sidang
87
Perebutan hak asuh
88
Penyesalan
89
Terkejut
90
Dibuntuti
91
Hak waris
92
Kehancuran Domic
93
kembali ke apartement
94
Sisi lain Carro
95
Darmadi dan keputusannya
96
Rasa tidak terima
97
Malam pengusiran
98
Pasta Bolognese
99
Rindu Carro
100
Pertemuan
101
Dendam membara
102
Nekat
103
Kehilangan
104
Kehilangan di bayar kehilangan
105
Takut dan kalut
106
Dugaan benar
107
Vidio ancaman
108
Detik-detik
109
Gudang Tua
110
Pengorbanan
111
Penangkapan
112
Cinta sepihak
113
Kritis
114
Membawa pulang

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!