Ambil saja!

Ketika Carro mendengar Felly ingin ikut, raut wajahnya berubah. Anna bisa melihat jelas bahwa putrinya kecewa. Carro ingin waktu khusus hanya bersama ibu dan ayahnya, tanpa orang lain. Mengapa Domic tidak menyadari itu?

Anna tidak bisa membiarkan ini berlanjut.

Anna melangkah maju, menarik Carro lebih dekat padanya yang otomatis menjauhkan Carro dari Felly. Felly menatap Anna dengan kernyitan dalam, seolah tidak suka dengan sikap Anna yang sengaja menjauhkannya dari Carro.

“Carro, sayang, masuk dulu ke kamar dan pilih mainan apa yang ingin Carro bawa nanti. Momy dan Dady akan menunggu Carro disini.” kata Anna dengan suara lembut berusaha menutupi gejolak hatinya.

Carro yang masih terlalu kecil untuk memahami ketegangan di ruangan itu mengangguk dengan riang dan berlari menuju kamarnya.

Begitu Carro tidak lagi di ruangan itu, Anna berbalik. Wajahnya berubah dingin. Tatapannya mengiris seperti mata pisau yang tertuju pada Felly dan Domic.

“Apa yang kau katakan pada anak ku tadi, Felly? Kau ingin ikut? Really? Apa kau tidak tahu malu? Dan apa kau tidak mengerti apa arti liburan keluarga?.” kata Anna dengan nada sarkas. “Ini liburan keluarga, yang artinya tidak ada orang luar yang boleh ikut.”

”Anna! Felly bukan orang luar. Felly istriku sekarang. Yang artinya Felly adalah bagian dari keluarga kita juga. Tidak ada alasan dia tidak bisa ikut. Apa masalahmu, Anna?.” tanya Domic kesal.

Felly menatap Anna dengan senyum tipis yang lebih menyerupai ejekan. Merasa puas dengan kekesalan Domic pada Anna. “Kak, aku rasa kau terlalu emosional. Aku hanya ingin ikut menemani Carro, tidak kah kakak lihat betapa senangnya Carro bertemu denganku? Jika kakak marah karena mengira aku lancang dan berusaha mengambil tempatmu, maka kau salah Kak. Aku hanya ingin kita semua hidup harmonis. Bagaimanapun, aku sekarang juga istri Domic dan ibu tiri Carro.”

Anna mengepalkan tangannya mendengar kalimat akhir Felly. Apa katanya? Ibu tiri Carro? Cih, Anna tidak sudi sama sekali membuat anaknya mempunyai ibu tiri. Terlebih, adiknya sendiri.

“Wow.” suara Anna bergetar, menahan sesak dan marah yang menggebu di dalam dadanya.

“Kau bilang apa barusan?” tanya Anna pelan, tapi jelas bergetar. “Kau menyebut dirimu ibu tiri Carro?.”

“Ya, kak. Ibu tiri Carro.” jawab Felly tanpa ragu, bahkan dengan nada lembut yang membuat Anna muak. “Aku hanya ingin lebih dekat dengan Carro. Dia juga anakku sekarang. Kau tidak perlu khawatir, aku tidak berniat menggantikanmu.”

“Apa?!.” Tatapan Anna langsung membara menatap Felly dengan penuh amarah yang tak tertahankan.

“Jangan pernah kau coba-coba menganggap putriku sebagai anakmu juga, Felly! Aku tidak sudi! Kau ingin dekat dengan Carro? Bagaimana mungkin kau bisa mengatakan itu? Kau pikir aku akan membiarkan anakku melihat perempuan yang merebut dadynya dari momynya sebagai contoh? Kau pikir aku akan membiarkan putriku dekat dengan wanita sepertimu?!.” teriak Anna marah.

Felly terkejut dengan bentakan Anna, lalu segera mundur berlindung di balik tubuh Domic.

Melihat itu, Domic semakin kesal. Rahangnya mengeras dan maju selangkah melindungi Felly dari Anna.

“Cukup, Anna!.” Bentak Domic marah. Suaranya membentak keras, lebih keras dari bentakan Anna barusan pada Felly.

“Kau sudah terlalu jauh! Kau pikir apa yang kau katakan barusan? Apa kau tidak sadar apa yang sedang kau katakan? Felly tidak melakukan apa pun selain mencoba menjadi bagian dari keluarga ini, dan kau malah menyerangnya seperti ini? Apa masalahmu?!.”

Felly yang berdiri di belakang Domic pura-pura terisak kecil sambil memegang perutnya yang mulai membesar. Felly tampak rapuh, seperti korban yang tak berdaya. “Aku tidak mengerti mengapa kau begitu membenciku Kak? Kau membesar-besarkan masalah, padahal aku hanya ingin ikut berlibur untuk menemani Carro. Itu saja tidak lebih.”

Anna menatap keduanya tidak percaya. Terlebih Domic yang baru saja membantaknya. Sungguh memuakkan!

“Aku sudah cukup sabar dengan sikapmu ini Anna! Felly sedang mengandung anakku! Kau pikir dia kuat seperti dulu? Tidak! Dia rapuh sekarang, dan aku tidak akan diam melihatmu menyakitinya seperti ini. Kau pikir semuanya bisa berjalan seperti yang kau inginkan? Aku juga punya hak untuk memilih siapa yang bisa ada dalam hidupku, termasuk Felly!.”

“Apa?.” gumam Anna tidak percaya. Anna berdiri terpaku, tubuhnya seolah membeku di tempat. Kata-kata Domic begitu tajam menggema dalam benaknya. Membuat hatinya semakin terhimpit sakit.

Anna tersenyum sinis, dadanya yang naik turun karena marah tidak bisa lagi ia tahan. “Bayi yang ada di dalam perutnya bukan anakmu Domic! Kau yang seharusnya tidak perlu bersikap sedramatis ini!.”

“Dan oh ya! Aku tidak akan membiarkan wanita ini ikut dalam liburan keluarga kita! Entah sekarang, nanti, atau sampai kapanpun!” tambah Anna tak terbantahkan.

Anna berbalik pergi, namun Domic dengan cepat menahan tangan Anna dan menarik Anna mendekat padanya.

“Kau sungguh kekanak-kanakan.” geram Domic dengan rahang keras. Matanya menyorot Anna marah. “Kau tidak berhak memutuskan apapun Anna, aku lah yang berhak memutuskan apapun di dalam keluarga ini. Ada atau tidak adanya ijin darimu, Felly akan tetap ikut. Itu sudah menjadi keputusan ku dan kau tidak berhak membantahnya lagi! Ingatlah, Anna. Dia rapuh sekarang. Dia sedang mengandung anakku. Dia butuh perhatian dan dukungan, dan aku tidak akan membiarkan siapa pun, termasuk kau, menyakitinya.”

Anna menatap Domic dengan tajam, matanya berkilat marah. Dengan sekali hentakan kasar, Anna menarik tangannya dari genggaman keras Domic. “You B*astard! Enyahlah dari hidupku! Jika kau tetap memutuskan itu, maka silahkan! Aku dan Carro bisa berlibur tanpamu. Kau, urus saja wanita itu. Aku sudah muak dengan kalian berdua! Dan oh ya, kau pikir aku tidak rapuh? Kau pikir aku tidak butuh dukungan setelah apa yang kau lakukan? Kau bahkan tidak sedikit pun peduli pada apa yang aku rasakan, Domic. Aku di sini, berdiri, menghadapi semua ini sendirian. Dan sekarang kau meminta aku untuk menjaga perasaan wanita yang merebutmu dariku? Sinting! Kau benar-benar sinting Domic!.” ucap Anna marah, lalu berbalik untuk meninggalkan mereka berdua, tidak sudi berlama-lama melihat Felly.

Namun,

“Kak! Mengapa kau sangat emosional? Kau membesar-membesarkan masalah. Padahal aku hanya ingin ikut dan membuat Carro senang dengan kehadiranku. Tapi reaksimu? Wow, mengapa sangat seemosional ini?.” ucap Felly tiba-tiba membuat langkah Anna terhenti.

Anna berbalik. Menatap Felly dengan mata makin menyala tajam.

“Jangan panggil aku Kak.” ucap Anna, suaranya tajam seperti belati. “Kau kehilangan hak untuk menyebutku itu ketika kau memutuskan untuk menjadi orang ketiga dalam rumah tanggaku!.”

Felly merengut tak suka, “Kak!—” ucapnya mencoba berbicara lagi, tapi Anna melangkah maju, menatapnya dengan dingin. Mengikis jarak hingga Felly berjalan mundur satu langkah. Sedikit terintimidasi oleh Anna.

“Kau tahu apa yang paling menyakitkan, Felly?” suara Anna kini bergetar, campuran antara amarah dan luka yang mendalam. “Kau bahkan tidak merasa bersalah. Kau berdiri di sini dengan perutmu yang membesar, melambangkan penghinaan terbesar yang pernah aku alami, dan kau masih berani memintaku menerima ini?.”

“Anna!.”

“Diam kau Domic!.” bentak Anna balik.

Domic seketika terdiam. Terkejut dengan sisi murka Anna yang sebelumnya tak pernah ia lihat seumur hidupnya.

“Kau ingin liburan?.” tanya Anna mengintimidasi. “Silahkan. Pergilah yang jauh dariku Felly. Tapi jangan pikir aku dan Carro akan ikut. Kau sangat menginginkan Domic bukan? Pergilah! Bawa dia sesukamu! Aku sudah tidak keberatan dan aku tidak peduli. Tapi jika kau berusaha merebut Carro dariku, aku tidak akan diam Felly. Dan aku tidak akan membiarkanmu menyentuh putriku sedikitpun. Kau telah berhasil mengambil suamiku hingga aku tidak mengenalinya lagi. Kau menang Felly. Dan kau mungkin memiliki Domic sekarang. Tapi lihat, sampai kapan kau bisa mempertahankan Domic didisimu? Apakah Domic akan setia padamu? Atau ternyata Domic akan muak padamu dan kembali berpaling padaku?.”

“Kak Anna!.” bentak Felly marah. Wajahnya memerah hebat. Jelas marah dan terasa terpojok oleh kata-kata Anna padanya. Dengan tangan terkepal erat disisi tubuhnya, Felly menatap Anna dengan mata berkaca-kaca.

“Dady harus tahu perlakuanmu padaku! Aku akan—!.”

Anna tersenyum sinis, matanya menyapu Felly dengan penuh penghinaan. “Bilang saja. Aku tidak akan jatuh serendah kau Felly.”

“Anna?!!!.”

Anna berbalik pergi tidak peduli. Meninggalkan Domic yang terpaku di tempatnya. Wajah Domic berubah suram. Mata gelapnya mengikuti langkah Anna yang menjauh.

Mata Felly yang berkaca-kaca menatap Domic, seolah mencari dukungan. Namun, alih-alih membalas tatapan itu, Domic malah tetap memandang Anna.

“Domi! Lihatlah apa yang kak Anna lakukan padaku!.”

Domic menghela nafas, “Aku akan mengantarmu pulang.”

“Apa?!.” ucap Felly tak percaya. Dadanya mulai menggebu marah.

“Apa maksudmu Domi?! Bukankah kita akan berlibur?!.”

Domic menghela napas panjang, wajahnya tetap suram. “Aku akan menyelesaikan ini dulu dengan Anna. Kau pulang dulu. Supir pribadiku akan mengantarmu. Aku akan menghubungimu nanti.”

Tanpa menunggu jawaban, Domic berbalik dan melangkah pergi, menyusul Anna yang sudah lebih dulu menjauh.

Felly terpaku di tempatnya, dadanya bergemuruh oleh kemarahan dan rasa terhina. Ia mengepalkan tangan, matanya berkilat penuh dendam.

Berani-beraninya dia meninggalkanku untuk perempuan itu!! Ini semua salah Anna! Lihat saja! Aku akan melaporkan ini pada Dady!

Terpopuler

Comments

Novansyah

Novansyah

lanjut kk jangan update nya terlalu lama menunggu kalau bisa update 4 sampai 5 bab sekali update

2024-12-11

2

Anonymous

Anonymous

lanjut trus thor ceritanye seru nih
jgn klamaan updatenya

2024-12-11

0

Diah Anggraini

Diah Anggraini

guut anna.. domic emang sinting
bisa bisa nya ngebela felly di depan anna yang sakit hati

2025-02-15

0

lihat semua
Episodes
1 Surat USG
2 Keputusan
3 Pergi
4 Rumah Selena
5 Kebanaran Pilu
6 Kasihani aku
7 Pernikahan
8 Aku harus apa
9 Kau berbeda
10 Hancur sendirian
11 Bayi kita
12 Kau terluka?
13 Kelak kau akan menjadi Ibu
14 Akting
15 Foto pernikahan
16 Bolehkah Tante ikut?
17 Ambil saja!
18 Ingin tinggal bersama
19 Kepura-puraan di depan Carro
20 Satu hari bahagia
21 Perasaan Marcus dan permintaan tinggal bersama
22 Permintaan tinggal bersama
23 Keputusan sepihak
24 Desakan keluarga Darmadi
25 Rapuh
26 Ancaman Alarik
27 Keluar atau Pergi
28 Adik baru
29 Peringatan
30 Pertengkaran Domic & Marcus
31 Ingin di obati
32 Permohonan Carro
33 Usir paksa
34 Ingin mati saja
35 Carro merajuk & ancaman
36 Uncle Marcus
37 Sesuatu yang ingin di katakan
38 Keterkejutan
39 Prasangka
40 Sikap tidak biasa
41 Jangan senang dulu
42 Siapa kekasih Felly?
43 Kemarahan Domic & Pria misterius
44 Mencari tahu
45 Bingung
46 Informasi dugaan mantan kekasih Felly
47 Bersiap untuk acara amal
48 Acara amal
49 Pengkuan kecil Carro
50 Mengganggu Domic
51 Cari yang seperti momy
52 Siapa pria itu
53 Uncle Alex
54 Foto mengejutkan
55 Pergi
56 Hancurnya dunia Carro
57 Isi dokumen
58 Putus asa
59 Kemarahan Felly
60 Kedatangan Alexander
61 Rasa kagum
62 Amarah Domic
63 Rencana licik
64 Satu langkah lebih dekat
65
66 Kabar mengejutkan dari Selena
67 Hancur lebur
68 Jangan pergi
69 Anna yang berbeda
70 Mr. Harisson
71 Pagi yang memalukan
72 Apa yang kau sembunyikan dariku
73 Mencari tahu informasi
74 Penjagaan Anna
75 Mengapa tidak Uncle saja yang jadi Dady?
76 Felly?
77 Lupa pada Domic
78 Surat cerai
79 Menjalankan rencana
80 Jangan dekati Anna
81 Tawaran tinggal
82 Menjelang perceraian
83 Kedatangan Jonathan
84 Ketakutan
85 Menghitung jam
86 Ruang sidang
87 Perebutan hak asuh
88 Penyesalan
89 Terkejut
90 Dibuntuti
91 Hak waris
92 Kehancuran Domic
93 kembali ke apartement
94 Sisi lain Carro
95 Darmadi dan keputusannya
96 Rasa tidak terima
97 Malam pengusiran
98 Pasta Bolognese
99 Rindu Carro
100 Pertemuan
101 Dendam membara
102 Nekat
103 Kehilangan
104 Kehilangan di bayar kehilangan
105 Takut dan kalut
106 Dugaan benar
107 Vidio ancaman
108 Detik-detik
109 Gudang Tua
110 Pengorbanan
111 Penangkapan
112 Cinta sepihak
113 Kritis
114 Membawa pulang
Episodes

Updated 114 Episodes

1
Surat USG
2
Keputusan
3
Pergi
4
Rumah Selena
5
Kebanaran Pilu
6
Kasihani aku
7
Pernikahan
8
Aku harus apa
9
Kau berbeda
10
Hancur sendirian
11
Bayi kita
12
Kau terluka?
13
Kelak kau akan menjadi Ibu
14
Akting
15
Foto pernikahan
16
Bolehkah Tante ikut?
17
Ambil saja!
18
Ingin tinggal bersama
19
Kepura-puraan di depan Carro
20
Satu hari bahagia
21
Perasaan Marcus dan permintaan tinggal bersama
22
Permintaan tinggal bersama
23
Keputusan sepihak
24
Desakan keluarga Darmadi
25
Rapuh
26
Ancaman Alarik
27
Keluar atau Pergi
28
Adik baru
29
Peringatan
30
Pertengkaran Domic & Marcus
31
Ingin di obati
32
Permohonan Carro
33
Usir paksa
34
Ingin mati saja
35
Carro merajuk & ancaman
36
Uncle Marcus
37
Sesuatu yang ingin di katakan
38
Keterkejutan
39
Prasangka
40
Sikap tidak biasa
41
Jangan senang dulu
42
Siapa kekasih Felly?
43
Kemarahan Domic & Pria misterius
44
Mencari tahu
45
Bingung
46
Informasi dugaan mantan kekasih Felly
47
Bersiap untuk acara amal
48
Acara amal
49
Pengkuan kecil Carro
50
Mengganggu Domic
51
Cari yang seperti momy
52
Siapa pria itu
53
Uncle Alex
54
Foto mengejutkan
55
Pergi
56
Hancurnya dunia Carro
57
Isi dokumen
58
Putus asa
59
Kemarahan Felly
60
Kedatangan Alexander
61
Rasa kagum
62
Amarah Domic
63
Rencana licik
64
Satu langkah lebih dekat
65
66
Kabar mengejutkan dari Selena
67
Hancur lebur
68
Jangan pergi
69
Anna yang berbeda
70
Mr. Harisson
71
Pagi yang memalukan
72
Apa yang kau sembunyikan dariku
73
Mencari tahu informasi
74
Penjagaan Anna
75
Mengapa tidak Uncle saja yang jadi Dady?
76
Felly?
77
Lupa pada Domic
78
Surat cerai
79
Menjalankan rencana
80
Jangan dekati Anna
81
Tawaran tinggal
82
Menjelang perceraian
83
Kedatangan Jonathan
84
Ketakutan
85
Menghitung jam
86
Ruang sidang
87
Perebutan hak asuh
88
Penyesalan
89
Terkejut
90
Dibuntuti
91
Hak waris
92
Kehancuran Domic
93
kembali ke apartement
94
Sisi lain Carro
95
Darmadi dan keputusannya
96
Rasa tidak terima
97
Malam pengusiran
98
Pasta Bolognese
99
Rindu Carro
100
Pertemuan
101
Dendam membara
102
Nekat
103
Kehilangan
104
Kehilangan di bayar kehilangan
105
Takut dan kalut
106
Dugaan benar
107
Vidio ancaman
108
Detik-detik
109
Gudang Tua
110
Pengorbanan
111
Penangkapan
112
Cinta sepihak
113
Kritis
114
Membawa pulang

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!