Bab 17 Keputusan Ifa

Jika orang akan berlarut-larut dalam kesedihannya. Tidak dengan Ifa. Ifa kembali nampak ceria setelah menikmati liburannya.

Seolah, Ifa sedang merayakan sebuah kebebasan. Pantang bagi Ifa untuk terus berlarut dalam kesedihan. Ifa harus bangkit. Ngapain menangis laki-laki model Akmal.

Sudah hidup numpang, pengen enaknya pula. Ifa pikir, menikah dengan Akmal adalah hal bahagia yang akan dia lewati. Mengingat Akmal adalah sosok yang paham agama. Yang bisa membimbing dia ke jalan yang baik.

Bukan jalan yang baik yang Akmal perlihatkan. Tapi, jalan yang buruk. Bagaimana bisa Ifa bertahan dalam tekanan batin.

Apalagi, kelakuan Akmal begitu menjijikan. Ifa berharap, Allah mengampuni dosa-dosa nya ketika bulan ramadhan kemaren.

Ifa terpaksa batal puasa karena paksaan Akmal yang minta di layani di siang bolong. Sungguh, Ifa merasa jijik sekali.

Bagaimana bisa Akmal melakukan hal menjijikan seperti itu. Bukankah dia paham agama. Lantas kenapa membawa istrinya dalam kesalahan.

Memang Ifa halal bagi Akmal. Tapi, jika meminta sesuatu hal dalam ketentuan yang tidak di perbolehkan, itu sama saja berdosa.

Hal nya yang Akmal lakukan. Memaksa Ifa untuk melayaninya di saat orang lain sedang puasa. Berhubungan suami istri di siang bolong dalam keadaan puas di bulan Ramadhan itu tidak di perbolehkan. Puasanya batal dan berdosa. Hukumnya juga jadi haram. Akmal juga harus membayar kafarat akan melakukannya.

Kafarat yang harus dibayarkan adalah Memerdekakan seorang hamba sahaya perempuan, Berpuasa selama dua bulan berturut-turut, Memberi makan kepada 60 orang miskin. 

Boro-boro bayar kafarat, sampai sekarang saja Akmal merasa jika apa yang dia lakukan bukan kesalahan.

Entah dimana otaknya, sungguh Akmal seperti orang yang bukan terpelajar. Hukum seolah bisa di ganti seenak jidatnya saja.

Padahal hukum sudah jelas.

Dari Ali bin Abi Thalib radhiallahu’anhu, Rasulullah Shallallahu’alaihi wa sallam bersabda:

لَا طَاعَةَ فِي مَعْصِيَةٍ إِنَّمَا الطَّاعَةُ فِي الْمَعْرُوفِ

“Tidak ada ketaatan di dalam maksiat, taat itu hanya dalam perkara yang ma’ruf” (HR Bukhari, no. 7257; Muslim, no. 1840).

Sudah jelas dalam hadist tersebut.

Memang kita sebagai seorang istri wajib patuh terhadap suami. Tapi, jika suaminya modelan Akmal maka kita wajib menentang nya. Karena perkara yang Akmal lakukan adalah salah.

Bahkan Akmal dengan sombongnya, akan menanggung segala dosa nya. Sungguh, sudah merasa hebat dan jumawa. Nyatanya, Akmal hanya manusia dungu yang tidak menggunakan akal sehatnya.

Ifa menghela nafas berat melihat pesan dari Akmal. Rasanya malas Ifa membalasnya. Tapi, Ifa tak ingin terus berlarut. Ifa ingin secepatnya segera menyelesaikan urusan dia dengan Akmal. Ifa sudah memutuskan akan berpisah.

Buat apa mempertahankan laki-laki modelan begitu. Buang saja ke laut. Toh, dalam status janda tak ada yang salah. Manusia tidak ada yang tahu jalan takdir nya seperti apa. Itu hanya perjalanan kehidupan yang mungkin harus Ifa lewati.

Janda bukan sebuah keinginan. Tapi, pilihan jika kita ingin menyelamatkan hati dan pikiran. Yang penting, di mata Allah kita itu sama. Yang membedakan adalah ketaatan nya saja.

Tidak ada yang rendah dalam status janda. Apa kita lupa siapa wanita yang Rosulullah paling cintai.

Ummu Khodijah, wanita mulia di pandangan Allah. Bahkan ummu Khodijah juga seorang janda ketika menikah dengan Rosulullah.

Ingatlah kita, jika kehidupan setiap orang itu berbeda-beda. Ummu Khodijah derajatnya begitu luar biasa di hadapan Allah. Bersuami Rosulullah yang mengangkat Drajat Ummu Khodijah.

Ketaatan, keteguhan hati. Sosok yang tidak bisa di bandingkan dengan siapapun. Bahkan tak ada.

Ifa memang bukan Ummu Khodijah. Namun, bisakah Ifa berharap jika kelak ia bisa mendapatkan suami yang bisa memperlakukan nya dengan baik. Menghargai Ifa sebagai seorang istri.

Mungkin, terlalu kejauhan akan angan yang tinggi.

Ifa tak pernah berpikir ke arah sana. Bahkan Ifa berharap, tak akan ada pernikahan kedua dalam hidupnya.

Ifa cukup trauma dengan apa yang ia alami. Ifa ingin menyembuhkan hati.

"Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh, mas."

Baru saja Ifa mengirim balasan pesan dari Akmal. Ponselnya berdering, terlihat Akmal menelan.

Ifa tidak langsung mengangkatnya. Ifa terdiam sejenak. Menetralkan emosional dalam dirinya.

Hingga dering ke dua baru Ifa menjawabnya. Ifa sudah cukup kekuatan untuk menjawab panggilan Akmal.

"Akhirnya, kamu angkat juga, dek."

Terdengar bahagia suara di sebrang sana. Seolah tidak ada penyesalan sama sekali. Ifa diam saja, ingin tahu apa yang akan Akmal ucapkan. Apa Akmal akan minta maaf atau tidak.

"Kamu di mana? Mas chat gak di balas. Telepon juga baru di angkat?"

Tanya Akmal terdengar nada jengkel karena sangat lelah selama satu Minggu menunggu balasan dari Ifa.

Ifa meremas ponselnya kuat. Hatinya tersenyum miris. Kata maaf yang dari tadi Ifa tunggu-tunggu nyatanya tidak ada. Ifa tak tahu harus bersikap bagaimana. Akmal begitu tebal muka. Seolah tidak pernah terjadi apapun di antara mereka.

"Mas, jemput ya? Kita pulang?"

"Maaf, mas. Ifa tetap pada keputusan Ifa. Ifa ingin pisah."

Akhirnya Ifa mengeluarkan suara karena kesal akan apa yang Akmal katakan. Laki-laki itu seolah tak menganggap ucapan Ifa keseriusan.

"Tidak, dek. Sudah mas katakan. Mas tak akan melepaskan kamu."

Seru Akmal mulai meninggikan suara. Nafas Akmal mulai naik, merasa marah akan ucapan Ifa.

"Tapi, Ifa tidak mau bersama mas lagi. Sudah cukup tekanan batin yang mas berikan. Ifa sudah tak sanggup lagi. Nafsu mas begitu besar, Ifa tak sanggup lagi."

"Tidak dek, maafkan mas. Mas janji akan berubah. Mas tidak akan memaksa adek lagi jika tak mau. Jadi jangan berpisah, ya?"

Kepanikan mulai terasa di sebrang sana. Hati Ifa benar-benar teriris. Sebuah janji! Bahkan Ifa tak mempercayai itu lagi. Janji pada Allah saja sudah Akmal langgar. Mulutnya terlalu manis bicara tidak sesuai dengan tingkahnya.

"Mas mohon. Jangan pisah, ya? Mas benar-benar akan berubah."

Sekali lagi Akmal memelas, agar Ifa berubah pikiran.

Biasanya perempuan akan luluh jika laki-laki terus memohon. Apalah, suaranya di lembut-lembutkan dengan nada menyakinkan.

"Mas janji, tidak akan mengulanginya lagi. Kita jangan pisah, ya?"

"Jadi janda gak enak, dek. Nanti banyak orang yang mencibir. Menghina dan merendahkan adek. Apalagi keluarga adek. Mereka pasti malu. Apa adek gak memikirkan keluarga adek, juga. Yang pasti terkena dampaknya."

"Jadi mas mohon, jangan pisah. Mas janji akan berubah."

Ingin rasanya Ifa menyumpal mulut tak berakhlak itu dengan arang. Beginilah cara Akmal meminta maaf dan memohon pada Ifa. Yang pada akhirnya malah seperti menakut-nakuti Ifa saja dengan membawa-bawa orang lain dan keluarga.

Memang, di masyarakat. Janda kerap kali selalu di rendahkan. Di salahkan. Padahal mereka tak pernah tahu bahwa kehidupan yang mereka alami. Sampai memilih jadi janda.

Tak ada yang hina dan rendah dalam status itu.

Justru mereka wanita kuat dan hebat. Bisa menjalani hari-hari berat dalam hidupnya. Hingga bertahan di titik itu.

Beda lagi jika memang ada kecacatan di dalamnya. Seperti, perempuan yang memang melakukan kesalahan yang melanggar syari'at. Baru tak di benarkan dan mereka yang salah.

Namun, dalam kasus Ifa, tidak ada pembenaran apa yang di lakukan Akmal terhadap Ifa. Sampai Ifa tertekan batinnya. Bahkan sampai merusak psikis Ifa juga.

"Maaf, mas. Ifa tetap pada keputusan Ifa. Ifa mau pisah."

Bersambung ....

Bagus Ifa, jangan lemah, jangan termakan omongan Akmal😡😡

Jangan lupa tinggalkan jejak 🙏 🥰 🥰

Terpopuler

Comments

Rohmah 123

Rohmah 123

nanya 2/Panic//Panic/

2024-10-30

1

lihat semua
Episodes
1 Bab 1 Abi sudah ada calon
2 Bab 2 Jeritan kesakitan Ifa
3 Bab 3 Keputusan yang harus di putuskan.
4 Bab 4 Sah
5 Bab 5 Awal mula petaka itu
6 Bab 6 Prahara subuh
7 Bab 7 Mencoba kuat
8 Bab 8 Melanggar hukum
9 Bab 9 Tak berdaya
10 Bab 10 Jeritan subuh
11 Bab 11 Pingsan
12 Bab 12 Firasat
13 Bab 13 Keadaan Ifa
14 Bab 14 Kesalahan yang terbayar
15 Bab 15 Sesak
16 Bab 16 Liburan
17 Bab 17 Keputusan Ifa
18 Bab 18 Surat cerai
19 Bab 19 Surat pengunduran diri
20 Bab 20 Kenapa pergi?
21 Bab 21 Garis dua
22 Bab 22 Berusaha tetap kuat
23 Bab 23 Jalan terakhir
24 Bab 24 Hasil USG
25 Bab 25 Ummah, maaf
26 Bab 26 Saling dukung
27 Bab 27 Muhamad Zain Al-fahrezi
28 Bab 28 Kedatangan Akmal
29 Bab 29 Kakak baik-baik saja.
30 Bab 30 Sudah terlambat
31 Bab 31 Duka
32 Bab 32 Astaghfirullah hal'azim
33 Bab 33 Tuan Farel
34 Bab 34 Secercah harapan
35 Bab 35 Saya ingin menikahi, kamu.
36 Bab 36 Dejavu
37 Bab 37 Keputusan Ifa
38 Bab 38 'Mama'
39 Bab 39 Menerima takdir
40 Bab 40 Terimakasih, mama.
41 Bab 41 Kebahagiaan
42 Bab 42 Keluarga Cemara
43 Bab 43 Langitnya, indah
44 Bab 44 Gerakkan!!!
45 Bab 45 Aneh
46 Bab 46 Selamat datang di dunia mama.
47 Bab 47 Tersinggung!
48 Bab 48 Selingkuh!
49 Bab 49 Kakak ..,
50 Bab 50 Jangan pura-pura kuat.
51 Bab 51 Perasaan Harfa
52 Bab 52 Perjanjian!
53 Bab 53 Luapan isi hati Ifa
54 Bab 54 Kembalikan kakak Ifa
55 Bab 55 Trauma masa lalu
56 Bab 56 Keputusan Harfa
57 Bab 57 Cara menyembuhkan luka, Ala Ifa
58 Bab 58 Saya
59 Bab 59 Mengikhlaskan
60 Bab 60 Rewel
61 Bab 61 Tak bisa di ulang
62 Bab 62 Di culik
63 Bab 63 Tamu pagi
64 Bab 64 Aku ingin sekuat kakak Ifa
65 Bab 65 Wanita kuat
66 Undangan
67 Promosi Author (Takdir Illahi 2)
68 Promosi Author Amarah Cinta (bukan salah tuhan)
69 Bab 66 Mama mau yang ini.
70 Bab 67 Cukup, mas.
71 Bab 68 Ok, Dino. Ini huruf apa?
72 Bab 69 Aku tak mau putraku gila
73 Bab 70 Saya rindu
74 Bab 71 Mau besok, boleh ya?
75 Bab 72 Mama Cantika
76 Bab 73 Tak ingin menikah lagi
77 Bab 74 Jangan biarkan saya gila.
78 Bab 75 Sebuah keputusan
79 Bab 75 Aku berserah
80 Bab 76 Aku siap, mas.
81 Bab 77 Aku tak sempurna
82 Bab 78 Jujur Kail
83 Bab 79 Pengecut
84 Bab 80 Menerima takdir
85 Bab 81 Penuh haru
86 Bab 82 Canda halal
87 Bab 83 Cabang dua
88 Bab 84 Hamil
89 Bab 85 Anugrah
90 Bab 86 Merdeka
91 Bab 87 Tripel baby
92 Promosi Author
93 Bab 88 Bersama-sama sayang
Episodes

Updated 93 Episodes

1
Bab 1 Abi sudah ada calon
2
Bab 2 Jeritan kesakitan Ifa
3
Bab 3 Keputusan yang harus di putuskan.
4
Bab 4 Sah
5
Bab 5 Awal mula petaka itu
6
Bab 6 Prahara subuh
7
Bab 7 Mencoba kuat
8
Bab 8 Melanggar hukum
9
Bab 9 Tak berdaya
10
Bab 10 Jeritan subuh
11
Bab 11 Pingsan
12
Bab 12 Firasat
13
Bab 13 Keadaan Ifa
14
Bab 14 Kesalahan yang terbayar
15
Bab 15 Sesak
16
Bab 16 Liburan
17
Bab 17 Keputusan Ifa
18
Bab 18 Surat cerai
19
Bab 19 Surat pengunduran diri
20
Bab 20 Kenapa pergi?
21
Bab 21 Garis dua
22
Bab 22 Berusaha tetap kuat
23
Bab 23 Jalan terakhir
24
Bab 24 Hasil USG
25
Bab 25 Ummah, maaf
26
Bab 26 Saling dukung
27
Bab 27 Muhamad Zain Al-fahrezi
28
Bab 28 Kedatangan Akmal
29
Bab 29 Kakak baik-baik saja.
30
Bab 30 Sudah terlambat
31
Bab 31 Duka
32
Bab 32 Astaghfirullah hal'azim
33
Bab 33 Tuan Farel
34
Bab 34 Secercah harapan
35
Bab 35 Saya ingin menikahi, kamu.
36
Bab 36 Dejavu
37
Bab 37 Keputusan Ifa
38
Bab 38 'Mama'
39
Bab 39 Menerima takdir
40
Bab 40 Terimakasih, mama.
41
Bab 41 Kebahagiaan
42
Bab 42 Keluarga Cemara
43
Bab 43 Langitnya, indah
44
Bab 44 Gerakkan!!!
45
Bab 45 Aneh
46
Bab 46 Selamat datang di dunia mama.
47
Bab 47 Tersinggung!
48
Bab 48 Selingkuh!
49
Bab 49 Kakak ..,
50
Bab 50 Jangan pura-pura kuat.
51
Bab 51 Perasaan Harfa
52
Bab 52 Perjanjian!
53
Bab 53 Luapan isi hati Ifa
54
Bab 54 Kembalikan kakak Ifa
55
Bab 55 Trauma masa lalu
56
Bab 56 Keputusan Harfa
57
Bab 57 Cara menyembuhkan luka, Ala Ifa
58
Bab 58 Saya
59
Bab 59 Mengikhlaskan
60
Bab 60 Rewel
61
Bab 61 Tak bisa di ulang
62
Bab 62 Di culik
63
Bab 63 Tamu pagi
64
Bab 64 Aku ingin sekuat kakak Ifa
65
Bab 65 Wanita kuat
66
Undangan
67
Promosi Author (Takdir Illahi 2)
68
Promosi Author Amarah Cinta (bukan salah tuhan)
69
Bab 66 Mama mau yang ini.
70
Bab 67 Cukup, mas.
71
Bab 68 Ok, Dino. Ini huruf apa?
72
Bab 69 Aku tak mau putraku gila
73
Bab 70 Saya rindu
74
Bab 71 Mau besok, boleh ya?
75
Bab 72 Mama Cantika
76
Bab 73 Tak ingin menikah lagi
77
Bab 74 Jangan biarkan saya gila.
78
Bab 75 Sebuah keputusan
79
Bab 75 Aku berserah
80
Bab 76 Aku siap, mas.
81
Bab 77 Aku tak sempurna
82
Bab 78 Jujur Kail
83
Bab 79 Pengecut
84
Bab 80 Menerima takdir
85
Bab 81 Penuh haru
86
Bab 82 Canda halal
87
Bab 83 Cabang dua
88
Bab 84 Hamil
89
Bab 85 Anugrah
90
Bab 86 Merdeka
91
Bab 87 Tripel baby
92
Promosi Author
93
Bab 88 Bersama-sama sayang

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!