Bab 12 Firasat

Sejak kejadian semalam Ifa terkurung di rumahnya sendiri. Ifa tak menyangka jika sikap Akmal perlahan mulai muncul.

Bahkan Akmal menyita segala benda milik Ifa termasuk ponsel supaya tak ada yang menghubungi Ifa.

Ifa benar-benar terpenjara dan tak bisa keluar. Walau Ifa tak di ikat tapi Ifa tak bisa keluar rumah. Semua pintu Akmal menguncinya.

Begitu kejamnya Akmal. Bahkan hubungan mereka semakin tak sehat. Apalagi Ifa sudah benar-benar mulai melawan walau harus berujung kesakitan.

Ifa tak tahu harus melakukan apa. Karena Akmal tak membiarkan celah sedikitpun untuk Ifa kabur.

Ifa semakin tertekan jika terus di perlakukan seperti itu.

Sekarang Ifa benar-benar pasrah akan segala kondisi. Ifa tak punya kekuatan apa-apa lagi. Tubuhnya lemah, untuk sekedar bicara pun tak kuasa.

Rumah itu semakin dingin dan mencengkram. Jika di lihat dari luar seolah tak ada tanda-tanda kehidupan.

Ifa benar-benar harus melayani Akmal dalam segala hal. Menuntut Ifa menjadi istri penurut nan Sholehah. Tapi, Akmal sendiri jauh dari kata suami Sholeh. Ibaratkan Fir'aun dan Siti Asiyah dalam versi zaman akhir. Seperti itulah gambaran kehidupan Ifa.

Ifa tak tahu harus berbuat apa lagi agar Akmal sadar dengan apa yang Akmal lakukan. Ifa bisa mati jika terus melayani nafsu Akmal yang tak pernah surut.

Ifa berharap, ia bisa bebas terbang dalam sangkar burung itu.

...

Di perusahaan ...

Mikail harus menghandle segala pekerjaan Ifa. Karena semenjak Ifa menikah dan tak masuk kantor. Mikail begitu kewalahan menangani segala hal. Apalagi Mikail harus menutupi ketidakhadiran Ifa pada Abi Farel.

Sejak saat Ifa meminta menyembunyikan ketidakhadirannya dari Abi Farel. Saat itu juga Mikail mendapatkan firasat buruk. Tapi, Mikail tetap menahannya. Namun, kali ini Mikail tak bisa tak merasa cemas mengingat sudah satu Minggu tak ada balasan email dari Ifa.

Padahal, Ifa selalu membalas email-nya apalagi ini sangat penting.

Ingin sekali Mikail datang langsung ke rumah Ifa. Tapi, pekerjaan membuat Mikail selalu lembur. Bahkan jarang sekali Mikail pulang ke rumah dan memilih menginap di kantor.

Tok .. Tok ...

Ketukan pintu membuyarkan lamunan Mikail.

"Masuk."

Seru Mikail membuat orang yang mengetuk pintu langsung masuk.

"Mohon maaf pak, di bawah ada tuan Farel."

Deg!

Mikail terperanjat mendengar hal itu. Langsung saja melihat kalender yang ada di atas mejanya. Mata Farel melotot sempurna melihat tanggal di sana.

Hari ini adalah hari di mana kunjungan Abi Farel ke perusahaan guna mengecek semuanya.

Abi Farel memang sudah ada jadwal tersendiri masuk kantor.

"Jangan biarkan tuan Farel masuk keruangan nona muda."

"Cegah apapun yang terjadi."

Perintah Mikail membuat sang sekertaris langsung paham.

Sang sekertaris pergi terlebih dahulu guna mencegah Abi Farel. Sedang Mikail bergegas membereskan berkas-berkas yang tentu akan di cek oleh Abi Farel.

Kenapa Mikail bisa lupa jika hari ini Abi Farel akan berkunjung.

Sudah membereskan semua berkas. Farel bergegas menyusul sekertaris nya.

Mikail berharap Abi Farel tidak langsung ke atas. Karena biasanya Abi Farel pergi ke gudang terlebih dahulu.

Mikail masuk kedalam lift, dimana tepat ketika Abi Farel keluar dari lift.

Di lantai bawah sang sekertaris berkeringat dingin memberitahu pada Mikail jika Abi Farel langsung menuju ruang Sinta.

"Astaghfirullôhal!."

Panik Mikail buru-buru memencet tombol lift. Tapi, tak bisa. Lift terus terus turun ke lantai bawah sedang Abi Farel sudah berjalan ke ruang Sinta.

Abi Farel mengetuk pintu ruang Ifa tapi tak ada sahutan. Bahkan suasana terlihat sedikit ada yang berbeda.

Abi Farel langsung menerobos masuk. Kening Abi Farel mengerut menatap ruang putrinya yang nampak sedikit gelap karena tirai tidak di buka.

"Kemana kak Ifa, kenapa ruangannya begitu gelap."

Se-siang apapun, jika sebuah ruangan tidak di buka tirainya pasti terlihat gelap. Apalagi lampunya mati.

"Ruangan ini sedikit terasa aneh."

Gumam Abi Farel merasa heran. Lalu Abi Farel melangkah menuju ruang kerja Sinta yang nampak rapih.

Brak!

Pintu ruangan di buka dengan kasar. Terlihat Mikail terengah-engah habis berlari dengan keringat bercucuran.

"Assalamualaikum tuan. Kenapa berkunjung tidak mengabari terlebih dahulu?"

Mikail berusaha tenang, walau hatinya sangat was-was.

"Kau lupa tanggal berapa sekarang?"

Tanya Abi Farel dingin menatap Mikail tajam. Mikail gelagapan membuat Abi Farel semakin di buat aneh.

"Kemana Ifa, kenapa tidak ada di ruangannya?"

"Nona muda sedang izin gak masuk tuan."

"Dari kapan?"

"Dua hari lalu, tuan."

"Bisa jelaskan, kenapa kalender ini tidak sesuai dengan apa yang kau ucapkan."

Deg!

Mikail tercekat menatap nanar kalender kecil yang ada di tangan Abi Farel.

Sekarang bulan Juli, sedang kalender itu masih bulan Mei. Tentu Abi Farel merasa heran tak mungkin putrinya membiarkan tangal kalendernya begitu saja. Apalagi Abi Farel sangat tahu bagaimana putrinya. Bahkan di kalender itu tak ada catatan sama sekali. Hanya ada catatan di bulan Mei ke belakang. Itu artinya sudah lama putrinya tak masuk kantor.

Tapi, mengingat bagaimana putrinya menjelaskan keadaan kantor membuat Abi Farel semakin heran. Merasakan ada sesuatu yang di sembunyikan. Apalagi ruangan ini membuktikan seolah memang Ifa tak pernah datang ke kantor.

"Maaf tuan."

Mikail menunduk takut dan juga bingung. Apa yang harus dia katakan pada Abi Farel.

"Jawab Mikail. Apa yang kalian sembunyikan? "

Mikail memilih diam membuat Abi Farel nampak kesal. Abi Farel memilih menelepon Ifa saja. Tapi, nomornya tak aktif.

Sudah satu Minggu ini memang tak ada kabar dari Ifa. Biasanya Ifa selalu sibuk jika tak ada kabar.

Bahkan semenjak datang ke kantor, Abi Farel sudah merasa heran karena biasanya kedatangan dirinya di sambut oleh Ifa.

Abi Farel mulai merasakan firasat buruk akan putrinya. Jangan sampai kegundahan ummah Sinta selama ini ada sangkut pautnya dengan Ifa.

Tanpa berkata lagi, Abi Farel pergi begitu saja. Tujuannya saat ini adalah rumah putrinya. Entah kenapa Abi Farel langsung tertuju ke rumah putrinya. Mengingat nomor Akmal juga tidak aktif.

"Tak biasanya kamu gak ada kabar seperti ini, kak. Abi pikir kamu memang sangat sibuk di kantor, tapi ... Apa ada sesuatu yang kakak sembunyikan."

Gumam Abi Farel menambah kecepatan mobilnya. Dia benar-benar ingin melihat langsung dan ingin meminta penjelasan kenapa putrinya tak masuk kantor.

Apa sakit atau ada hal lain.

Selama ini Abi Farel diam karena memang tak mau ikut campur urusan rumah tangga putrinya. Itulah kenapa alasannya di berikan rumah agar Ifa bisa mandiri mengurus rumah tangganya sendiri. Tapi, melihat ada kejanggalan membuat Abi Farel merasa ada sesuatu yang di sembunyikan putrinya.

"Jangan-jangan ..,"

Abi Farel merasa takut Ifa sakit. Mengingat waktu lebaran Ifa sempat jatuh sakit. Dan tak mau memberitahu keluarga.

Gerbang nampar tertutup. Abi Farel terpaksa keluar dari mobil untuk melihat.

"Mobil kakak ada di dalam. Berarti kakak ada di rumah."

Abi Farel langsung masuk saja tanpa memasukan mobil. Karena tak sabar ingin bertemu putrinya.

Jantung Abi Farel berdetak sangat kencang. Perasaan nya tak karuan seiring langkahnya semakin dekat pada arah pintu.

"Stop, mas. Ifa sudah tak sanggup lagi bersama. Tolong lepaskan, Ifa?"

Deg!

Jantung Abi Farel terasa berhenti berdetak mendengar teriakan putrinya.

Bersambung ....

Hayo ... Ketahuan, kan???

Jangan lupa tinggalkan jejak ya ...

Episodes
1 Bab 1 Abi sudah ada calon
2 Bab 2 Jeritan kesakitan Ifa
3 Bab 3 Keputusan yang harus di putuskan.
4 Bab 4 Sah
5 Bab 5 Awal mula petaka itu
6 Bab 6 Prahara subuh
7 Bab 7 Mencoba kuat
8 Bab 8 Melanggar hukum
9 Bab 9 Tak berdaya
10 Bab 10 Jeritan subuh
11 Bab 11 Pingsan
12 Bab 12 Firasat
13 Bab 13 Keadaan Ifa
14 Bab 14 Kesalahan yang terbayar
15 Bab 15 Sesak
16 Bab 16 Liburan
17 Bab 17 Keputusan Ifa
18 Bab 18 Surat cerai
19 Bab 19 Surat pengunduran diri
20 Bab 20 Kenapa pergi?
21 Bab 21 Garis dua
22 Bab 22 Berusaha tetap kuat
23 Bab 23 Jalan terakhir
24 Bab 24 Hasil USG
25 Bab 25 Ummah, maaf
26 Bab 26 Saling dukung
27 Bab 27 Muhamad Zain Al-fahrezi
28 Bab 28 Kedatangan Akmal
29 Bab 29 Kakak baik-baik saja.
30 Bab 30 Sudah terlambat
31 Bab 31 Duka
32 Bab 32 Astaghfirullah hal'azim
33 Bab 33 Tuan Farel
34 Bab 34 Secercah harapan
35 Bab 35 Saya ingin menikahi, kamu.
36 Bab 36 Dejavu
37 Bab 37 Keputusan Ifa
38 Bab 38 'Mama'
39 Bab 39 Menerima takdir
40 Bab 40 Terimakasih, mama.
41 Bab 41 Kebahagiaan
42 Bab 42 Keluarga Cemara
43 Bab 43 Langitnya, indah
44 Bab 44 Gerakkan!!!
45 Bab 45 Aneh
46 Bab 46 Selamat datang di dunia mama.
47 Bab 47 Tersinggung!
48 Bab 48 Selingkuh!
49 Bab 49 Kakak ..,
50 Bab 50 Jangan pura-pura kuat.
51 Bab 51 Perasaan Harfa
52 Bab 52 Perjanjian!
53 Bab 53 Luapan isi hati Ifa
54 Bab 54 Kembalikan kakak Ifa
55 Bab 55 Trauma masa lalu
56 Bab 56 Keputusan Harfa
57 Bab 57 Cara menyembuhkan luka, Ala Ifa
58 Bab 58 Saya
59 Bab 59 Mengikhlaskan
60 Bab 60 Rewel
61 Bab 61 Tak bisa di ulang
62 Bab 62 Di culik
63 Bab 63 Tamu pagi
64 Bab 64 Aku ingin sekuat kakak Ifa
65 Bab 65 Wanita kuat
66 Undangan
67 Promosi Author (Takdir Illahi 2)
68 Promosi Author Amarah Cinta (bukan salah tuhan)
69 Bab 66 Mama mau yang ini.
70 Bab 67 Cukup, mas.
71 Bab 68 Ok, Dino. Ini huruf apa?
72 Bab 69 Aku tak mau putraku gila
73 Bab 70 Saya rindu
74 Bab 71 Mau besok, boleh ya?
75 Bab 72 Mama Cantika
76 Bab 73 Tak ingin menikah lagi
77 Bab 74 Jangan biarkan saya gila.
78 Bab 75 Sebuah keputusan
79 Bab 75 Aku berserah
80 Bab 76 Aku siap, mas.
81 Bab 77 Aku tak sempurna
82 Bab 78 Jujur Kail
83 Bab 79 Pengecut
84 Bab 80 Menerima takdir
85 Bab 81 Penuh haru
86 Bab 82 Canda halal
87 Bab 83 Cabang dua
88 Bab 84 Hamil
89 Bab 85 Anugrah
90 Bab 86 Merdeka
91 Bab 87 Tripel baby
92 Promosi Author
93 Bab 88 Bersama-sama sayang
Episodes

Updated 93 Episodes

1
Bab 1 Abi sudah ada calon
2
Bab 2 Jeritan kesakitan Ifa
3
Bab 3 Keputusan yang harus di putuskan.
4
Bab 4 Sah
5
Bab 5 Awal mula petaka itu
6
Bab 6 Prahara subuh
7
Bab 7 Mencoba kuat
8
Bab 8 Melanggar hukum
9
Bab 9 Tak berdaya
10
Bab 10 Jeritan subuh
11
Bab 11 Pingsan
12
Bab 12 Firasat
13
Bab 13 Keadaan Ifa
14
Bab 14 Kesalahan yang terbayar
15
Bab 15 Sesak
16
Bab 16 Liburan
17
Bab 17 Keputusan Ifa
18
Bab 18 Surat cerai
19
Bab 19 Surat pengunduran diri
20
Bab 20 Kenapa pergi?
21
Bab 21 Garis dua
22
Bab 22 Berusaha tetap kuat
23
Bab 23 Jalan terakhir
24
Bab 24 Hasil USG
25
Bab 25 Ummah, maaf
26
Bab 26 Saling dukung
27
Bab 27 Muhamad Zain Al-fahrezi
28
Bab 28 Kedatangan Akmal
29
Bab 29 Kakak baik-baik saja.
30
Bab 30 Sudah terlambat
31
Bab 31 Duka
32
Bab 32 Astaghfirullah hal'azim
33
Bab 33 Tuan Farel
34
Bab 34 Secercah harapan
35
Bab 35 Saya ingin menikahi, kamu.
36
Bab 36 Dejavu
37
Bab 37 Keputusan Ifa
38
Bab 38 'Mama'
39
Bab 39 Menerima takdir
40
Bab 40 Terimakasih, mama.
41
Bab 41 Kebahagiaan
42
Bab 42 Keluarga Cemara
43
Bab 43 Langitnya, indah
44
Bab 44 Gerakkan!!!
45
Bab 45 Aneh
46
Bab 46 Selamat datang di dunia mama.
47
Bab 47 Tersinggung!
48
Bab 48 Selingkuh!
49
Bab 49 Kakak ..,
50
Bab 50 Jangan pura-pura kuat.
51
Bab 51 Perasaan Harfa
52
Bab 52 Perjanjian!
53
Bab 53 Luapan isi hati Ifa
54
Bab 54 Kembalikan kakak Ifa
55
Bab 55 Trauma masa lalu
56
Bab 56 Keputusan Harfa
57
Bab 57 Cara menyembuhkan luka, Ala Ifa
58
Bab 58 Saya
59
Bab 59 Mengikhlaskan
60
Bab 60 Rewel
61
Bab 61 Tak bisa di ulang
62
Bab 62 Di culik
63
Bab 63 Tamu pagi
64
Bab 64 Aku ingin sekuat kakak Ifa
65
Bab 65 Wanita kuat
66
Undangan
67
Promosi Author (Takdir Illahi 2)
68
Promosi Author Amarah Cinta (bukan salah tuhan)
69
Bab 66 Mama mau yang ini.
70
Bab 67 Cukup, mas.
71
Bab 68 Ok, Dino. Ini huruf apa?
72
Bab 69 Aku tak mau putraku gila
73
Bab 70 Saya rindu
74
Bab 71 Mau besok, boleh ya?
75
Bab 72 Mama Cantika
76
Bab 73 Tak ingin menikah lagi
77
Bab 74 Jangan biarkan saya gila.
78
Bab 75 Sebuah keputusan
79
Bab 75 Aku berserah
80
Bab 76 Aku siap, mas.
81
Bab 77 Aku tak sempurna
82
Bab 78 Jujur Kail
83
Bab 79 Pengecut
84
Bab 80 Menerima takdir
85
Bab 81 Penuh haru
86
Bab 82 Canda halal
87
Bab 83 Cabang dua
88
Bab 84 Hamil
89
Bab 85 Anugrah
90
Bab 86 Merdeka
91
Bab 87 Tripel baby
92
Promosi Author
93
Bab 88 Bersama-sama sayang

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!