Bab 11 Pingsan

Hari-hari yang Ifa lalui nampak begitu menyedihkan.

Tubuh Ifa terlihat semakin kurus kering dengan mata sayu. Kantung mata tak bisa Ifa tutupi lagi.

Ifa tak tahu harus bagaimana menutupi segala kesedihannya dari keluarganya. Di tutupin ini tak akan bisa. Bahkan orang yang sekilas melirik Ifa akan tahu bagaimana kondisi Ifa saat ini.

Se-menyedihkan itu?

Kuat rasanya jadi Ifa tapi mungkin orang lain tak akan kuat menjadi Ifa.

Bahkan sampai hari menuju puncak selesai bulan ramadhan. Ifa masih bertahan dalam lubang kesakitan nya sendiri. Memeluk luka dalam sebuah kata bertahan.

Kondisi Ifa membuat semua keluarga prihatin. Tapi, tak ada yang tahu bagaimana Ifa jadi seperti itu. Yang orang tahu Ifa hanya sedang sakit saja.

Abi Farel dan ummah Sinta begitu sedih melihat keadaan putrinya. Karena lebaran kali ini Ifa sedang sakit, begitu juga Harfa. Mereka tak tahu keadaan Ifa sebenarnya karena Ifa menutupinya. Dengan alasan tak mau membuat keluarga cemas.

Bulan Ramadhan sudah berlalu dan saling maaf-maafan. Semua orang beraktivitas seperti biasa. Setelah melewati libur panjang. Begitu pun dengan Ifa menjalankan perannya sebagai seorang istri.

Ifa sudah menyerah akan semuanya tapi kenapa Ifa masih bertahan. Dengan laki-laki bajingan. Apa yang Akmal lakukan adalah sebuah pemerkosaan dan pelecehan terhadap Ifa.

Lucu bukan? Suami sendiri melecehkan istrinya.

Emang ada yang seperti itu?

Tentu ada, dan Akmal buktinya.

Akmal bukan seorang suami tapi psiko yang menyiksa batin istrinya sendiri dengan nafsu yang menggebu.

Tak ada cacat pisik, tapi hati Ifa yang hancur.

Ifa pernah ingin menyudahinya tapi Akmal tak mau. Bahkan mohon-mohon dan menangis karena tak mau pisah.

Ifa mencoba sabar dan merasa kasihan. Apalagi Akmal pingsan saat berantem dengan Ifa karena tak mau berpisah.

Rasanya Ifa sudah lelah. Tak ada yang berubah sama sekali pada Akmal.

Dua bulan hidup bersama Akmal membuat Ifa merasa berada di neraka. Batinnya tertekan, jiwanya hancur.

Harusnya Akmal bersyukur punya istri seperti Ifa. Sholehah nya minta ampun. Bahkan Ifa tak pernah meminta hak apapun pada Akmal yang di sebut sebagai nafkah.

Semenjak menikah memang Akmal tak pernah menafkahi Ifa lahiriah dan batiniah. Nafkah batin yang Akmal berikan itu bukan di sebut nafkah batin tapi penyiksaan.

Hidup enak di tanggung oleh Abi Farel. Tapi, ini balasan yang Akmal berikan.

Biaya hidup, makan, minum, tempat tinggal semaunya Abi Farel yang nanggung. Akmal hidup enak dengan semua kemewahan yang ada.

Tak mau berkerja, Ifa tak menuntut apapun. Tapi, inikah balasan Akmal pada Ifa.

Menyiksa Ifa secara batin. Membuat Ifa rasanya tak sanggup lagi.

Mungkin, hari ini adalah hari di mana Ifa habis ke sabaran. Entah ada kekuatan dari mana Ifa bisa melawan. Seolah Allah berkata, sudah cukup bagi kamu bertahan. Sekarang lepaskanlah keluh kesah mu.

"Tolong maafkan mas, dek. Mas tak mau pisah sama kamu."

Mohon Akmal tak mau berpisah dengan Ifa. Akmal tak menyangka, Ifa akan semarah ini.

Hanya karena Akmal minta di layani. Bagi Akmal itu 'Hanya' tapi tidak dengan Ifa.

Biasanya Ifa akan menurut dengan ketidakberdayaannya. Tapi, kali ini Akmal seolah melihat sosok lain dari diri Ifa membuat Akmal juga tersentak kaget.

"Ifa sudah habis kesabaran mas. Ifa tak mau lagi. Ifa cape hanya terus-menerus di jadikan pemuas nafsu mas yang tak ada habisnya.

Sudah cukup Ifa diam. Ifa tak sanggup lagi melangkah. "

"Tidak, mas tak mau."

"Ifa tak peduli. Ifa sudah lelah."

"Dosa kamu meminta pisah dari suami."

"Ifa tak peduli. Lebih dzolim mas yang memperlakukan Ifa layaknya hewan."

"Sampai kapanpun mas tak akan melepaskan kamu."

"Sini, kamu."

"Mas mau apa?"

"Kamu harus di kasih pelajaran biar gak membantah."

"Tidak."

Ifa mencoba berlari dari cengkraman Akmal. Tapi, Akmal tak tinggal diam.

Pertengkaran hebat malam itu tak bisa di tahan lagi. Keduanya tak ada yang mau mengalah.

Ifa sudah tak mau lagi bertahan dan memilih menyerah. Ifa sudah tak sanggup lagi.

Ifa berlari keluar kamar tapi Akmal menyusul Ifa.

Ifa sungguh ketakutan melihat Akmal yang seperti itu. Lebih menakutkan dari biasanya. Tapi, Ifa tak akan mundur lagi. Selama ini Ifa sudah cape diam terus.

"Stop mas, Aku tak mau."

"Diam. Kamu yang membuat saya seperti ini. Terimalah akibatnya. Kamu gak akan bisa lepas dari saya."

Bruk!

Akmal membanting Ifa ke atas sofa membuat Ifa meringis kesakitan.

"Berhenti, mas. Ifa tak mau."

Ifa terus memberontak tak mau di sentuh lagi oleh Akmal. Ifa cukup tersiksa dan tak bisa lagi.

"Dasar istri durhaka. Diam, lah."

"Ya, Ifa memang durhaka. Jadi lepaskan Ifa."

"Tidak, sebelum kamu melayani, saya."

"Ifa mohon, jangan seperti ini."

"Kamu yang salah, sudah memancing amarah saya."

Tenaga Akmal begitu kuat membuat Ifa kewalahan melawan. Apalagi Akmal menindih tubuh Ifa membuat Ifa sulit bergerak.

"Akhh! Mas, tidak!!!"

Jerit Ifa merasa tak berdaya. Lagi, Ifa harus kalah oleh tenaga Akmal. Ifa begitu benci dan jijik kenapa tubuhnya tak punya tenaga. Kenapa harus berakhir seperti ini.

"Rasakan ini, ini hukuman karena kamu melawan."

"Saya tak mau pisah sama kamu. Maka jangan harap."

Dengan teganya Akmal berlaku lebih kasar dari sebelumnya. Mungkin, karena terpancing emosi karena Ifa meminta pisah.

Siapa juga yang akan bertahan lama jika suaminya seperti Akmal. Hidup enak dengan kehidupan yang keluarga Ifa berikan. Akmal tak mau melepaskan Ifa apalagi tak mau meninggalkan kenyamanan dan kepuasan yang ia dapatkan.

Dasar manusia serakah, tak peduli dengan apa yang di lakukan.

Akmal terus mencari kepuasan bercampur amarah membuat Ifa kesakitan.

Tenaga yang selama ini Ifa kumpulkan nyatanya belum cukup melawan Akmal. Apalagi kini tubuh Ifa nampak kurus. Bagaimana bisa melawan Akmal yang kekuatannya tak sebanding dengan Ifa.

"Kamu jahat, mas. Aku membenci mu."

"Nikmati saja sayang, saya tahu kamu menikmati nya juga."

Rasanya ingin Ifa menampar mulut tak tahu malu itu. Tapi, kedua tangannya tak bisa bergerak karena di cekal oleh Akmal.

"Tolong berhenti, Ifa gak kuat."

Ifa terus memohon dengan tampang memelas. Ifa sungguh tidak kuat lagi menahannya. Tubuh Ifa benar-benar tak berdaya.

Telinga Akmal terus me-nuli, seolah tak mendengar rintihan kesakitan Ifa. Hingga Akmal tak merasakan perlawanan dari Ifa. Akmal menatap Ifa yang ternyata pingsan.

"Sial!"

Umpat Akmal terkejut melihat Ifa ternyata pingsan. Tapi, Akmal tak mau menghentikan aksinya. Ini sangat tanggung. Dengan kejamnya Akmal malah melanjutkan aktivitas hingga dirinya benar-benar puas.

Akmal menggendong Ifa membawanya ke kamar mereka. Direbahkan nya Ifa di sana.

"Sampai kapanpun saya tak akan melepaskan kamu."

"Kamu harus segera hamil. Agar tidak meminta pergi lagi."

Gumam Akmal begitu candu akan tubuh Ifa. Akmal memeluk tubuh tak berdaya Ifa. Hingga ikut terlelap.

Akmal benar-benar, rasanya author ingin meninju wajah tanpa dosa itu. Membanting dan menenggelamkannya ke sungai Amazon supaya di makan buaya atau hewan-hewan buas lain.

Kasihan sekali Ifa, wajah cantiknya kini terlihat pucat pasih. Seolah tak ada aliran darah di sana. Berbaring lemah dengan kesadaran yang telah terenggut.

Entah bagaimana reaksi Abi Farel jika tahu apa yang sebenarnya terjadi pada putrinya.

Bersambung ....

Jangan lupa tinggalkan jejak yang banyak. ...

Episodes
1 Bab 1 Abi sudah ada calon
2 Bab 2 Jeritan kesakitan Ifa
3 Bab 3 Keputusan yang harus di putuskan.
4 Bab 4 Sah
5 Bab 5 Awal mula petaka itu
6 Bab 6 Prahara subuh
7 Bab 7 Mencoba kuat
8 Bab 8 Melanggar hukum
9 Bab 9 Tak berdaya
10 Bab 10 Jeritan subuh
11 Bab 11 Pingsan
12 Bab 12 Firasat
13 Bab 13 Keadaan Ifa
14 Bab 14 Kesalahan yang terbayar
15 Bab 15 Sesak
16 Bab 16 Liburan
17 Bab 17 Keputusan Ifa
18 Bab 18 Surat cerai
19 Bab 19 Surat pengunduran diri
20 Bab 20 Kenapa pergi?
21 Bab 21 Garis dua
22 Bab 22 Berusaha tetap kuat
23 Bab 23 Jalan terakhir
24 Bab 24 Hasil USG
25 Bab 25 Ummah, maaf
26 Bab 26 Saling dukung
27 Bab 27 Muhamad Zain Al-fahrezi
28 Bab 28 Kedatangan Akmal
29 Bab 29 Kakak baik-baik saja.
30 Bab 30 Sudah terlambat
31 Bab 31 Duka
32 Bab 32 Astaghfirullah hal'azim
33 Bab 33 Tuan Farel
34 Bab 34 Secercah harapan
35 Bab 35 Saya ingin menikahi, kamu.
36 Bab 36 Dejavu
37 Bab 37 Keputusan Ifa
38 Bab 38 'Mama'
39 Bab 39 Menerima takdir
40 Bab 40 Terimakasih, mama.
41 Bab 41 Kebahagiaan
42 Bab 42 Keluarga Cemara
43 Bab 43 Langitnya, indah
44 Bab 44 Gerakkan!!!
45 Bab 45 Aneh
46 Bab 46 Selamat datang di dunia mama.
47 Bab 47 Tersinggung!
48 Bab 48 Selingkuh!
49 Bab 49 Kakak ..,
50 Bab 50 Jangan pura-pura kuat.
51 Bab 51 Perasaan Harfa
52 Bab 52 Perjanjian!
53 Bab 53 Luapan isi hati Ifa
54 Bab 54 Kembalikan kakak Ifa
55 Bab 55 Trauma masa lalu
56 Bab 56 Keputusan Harfa
57 Bab 57 Cara menyembuhkan luka, Ala Ifa
58 Bab 58 Saya
59 Bab 59 Mengikhlaskan
60 Bab 60 Rewel
61 Bab 61 Tak bisa di ulang
62 Bab 62 Di culik
63 Bab 63 Tamu pagi
64 Bab 64 Aku ingin sekuat kakak Ifa
65 Bab 65 Wanita kuat
66 Undangan
67 Promosi Author (Takdir Illahi 2)
68 Promosi Author Amarah Cinta (bukan salah tuhan)
69 Bab 66 Mama mau yang ini.
70 Bab 67 Cukup, mas.
71 Bab 68 Ok, Dino. Ini huruf apa?
72 Bab 69 Aku tak mau putraku gila
73 Bab 70 Saya rindu
74 Bab 71 Mau besok, boleh ya?
75 Bab 72 Mama Cantika
76 Bab 73 Tak ingin menikah lagi
77 Bab 74 Jangan biarkan saya gila.
78 Bab 75 Sebuah keputusan
79 Bab 75 Aku berserah
80 Bab 76 Aku siap, mas.
81 Bab 77 Aku tak sempurna
82 Bab 78 Jujur Kail
83 Bab 79 Pengecut
84 Bab 80 Menerima takdir
85 Bab 81 Penuh haru
86 Bab 82 Canda halal
87 Bab 83 Cabang dua
88 Bab 84 Hamil
89 Bab 85 Anugrah
90 Bab 86 Merdeka
91 Bab 87 Tripel baby
92 Promosi Author
93 Bab 88 Bersama-sama sayang
Episodes

Updated 93 Episodes

1
Bab 1 Abi sudah ada calon
2
Bab 2 Jeritan kesakitan Ifa
3
Bab 3 Keputusan yang harus di putuskan.
4
Bab 4 Sah
5
Bab 5 Awal mula petaka itu
6
Bab 6 Prahara subuh
7
Bab 7 Mencoba kuat
8
Bab 8 Melanggar hukum
9
Bab 9 Tak berdaya
10
Bab 10 Jeritan subuh
11
Bab 11 Pingsan
12
Bab 12 Firasat
13
Bab 13 Keadaan Ifa
14
Bab 14 Kesalahan yang terbayar
15
Bab 15 Sesak
16
Bab 16 Liburan
17
Bab 17 Keputusan Ifa
18
Bab 18 Surat cerai
19
Bab 19 Surat pengunduran diri
20
Bab 20 Kenapa pergi?
21
Bab 21 Garis dua
22
Bab 22 Berusaha tetap kuat
23
Bab 23 Jalan terakhir
24
Bab 24 Hasil USG
25
Bab 25 Ummah, maaf
26
Bab 26 Saling dukung
27
Bab 27 Muhamad Zain Al-fahrezi
28
Bab 28 Kedatangan Akmal
29
Bab 29 Kakak baik-baik saja.
30
Bab 30 Sudah terlambat
31
Bab 31 Duka
32
Bab 32 Astaghfirullah hal'azim
33
Bab 33 Tuan Farel
34
Bab 34 Secercah harapan
35
Bab 35 Saya ingin menikahi, kamu.
36
Bab 36 Dejavu
37
Bab 37 Keputusan Ifa
38
Bab 38 'Mama'
39
Bab 39 Menerima takdir
40
Bab 40 Terimakasih, mama.
41
Bab 41 Kebahagiaan
42
Bab 42 Keluarga Cemara
43
Bab 43 Langitnya, indah
44
Bab 44 Gerakkan!!!
45
Bab 45 Aneh
46
Bab 46 Selamat datang di dunia mama.
47
Bab 47 Tersinggung!
48
Bab 48 Selingkuh!
49
Bab 49 Kakak ..,
50
Bab 50 Jangan pura-pura kuat.
51
Bab 51 Perasaan Harfa
52
Bab 52 Perjanjian!
53
Bab 53 Luapan isi hati Ifa
54
Bab 54 Kembalikan kakak Ifa
55
Bab 55 Trauma masa lalu
56
Bab 56 Keputusan Harfa
57
Bab 57 Cara menyembuhkan luka, Ala Ifa
58
Bab 58 Saya
59
Bab 59 Mengikhlaskan
60
Bab 60 Rewel
61
Bab 61 Tak bisa di ulang
62
Bab 62 Di culik
63
Bab 63 Tamu pagi
64
Bab 64 Aku ingin sekuat kakak Ifa
65
Bab 65 Wanita kuat
66
Undangan
67
Promosi Author (Takdir Illahi 2)
68
Promosi Author Amarah Cinta (bukan salah tuhan)
69
Bab 66 Mama mau yang ini.
70
Bab 67 Cukup, mas.
71
Bab 68 Ok, Dino. Ini huruf apa?
72
Bab 69 Aku tak mau putraku gila
73
Bab 70 Saya rindu
74
Bab 71 Mau besok, boleh ya?
75
Bab 72 Mama Cantika
76
Bab 73 Tak ingin menikah lagi
77
Bab 74 Jangan biarkan saya gila.
78
Bab 75 Sebuah keputusan
79
Bab 75 Aku berserah
80
Bab 76 Aku siap, mas.
81
Bab 77 Aku tak sempurna
82
Bab 78 Jujur Kail
83
Bab 79 Pengecut
84
Bab 80 Menerima takdir
85
Bab 81 Penuh haru
86
Bab 82 Canda halal
87
Bab 83 Cabang dua
88
Bab 84 Hamil
89
Bab 85 Anugrah
90
Bab 86 Merdeka
91
Bab 87 Tripel baby
92
Promosi Author
93
Bab 88 Bersama-sama sayang

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!