Bab 15 Sesak

Ifa di bawa pulang setelah Akmal pergi. Keadaan Ifa begitu memperihatinkan. Namun, Ifa masih berusaha tetap baik-baik saja di depan semuanya. Ifa tak mau membuat keluarganya sedih. Ifa berusaha tetap kuat walau dirinya sedang rapuh.

Tak ada yang berani bertanya lebih pada Ifa. Semuanya nampak diam. Mereka masih belum percaya dengan apa yang di alami Ifa selama ini. Mereka pikir, semuanya baik-baik saja. Nyatanya tidak.

Sesampai di kediaman, Ifa langsung istirahat di kamarnya. Selang infus menggantung di samping Ifa. Sudah memeriksa keadaan sang kakak. Harfa langsung keluar. Membiarkan Ifa istirahat.

Abi Farel dan ummah Sinta duduk termenung di ruang tamu.

"Abi, ummah."

Ucap Harfa membuat kedua orang tuanya melirik. Namun, tak bicara apapun. Harfa langsung duduk di samping ummah Sinta. Menggenggam tangan ummah Sinta lembut.

"Nak, lebih baik kamu kembali ke rumah sakit?"

"Baik, ummah."

Harfa tak membantah. Ia kembali ke rumah sakit mengingat kedua orang tuanya pasti lebih shok dari pada Harfa.

Apalagi kondisi Ifa begitu memperihatinkan. Harfa tak menyangka, kakak nya akan mengalami hal seperti itu. Harfa berharap, Akmal mendapatkan karmanya sendiri. Bahkan lebih dari yang Ifa rasakan.

"Semua salah, Abi."

Ucap Abi Farel merasa orang yang paling bersalah atas apa yang terjadi pada Ifa.

Ummah Sinta meremas jemarinya. Tak tahu harus bicara apa. Ummah Sinta masih shok dengan apa yang terjadi pada putrinya. Ummah Sinta tak bisa membayangkan bagaimana sakitnya Ifa.

Ummah Sinta pikir, semua baik-baik saja. Nyatanya satu bulan tak bertemu keadaan Ifa begitu mengenaskan.

Andai waktu bisa berputar, ummah Sinta dan Abi Farel tak akan memojokkan Ifa untuk menikah. Tapi, nasi sudah menjadi bubur. Semua di luar kendali. Itu takdir yang harus Ifa jalani.

"Sekarang bagaimana? Ummah tak mau Kakak Ifa menderita."

"Abi tak tahu. Kita tunggu keputusan kakak Ifa. Abi tak akan mencegah apapun. Walau bagaimanapun kakak Ifa yang berhak menentukannya."

Ummah Sinta terdiam. Mereka memang tak bisa memutuskan sesuatu akan Ifa. Karena Ifa sudah menikah. Maka Ifa berhak memutuskan langkah apa yang akan di ambil.

Jika boleh marah, Abi Farel dan ummah Sinta tak mau Ifa melanjutkan pernikahan yang baru tunas berdiri.Tapi, semua kembali lagi pada Ifa.

"Apa kita bawa saja kakak Ifa sejenak. Agar Akmal tidak menemui kakak Ifa dulu. Kakak Ifa pasti terguncang akan semuanya."

"Baiklah, Abi setuju. Kakak Ifa butuh suasana tanpa ada yang mengganggunya."

"Biarkan kakak Ifa tenang dan berpikir. Langkah apa yang akan di ambilnya. Abi tak akan melarang."

Abi Farel dan ummah Sinta sepakat. Akan membawa kakak Ifa menjauh dari Akmal sejenak. Kakak Ifa pasti butuh waktu untuk memulihkan kondisinya.

Tak mudah hari-hari yang di lalui Ifa. Namun, Ifa begitu kuat sampai bertahan sejauh itu. Mungkin, di sana titik terendahnya.

Ifa termenung dalam lamunannya. Menatap tangan yang begitu lemah.

Perjalanan pernikahannya, sendari awal memang sudah tak sehat. Nafsu Akmal yang besar tak bisa Ifa turuti lagi. Tubuh Ifa sudah tak kuat menerimanya. Tubuh yang dulu nampak berisi, kini daging-daging yang memperindah telah tersurut di makan batin. Terlihat tulang belulang, kondisi yang benar-benar memperihatinkan.

Siksaan batin nyatanya lebih mengerikan dari pada pisik. Bahkan, rusaknya begitu cepat.

Tubuh Ifa selalu sakit setiap kali Akmal menggaulinya. Memang kewajiban Ifa. Tapi, jika harus melayani nafsu Akmal yang tak ada habisnya. Bahkan tak peduli bila Ifa sakit dan kelelahan. Itu sama saja penyiksaan. Tak ada harganya Ifa di mata Akmal.

Akmal seenaknya saja memperlakukan Ifa. Jika di teruskan mungkin, lama-lama Ifa bisa mati.

Jalan apa yang harus Ifa tempuh. Sedang Ifa begitu memandang keluarganya. Bagaimana dengan kedua orang tua di pandangan orang.

Dalam keadaan begini, Ifa masih memikirkan pandangan orang lain.

Rasanya Ifa ingin sejenak istirahat. Tubuh nya butuh istirahat.

Terbayang sudah Ifa memutar ulang memori perjalananya. Tak ada secuil pun perlakukan Akmal yang menghormati nya sebagai seorang istri. Memperlakukannya sebagai seorang pasangan. Akmal seolah memandang Ifa adalah pelacur yang harus terus melayaninya.

Tak memikirkan bagaimana perasaan Ifa di perlakukan seperti itu. Tak ada kelembutan di dalamnya. Andai, ada setitik kelembutan saja, mungkin Ifa akan berusaha menerima. Tapi, kelembutan itu tak ada. Lantas, apakah Ifa masih bisa terus bertahan di dalam belenggu nafsu itu.

Bahkan yang paling Ifa benci, ketika Akmal melakukan hal itu di waktu yang tidak di perbolehkan. Ini sudah keluar jalur aturan agama.

Ifa tidak bisa mempertahankannya lagi. Ifa ingin lepas dari belenggu itu.

Ifa pikir, Akmal akan menuntunnya ke jalan yang benar. Mendekatkan Ifa pada Allah. Akmal malah membuat Ifa merasa malu di hadapan Allah. Ifa merasa berdosa. Tapi, apalah daya Ifa yang lemah itu.

Tapi, kata-kata Akmal yang akan menanggung dosa itu membuat Ifa sedikit merasa bebannya terangkat. Walau Ifa tak bisa mengelak jika ia juga merasa bersalah.

Jika sudah seperti itu, tak ada yang bisa di pertahankan lagi.

"Assalamualaikum,"

"Kakak mau apa?"

Kaget ummah Sinta, baru saja masuk, melihat Ifa mau membuka jarum infus.

"Kamar mandi."

"Jangan di buka, nak. Sini, ummah bantu."

Ifa menurut, masuk ke kamar mandi. Guna menghilangkan hajat. Sudah selesai Ifa tak lupa mengambil air wudhu.

Ifa sholat ashar, tubuhnya yang lemah terlihat menyedihkan sekali. Membuat ummah Sinta merasa tak sanggup melihat keadaan putrinya.

Mata Ifa memerah, menahan genangan air mata agar tidak jatuh kembali. Ifa tak ingin terlihat lemah di mata ummah Sinta. Ifa kuat menghadapi ini semua.

Air mata itu terlalu berharga untuk di jatuhkan kembali. Pada akhirnya Ifa hanya bisa merapatkan bibirnya kuat-kuat. Menghela nafas, dengan pikiran entah kemana.

Tak ada doa yang Ifa lantunkan, seolah Ifa bingung harus mengadu apalagi.

Engkau yang maha tahu?

Hanya itu yang bisa Ifa jerit kan dalam kalbu. Ifa sudah pasrah di titik terendahnya.

Ifa tersenyum tipis, membuat ummah Sinta terhenyak. Dadanya terasa sesak melihat senyum kesakitan itu. Ummah Sinta merasa tak suka akan senyum itu. Ummah Sinta ingin putrinya mengadu dan berkeluh kesah padanya. Tapi, apa yang ummah Sinta lihat. Putrinya selalu saja bersikap seolah semua baik-baik saja.

"Kamu tangguh, sayang."

"Ummah yang lebih hebat."

Rasanya ummah Sinta ingin menangis, menarik kakak Ifa dalam pelukannya. Kenapa putrinya malah bersikap begitu membuat ummah Sinta tak suka. Ummah Sinta merasa dirinya benar-benar gagal menjaga Ifa.

Tak sadarkah ummah Sinta. Jika didikan nya lah yang membuat Ifa setangguh itu. Tak sadarkah ummah Sinta. Jika nasihatnya lah yang membuat Ifa sehebat itu.

Ummah Sinta sudah jadi ibu hebat yang berhasil mendidik putrinya menjadi wanita tangguh. Tapi, kenapa ummah Sinta ingin Ifa mengandalkannya. Ingin Ifa merengek padanya.

Rasanya tak rela jika Ifa sedewasa itu. Ummah Sinta ingin Ifa tetap menjadi putrinya yang dulu.

Bagi setiap ibu, sedewasa apapun seorang anak. Tetap anak kecil di matanya.

Tapi, ummah Sinta tak menemukan itu di diri Ifa.

Antara bangga dan sedih melihat Ifa yang sekarang. Bangga, jika putrinya begitu hebat berdiam dalam keadaan menyakitkan. Sedih karena merasa ummah Sinta tak di andalkan lagi.

Bersambung ...

Sesak hati Author 🥺🥺🥺

Jangan lupa tinggalkan jejak ya 🙏

Episodes
1 Bab 1 Abi sudah ada calon
2 Bab 2 Jeritan kesakitan Ifa
3 Bab 3 Keputusan yang harus di putuskan.
4 Bab 4 Sah
5 Bab 5 Awal mula petaka itu
6 Bab 6 Prahara subuh
7 Bab 7 Mencoba kuat
8 Bab 8 Melanggar hukum
9 Bab 9 Tak berdaya
10 Bab 10 Jeritan subuh
11 Bab 11 Pingsan
12 Bab 12 Firasat
13 Bab 13 Keadaan Ifa
14 Bab 14 Kesalahan yang terbayar
15 Bab 15 Sesak
16 Bab 16 Liburan
17 Bab 17 Keputusan Ifa
18 Bab 18 Surat cerai
19 Bab 19 Surat pengunduran diri
20 Bab 20 Kenapa pergi?
21 Bab 21 Garis dua
22 Bab 22 Berusaha tetap kuat
23 Bab 23 Jalan terakhir
24 Bab 24 Hasil USG
25 Bab 25 Ummah, maaf
26 Bab 26 Saling dukung
27 Bab 27 Muhamad Zain Al-fahrezi
28 Bab 28 Kedatangan Akmal
29 Bab 29 Kakak baik-baik saja.
30 Bab 30 Sudah terlambat
31 Bab 31 Duka
32 Bab 32 Astaghfirullah hal'azim
33 Bab 33 Tuan Farel
34 Bab 34 Secercah harapan
35 Bab 35 Saya ingin menikahi, kamu.
36 Bab 36 Dejavu
37 Bab 37 Keputusan Ifa
38 Bab 38 'Mama'
39 Bab 39 Menerima takdir
40 Bab 40 Terimakasih, mama.
41 Bab 41 Kebahagiaan
42 Bab 42 Keluarga Cemara
43 Bab 43 Langitnya, indah
44 Bab 44 Gerakkan!!!
45 Bab 45 Aneh
46 Bab 46 Selamat datang di dunia mama.
47 Bab 47 Tersinggung!
48 Bab 48 Selingkuh!
49 Bab 49 Kakak ..,
50 Bab 50 Jangan pura-pura kuat.
51 Bab 51 Perasaan Harfa
52 Bab 52 Perjanjian!
53 Bab 53 Luapan isi hati Ifa
54 Bab 54 Kembalikan kakak Ifa
55 Bab 55 Trauma masa lalu
56 Bab 56 Keputusan Harfa
57 Bab 57 Cara menyembuhkan luka, Ala Ifa
58 Bab 58 Saya
59 Bab 59 Mengikhlaskan
60 Bab 60 Rewel
61 Bab 61 Tak bisa di ulang
62 Bab 62 Di culik
63 Bab 63 Tamu pagi
64 Bab 64 Aku ingin sekuat kakak Ifa
65 Bab 65 Wanita kuat
66 Undangan
67 Promosi Author (Takdir Illahi 2)
68 Promosi Author Amarah Cinta (bukan salah tuhan)
69 Bab 66 Mama mau yang ini.
70 Bab 67 Cukup, mas.
71 Bab 68 Ok, Dino. Ini huruf apa?
72 Bab 69 Aku tak mau putraku gila
73 Bab 70 Saya rindu
74 Bab 71 Mau besok, boleh ya?
75 Bab 72 Mama Cantika
76 Bab 73 Tak ingin menikah lagi
77 Bab 74 Jangan biarkan saya gila.
78 Bab 75 Sebuah keputusan
79 Bab 75 Aku berserah
80 Bab 76 Aku siap, mas.
81 Bab 77 Aku tak sempurna
82 Bab 78 Jujur Kail
83 Bab 79 Pengecut
84 Bab 80 Menerima takdir
85 Bab 81 Penuh haru
86 Bab 82 Canda halal
87 Bab 83 Cabang dua
88 Bab 84 Hamil
89 Bab 85 Anugrah
90 Bab 86 Merdeka
91 Bab 87 Tripel baby
92 Promosi Author
93 Bab 88 Bersama-sama sayang
Episodes

Updated 93 Episodes

1
Bab 1 Abi sudah ada calon
2
Bab 2 Jeritan kesakitan Ifa
3
Bab 3 Keputusan yang harus di putuskan.
4
Bab 4 Sah
5
Bab 5 Awal mula petaka itu
6
Bab 6 Prahara subuh
7
Bab 7 Mencoba kuat
8
Bab 8 Melanggar hukum
9
Bab 9 Tak berdaya
10
Bab 10 Jeritan subuh
11
Bab 11 Pingsan
12
Bab 12 Firasat
13
Bab 13 Keadaan Ifa
14
Bab 14 Kesalahan yang terbayar
15
Bab 15 Sesak
16
Bab 16 Liburan
17
Bab 17 Keputusan Ifa
18
Bab 18 Surat cerai
19
Bab 19 Surat pengunduran diri
20
Bab 20 Kenapa pergi?
21
Bab 21 Garis dua
22
Bab 22 Berusaha tetap kuat
23
Bab 23 Jalan terakhir
24
Bab 24 Hasil USG
25
Bab 25 Ummah, maaf
26
Bab 26 Saling dukung
27
Bab 27 Muhamad Zain Al-fahrezi
28
Bab 28 Kedatangan Akmal
29
Bab 29 Kakak baik-baik saja.
30
Bab 30 Sudah terlambat
31
Bab 31 Duka
32
Bab 32 Astaghfirullah hal'azim
33
Bab 33 Tuan Farel
34
Bab 34 Secercah harapan
35
Bab 35 Saya ingin menikahi, kamu.
36
Bab 36 Dejavu
37
Bab 37 Keputusan Ifa
38
Bab 38 'Mama'
39
Bab 39 Menerima takdir
40
Bab 40 Terimakasih, mama.
41
Bab 41 Kebahagiaan
42
Bab 42 Keluarga Cemara
43
Bab 43 Langitnya, indah
44
Bab 44 Gerakkan!!!
45
Bab 45 Aneh
46
Bab 46 Selamat datang di dunia mama.
47
Bab 47 Tersinggung!
48
Bab 48 Selingkuh!
49
Bab 49 Kakak ..,
50
Bab 50 Jangan pura-pura kuat.
51
Bab 51 Perasaan Harfa
52
Bab 52 Perjanjian!
53
Bab 53 Luapan isi hati Ifa
54
Bab 54 Kembalikan kakak Ifa
55
Bab 55 Trauma masa lalu
56
Bab 56 Keputusan Harfa
57
Bab 57 Cara menyembuhkan luka, Ala Ifa
58
Bab 58 Saya
59
Bab 59 Mengikhlaskan
60
Bab 60 Rewel
61
Bab 61 Tak bisa di ulang
62
Bab 62 Di culik
63
Bab 63 Tamu pagi
64
Bab 64 Aku ingin sekuat kakak Ifa
65
Bab 65 Wanita kuat
66
Undangan
67
Promosi Author (Takdir Illahi 2)
68
Promosi Author Amarah Cinta (bukan salah tuhan)
69
Bab 66 Mama mau yang ini.
70
Bab 67 Cukup, mas.
71
Bab 68 Ok, Dino. Ini huruf apa?
72
Bab 69 Aku tak mau putraku gila
73
Bab 70 Saya rindu
74
Bab 71 Mau besok, boleh ya?
75
Bab 72 Mama Cantika
76
Bab 73 Tak ingin menikah lagi
77
Bab 74 Jangan biarkan saya gila.
78
Bab 75 Sebuah keputusan
79
Bab 75 Aku berserah
80
Bab 76 Aku siap, mas.
81
Bab 77 Aku tak sempurna
82
Bab 78 Jujur Kail
83
Bab 79 Pengecut
84
Bab 80 Menerima takdir
85
Bab 81 Penuh haru
86
Bab 82 Canda halal
87
Bab 83 Cabang dua
88
Bab 84 Hamil
89
Bab 85 Anugrah
90
Bab 86 Merdeka
91
Bab 87 Tripel baby
92
Promosi Author
93
Bab 88 Bersama-sama sayang

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!