Bab 10 Jeritan subuh

Jam tiga pagi Ifa terbangun. Tubuh Ifa merasa lemas karena harus melayani nafsu besar Akmal.

Lagi, Ifa merasa tak berdaya melawan. Apalagi kata-kata Akmal begitu menyakitinya.

Jika masalah ranjang mulut Akmal akan menjadi api yang menusuk hati Ifa. Membuat Ifa mendidih ingin melawan namun tak mampu.

Ifa membersihkan diri lalu menyiapkan sahur. Ifa kembali mencoba kuat walau hatinya menjerit.

Entah apa yang Ifa pikirkan saat ini. Kenapa maunya bertahan.

Yang baca memang enak, hanya bisa memandang dari satu sisi tapi tak melihat sisi lain. Mohon mengerti.

Banyak hal yang harus Ifa pikirkan karena dampaknya pada keluarga besar. Jika memang Ifa sudah tak sanggup maka Ifa sendiri yang akan mengakhiri nya.

Ifa masih berusaha memerankan istri yang baik. Membangunkan Akmal untuk sahur.

Dengan tampang malas Akmal bangun, mencuci muka agar nampak segar.

Mereka berdua sahur dengan tenang. Ifa melirik Akmal sekilas. Bibir Ifa begitu gatal ingin bertanya. Tapi, urung.

Hal itu di sadari oleh Akmal. Akmal langsung menatap Ifa kebetulan ia sudah selesai makan.

"Ada apa? Tanyakan saja apa yang ingin adek tanyakan?"

Ifa sedikit tersentak. Akmal seolah tahu akan pikirannya. Dan apa? Nada bicara Akmal saja terdengar normal.

Akmal, selalu bersikap seolah tak terjadi apa-apa. Bersikap biasa dengan nada bicara seadanya.

"Kapan mas cari kerja?"

Hati-hati Ifa bertanya. Padahal Ifa ingin bertanya di hari-hari sebelumnya tapi belum sempat. Ifa baru tahu jika Akmal tidak punya pekerjaan tetap. Ifa pikir Akmal punya pekerjaan karena dari awal katanya sudah mapan.

"Nanti. Belum ada yang cocok."

"Gimana kalau mas bantuin di kantor."

"Gak, ya. Mas gak cocok kerja begitu. Otak mas gak bisa berhadapan dengan komputer. Nanti pusing."

"Tapi kan ada pekerjaan lain."

"Sudah, jangan bahasa-bahasa itu. Sekarang ikut, mas."

Akmal menarik lengan Ifa membuat Ifa tersentak. Tadi pas bicara Akmal terlihat baik-baik saja kenapa sekarang mulai berubah lagi.

"Mas, kita mau kemana? Ifa belum bereskan meja makan."

"Nanti saja, sekarang layani, mas."

Deg!

Ifa ter-loncat kaget mendengar penuturan Akmal. Bagaimana bisa Akmal meminta Ifa melayaninya lagi. Ifa tahu, Akmal tak cukup satu kali untuk melakukannya. Ifa takut, apalagi waktu imsak sebentar lagi.

"Mas, bukankah sudah semalam. Nanti saja ya habis tarawih?"

Ifa mencoba bernegosiasi karena tak mau. Ifa takut waktu imsak habis dan Akmal masih menggaulinya.

Ifa tahu resikonya menolak tapi Ifa juga tahu akibatnya jika menuruti permintaan Akmal. Ifa pasti akan berakhir kesakitan lagi.

"Kelamaan. Kenapa sih, kamu gak bisa langsung nurut sama suami?"

Kesal Akmal menutup pintu kamar kasar membuat Ifa ketakutan.

"Tapi, mas. Bentar lagi imsak, gak boleh."

"Alah, masih ada waktu."

"Itu gak akan cukup."

"Kamu mau jadi istri durhaka, hah. Bantah suami, Mulu."

"Harusnya kamu nurut, biar dapat pahala."

"Istri itu harus nurut jika suami minta di layani."

Kata-kata keramat selalu muncul dari bibir Akmal. Membuat Ifa sakit hati.

Kenapa Akmal begitu tega, dengan lemasnya mengatai Ifa istri durhaka. Sangat sakit rasanya di katai seperti itu.

Kata durhaka. Lagi, membuat Ifa selalu lemah. Ifa tak tahu harus melawan Akmal seperti apa. Jika Akmal sudah mengucap kata durhaka membuat Ifa takut sendiri.

"Tolong, jangan katakan itu mas. Itu menyakiti Ifa."

"Makannya nurut kalau gak mau jadi istri durhaka."

"Tak bisakah mas, menahannya. Ini udah mau imsak. Bentar lagi juga subuh. Gak boleh mas."

Ifa berusaha mengingatkan Akmal agar tak melakukannya. Bagaimana pas sudah adzan subuh Akmal tak mau berhenti. Bagaimana nanti dengan puasanya. Sungguh Ifa tak mau melakukan dosa lagi.

"Gak. Sini kamu. Jangan membantah. Masih ada waktu juga."

Akmal mengungkung tubuh Ifa membuat Ifa berusaha menolak dengan halus. Tapi, lagi Akmal seolah tuli. Akmal selalu bertingkah seperti orang kesetanan jika sudah mengenai nafsu.

Tak memperdulikan apapun. Bagi Akmal yang penting hasratnya tersalurkan dan puas.

Tak peduli jika apa yang Akmal lakukan adalah sebuah kekerasan juga. Akmal seolah hilang kendali jika sudah seperti itu.

Memberontak pun tak ada gunanya. Karena Akmal punya cara sendiri membuat Ifa lemah.

Ifa merasa tak berdaya, dan tak mengerti kemana jalan pikiran Akmal. Kenapa yang ada di otaknya hanya nafsu dan nafsu.

"Sudah mas, waktu imsak sudah lewat. Bentar lagi adzan. Sudah, ya."

"Tidak, mas belum puas."

"Tapi ini salah mas. Ifa gak mau berdosa."

"Mas tanggung semuanya. Kamu nurut saja."

Hati Ifa begitu perih dan sakit. Lagi, Akmal menyakitinya dengan cara yang sama. Ifa merasa tak berdaya berharap Akmal bisa menanggung semuanya.

Ifa tak kuasa menanggung segala dosa apa yang mereka lakukan. Memang halal bagi mereka melakukan dalam ikatan suci. Tapi, menjadi di larang dan Dosa jika Akmal memaksa Ifa melakukannya di waktu yang di larang.

Berhubungan suami istri setelah masuk waktu berbuka puasa hingga waktu Imsak di bulan Ramadan diperbolehkan. Namun, melakukan hubungan suami istri di siang hari, saat berpuasa dan sudah memasuki Adzan subuh. Apalagi saat adzan subuh masih belum berhenti dilarang dan dapat membatalkan puasa. 

Berhubungan suami istri saat berpuasa juga dapat mengurangi pahala dan menjadi dosa. Pelakunya wajib membayar denda yang disebut kifarat. Pilihan kifarat yang bisa dilakukan adalah: Memerdekakan seorang hamba sahaya, Berpuasa dua bulan berturut-turut, Memberi makan enam puluh orang miskin, Bersedekah sesuai kemampuan. 

Ketentuan dalam hadits tidak berlaku jika seseorang melakukan hubungan suami istri karena lupa. Hal ini sesuai dengan hadits Rasulullah SAW yang mengatakan, "Diangkat (hukum atau dosa) dari umatku karena silap (keliru), karena lupa atau karena dipaksa".

Maka semuanya Akmal yang menanggung karena memaksa Ifa melakukan hal yang di larang.

Ifa berlindung dan memohon ampun dengan apa yang mereka lakukan.

Berharap semua dosa di limpahkan pada Akmal.

Ifa sudah menegur dan mengingatkan. Namun, Ifa tak berdaya akan semaunya. Ifa tak tahu harus dengan cara apa lagi mengingatkan Akmal.

Ifa tahu, dia bodoh dalam hal Agama membuat Akmal mungkin bisa mengendalikan Ifa dengan dalil-dalil istri durhaka.

Siapa yang tak sakit dan takut jika di panggil istri durhaka. Setiap orang pasti tidak mau dan tak mampu.

Sulit memang berada di posisi Ifa. Menjadi orang tak berdaya. Kekuatan Ifa rasanya terkuras habis. Jika terus di paksa melayani Nafsu besar Akmal setiap hari.

Seperti biasa Akmal menyudahinya setelah benar-benar merasa puas. Tak mengenal waktu dan tak peduli.

Ifa benar-benar merasa jijik dan muak dengan apa yang Akmal lakukan.

Ifa harus kuat untuk bisa melawan Akmal. Ifa tak boleh lemah. Ifa tak mau terus-terusan melakukan dosa.

Ifa ingin di hargai dan di hormati. Bukan di jadikan budak nafsu. Bagaimana bisa Ifa bisa ibadah tenang jika seperti ini terus menerus.

Tanpa minta maaf, tanpa merasa bersalah Akmal membiarkan Ifa begitu saja setelah puas dengan apa yang dia lakukan.

Jika begini, Ifa tak bisa pergi ke kantor. Tubuhnya terasa mati rasa dan kaku.

Dalam sehari berapa kali Akmal melakukannya membuat tenaga Ifa benar-benar terkuras habis.

Ifa sungguh tak mau menjadi wanita selemah ini.

"Ya Allah, bukankah engkau tak akan memberikan cobaan di luar batas kemampuan hamba. Ifa menyerah, rasanya tak sanggup."

Jerit batin Ifa dalam sujud subuh panjangnya.

Bersambung ..

Dasar suami laknat😡😡😡😡

Sabar Ifa😭😭

Jangan lupa tinggalkan jejak ya.

Like, komen, hadiah dan Vote ...

Episodes
1 Bab 1 Abi sudah ada calon
2 Bab 2 Jeritan kesakitan Ifa
3 Bab 3 Keputusan yang harus di putuskan.
4 Bab 4 Sah
5 Bab 5 Awal mula petaka itu
6 Bab 6 Prahara subuh
7 Bab 7 Mencoba kuat
8 Bab 8 Melanggar hukum
9 Bab 9 Tak berdaya
10 Bab 10 Jeritan subuh
11 Bab 11 Pingsan
12 Bab 12 Firasat
13 Bab 13 Keadaan Ifa
14 Bab 14 Kesalahan yang terbayar
15 Bab 15 Sesak
16 Bab 16 Liburan
17 Bab 17 Keputusan Ifa
18 Bab 18 Surat cerai
19 Bab 19 Surat pengunduran diri
20 Bab 20 Kenapa pergi?
21 Bab 21 Garis dua
22 Bab 22 Berusaha tetap kuat
23 Bab 23 Jalan terakhir
24 Bab 24 Hasil USG
25 Bab 25 Ummah, maaf
26 Bab 26 Saling dukung
27 Bab 27 Muhamad Zain Al-fahrezi
28 Bab 28 Kedatangan Akmal
29 Bab 29 Kakak baik-baik saja.
30 Bab 30 Sudah terlambat
31 Bab 31 Duka
32 Bab 32 Astaghfirullah hal'azim
33 Bab 33 Tuan Farel
34 Bab 34 Secercah harapan
35 Bab 35 Saya ingin menikahi, kamu.
36 Bab 36 Dejavu
37 Bab 37 Keputusan Ifa
38 Bab 38 'Mama'
39 Bab 39 Menerima takdir
40 Bab 40 Terimakasih, mama.
41 Bab 41 Kebahagiaan
42 Bab 42 Keluarga Cemara
43 Bab 43 Langitnya, indah
44 Bab 44 Gerakkan!!!
45 Bab 45 Aneh
46 Bab 46 Selamat datang di dunia mama.
47 Bab 47 Tersinggung!
48 Bab 48 Selingkuh!
49 Bab 49 Kakak ..,
50 Bab 50 Jangan pura-pura kuat.
51 Bab 51 Perasaan Harfa
52 Bab 52 Perjanjian!
53 Bab 53 Luapan isi hati Ifa
54 Bab 54 Kembalikan kakak Ifa
55 Bab 55 Trauma masa lalu
56 Bab 56 Keputusan Harfa
57 Bab 57 Cara menyembuhkan luka, Ala Ifa
58 Bab 58 Saya
59 Bab 59 Mengikhlaskan
60 Bab 60 Rewel
61 Bab 61 Tak bisa di ulang
62 Bab 62 Di culik
63 Bab 63 Tamu pagi
64 Bab 64 Aku ingin sekuat kakak Ifa
65 Bab 65 Wanita kuat
66 Undangan
67 Promosi Author (Takdir Illahi 2)
68 Promosi Author Amarah Cinta (bukan salah tuhan)
69 Bab 66 Mama mau yang ini.
70 Bab 67 Cukup, mas.
71 Bab 68 Ok, Dino. Ini huruf apa?
72 Bab 69 Aku tak mau putraku gila
73 Bab 70 Saya rindu
74 Bab 71 Mau besok, boleh ya?
75 Bab 72 Mama Cantika
76 Bab 73 Tak ingin menikah lagi
77 Bab 74 Jangan biarkan saya gila.
78 Bab 75 Sebuah keputusan
79 Bab 75 Aku berserah
80 Bab 76 Aku siap, mas.
81 Bab 77 Aku tak sempurna
82 Bab 78 Jujur Kail
83 Bab 79 Pengecut
84 Bab 80 Menerima takdir
85 Bab 81 Penuh haru
86 Bab 82 Canda halal
87 Bab 83 Cabang dua
88 Bab 84 Hamil
89 Bab 85 Anugrah
90 Bab 86 Merdeka
91 Bab 87 Tripel baby
92 Promosi Author
93 Bab 88 Bersama-sama sayang
Episodes

Updated 93 Episodes

1
Bab 1 Abi sudah ada calon
2
Bab 2 Jeritan kesakitan Ifa
3
Bab 3 Keputusan yang harus di putuskan.
4
Bab 4 Sah
5
Bab 5 Awal mula petaka itu
6
Bab 6 Prahara subuh
7
Bab 7 Mencoba kuat
8
Bab 8 Melanggar hukum
9
Bab 9 Tak berdaya
10
Bab 10 Jeritan subuh
11
Bab 11 Pingsan
12
Bab 12 Firasat
13
Bab 13 Keadaan Ifa
14
Bab 14 Kesalahan yang terbayar
15
Bab 15 Sesak
16
Bab 16 Liburan
17
Bab 17 Keputusan Ifa
18
Bab 18 Surat cerai
19
Bab 19 Surat pengunduran diri
20
Bab 20 Kenapa pergi?
21
Bab 21 Garis dua
22
Bab 22 Berusaha tetap kuat
23
Bab 23 Jalan terakhir
24
Bab 24 Hasil USG
25
Bab 25 Ummah, maaf
26
Bab 26 Saling dukung
27
Bab 27 Muhamad Zain Al-fahrezi
28
Bab 28 Kedatangan Akmal
29
Bab 29 Kakak baik-baik saja.
30
Bab 30 Sudah terlambat
31
Bab 31 Duka
32
Bab 32 Astaghfirullah hal'azim
33
Bab 33 Tuan Farel
34
Bab 34 Secercah harapan
35
Bab 35 Saya ingin menikahi, kamu.
36
Bab 36 Dejavu
37
Bab 37 Keputusan Ifa
38
Bab 38 'Mama'
39
Bab 39 Menerima takdir
40
Bab 40 Terimakasih, mama.
41
Bab 41 Kebahagiaan
42
Bab 42 Keluarga Cemara
43
Bab 43 Langitnya, indah
44
Bab 44 Gerakkan!!!
45
Bab 45 Aneh
46
Bab 46 Selamat datang di dunia mama.
47
Bab 47 Tersinggung!
48
Bab 48 Selingkuh!
49
Bab 49 Kakak ..,
50
Bab 50 Jangan pura-pura kuat.
51
Bab 51 Perasaan Harfa
52
Bab 52 Perjanjian!
53
Bab 53 Luapan isi hati Ifa
54
Bab 54 Kembalikan kakak Ifa
55
Bab 55 Trauma masa lalu
56
Bab 56 Keputusan Harfa
57
Bab 57 Cara menyembuhkan luka, Ala Ifa
58
Bab 58 Saya
59
Bab 59 Mengikhlaskan
60
Bab 60 Rewel
61
Bab 61 Tak bisa di ulang
62
Bab 62 Di culik
63
Bab 63 Tamu pagi
64
Bab 64 Aku ingin sekuat kakak Ifa
65
Bab 65 Wanita kuat
66
Undangan
67
Promosi Author (Takdir Illahi 2)
68
Promosi Author Amarah Cinta (bukan salah tuhan)
69
Bab 66 Mama mau yang ini.
70
Bab 67 Cukup, mas.
71
Bab 68 Ok, Dino. Ini huruf apa?
72
Bab 69 Aku tak mau putraku gila
73
Bab 70 Saya rindu
74
Bab 71 Mau besok, boleh ya?
75
Bab 72 Mama Cantika
76
Bab 73 Tak ingin menikah lagi
77
Bab 74 Jangan biarkan saya gila.
78
Bab 75 Sebuah keputusan
79
Bab 75 Aku berserah
80
Bab 76 Aku siap, mas.
81
Bab 77 Aku tak sempurna
82
Bab 78 Jujur Kail
83
Bab 79 Pengecut
84
Bab 80 Menerima takdir
85
Bab 81 Penuh haru
86
Bab 82 Canda halal
87
Bab 83 Cabang dua
88
Bab 84 Hamil
89
Bab 85 Anugrah
90
Bab 86 Merdeka
91
Bab 87 Tripel baby
92
Promosi Author
93
Bab 88 Bersama-sama sayang

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!