Bab 6 Prahara subuh

Semalaman Ifa hanya bisa termenung. Tak ada tangisan di matanya lagi. Mungkin terlalu lelah Ifa menangis.

Matanya bengkak, bibirnya merah. Ifa memeluk erat selimut karena tubuhnya merasa menggigil.

Ifa tak tahu harus bagaimana menghadapi pernikahan nya. Baru dua hari saja tubuhnya tersiksa. Bagaimana dengan hari-hari berikutnya. Akankah Ifa kuat atau memilih menyudahinya saja. Tapi, bagaimana dengan kedua orang tuanya.

Baru saja mereka bahagia apa Ifa tega menghancurkan kebahagiaan itu.

Ifa merasa dilema namun juga tak sanggup.

Adzan subuh berkumandang. Membuat Ifa terkesiap. Ifa melirik ke arah Akmal yang terbangun juga.

Laki-laki berwajah teduh itu bangun dengan tampak tak merasa bersalah melengos begitu saja entah pergi kemana. Mungkin ke masjid untuk sholat.

Ifa sholat subuh sendiri di kamar. Ifa mencoba menguatkan diri agar kuat menjalani pernikahan yang baru jalan dua hari ini.

Ifa melipat kembali mukena dan sajadahnya.

Bruk!

Ifa menjatuhkan mukena karena terkejut saat pintu kamar tiba-tiba di buka. Nampak Akmal masuk membuat Ifa refleks mundur.

Entah kenapa Ifa merasa takut akan keberadaan Akmal apalagi tatapannya begitu dalam.

"Mas ingin lagi."

"Apa?"

Mata Ifa membulat sempurna tanpa aba-aba Akmal menyerang Ifa. Ifa berusaha mendorong tapi tenaga Akmal entah kenapa sangat kuat. Akmal seperti orang kehausan menyerang Ifa membabi buta sampai Ifa kehabisan nafas.

"Hentikan tolong, itu masih sakit."

Mohon Ifa lilih dengan mata berkaca-kaca. Ifa tak sanggup jika harus melayani nafsu besar Akmal lagi. Semalam saja masih terasa sakit dan bengkak kini Akmal meminta lagi. Bisa-bisa Ifa pingsan. Sungguh, Nafsu Akmal sangat besar. Ifa tak menyangka, Akmal akan memperlakukan dirinya sama seperti semalam.

"Jangan bohong, mau jadi istri durhaka kamu, hah."

"Tugas istri itu melayani suami."

Srek!

"Mas!!"

Ifa mencoba memberontak namun Akmal mencengkram tangan Ifa kuat.

"Kamu harus melayani suami. Jangan menolak, mau di laknat kamu."

"Jangan jadi istri durhaka."

"Tapi sakit mas, jangan seperti ini, tolong."

"Jangan banyak alasan."

Bruk!

Akmal mendorong Ifa ke atas ranjang membuat Ifa kesakitan. Sungguh Ifa tak kuasa harus menahan rasa sakit lagi.

Sekali lagi Akmal memasuki Ifa dengan paksa membuat Ifa kembali ke sakitan. Sungguh rasa sakit yang semalam belum juga reda kini rasa sakit itu kembali lagi.

Akmal begitu semangat menuntaskan hasratnya tanpa peduli Ifa yang kesakitan. Bagi Akmal yang penting dia puas.

Toh tugas Istri hanya melayani suami. Begitulah pandangan Akmal hingga tak menghiraukan teriakan Ifa.

Teriakan Ifa tak terdengar keluar karena Akmal menutup mulut Ifa dengan tangannya. Sungguh, Ifa rasanya tak sanggup jika harus di perlakukan begitu.

"Sudah mas, ini sakit ...,"

"Saya belum puas. Kamu harus membuat saya puas agar dapat pahala."

"Tapi ini sakit mas."

"Diam. Kamu nikmati saja."

Rasanya Ifa ingin muntah. Sungguh Akmal tak merasa kasihan sama sekali. Padahal Ifa sudah memohon untuk berhenti tapi Akmal lagi-lagi tuli.

Ifa bak mayat hidup. Hanya bisa diam tanpa bisa melawan apapun. Tenaga Ifa terkuras habis dari semalam. Kini waktu subuh harus kembali lagi.

Entah sampai kapan Akmal akan berhenti bahkan mentari di ufuk timur sudah memancarkan sinarnya.

Bahkan tak ada yang menggangu mereka seolah keluarga Akmal tak peduli.

Sudah merasa puas, Akmal menyudahinya.

Rasa lapar membuat Akmal turun dari ranjang membiarkan Ifa berbaring tak berdaya.

Tak lama Akmal kembali dengan makanan di tangannya.

"Bangunlah, makan dulu. Kamu harus punya tenaga untuk melayani saya nanti."

Celetuk Akmal tanpa merasa bersalah sama sekali.

Ifa hanya diam saja tak menjawab. Ifa merasa mual melihat Akmal makan dengan lahap. Padahal mereka baru saja selesai bercinta dan Akmal belum membersihkan diri. Jangankan membersihkan diri mencuci tangan saja tidak.

Ifa benar-benar mual melihatnya. Membuat Ifa merubah posisi tidurnya memunggungi Akmal. Ifa mengigit selimut dirinya benar-benar merasa hina.

Ifa bukan hewan yang harus di perlakukan seperti itu. Tak bisakah Akmal menghargai Ifa sedikit saja. Bahkan membantu Ifa bangun saja tidak.

Ifa pura-pura tidur saat mendengar langkah kaki mendekat.

"CK, malah tidur."

Ketus Akmal sungguh tak berperasaan. Akmal melengos begitu saja keluar dari kamar hanya menggunakan bokser seolah tak malu sama sekali.

Anehnya di rumah Akmal tak ada siapa-siapa. Seolah penghuni rumah sengaja pergi membiarkan waktu untuk Akmal.

Ifa membuka kedua matanya saat mendengar pintu tertutup.

"Astaghfirullah! Ini sangat sakit."

Lilih Ifa rasanya ingin menangis tapi Ifa berusaha kuat. Perut Ifa sangat lapar, tapi Ifa tak mau makan sebelum membersihkan diri.

Menahan rasa sakit tubuh dan hati Ifa menyeret dirinya ke kamar mandi. Ifa mengguyur diri, membersihkan tubuhnya. Ifa lagi, merasa jijik akan tubuhnya sendiri.

Kenapa Ifa jadi selemah ini. Bagaimana bisa Ifa punya tenaga jika sejak awal tubuhnya memang sudah sangat lemah. Di tambah perlakukan Akmal membuat tubuh Ifa semakin lemas.

Ifa merasa lega ketika Akmal belum kembali. Entah kemana Ifa juga tak peduli. Ifa berharap Akmal belum kembali.

Ifa menatap nanar makanan yang sudah dingin itu. Dengan terpaksa Ifa menelannya. Jujur, makanan itu tak enak di makan tapi Ifa berusaha memakannya karena perutnya sudah keroncongan.

Ifa harus punya tenaga untuk melawannya. Apalagi Ifa tak mau kedua orang tuanya tahu apa yang terjadi pada dirinya . Ummah Sinta pasti akan sedih begitupun Abi Farel.

Mengingat itu, sungguh Ifa mendambakan sosok suami seperti Abi nya. Bukan seperti Akmal.

Ifa pikir, Akmal akan memperlakukannya dengan baik. Nyatanya salah besar.

Ternyata ilmu yang Akmal punya hanya sebatas genggaman saja. Katanya keluaran pondok, tapi tidak mencerminkan seseorang yang faham agama. Ini namanya penyiksaan.

Ifa masih merasa mimpi jika hidupnya akan seperti ini. Menikah hanya jadi pemuas nafsu saja.

Ifa seorang yang bodoh saja dalam hal agama tahu bagaimana memperlakukan pasangan dengan baik.

Semuanya di atur, tapi Akmal seolah punya pemahaman sendiri tentang masalah agama.

Jika memang paham tak mungkin Akmal memperlakukan Ifa seperti wanita malam. Jika memang paham tak mungkin Akmal memperlakukan Ifa seperti hewan. Jika Akmal paham tak mungkin Akmal bertingkah seperti orang kesetanan.

Seolah apa yang di pikirkan Akmal hanya sebuah kepuasan. Tanpa peduli bagaimana perasaan Ifa. Sungguh Ifa tak menyangka akan manusia se-biadab suaminya.

"Ya Allah kenapa mas Akmal begitu mengerikan. Ifa takut."

Batin Ifa terluka dengan setiap perlakukan Akmal.

Ifa pikir meraka akan melakukan masa pendekatan agar merasa nyaman satu sama lain. Bukannya merasa nyaman Ifa malah merasa tertekan.

Kenapa ada orang nafsunya se-mengerikan itu sampai Ifa rasanya tak sanggup.

Ingin menyalahkan kedua orang tuanya yang memaksa tapi Ifa tak sanggup.

Jika terus begini bisa-bisa Ifa mati tak berdaya di tangan suaminya sendiri.

Bayangan membangun rumah tangga harmonis nyatanya hanya sebuah angan semu.

"Aku pikir menikah dengannya adalah pilihan yang terbaik. Laki-laki Sholeh dengan agama bagus. Tapi ..., dia adalah iblis berwujud manusia."

Bersambung ..

Hua ... Hua ...

Sakit hati ini 😭😭😭😭

Kenapa kejam sekali Akmal😡😡

Jangan lupa tinggalkan jejak 🙏

Kasih bunga nya dong hehehe ..

Episodes
1 Bab 1 Abi sudah ada calon
2 Bab 2 Jeritan kesakitan Ifa
3 Bab 3 Keputusan yang harus di putuskan.
4 Bab 4 Sah
5 Bab 5 Awal mula petaka itu
6 Bab 6 Prahara subuh
7 Bab 7 Mencoba kuat
8 Bab 8 Melanggar hukum
9 Bab 9 Tak berdaya
10 Bab 10 Jeritan subuh
11 Bab 11 Pingsan
12 Bab 12 Firasat
13 Bab 13 Keadaan Ifa
14 Bab 14 Kesalahan yang terbayar
15 Bab 15 Sesak
16 Bab 16 Liburan
17 Bab 17 Keputusan Ifa
18 Bab 18 Surat cerai
19 Bab 19 Surat pengunduran diri
20 Bab 20 Kenapa pergi?
21 Bab 21 Garis dua
22 Bab 22 Berusaha tetap kuat
23 Bab 23 Jalan terakhir
24 Bab 24 Hasil USG
25 Bab 25 Ummah, maaf
26 Bab 26 Saling dukung
27 Bab 27 Muhamad Zain Al-fahrezi
28 Bab 28 Kedatangan Akmal
29 Bab 29 Kakak baik-baik saja.
30 Bab 30 Sudah terlambat
31 Bab 31 Duka
32 Bab 32 Astaghfirullah hal'azim
33 Bab 33 Tuan Farel
34 Bab 34 Secercah harapan
35 Bab 35 Saya ingin menikahi, kamu.
36 Bab 36 Dejavu
37 Bab 37 Keputusan Ifa
38 Bab 38 'Mama'
39 Bab 39 Menerima takdir
40 Bab 40 Terimakasih, mama.
41 Bab 41 Kebahagiaan
42 Bab 42 Keluarga Cemara
43 Bab 43 Langitnya, indah
44 Bab 44 Gerakkan!!!
45 Bab 45 Aneh
46 Bab 46 Selamat datang di dunia mama.
47 Bab 47 Tersinggung!
48 Bab 48 Selingkuh!
49 Bab 49 Kakak ..,
50 Bab 50 Jangan pura-pura kuat.
51 Bab 51 Perasaan Harfa
52 Bab 52 Perjanjian!
53 Bab 53 Luapan isi hati Ifa
54 Bab 54 Kembalikan kakak Ifa
55 Bab 55 Trauma masa lalu
56 Bab 56 Keputusan Harfa
57 Bab 57 Cara menyembuhkan luka, Ala Ifa
58 Bab 58 Saya
59 Bab 59 Mengikhlaskan
60 Bab 60 Rewel
61 Bab 61 Tak bisa di ulang
62 Bab 62 Di culik
63 Bab 63 Tamu pagi
64 Bab 64 Aku ingin sekuat kakak Ifa
65 Bab 65 Wanita kuat
66 Undangan
67 Promosi Author (Takdir Illahi 2)
68 Promosi Author Amarah Cinta (bukan salah tuhan)
69 Bab 66 Mama mau yang ini.
70 Bab 67 Cukup, mas.
71 Bab 68 Ok, Dino. Ini huruf apa?
72 Bab 69 Aku tak mau putraku gila
73 Bab 70 Saya rindu
74 Bab 71 Mau besok, boleh ya?
75 Bab 72 Mama Cantika
76 Bab 73 Tak ingin menikah lagi
77 Bab 74 Jangan biarkan saya gila.
78 Bab 75 Sebuah keputusan
79 Bab 75 Aku berserah
80 Bab 76 Aku siap, mas.
81 Bab 77 Aku tak sempurna
82 Bab 78 Jujur Kail
83 Bab 79 Pengecut
84 Bab 80 Menerima takdir
85 Bab 81 Penuh haru
86 Bab 82 Canda halal
87 Bab 83 Cabang dua
88 Bab 84 Hamil
89 Bab 85 Anugrah
90 Bab 86 Merdeka
91 Bab 87 Tripel baby
92 Promosi Author
93 Bab 88 Bersama-sama sayang
Episodes

Updated 93 Episodes

1
Bab 1 Abi sudah ada calon
2
Bab 2 Jeritan kesakitan Ifa
3
Bab 3 Keputusan yang harus di putuskan.
4
Bab 4 Sah
5
Bab 5 Awal mula petaka itu
6
Bab 6 Prahara subuh
7
Bab 7 Mencoba kuat
8
Bab 8 Melanggar hukum
9
Bab 9 Tak berdaya
10
Bab 10 Jeritan subuh
11
Bab 11 Pingsan
12
Bab 12 Firasat
13
Bab 13 Keadaan Ifa
14
Bab 14 Kesalahan yang terbayar
15
Bab 15 Sesak
16
Bab 16 Liburan
17
Bab 17 Keputusan Ifa
18
Bab 18 Surat cerai
19
Bab 19 Surat pengunduran diri
20
Bab 20 Kenapa pergi?
21
Bab 21 Garis dua
22
Bab 22 Berusaha tetap kuat
23
Bab 23 Jalan terakhir
24
Bab 24 Hasil USG
25
Bab 25 Ummah, maaf
26
Bab 26 Saling dukung
27
Bab 27 Muhamad Zain Al-fahrezi
28
Bab 28 Kedatangan Akmal
29
Bab 29 Kakak baik-baik saja.
30
Bab 30 Sudah terlambat
31
Bab 31 Duka
32
Bab 32 Astaghfirullah hal'azim
33
Bab 33 Tuan Farel
34
Bab 34 Secercah harapan
35
Bab 35 Saya ingin menikahi, kamu.
36
Bab 36 Dejavu
37
Bab 37 Keputusan Ifa
38
Bab 38 'Mama'
39
Bab 39 Menerima takdir
40
Bab 40 Terimakasih, mama.
41
Bab 41 Kebahagiaan
42
Bab 42 Keluarga Cemara
43
Bab 43 Langitnya, indah
44
Bab 44 Gerakkan!!!
45
Bab 45 Aneh
46
Bab 46 Selamat datang di dunia mama.
47
Bab 47 Tersinggung!
48
Bab 48 Selingkuh!
49
Bab 49 Kakak ..,
50
Bab 50 Jangan pura-pura kuat.
51
Bab 51 Perasaan Harfa
52
Bab 52 Perjanjian!
53
Bab 53 Luapan isi hati Ifa
54
Bab 54 Kembalikan kakak Ifa
55
Bab 55 Trauma masa lalu
56
Bab 56 Keputusan Harfa
57
Bab 57 Cara menyembuhkan luka, Ala Ifa
58
Bab 58 Saya
59
Bab 59 Mengikhlaskan
60
Bab 60 Rewel
61
Bab 61 Tak bisa di ulang
62
Bab 62 Di culik
63
Bab 63 Tamu pagi
64
Bab 64 Aku ingin sekuat kakak Ifa
65
Bab 65 Wanita kuat
66
Undangan
67
Promosi Author (Takdir Illahi 2)
68
Promosi Author Amarah Cinta (bukan salah tuhan)
69
Bab 66 Mama mau yang ini.
70
Bab 67 Cukup, mas.
71
Bab 68 Ok, Dino. Ini huruf apa?
72
Bab 69 Aku tak mau putraku gila
73
Bab 70 Saya rindu
74
Bab 71 Mau besok, boleh ya?
75
Bab 72 Mama Cantika
76
Bab 73 Tak ingin menikah lagi
77
Bab 74 Jangan biarkan saya gila.
78
Bab 75 Sebuah keputusan
79
Bab 75 Aku berserah
80
Bab 76 Aku siap, mas.
81
Bab 77 Aku tak sempurna
82
Bab 78 Jujur Kail
83
Bab 79 Pengecut
84
Bab 80 Menerima takdir
85
Bab 81 Penuh haru
86
Bab 82 Canda halal
87
Bab 83 Cabang dua
88
Bab 84 Hamil
89
Bab 85 Anugrah
90
Bab 86 Merdeka
91
Bab 87 Tripel baby
92
Promosi Author
93
Bab 88 Bersama-sama sayang

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!