Bab 8 Melanggar hukum

Ingin rasanya Ifa menolak untuk tinggal di rumah pemberian Abi Farel. Ifa ingin tetap tinggal dengan orang tuanya. Tapi, tak ada pilihan lain selain dari pada manut. Apalagi Ifa tak punya alasan untuk menolak.

Jika alasan hal itu, tentu itu tak bisa Ifa ungkapkan karena pasti tak akan ada yang mengerti.

Ifa sudah merasa lega karena semenjak tinggal di rumah kedua orang tuanya Akmal tak berani macam-macam.

Bahkan sudah tiga hari ini Akmal tak menyentuhnya. Mengingat bagaimana buasnya Akmal. Tapi, Ifa merasa takut jika hanya tinggal berdua. Ifa takut Akmal akan macam-macam.

Setiap orang ingin rasanya sesudah menikah hidup berdua terpisah dari siapapun. Tapi, tidak berlaku bagi Ifa jika suaminya seperti Akmal. Ifa selalu merasa was-was dan tak tenang.

Bukankah suami harus memberikan ketenangan dan perlindungan bagi istrinya. Tapi, Ifa malah tak tenang sama suaminya sendiri.

"Jadi istri Sholeha ya kak. patuh dan nurut sama suami."

"Kakak beruntung punya suami seperti nak Akmal yang paham agama."

Ucapan ummah Sinta terngiang-ngiang di telinga Ifa. Ifa tak tahu apa ia beruntung atau buntung punya suami seperti Akmal.

Di sepanjang jalan mereka hanya diam saja tak ada yang bercakap.

Sampai dimana mobil yang mengantar mereka terhenti di sebuah rumah yang cukup besar.

Abi Farel sangat paham kesukaan anaknya. Hingga memberikan rumah sederhana dengan taman luas.

Sudah mengantar anak dan menantu bahkan membantu Ifa beres-beres Abi Farel dan ummah Sinta pamit pulang.

Kini tinggal Ifa dan Akmal berdua. Setelah kepergian kedua orang tua Ifa membuat Ifa merasakan aura berbeda.

Entah kenapa Ifa menjadi takut jika berdua dengan Akmal. Tapi Ifa meyakinkan diri jika Akmal tak mungkin macam-macam apalagi ini bukan puasa.

"Dek, kamu di mana?"

"Dek?"

Ifa tersentak mendengar panggilan Akmal. Membuat Ifa yang sedang menatap taman belakang rumahnya langsung bergegas masuk.

"Iya, ada apa, mas."

"Buka baju kamu?"

"Buat apa? Kenapa harus di buka?"

Ifa memberanikan diri bertanya. Pasalnya Ifa sudah mulai was-was jika tatapan Akmal sudah berubah seperti itu.

Masa Akmal akan meminta Ifa melayaninya lagi di bulan puasa. Bukankah itu dosa. Ifa sudah menerka-nerka dan berpikir tak enak.

"Cepat buka."

"Tapi buat apa, mas?"

"Kamu mau membantah jadi istri."

Ifa sudah ketakutan Akmal berubah lagi sikapnya seperti predator yang akan memakan habis dirinya. Apalagi tatapan Akmal sudah gelap.

"Bisa gak kamu itu jadi istri Sholehah. Tampa membantah suami."

"Sini, kamu."

"Tapi apa yang mas lakukan ini salah."

"Tidak ada yang salah jika kamu nurut sama suami. Yang salah itu jika kamu tak nurut."

"Mas jangan."

Ifa sekuat tenaga memberontak tapi kekuatan Akmal sangat kuat membuat Ifa sulit sekali melawan. Padahal Ifa jago sekali berantem tapi kenapa di hadapan Akmal seolah kekuatan Ifa tak ada bandingannya.

"Mas mau kamu melayani mas seperti di vidio ini."

"Astaghfirullah."

Mata Ifa melotot sempurna melihat adegan menjijikan di ponsel Akmal. Ifa tak menyangka bagaimana bisa Akmal mempunyai vidio menjijikan seperti itu. Dan apa, Akmal menyuruh Ifa melakukan hal menjijikan seperti di vidio itu.

Rasanya Ifa sungguh mual. Kenapa Akmal tak bisa menahan hasratnya.

"Stop mas, ini salah, ini dosa."

"Yang dosa itu kamu gak mau nurut. Menyenangkan suami adalah pahala."

"Tidak mas, jangan di vidio!!!"

Pekik Ifa terkejut mencoba merampas ponsel Akmal. Ifa sungguh ketakutan bagaimana bisa Akmal bersikap seperti iblis.

"Jika kamu gak mau di vidio maka lakukan seperti itu. Mas mau kamu melakukannya."

"Tidak."

"Jangan membantah, mau jadi istri durhaka kamu, hah."

"Tapi ini salah, dosa mas, dosa. Kita tak boleh melakukannya. Kita sedang puasa."

"Alah, dosa. Tidak ada dosa jika kamu menyenangkan saya."

"Ingat mas, kita sedang puasa. Gak boleh..,"

"Saya akan tanggung dosa itu. Sekarang layani saya."

Deg!

Rasanya jantung Ifa copot detik itu juga. Hati Ifa sangat sakit. Dunianya seolah hancur akan kelakukan Akmal.

Sungguh biadab, bagaimana bisa Akmal memaksa Ifa melayaninya di saat puasa.

Memberontak pun percuma, Ifa tak punya tenaga lagi. Mendengar setiap kalimat yang Akmal ucapkan membuat Ifa begitu hancur berkeping-keping.

Bagaimana bisa Akmal yang paham agama memaksa Ifa untuk melayaninya di siang bolong bahkan di bulan puasa ramadhan begini. Itu sungguh sebuah dosa yang amat besar.

Sungguh Ifa merasa berdosa dan hina tapi tubuhnya tak punya kekuatan untuk melawan. Ifa hanya bisa menjerit dan menangis dengan apa yang Akmal lakukan.

Nafsu Akmal sungguh sangat besar dan tak pernah cukup sekali. Berkali-kali Akmal menggauli Ifa dengan perasaan puas. Karena hasratnya sudah tersalurkan.

Tinggal di rumah kedua orang tua Ifa membuat Akmal tersiksa dan hanya bisa bermain solo sambil menonton vidio haram.

Kini Akmal merasa bebas melakukannya karena tak ada yang melarang. Sungguh bejat dan tidak berperikemanusiaan apa yang di lakukan Akmal. Saking besarnya nafsu Akmal sampai melanggar hukum Allah.

Haram dan Dosa besar bagi orang yang bersenggama ketika sedang puasa ramadhan. Kenapa Akmal tak bisa menahannya sampai malam saja. Kenapa harus melakukan di siang bolong begitu.

Hati Ifa benar-benar hancur tak bisa di bayangkan lagi.

Ifa terus menjerit istighfar akan ketidakberdayaannya. Sungguh Ifa ingin menolak karena ini salah tapi Akmal terus memaksanya.

Ifa berharap Allah mengampuni segala dosa nya. Ifa tak berdaya, Ifa berharap Akmal akan menanggung segala dosa itu seperti yang di ucapkan ya.

Ifa tak pernah berpikir sekalipun Akmal akan se-biadab ini. Bahkan terus memaksa Ifa mempraktikkan halnya yang ada di vidio menjijikan itu. Tubuh Ifa benar-benar tak berdaya di buat Akmal.

Tak ada rasa kasihan sama sekali. Mata Akmal begitu gelap sampai telinganya tuli akan rintihan kesakitan dan tangis Ifa. Rasanya Ifa sungguh tak sanggup harus terus begini.

Memohon pun tak di dengar, Akmal seolah asik dengan dunianya sendiri. Terus mencari kepuasan dari tubuh molek Ifa. Tanpa peduli sesakit apa Ifa. Yang ada di pikiran Akmal hanya sebuah kepuasan semata.

Bagi Akmal, Ifa adalah miliknya. Semua yang ada pada diri Ifa adalah haknya. Maka Akmal berhak melakukan apa saja pada miliknya. Akmal bebas karena Ifa halal untuknya.

Yang salah itu jika Ifa bukan istrinya dan mereka berzina. Tapi, Akmal lupa jika apa yang dia lakukan sudah menentang syariat dan hukum.

Bahkan dengan sombongnya Akmal akan menanggung segala dosanya.

Pikiran yang sangat picik dan keji.

"Ya Allah, sampai kapan ini akan berhenti. Maafkan segala dosa-dosa Ifa."

Ifa terus menjerit dan memohon ampun pada Allah dengan apa yang mereka lakukan. Ifa tak kuasa melawan kebiadaban ini.

Tubuhnya begitu lemah dan sakit di area sensitif nya. Ifa yakin itu akan luka kembali.

"Mas sudah, Ifa tak kuat. Ini sangat sakit..,"

Rintih Ifa memohon belas kasihan Akmal agar menyudahinya. Ifa sudah benar-benar kesakitan.

"Sekali lagi dek, mas belum puas."

Ifa memalingkan muka menatap jijik pada Akmal. Sungguh Akmal tak ada rasa kasihan sama sekali jika sudah masalah ranjang.

Mau sampai kapan selesainya Ifa sungguh tak sanggup lagi.

Andai Akmal memperlakukannya dengan baik mungkin Ifa tak akan sesakit ini.

Bersambung ....

Astaghfirullôhal ... Astaghfirullôhal ....

Sungguh biadab😡😡😡😡😡😡

Kasihan Ifa😭😭😭😭

Maafkan Author ya Allah 🥺🥺🥺

Jangan lupa tinggalkan jejak ya ....

Terpopuler

Comments

Uji Coba

Uji Coba

jahat banget

2024-12-25

1

lihat semua
Episodes
1 Bab 1 Abi sudah ada calon
2 Bab 2 Jeritan kesakitan Ifa
3 Bab 3 Keputusan yang harus di putuskan.
4 Bab 4 Sah
5 Bab 5 Awal mula petaka itu
6 Bab 6 Prahara subuh
7 Bab 7 Mencoba kuat
8 Bab 8 Melanggar hukum
9 Bab 9 Tak berdaya
10 Bab 10 Jeritan subuh
11 Bab 11 Pingsan
12 Bab 12 Firasat
13 Bab 13 Keadaan Ifa
14 Bab 14 Kesalahan yang terbayar
15 Bab 15 Sesak
16 Bab 16 Liburan
17 Bab 17 Keputusan Ifa
18 Bab 18 Surat cerai
19 Bab 19 Surat pengunduran diri
20 Bab 20 Kenapa pergi?
21 Bab 21 Garis dua
22 Bab 22 Berusaha tetap kuat
23 Bab 23 Jalan terakhir
24 Bab 24 Hasil USG
25 Bab 25 Ummah, maaf
26 Bab 26 Saling dukung
27 Bab 27 Muhamad Zain Al-fahrezi
28 Bab 28 Kedatangan Akmal
29 Bab 29 Kakak baik-baik saja.
30 Bab 30 Sudah terlambat
31 Bab 31 Duka
32 Bab 32 Astaghfirullah hal'azim
33 Bab 33 Tuan Farel
34 Bab 34 Secercah harapan
35 Bab 35 Saya ingin menikahi, kamu.
36 Bab 36 Dejavu
37 Bab 37 Keputusan Ifa
38 Bab 38 'Mama'
39 Bab 39 Menerima takdir
40 Bab 40 Terimakasih, mama.
41 Bab 41 Kebahagiaan
42 Bab 42 Keluarga Cemara
43 Bab 43 Langitnya, indah
44 Bab 44 Gerakkan!!!
45 Bab 45 Aneh
46 Bab 46 Selamat datang di dunia mama.
47 Bab 47 Tersinggung!
48 Bab 48 Selingkuh!
49 Bab 49 Kakak ..,
50 Bab 50 Jangan pura-pura kuat.
51 Bab 51 Perasaan Harfa
52 Bab 52 Perjanjian!
53 Bab 53 Luapan isi hati Ifa
54 Bab 54 Kembalikan kakak Ifa
55 Bab 55 Trauma masa lalu
56 Bab 56 Keputusan Harfa
57 Bab 57 Cara menyembuhkan luka, Ala Ifa
58 Bab 58 Saya
59 Bab 59 Mengikhlaskan
60 Bab 60 Rewel
61 Bab 61 Tak bisa di ulang
62 Bab 62 Di culik
63 Bab 63 Tamu pagi
64 Bab 64 Aku ingin sekuat kakak Ifa
65 Bab 65 Wanita kuat
66 Undangan
67 Promosi Author (Takdir Illahi 2)
68 Promosi Author Amarah Cinta (bukan salah tuhan)
69 Bab 66 Mama mau yang ini.
70 Bab 67 Cukup, mas.
71 Bab 68 Ok, Dino. Ini huruf apa?
72 Bab 69 Aku tak mau putraku gila
73 Bab 70 Saya rindu
74 Bab 71 Mau besok, boleh ya?
75 Bab 72 Mama Cantika
76 Bab 73 Tak ingin menikah lagi
77 Bab 74 Jangan biarkan saya gila.
78 Bab 75 Sebuah keputusan
79 Bab 75 Aku berserah
80 Bab 76 Aku siap, mas.
81 Bab 77 Aku tak sempurna
82 Bab 78 Jujur Kail
83 Bab 79 Pengecut
84 Bab 80 Menerima takdir
85 Bab 81 Penuh haru
86 Bab 82 Canda halal
87 Bab 83 Cabang dua
88 Bab 84 Hamil
89 Bab 85 Anugrah
90 Bab 86 Merdeka
91 Bab 87 Tripel baby
92 Promosi Author
93 Bab 88 Bersama-sama sayang
Episodes

Updated 93 Episodes

1
Bab 1 Abi sudah ada calon
2
Bab 2 Jeritan kesakitan Ifa
3
Bab 3 Keputusan yang harus di putuskan.
4
Bab 4 Sah
5
Bab 5 Awal mula petaka itu
6
Bab 6 Prahara subuh
7
Bab 7 Mencoba kuat
8
Bab 8 Melanggar hukum
9
Bab 9 Tak berdaya
10
Bab 10 Jeritan subuh
11
Bab 11 Pingsan
12
Bab 12 Firasat
13
Bab 13 Keadaan Ifa
14
Bab 14 Kesalahan yang terbayar
15
Bab 15 Sesak
16
Bab 16 Liburan
17
Bab 17 Keputusan Ifa
18
Bab 18 Surat cerai
19
Bab 19 Surat pengunduran diri
20
Bab 20 Kenapa pergi?
21
Bab 21 Garis dua
22
Bab 22 Berusaha tetap kuat
23
Bab 23 Jalan terakhir
24
Bab 24 Hasil USG
25
Bab 25 Ummah, maaf
26
Bab 26 Saling dukung
27
Bab 27 Muhamad Zain Al-fahrezi
28
Bab 28 Kedatangan Akmal
29
Bab 29 Kakak baik-baik saja.
30
Bab 30 Sudah terlambat
31
Bab 31 Duka
32
Bab 32 Astaghfirullah hal'azim
33
Bab 33 Tuan Farel
34
Bab 34 Secercah harapan
35
Bab 35 Saya ingin menikahi, kamu.
36
Bab 36 Dejavu
37
Bab 37 Keputusan Ifa
38
Bab 38 'Mama'
39
Bab 39 Menerima takdir
40
Bab 40 Terimakasih, mama.
41
Bab 41 Kebahagiaan
42
Bab 42 Keluarga Cemara
43
Bab 43 Langitnya, indah
44
Bab 44 Gerakkan!!!
45
Bab 45 Aneh
46
Bab 46 Selamat datang di dunia mama.
47
Bab 47 Tersinggung!
48
Bab 48 Selingkuh!
49
Bab 49 Kakak ..,
50
Bab 50 Jangan pura-pura kuat.
51
Bab 51 Perasaan Harfa
52
Bab 52 Perjanjian!
53
Bab 53 Luapan isi hati Ifa
54
Bab 54 Kembalikan kakak Ifa
55
Bab 55 Trauma masa lalu
56
Bab 56 Keputusan Harfa
57
Bab 57 Cara menyembuhkan luka, Ala Ifa
58
Bab 58 Saya
59
Bab 59 Mengikhlaskan
60
Bab 60 Rewel
61
Bab 61 Tak bisa di ulang
62
Bab 62 Di culik
63
Bab 63 Tamu pagi
64
Bab 64 Aku ingin sekuat kakak Ifa
65
Bab 65 Wanita kuat
66
Undangan
67
Promosi Author (Takdir Illahi 2)
68
Promosi Author Amarah Cinta (bukan salah tuhan)
69
Bab 66 Mama mau yang ini.
70
Bab 67 Cukup, mas.
71
Bab 68 Ok, Dino. Ini huruf apa?
72
Bab 69 Aku tak mau putraku gila
73
Bab 70 Saya rindu
74
Bab 71 Mau besok, boleh ya?
75
Bab 72 Mama Cantika
76
Bab 73 Tak ingin menikah lagi
77
Bab 74 Jangan biarkan saya gila.
78
Bab 75 Sebuah keputusan
79
Bab 75 Aku berserah
80
Bab 76 Aku siap, mas.
81
Bab 77 Aku tak sempurna
82
Bab 78 Jujur Kail
83
Bab 79 Pengecut
84
Bab 80 Menerima takdir
85
Bab 81 Penuh haru
86
Bab 82 Canda halal
87
Bab 83 Cabang dua
88
Bab 84 Hamil
89
Bab 85 Anugrah
90
Bab 86 Merdeka
91
Bab 87 Tripel baby
92
Promosi Author
93
Bab 88 Bersama-sama sayang

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!