Bab 19 Surat pengunduran diri

Pantang bagi Ifa untuk terpuruk dengan badai yang di hadapinya. Justru Ifa semakin bangkit untuk menutupi segala luka dan menyembuhkan trauma nya sendiri.

Setiap orang pasti mempunyai cara tersendiri untuk menyembuhkan luka nya. Sama seperti Ifa. Dan setiap orang berhak untuk sembuh dari patah yang sudah menghancurkan asa.

Terbukti, dengan kembalinya Ifa ke perusahaan. Awalnya Abi Farel merasa tak yakin. Tapi, melihat kesungguhan Ifa membuat Abi Farel mengizinkan Ifa kembali ke perusahaan.

Ifa akan menyibukkan diri dengan bekerja. Berharap luka yang pernah basah itu perlahan mengering.

Kehadiran Ifa di perusahaan membuat orang-orang menggosip.

Bertanya-tanya akan kembalinya Ifa. Yang lebih menggegerkan lagi, berita perceraian Ifa sudah menyebar di kalangan karyawan.

Mereka menyayangkan, pernikahan Ifa harus kandas. Bertanya-tanya apa yang terjadi hingga Ifa harus bercerai di saat usia pernikahan mereka baru berjalan.

Keluarga Ifa memang menutup keadaan itu dari awak media. Hanya keluarga saja yang tahu permasalahan intinya.

Ifa mencoba tak peduli dengan kericuhan di luar sana. Yang terpenting, bagi Ifa sekarang.Tetap aman dan nyaman berada di kantor. Tidak ada yang berani mengusik Ifa. Mengingat, Ifa adalah bos yang jarang bicara.

Sedikit tertutup dan dingin.

Bagi Ifa, hari kemaren adalah mimpi buruknya. Ifa akan mencoba merajut asa kembali. Dengan berdamai pada dirinya sendiri. Mencoba mengikhlaskan apa yang pernah terjadi.

Hal yang Ifa lalui bukanlah hal yang mudah di jalani. Tak ada yang tahu bagaimana kondisi psikis Ifa akan hal itu.

Ifa pun tak mau terus berlarut dalam kesedihannya. Mencoba menutup luka dengan caranya sendiri.

Sudah lama rasanya Ifa meninggalkan kantor. Keadaan nampak terasa berbeda. Ketidak hadiran Ifa membuat perusahaan nampak terguncang. Tidak stabil seperti biasanya.

Mikail tak bisa menghandle setiap permasalahan yang ada.

Perusahaan benar-benar membutuhkan Ifa saat ini. Ifa tak tahu jika ketidakhadiran dirinya membuat perusahaan merugi.

Ifa meminta semua berkas tiga bulan ke belakang. Ifa akan mengecek kembali dan mencari tahu dimana letak yang harus Ifa perbaiki. Jika memang ada yang curang, Ifa tak akan segan memecatnya.

Tok ... Tok ...

"Masuk."

Mikail masuk kedalam ruangan Ifa setelah di persilahkan. Mikail membawa setumpuk berkas dan menyimpannya di hadapan Ifa.

"Terimakasih, Kail."

"Sama-sama, nona."

Mikail menatap wajah yang sudah lama tak ia tatap. Nampak banyak berubah. Terlihat Ifa sedikit kurusan. Tatapannya tidak setegas dulu. Menyiratkan banyak luka di sana.

Mikail menatap Ifa begitu rumit. Rahangnya mengeras dengan tangan terkepal kuat.

"Apa ada yang mau di bicarakan, lagi?"

Ucap Ifa menatap Mikail heran. Karena sejak tadi Mikail tidak kembali. Malah berdiri di hadapan Ifa.

"Tidak."

Tegas Mikail lalu pergi begitu saja membuat Ifa heran. Tapi, Ifa tak menghiraukan sikap Mikail yang sedikit ketus.

Ifa kembali memeriksa berkas yang ada di hadapannya. Ifa tak akan membiarkan perusahaan yang kakek nya bangun hancur begitu saja. Semua salah Ifa dan Ifa akan berusaha memperbaikinya.

Abi Farel sudah berusaha membuat perusahaan jaya dan stabil selama puluhan tahun. Ifa tak akan membiarkan perusahaan ini hancur begitu saja.

Ifa tak menyangka, jika ketidakhadiran dirinya di perusahaan membuat perusahaan terancam bangkrut.

Ifa seolah tak percaya dengan keadaan ini. Membuat Ifa merasa bersalah.

Tak terasa hari sudah siang, tapi Ifa masih belum selesai memeriksa berkas-berkas itu. Ifa berhenti sejenak untuk melaksanakan sholat Dzuhur.

Ifa menatap meja sana, tidak ada makanan sama sekali. Biasanya Mikail sudah menyiapkannya di sana dan Ifa tinggal makan saja. Tapi, kali ini membuat Ifa harus menunggu lama tapi Mikail tak kunjung mengantarkan makanan untuknya.

Ifa merasa heran, tadi sikap Mikail yang sedikit ketus. Kini, Mikail kembali membuat Ifa heran. Apa ada yang salah?

Lagi, Ifa tak berprasangka yang tidak-tidak . Ifa menyangka jika Mikail mungkin saja lupa. Ifa lebih baik memesan saja dari pada menunggu Mikail membawakan ia makanan.

Tak lama, seorang OB mengantarkan makanan untuk Ifa. Ifa makan terlebih dahulu sebelum melanjutkan pekerjaan nya.

Hari-hari yang di lakukan Ifa sekarang begitu. Sibuk dengan pekerjaan nya. Sampai Ifa sendiri seolah lupa akan kejadian yang pernah Ifa alami.

Kesibukan Ifa di kantor mampu mengalihkan rasa sakit hatinya. Ifa mencoba bangkit. Mengingat masih banyak orang yang mendukung dan mencintai Ifa. Apalagi ribuan karyawan juga nasib tergantung pada perusahaan. Ifa harus mengembalikan perusahaan ke titik sebelumnya.

Saking sibuknya, kadang Ifa lembur dan memilih tidur di kantor saja.

Abi Farel dan ummah Sinta tak melarang. Mereka mengerti akan kondisi Ifa. Mereka berharap, Ifa segera bangkit dan melupakan apa yang pernah terjadi.

Abi Farel dan ummah Sinta hanya bisa mendukung apa yang Ifa lakukan. Membiarkan Ifa menyembuhkan luka dengan caranya sendiri.

Bahkan sudah satu Minggu Ifa jarang pulang ke rumah. Kadang membuat ummah Sinta khawatir. Tapi, Abi Farel selalu mencegah ummah Sinta ikut campur. Membiarkan Ifa fokus pada pekerjaan nya. Mungkin dengan itu bisa sedikit mengurangi rasa sakit itu.

Bekerja dan bekerja itulah yang Ifa lakukan. Ifa seolah sudah kembali ke stelan awalnya.

Namun, Ifa sadar jika semuanya terasa berbeda. Entah apa yang berubah. Sekilas, terasa baik-baik saja. Tapi, ada momen di mana Ifa merasa ada sesuatu yang mengganjal tentang sikap Mikail pada nya.

Ifa merasa, Mikail tidak seperti Mikail yang Ifa kenal. Ifa pikir, tidak ada yang berubah. Nyatanya, Ifa semakin sadar jika sikap Mikail padanya benar-benar berubah.

Dari nada bicara yang terasa dingin, bahkan Mikail tak lagi menyiapkan keperluan Ifa. Biasanya, apa-apa selalu Mikail yang menyiapkan sebagai asisten. Tapi, selama seminggu kembalinya Ifa ke perusahaan semuanya tergantikan oleh sang sekertaris. Yang, entah sejak kapan juga ada.

Ingin rasanya Ifa bertanya. Apa yang membuat Mikail begitu. Apa ada masalah atau apa? Sungguh Ifa tak tahu.

Karena penasaran, Ifa memilih menemui Mikail di ruangannya saja. Ingin bertanya apa yang sebenarnya terjadi. Ifa merasa tak enak. Yakin, jika ada sesuatu yang terjadi yang membuat sikap Mikail berubah.

Namun, baru saja Ifa beranjak. Pintu ruangannya di buka. Nampak Mikail masuk membuat Ifa kembali duduk.

"Ada apa, Ail?"

Tanya Ifa spontan. Entah kenapa Ifa juga merasa sedikit terkejut karena Mikail masuk secara tiba-tiba tanpa mengucap salam terlebih dahulu.

Panggilan itu? Dulu panggilan yang selalu membuat Mikail berdebar. Panggilan sayang Ifa pada Mikail yang sudah Ifa anggap seperti adiknya sendiri.

Tanpa bicara, Mikail memberikan sebuah amplop putih.

"Apa ini?"

Kening Ifa mengerut sambil membolak-balik amplop tersebut.

"Surat pengunduran diri."

Deg!

Ifa tertegun, sampai menjatuhkan amplop tersebut. Bibir Ifa ter-katup rapat. Mencoba mencerna apa yang Mikail ucapkan. Ifa mengangkat pandangannya. Menatap Mikail yang terlihat datar. Bahkan tatapannya begitu dingin tak sehangat dulu.

Hati Ifa tiba-tiba merasa aneh. Tak biasanya Mikail menatap Ifa sedingin itu. Tak ada tatapan hangat seperti biasanya.

"Kenapa?"

Tanya Ifa lilih. Kenapa mendadak seperti ini. Kenapa Mikail harus mengundurkan diri di saat Ifa sedang butuh Mikail. Bukan hanya Ifa, tapi juga perusahaan dan seluruh karyawan.

"Dalam surat itu tercatat. Nona bisa membacanya. Saya permisi."

Mikail memutar tubuhnya. Melangkah keluar ruangan Ifa tanpa mengatakan apa-apa lagi.

Bersambung ...

Jangan lupa tinggalkan jejak 🙏 🙏 🥰

Episodes
1 Bab 1 Abi sudah ada calon
2 Bab 2 Jeritan kesakitan Ifa
3 Bab 3 Keputusan yang harus di putuskan.
4 Bab 4 Sah
5 Bab 5 Awal mula petaka itu
6 Bab 6 Prahara subuh
7 Bab 7 Mencoba kuat
8 Bab 8 Melanggar hukum
9 Bab 9 Tak berdaya
10 Bab 10 Jeritan subuh
11 Bab 11 Pingsan
12 Bab 12 Firasat
13 Bab 13 Keadaan Ifa
14 Bab 14 Kesalahan yang terbayar
15 Bab 15 Sesak
16 Bab 16 Liburan
17 Bab 17 Keputusan Ifa
18 Bab 18 Surat cerai
19 Bab 19 Surat pengunduran diri
20 Bab 20 Kenapa pergi?
21 Bab 21 Garis dua
22 Bab 22 Berusaha tetap kuat
23 Bab 23 Jalan terakhir
24 Bab 24 Hasil USG
25 Bab 25 Ummah, maaf
26 Bab 26 Saling dukung
27 Bab 27 Muhamad Zain Al-fahrezi
28 Bab 28 Kedatangan Akmal
29 Bab 29 Kakak baik-baik saja.
30 Bab 30 Sudah terlambat
31 Bab 31 Duka
32 Bab 32 Astaghfirullah hal'azim
33 Bab 33 Tuan Farel
34 Bab 34 Secercah harapan
35 Bab 35 Saya ingin menikahi, kamu.
36 Bab 36 Dejavu
37 Bab 37 Keputusan Ifa
38 Bab 38 'Mama'
39 Bab 39 Menerima takdir
40 Bab 40 Terimakasih, mama.
41 Bab 41 Kebahagiaan
42 Bab 42 Keluarga Cemara
43 Bab 43 Langitnya, indah
44 Bab 44 Gerakkan!!!
45 Bab 45 Aneh
46 Bab 46 Selamat datang di dunia mama.
47 Bab 47 Tersinggung!
48 Bab 48 Selingkuh!
49 Bab 49 Kakak ..,
50 Bab 50 Jangan pura-pura kuat.
51 Bab 51 Perasaan Harfa
52 Bab 52 Perjanjian!
53 Bab 53 Luapan isi hati Ifa
54 Bab 54 Kembalikan kakak Ifa
55 Bab 55 Trauma masa lalu
56 Bab 56 Keputusan Harfa
57 Bab 57 Cara menyembuhkan luka, Ala Ifa
58 Bab 58 Saya
59 Bab 59 Mengikhlaskan
60 Bab 60 Rewel
61 Bab 61 Tak bisa di ulang
62 Bab 62 Di culik
63 Bab 63 Tamu pagi
64 Bab 64 Aku ingin sekuat kakak Ifa
65 Bab 65 Wanita kuat
66 Undangan
67 Promosi Author (Takdir Illahi 2)
68 Promosi Author Amarah Cinta (bukan salah tuhan)
69 Bab 66 Mama mau yang ini.
70 Bab 67 Cukup, mas.
71 Bab 68 Ok, Dino. Ini huruf apa?
72 Bab 69 Aku tak mau putraku gila
73 Bab 70 Saya rindu
74 Bab 71 Mau besok, boleh ya?
75 Bab 72 Mama Cantika
76 Bab 73 Tak ingin menikah lagi
77 Bab 74 Jangan biarkan saya gila.
78 Bab 75 Sebuah keputusan
79 Bab 75 Aku berserah
80 Bab 76 Aku siap, mas.
81 Bab 77 Aku tak sempurna
82 Bab 78 Jujur Kail
83 Bab 79 Pengecut
84 Bab 80 Menerima takdir
85 Bab 81 Penuh haru
86 Bab 82 Canda halal
87 Bab 83 Cabang dua
88 Bab 84 Hamil
89 Bab 85 Anugrah
90 Bab 86 Merdeka
91 Bab 87 Tripel baby
92 Promosi Author
93 Bab 88 Bersama-sama sayang
Episodes

Updated 93 Episodes

1
Bab 1 Abi sudah ada calon
2
Bab 2 Jeritan kesakitan Ifa
3
Bab 3 Keputusan yang harus di putuskan.
4
Bab 4 Sah
5
Bab 5 Awal mula petaka itu
6
Bab 6 Prahara subuh
7
Bab 7 Mencoba kuat
8
Bab 8 Melanggar hukum
9
Bab 9 Tak berdaya
10
Bab 10 Jeritan subuh
11
Bab 11 Pingsan
12
Bab 12 Firasat
13
Bab 13 Keadaan Ifa
14
Bab 14 Kesalahan yang terbayar
15
Bab 15 Sesak
16
Bab 16 Liburan
17
Bab 17 Keputusan Ifa
18
Bab 18 Surat cerai
19
Bab 19 Surat pengunduran diri
20
Bab 20 Kenapa pergi?
21
Bab 21 Garis dua
22
Bab 22 Berusaha tetap kuat
23
Bab 23 Jalan terakhir
24
Bab 24 Hasil USG
25
Bab 25 Ummah, maaf
26
Bab 26 Saling dukung
27
Bab 27 Muhamad Zain Al-fahrezi
28
Bab 28 Kedatangan Akmal
29
Bab 29 Kakak baik-baik saja.
30
Bab 30 Sudah terlambat
31
Bab 31 Duka
32
Bab 32 Astaghfirullah hal'azim
33
Bab 33 Tuan Farel
34
Bab 34 Secercah harapan
35
Bab 35 Saya ingin menikahi, kamu.
36
Bab 36 Dejavu
37
Bab 37 Keputusan Ifa
38
Bab 38 'Mama'
39
Bab 39 Menerima takdir
40
Bab 40 Terimakasih, mama.
41
Bab 41 Kebahagiaan
42
Bab 42 Keluarga Cemara
43
Bab 43 Langitnya, indah
44
Bab 44 Gerakkan!!!
45
Bab 45 Aneh
46
Bab 46 Selamat datang di dunia mama.
47
Bab 47 Tersinggung!
48
Bab 48 Selingkuh!
49
Bab 49 Kakak ..,
50
Bab 50 Jangan pura-pura kuat.
51
Bab 51 Perasaan Harfa
52
Bab 52 Perjanjian!
53
Bab 53 Luapan isi hati Ifa
54
Bab 54 Kembalikan kakak Ifa
55
Bab 55 Trauma masa lalu
56
Bab 56 Keputusan Harfa
57
Bab 57 Cara menyembuhkan luka, Ala Ifa
58
Bab 58 Saya
59
Bab 59 Mengikhlaskan
60
Bab 60 Rewel
61
Bab 61 Tak bisa di ulang
62
Bab 62 Di culik
63
Bab 63 Tamu pagi
64
Bab 64 Aku ingin sekuat kakak Ifa
65
Bab 65 Wanita kuat
66
Undangan
67
Promosi Author (Takdir Illahi 2)
68
Promosi Author Amarah Cinta (bukan salah tuhan)
69
Bab 66 Mama mau yang ini.
70
Bab 67 Cukup, mas.
71
Bab 68 Ok, Dino. Ini huruf apa?
72
Bab 69 Aku tak mau putraku gila
73
Bab 70 Saya rindu
74
Bab 71 Mau besok, boleh ya?
75
Bab 72 Mama Cantika
76
Bab 73 Tak ingin menikah lagi
77
Bab 74 Jangan biarkan saya gila.
78
Bab 75 Sebuah keputusan
79
Bab 75 Aku berserah
80
Bab 76 Aku siap, mas.
81
Bab 77 Aku tak sempurna
82
Bab 78 Jujur Kail
83
Bab 79 Pengecut
84
Bab 80 Menerima takdir
85
Bab 81 Penuh haru
86
Bab 82 Canda halal
87
Bab 83 Cabang dua
88
Bab 84 Hamil
89
Bab 85 Anugrah
90
Bab 86 Merdeka
91
Bab 87 Tripel baby
92
Promosi Author
93
Bab 88 Bersama-sama sayang

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!