Hasutan Clara.

...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

Tok Tok Tok

Di saat tengah fokus, tiba-tiba keduanya di kejutkan oleh ketika pintu yang begitu nyaring dari luar kamar.

"Siapa?"

Sahut Nathan, Dengan geram mengingat ini sudah cukup malam untuk pelayan mengganggu urusan. mereka.

"Aku, Kak, Clara!!"

Nathan dan Gladys sempat membeku di tempatnya saat mendengar suara itu. Namun, tak berselang lama akhirnya Nathan memutuskan untuk berjalan menuju pintu guna membukanya.

Ceklek

"Kak,"

Tanpa aba-aba Clara langsung memeluk Nathan, hingga pria itu reflek mengangkat tangannya ke atas tinggi-tinggi.

Sementara Gladys, akhirnya memilih membuang muka agar tidak melihat pemandangan yang sangat menyakitkan untuk dirinya.

EHEM

Nathan berdehem keras. Lalu, memaksa Clara untuk melepaskan pelukannya.

"Sedang apa kau di sini?"

Jelas sekali raut wajahnya tidak senang yang di perlihatkan Nathan, namun bukan Clara namanya yang perduli dengan apa yang di lihatnya.

"Maaf Kak, Hanya saja, Aku begitu khawatir dengan keadaan Kak Gladys!"

Ucapnya beralasan, lalu melirik kakak angkatnya yang duduk di atas ranjang dengan pakaian yang serba mini.

"Apa-apaan dia? Apa setiap hari dirinya berpakaian seperti ini? apa dia memang berniat untuk merayu kak Nathan?"

Gumam Clara dalam hati, lalu memaksakan senyuman agar Gladys dan Nathan tak curiga.

Melihat pemandangan di hadapannya, jelas membuat Clara Frustasi. Tubuh Gladys sangat bagus. meskipun sedang berbaring, kulitnya seputih susu. namun, agak sedikit kemerahan yang membuatnya nampak begitu segar. beberapa dari bagian tubuhnya terlihat montok berisi.

Clara, saja yang seorang wanita begitu terpesona melihat penampilan kakak angkatnya itu.

Hingga ia berfikir, mungkinkah saat ia di luar negeri sudah terjadi sesuatu di antara Nathan dan Gladys tanpa sepengetahuan nya??

Perlahan Clara menggigit bibirnya. Clara, tidak bisa menahan dirinya lagi dan berkata, " Bolehkah aku melihat kakak ku sebentar? aku begitu khawatir dengan kesehatan nya yang begitu buruk beberapa hari ini."

Ucapnya seolah-olah perduli dengan kesehatan Gladys, seperti yang sudah-sudah. Dan Nathan pun seperti biasa langsung mempercayai drama yang di buat adik iparnya itu.

"Masuklah! kebetulan aku akan turun ke bawah sebentar." Ucap Nathan, Lalu memilih berlalu meninggalkan Gladys bersama Clara yang masih berdiri di ambang pintu.

Clara meremas tangannya kuat-kuat. sungguh, Ia cemburu melihat Gladys menempati kamar mewah milih pria idamannya. terlebih, Nathan seolah menunjukkan ketertarikannya ke pada Gladys akhir-akhir ini sehingga Clara tak tahan lagi harus terus bermain drama di depan keluarganya.

"Clara, ada apa? Apa kau ingin masuk?"

Mendengar namanya di panggil, Clara reflek langsung melangkah masuk sembari memaksakan senyum terbaiknya.

"Sebenernya, aku ingin berterima kasih padamu untuk beberapa tahun ini, kak."

Awalnya Gladys sedang duduk bersandar dengan mata terpejam. namun, saat mendengar ucapan Clara, Reflek matanya langsung terbuka.

Kini sorot mata kakak beradik itu bertemu. Tak ada yang mau saling mengalah seolah begitu keras dengan egonya masing-masing.

"Berterimakasih untuk apa?"

Gladys tak ingin terlihat lemah di mata Clara, ia tak ingin adik angkatnya itu kembali memonopoli dirinya jika terlihat lemah seperti dulu.

Clara memilih duduk di bibir ranjang, lalu mengambil sebelah tangan Gladys untuk ia genggam.

"Terimakasih, kak."

Ucapnya sekali lagi.

Kening Gladys mengerut, ia tidak mengerti dengan maksud ucapan Clara barusan.

"Berterimakasih untuk ku??" Tanyanya memastikan.

Clara mengangguk. "Ya, kakak sudah menjadi istri kontrak kak Nathan dengan begitu baik. kakak, juga bersikap profesional sehingga keluarga kita tidak curiga jika kalian berdua hanya pura-pura selama ini."

Deg

Gladys terpaku. wajahnya berubah puas, tubuhnya yang tadinya panas kini seketika mendingin seiring tubuhnya yang di buat membeku hanya karena mendengar ucapan Clara.

"Kakak pasti terkejut aku mengetahui semuanya. hanya saja, Aku sudah tidak bisa menahan diri lagi untuk berterimakasih pada kakak atas semuanya! Kakak sudah menjaga posisi nyonya Nathaniel dengan baik untuk ku."

Deg

Gladys terdiam sejenak setelah mendengarnya.

Untuk kedua kalinya dalam satu waktu, Clara berbicara seenaknya di depan Gladys hingga membuatnya begitu terkejut.

Ia tidak bodoh, ia tahu apa yang sebenarnya di maksud oleh Clara.

Pertama kali, Clara berterimakasih, lalu memperjelas statusnya di depan Gladys. kemudian, Clara seolah mempertegas jika kedatangannya ke Surabaya untuk mengambil alih tempat yang seharusnya menjadi miliknya.

Setelah puas meluapkan isi hatinya, Clara menatap kembali wajah Gladys. Di sana, ia melihat wajah sang kakak semakin pucat. buru-buru ia menanyakan apakah Gladys sudah meminum obatnya ataukah belum.

"Kak, apakah kakak sudah minum obat dari Nathania? Ku rasa tubuh kakak semakin kurus dan terlihat tidak sehat."

Mendengar itu, Gladys baru teringat jika ia belum meminum obat apapun.

"Sudah." Jawab Gladys terpaksa berbohong.

"Oh baiklah, jika kakak sudah meminum obatnya lebih baik aku pulang! ini sudah terlalu malam untuk ku bertamu."

Ucap Clara, lalu akhirnya melangkah keluar dari kamar itu tanpa menunggu Nathan menemuinya.

"Mungkin dia ingin mengejar cintanya seperti tadi siang." Cibir Gladys pada sikap Clara, yang begitu buru-buru keluar dari kamarnya.

Namun sayangnya pikiran itu terpatahkan setelah, Nathan tiba-tiba kembali masuk ke dalam kamar dengan membawa secangkir teh hangat untuk dirinya.

Gladys yang tadinya sempat ingin turun dari ranjang tiba-tiba tubuhnya terhuyung-huyung dan ingin jatuh.

"Gladys, apa yang kau lakukan?"

Buru-buru Nathan meletakkan cangkir itu ke atas meja, lalu berlari menghampiri Gladys yang nampak terduduk di atas ranjang dengan tangan yang terus memegangi pelipisnya.

"Kak, aku pamit pulang ya,"

Clara tak sengaja melihat pemandangan aneh yang terjadi antara Gladys dan Nathan.

tubuh mereka nampak berdempetan dengan tangan yang saling menggenggam. dimana, Gladys bersandar pada tubuh Nathan, hingga tangan Nathan yang terus berusaha untuk menghangatkan tangan Gladys.

Kemudian, karena tak tahan, Clara cepat-cepat menghampiri keduanya agar segera melepas kan diri mereka satu sama lain.

"Kak, biar aku saja kalau membantu kakak!"

Ucap Clara, laku ingin membantu Gladys beranjak dari pelukan Nathan."Tunggu dulu, kenapa kau masih ada di sini?"

Bukan Gladys yang bertanya, melainkan Nathan dengan kening yang mengerut.

"Aku, Aku lupa belum berpamitan denganmu kak." Clara terpaksa berbohong demi menutupi kebohongannya yang lain.

"Untuk apa? ini sudah malam, tidak seharusnya kau berada di luar, terlebih di rumah seorang laki-laki."

Tegur Nathan dengan nada yang sedikit meninggi.

Sejenak Gladys terdiam, lalu melirik ke arah Nathan yang masih duduk di belakangnya dengan tangan yang masih saling bertautan.

"Tapi kak, laki-laki itu kan kakak. lalu apa salahnya?"

Clara masih tetap ngeyel, tujuannya agar Nathan menawarinya tumpangan untuk tidur di rumahnya. Bila perlu, Ia langsung pindah saja ke rumah itu jika Nathan menyuruhnya.

Terpopuler

Comments

Uthie

Uthie

sok Pede tuhhh benalu 😡

2025-01-15

0

اختی وحی

اختی وحی

kok bisa ad kalimat meminum pelipisnya

2024-09-30

0

lihat semua
Episodes
1 Kembalinya sang pelakor
2 Kembalinya sang pelakor 2
3 Sikap Asli Clara
4 Dendan
5 Dendam 2
6 Kehamilan rahasia
7 Kehamilan rahasia 2
8 Tak sengaja bertemu
9 Fakta sebenarnya
10 Cibiran
11 Sekelumit rasa
12 Kecewa
13 Mulai curiga
14 Kejutan pahit
15 Mulai canggung
16 Sikap tegas Nathan
17 Hampir ketahuan
18 Hasutan Clara.
19 Sekelumit rasa
20 Sedikit perdebatan
21 Keras kepala.
22 Keras kepala 2
23 Sedikit perdebatan
24 Kecewa
25 Tak sengaja bertemu
26 Bertemu kembali
27 Ketakutan
28 Sebuah Alibi
29 Salahh pahamnya Gladys
30 Akal licik Clara
31 Racun
32 Manipulatif
33 Pengganggu
34 Bertemu kembali
35 Kekesalan Clara
36 Perasaan sebenarnya
37 Perasaan Nathan yang sesungguhnya.
38 Sikap Asli Clara
39 Perubahann sikapp Nathan.
40 Kekesalan Clara
41 Kejujuran
42 Cemburu
43 Mari bercerai??
44 EGO
45 Mulai cemburu
46 Alasan
47 Ketegangan
48 Mulai posesif
49 Salah paham
50 Sikap Tegas Nathan
51 Mengerjai
52 Mulai hangat
53 Ulah Clara.
54 Gladys vz Clara.
55 Gladys vz Clara 2
56 Kemunculan yang tiba-tiba
57 Terjebak
58 Terjebaknya Clara
59 Cemburu
60 Rencana baru Clara.
61 Upaya menyadarkan
62 Teguran
63 Ketahuan
64 Cemburu
65 Sadarnya Nyonya Juita 1
66 Siasat Clara
67 Perubahan sikap
68 Mencoba bernegosiasi
69 Putusan
70 Ancaman
71 Sikap tegas Yuda
72 Puncak Rencana
73 Fakta menyakitkan.
74 Pingsan
75 Sadar
76 Kerja sama
77 Kabur
78 Berhasil Kabur
79 Penyesalan
80 Pelarian
81 Pertolongan
82 Hilang tanpa jejak
83 Karma
84 terbongkar
85 Terbongkar2
86 kisah sebenarnya
87 Cerita sebenarnya
88 Kegilaan Nathan
89 Kecurigaan
90 Lima tahun kemudian.
91 Brian
92 Cinta yang tulus
93 Lamaran Valdo
94 Rencana
95 Rencana Nathan
96 Surabaya
97 Surabaya 2
98 Kembali
99 Bertemu Kembali
100 Pertemuan tak terduga
101 Ketegasan
102 Bertemu Brian 1
103 Bertemu Brian 2
104 pertemuan tak terduga
105 Pertemuan tak terduga
106 Kejutan
107 Kabur
108 Skandal
109 Harmonis
110 Peringatan
111 Hak asuh
112 Amarah tuan Nando
113 Amarah Tuan Nando
114 Kecelakaan
115 pertemuan tak terduga
116 Peringatan untuk Clara
117 Sadar
118 Ada apa dengan Brian?
119 Rahasia Clara
120 Kesal
121 Hari Yang di tunggu
122 H- 1 tamat
123 Menjelang ending
124 Bonus Bab.
125 Terbongkar
126 Tamat
Episodes

Updated 126 Episodes

1
Kembalinya sang pelakor
2
Kembalinya sang pelakor 2
3
Sikap Asli Clara
4
Dendan
5
Dendam 2
6
Kehamilan rahasia
7
Kehamilan rahasia 2
8
Tak sengaja bertemu
9
Fakta sebenarnya
10
Cibiran
11
Sekelumit rasa
12
Kecewa
13
Mulai curiga
14
Kejutan pahit
15
Mulai canggung
16
Sikap tegas Nathan
17
Hampir ketahuan
18
Hasutan Clara.
19
Sekelumit rasa
20
Sedikit perdebatan
21
Keras kepala.
22
Keras kepala 2
23
Sedikit perdebatan
24
Kecewa
25
Tak sengaja bertemu
26
Bertemu kembali
27
Ketakutan
28
Sebuah Alibi
29
Salahh pahamnya Gladys
30
Akal licik Clara
31
Racun
32
Manipulatif
33
Pengganggu
34
Bertemu kembali
35
Kekesalan Clara
36
Perasaan sebenarnya
37
Perasaan Nathan yang sesungguhnya.
38
Sikap Asli Clara
39
Perubahann sikapp Nathan.
40
Kekesalan Clara
41
Kejujuran
42
Cemburu
43
Mari bercerai??
44
EGO
45
Mulai cemburu
46
Alasan
47
Ketegangan
48
Mulai posesif
49
Salah paham
50
Sikap Tegas Nathan
51
Mengerjai
52
Mulai hangat
53
Ulah Clara.
54
Gladys vz Clara.
55
Gladys vz Clara 2
56
Kemunculan yang tiba-tiba
57
Terjebak
58
Terjebaknya Clara
59
Cemburu
60
Rencana baru Clara.
61
Upaya menyadarkan
62
Teguran
63
Ketahuan
64
Cemburu
65
Sadarnya Nyonya Juita 1
66
Siasat Clara
67
Perubahan sikap
68
Mencoba bernegosiasi
69
Putusan
70
Ancaman
71
Sikap tegas Yuda
72
Puncak Rencana
73
Fakta menyakitkan.
74
Pingsan
75
Sadar
76
Kerja sama
77
Kabur
78
Berhasil Kabur
79
Penyesalan
80
Pelarian
81
Pertolongan
82
Hilang tanpa jejak
83
Karma
84
terbongkar
85
Terbongkar2
86
kisah sebenarnya
87
Cerita sebenarnya
88
Kegilaan Nathan
89
Kecurigaan
90
Lima tahun kemudian.
91
Brian
92
Cinta yang tulus
93
Lamaran Valdo
94
Rencana
95
Rencana Nathan
96
Surabaya
97
Surabaya 2
98
Kembali
99
Bertemu Kembali
100
Pertemuan tak terduga
101
Ketegasan
102
Bertemu Brian 1
103
Bertemu Brian 2
104
pertemuan tak terduga
105
Pertemuan tak terduga
106
Kejutan
107
Kabur
108
Skandal
109
Harmonis
110
Peringatan
111
Hak asuh
112
Amarah tuan Nando
113
Amarah Tuan Nando
114
Kecelakaan
115
pertemuan tak terduga
116
Peringatan untuk Clara
117
Sadar
118
Ada apa dengan Brian?
119
Rahasia Clara
120
Kesal
121
Hari Yang di tunggu
122
H- 1 tamat
123
Menjelang ending
124
Bonus Bab.
125
Terbongkar
126
Tamat

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!