Mulai curiga

...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

Kepala Gladys semakin pusing karena ia pikir-pikir lagi mungkinkan ia bisa mempertahankan kandungannya? "Apa aku coba saja untuk berbicara dari hati ke hati dengan Kak Nathan? Siapa tau dia mau mengubah keputusannya!! Ya, mungkin itu lebih baik."

Setelah menguatkan tekatnya, Kini Gladys bersiap untuk membersihkan dirinya. Pagi ini ia akan pergi ke kantor saja untuk membicarakan ini langsung dengan suaminya

Tup tup tup

Suara sepatu Gladys memecah keheningan. Pagi ini sepertinya ia ada tamu yang tidak diundang dan tiba-tiba ikut sarapan di rumahnya.

"Nia, Nathania---" Panggilnya pada sosok gadis yang duduk membelakangi dirinya saat ini.

UHUK-UHUK

Nia terbatuk-batuk akibat tersedak makanannya sendiri. Tadinya ia ingin menjawab sapaan Adik iparnya namun sepertinya Nasibnya kurang mujur hari ini.

"Ck, dasar gadis ceroboh." Cibir Gladis seraya menepuk perlahan punggung adik kembar suaminya itu.

Nathania dan Nathaniel adalah saudara kembar. Nia adalah gadis cantik yang memiliki sikap ceroboh, berbanding terbalik dengan sikap Kakaknya Nathaniel yang perfeksionis cenderung manipulatif.

"Pelan-pelan minumnya Nia!! Kau itu sudah dewasa dan Seorang dokter. Kenapa tingkahmu masih seperti anak TK?" Omel Gladys sembari geleng-geleng kepala.

Lalu ia duduk di samping adik sepupunya, sekaligus iparnya itu untuk ikut bergabung sarapan bersama.

Gladys nampak mengamati sekitarnya. Sepertinya sejak bangun tidur tadi ia tak mendapati keberadaan suaminya, entah kemana suaminya itu menghilang. Apa mungkin ia sudah berangkat bekerja sepagi ini?

"Jika kau mencari Nathan, dia sudah pergi pagi-pagi sekali tadi. Maka dari itu dia menghubungiku untuk memantau kesehatanmu yang katanya sedang sakit!!" Ucap Nathania, lalu ia mengulurkan tangannya ke arah leher Kakak iparnya untuk mengecek suhu tubuhnya.

"Badanmu hangat, apa kau akan pergi bekerja?" Tanya Nia yang saat ini menatap lurus iparnya dari ujung kaki hingga ujung kepala.

Penampilan yang sungguh rapi, terlihat jelas jika Kakak iparnya itu akan pergi bekerja pagi ini.

"Tuh sudah tau, kenapa masih nanya lagi sih??" Cibir Gladys seraya menggigit roti tawar yang ada di tangannya.

Niat hati ia ingin bercanda, namun tiba-tiba raut wajahnya berubah pias karena melihat perubahan wajah Nia yang tiba-tiba merenggut kesal padanya.

"Sorry, tidak lucu ya?" Gumam Gladys seraya nyengir kuda. Sudah biasa ia selalu bersikap konyol jika bertemu sepupunya itu.

"Hahaha lucu sekali hingga aku begitu sungkan untuk tertawa..." jawab Gladys sembari tertawa renyah, "Tapi BTW kakak ipar, aku sedikit curiga dengan hasil tes kesehatan mu yang ada di rumah sakit Kami!! " imbuhnya dengan menatap Nia penuh curiga

Deg

Mendengar ucapan Nia, tiba-tiba hati Gladys seperti ingin melompat dari tempatnya. Bahkan ia begitu kesulitan untuk menelan makanannya yang tadi sempat ia kunyah.

"A----Apa yang kau katakan? Memangnya apa yang aneh?"

Nia mengerutkan keningnya, tentu saja ia sedikit menaruh curiga dengan gelagat yang di munculkan Gladys saat ini.

"Kenapa kau gugup seperti itu? Haruskah aku melakukan pemeriksaan ulang terhadap mu?" Cecar Nia dengan tatapan tajam seperti ingin menguliti Gladys hidup-hidup.

"Hah, apakah separah itu?" Sontak Gladys memutar otaknya dengan keras untuk mengalihkan kecurigaan Nia tentang perubahan sikapnya, ia tidak mau jika adik iparnya itu curiga jika ia menyembunyikan sesuatu dari keluarganya.

"Hah?" Nia membuka Mulutnya lebar-lebar, ia kira kakak iparnya itu sudah salah paham dengan maksud ucapannya barusan.

"Maksudnya apa penyakitku parah? Sejujurnya aku malah belum tau dengan hasil pemeriksaan ku kemarin." Bohong Gladys.

"What? Bagaimana bisa kau meninggalkan rumah sakit tanpa melihat hasil pemeriksaan mu? Orang gila mana yang melakukan itu?" Gumam Nia terkejut heran.

"Ya, orang gila itu adalah aku." Ucap Gladys seraya tersenyum bangga.

"Ck. Aneh, padahal kau hanya kelelahan. Tapi kenapa selama ini kau tidak sembuh-sembuh??" Gumam Nia seraya bertopang dagu seakan berfikir keras.

"Benarkah? aku kira aku sakit apa?? kau ini buat aku takut saja!!" kilah Gladys seraya menghela nafasnya lega.

Ia pikir, Nia curiga jika ia sedang hamil, maka dari itu tadi ia gugup sekali.

BRAK

"Aku sudah selesai." Teriak Gladys di selingi gebrakan meja.

UHUK

lagi-lagi Nia harus ketiban sial akibat ulah adik iparnya. "Hei, kau ini makan apa? perasaan sejak tadi kau belum makan. kau malah sibuk mengoceh sendiri." Omel Nia seraya matanya terus memantau pergerakan Gladys yang sudah berjalan keluar meninggalkan dirinya.

"Glad, Berhenti!! kau mau kemana?" Teriaknya untuk kesekian kalinya, namun. sepertinya Gladys tak berniat sedikitpun untuk menghentikan langkah kakinya.

sepertinya Wanita itu sengaja untuk segera kabur dari iparnya iparnya yang begitu cerewet bin Ceroboh yang bernama Nathania Collins Haditama itu.

Setelah bebas dari Cecaran adik iparnya, Gladys akhirnya bisa bernafas dengan lega. Sejak tadi ia menatap ke arah belakang mobilnya seraya berdoa, agar Nia tidak mengejarnya.

Gladys benar-benar mengambil resiko besar karena sudah membohongi keluarganya yang notabene adalah clan dokter.

Kedua mertuanya adalah dokter spesialis, apalagi Tuan Aiden Collins adalah seorang dokter kandungan kelas Wahid pada masanya sebelum memutuskan pensiun dini untuk mengurus perusahaan milik keluarganya.

Nia sang adik iparnya pun memiliki karier yang tak kalah mentereng saat ini. Di usianya yang baru menginjak 27 tahun ia sudah menjadi ahli bedah saraf dan memegang jabatan tinggi di Rumah sakit milik keluarganya, menggantikan Mommy Naira yang sebentar lagi ingin pensiun.

"Gila, Glad. Kau benar-benar sudah sinting karena mengambil resiko sebesar ini!! Bahkan kau melibatkan asisten Yuda juga dalam hal ini. Apa kau tidak sadar jika yang kau bodohi saat ini adalah keluarga dokter terbaik di kota ini??" Gumam Gladys meruntuki kebodohannya sendiri. Bahkan wanita itu sampai memukul-mukul kepalanya sendiri sejak tadi.

Pak Harto yang sejak tadi melihat tingkah aneh Nona mudanya sebenarnya begitu penasaran dengan apa yang sudah terjadi, namun ia tidak berani untuk bertanya dan memilih untuk mengamati saja.

Beberapa menit kemudian.

"Nona kita sudah sampai"

"Baiklah saya turun." Tanda curiga Gladys turun dari mobil, namun tiba-tiba saja ia berubah bingung karena merasa ada yang aneh, ini bukan kantornya melainkan toko kue.

Pak Harto membuka kaca mobilnya, lalu memanggil Nona Gladys. "Nona, kenapa tidak masuk?"

Baiklah saya turun." Tanda curiga Gladys turun dari mobil, namun tiba-tiba saja ia berubah bingung karena merasa ada yang aneh, ini bukan kantornya melainkan toko kue.

Pak Harto membuka kaca mobilnya, lalu memanggil Nona Gladys. "Nona, kenapa tidak masuk?"

"Kenapa bapak bawa saya ke sini?"

"Bukannya akhir-akhir ini anda selalu meminta saya untuk mengantar ke toko kue ini sebelum menuju ke kantor. jadi saya pikir, hari ini anda juga akan melakukan hal yang sama???"

Terpopuler

Comments

Uthie

Uthie

ada yg Miss info soal ini 😁😁

2025-01-15

0

lihat semua
Episodes
1 Kembalinya sang pelakor
2 Kembalinya sang pelakor 2
3 Sikap Asli Clara
4 Dendan
5 Dendam 2
6 Kehamilan rahasia
7 Kehamilan rahasia 2
8 Tak sengaja bertemu
9 Fakta sebenarnya
10 Cibiran
11 Sekelumit rasa
12 Kecewa
13 Mulai curiga
14 Kejutan pahit
15 Mulai canggung
16 Sikap tegas Nathan
17 Hampir ketahuan
18 Hasutan Clara.
19 Sekelumit rasa
20 Sedikit perdebatan
21 Keras kepala.
22 Keras kepala 2
23 Sedikit perdebatan
24 Kecewa
25 Tak sengaja bertemu
26 Bertemu kembali
27 Ketakutan
28 Sebuah Alibi
29 Salahh pahamnya Gladys
30 Akal licik Clara
31 Racun
32 Manipulatif
33 Pengganggu
34 Bertemu kembali
35 Kekesalan Clara
36 Perasaan sebenarnya
37 Perasaan Nathan yang sesungguhnya.
38 Sikap Asli Clara
39 Perubahann sikapp Nathan.
40 Kekesalan Clara
41 Kejujuran
42 Cemburu
43 Mari bercerai??
44 EGO
45 Mulai cemburu
46 Alasan
47 Ketegangan
48 Mulai posesif
49 Salah paham
50 Sikap Tegas Nathan
51 Mengerjai
52 Mulai hangat
53 Ulah Clara.
54 Gladys vz Clara.
55 Gladys vz Clara 2
56 Kemunculan yang tiba-tiba
57 Terjebak
58 Terjebaknya Clara
59 Cemburu
60 Rencana baru Clara.
61 Upaya menyadarkan
62 Teguran
63 Ketahuan
64 Cemburu
65 Sadarnya Nyonya Juita 1
66 Siasat Clara
67 Perubahan sikap
68 Mencoba bernegosiasi
69 Putusan
70 Ancaman
71 Sikap tegas Yuda
72 Puncak Rencana
73 Fakta menyakitkan.
74 Pingsan
75 Sadar
76 Kerja sama
77 Kabur
78 Berhasil Kabur
79 Penyesalan
80 Pelarian
81 Pertolongan
82 Hilang tanpa jejak
83 Karma
84 terbongkar
85 Terbongkar2
86 kisah sebenarnya
87 Cerita sebenarnya
88 Kegilaan Nathan
89 Kecurigaan
90 Lima tahun kemudian.
91 Brian
92 Cinta yang tulus
93 Lamaran Valdo
94 Rencana
95 Rencana Nathan
96 Surabaya
97 Surabaya 2
98 Kembali
99 Bertemu Kembali
100 Pertemuan tak terduga
101 Ketegasan
102 Bertemu Brian 1
103 Bertemu Brian 2
104 pertemuan tak terduga
105 Pertemuan tak terduga
106 Kejutan
107 Kabur
108 Skandal
109 Harmonis
110 Peringatan
111 Hak asuh
112 Amarah tuan Nando
113 Amarah Tuan Nando
114 Kecelakaan
115 pertemuan tak terduga
116 Peringatan untuk Clara
117 Sadar
118 Ada apa dengan Brian?
119 Rahasia Clara
120 Kesal
121 Hari Yang di tunggu
122 H- 1 tamat
123 Menjelang ending
124 Bonus Bab.
125 Terbongkar
126 Tamat
Episodes

Updated 126 Episodes

1
Kembalinya sang pelakor
2
Kembalinya sang pelakor 2
3
Sikap Asli Clara
4
Dendan
5
Dendam 2
6
Kehamilan rahasia
7
Kehamilan rahasia 2
8
Tak sengaja bertemu
9
Fakta sebenarnya
10
Cibiran
11
Sekelumit rasa
12
Kecewa
13
Mulai curiga
14
Kejutan pahit
15
Mulai canggung
16
Sikap tegas Nathan
17
Hampir ketahuan
18
Hasutan Clara.
19
Sekelumit rasa
20
Sedikit perdebatan
21
Keras kepala.
22
Keras kepala 2
23
Sedikit perdebatan
24
Kecewa
25
Tak sengaja bertemu
26
Bertemu kembali
27
Ketakutan
28
Sebuah Alibi
29
Salahh pahamnya Gladys
30
Akal licik Clara
31
Racun
32
Manipulatif
33
Pengganggu
34
Bertemu kembali
35
Kekesalan Clara
36
Perasaan sebenarnya
37
Perasaan Nathan yang sesungguhnya.
38
Sikap Asli Clara
39
Perubahann sikapp Nathan.
40
Kekesalan Clara
41
Kejujuran
42
Cemburu
43
Mari bercerai??
44
EGO
45
Mulai cemburu
46
Alasan
47
Ketegangan
48
Mulai posesif
49
Salah paham
50
Sikap Tegas Nathan
51
Mengerjai
52
Mulai hangat
53
Ulah Clara.
54
Gladys vz Clara.
55
Gladys vz Clara 2
56
Kemunculan yang tiba-tiba
57
Terjebak
58
Terjebaknya Clara
59
Cemburu
60
Rencana baru Clara.
61
Upaya menyadarkan
62
Teguran
63
Ketahuan
64
Cemburu
65
Sadarnya Nyonya Juita 1
66
Siasat Clara
67
Perubahan sikap
68
Mencoba bernegosiasi
69
Putusan
70
Ancaman
71
Sikap tegas Yuda
72
Puncak Rencana
73
Fakta menyakitkan.
74
Pingsan
75
Sadar
76
Kerja sama
77
Kabur
78
Berhasil Kabur
79
Penyesalan
80
Pelarian
81
Pertolongan
82
Hilang tanpa jejak
83
Karma
84
terbongkar
85
Terbongkar2
86
kisah sebenarnya
87
Cerita sebenarnya
88
Kegilaan Nathan
89
Kecurigaan
90
Lima tahun kemudian.
91
Brian
92
Cinta yang tulus
93
Lamaran Valdo
94
Rencana
95
Rencana Nathan
96
Surabaya
97
Surabaya 2
98
Kembali
99
Bertemu Kembali
100
Pertemuan tak terduga
101
Ketegasan
102
Bertemu Brian 1
103
Bertemu Brian 2
104
pertemuan tak terduga
105
Pertemuan tak terduga
106
Kejutan
107
Kabur
108
Skandal
109
Harmonis
110
Peringatan
111
Hak asuh
112
Amarah tuan Nando
113
Amarah Tuan Nando
114
Kecelakaan
115
pertemuan tak terduga
116
Peringatan untuk Clara
117
Sadar
118
Ada apa dengan Brian?
119
Rahasia Clara
120
Kesal
121
Hari Yang di tunggu
122
H- 1 tamat
123
Menjelang ending
124
Bonus Bab.
125
Terbongkar
126
Tamat

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!