Kejutan pahit

...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

"What? Benarkah?" Gladys tersenyum miris, bahkan Sopir pribadinya saja begitu peka dengan sikapnya yang berbeda akhir-akhir ini.

Tapi kenapa suaminya sendiri tidak?

Apakah sama sekali di hati Nathan tak ada nama Gladys di sana?

"Ya sudah pak, saya masuk sebentar ya," Tutur Gladys lalu beranjak pergi dari sana. ia masuk ke dalam toko kue, tadi ia sempat ke pikiran dengan sang suami, apakah dia sudah sarapan?

Meskipun marah dengan penghianat yang di lakukan sang suami padanya. ia tidak pernah sekalipun membenci pria yang sudah membuatnya mengandung buah hati mereka berdua.

Setelah beberapa saat akhirnya ia keluar toko kue dengan membawa sekotak brownies kesukaan Nathan. "Pasti kak Nathan suka!" Ucapnya, lalu kembali ke dalam mobil.

******

Beberapa menit kemudian akhirnya mereka sampai di depan perusahaan milik Collins.Corp

Dengan hati yang bahagia ia masuk ke dalam perusahaan milik suaminya itu. Namun karena tidak hati-hati setelah membuka pintu ia malah mendapati pemandangan yang begitu mengiris hatinya.

Deg!

Seketika jantung Gladys seakan berhenti berdetak. kedua matanya terbelalak lebar mana kala mendapati suaminya tengah memangku seorang perempuan dengan bibir yang saling bertautan.

Tak berselang lama Tiba-tiba Asisten Yuda muncul dari balik Pintu Lift yang terbuka. sepertinya ia baru saja selesai meeting karena di tangannya ia membawa setumpuk berkas yang harus di tandatangani oleh Atasannya.

"Nona Gladys sedang apa?" Tanya Yuda yang belum menyadari kondisi tuannya selama ini.

Baru saat ia menoleh ke arah yang sama dengan Nona Gladys lah ia tau apa yang membuat Istri atasannya itu terdiam di tempatnya. " Ya Tuhan, apa yang mereka berdua lakukan?" Batin Yuda mengumpat kesal.

EHEM! dehem Yuda, lalu mengetuk pintu. apalagi posisi sekarang sedang tidak tepat mengingat noa Gladys sedang berada di sana.

Mendengar suara pintu yang di ketuk sontak membuat Nathan kaget hingga tak sengaja mendorong tubuh Clara hingga terjatuh ke lantai.

BRUK

"Ahhhhh!" Teriak Clara sembari memegangi Pantatnya yang terasa sakit sekali.

Seketika pandangan mata Nathan dan Gladys bertemu, Tanpa memperdulikan Clara pria itu langsung berdiri dari duduknya dan berusaha untuk mengejar Langkah Kaki Gladys yang sudah ingin melangkah pergi meninggalkan ruangannya.

Bahkan kemunculan Gladys yang tiba-tiba seketika membuat Nathan langsung melupakan keberadaan Clara di sana. Merasa di abaikan, Clara kini berteriak memanggil Nama Nathan, agar kembali untuk menolongnya.

"Kak, Kak Nathan." Teriaknya namun sama sekali tak di gubris oleh Nathan yang udah menghilang dari balik pintu.

"Nona, Anda baik-baik saja? Apa perlu saya bantu?" Tanya asisten Yuda sembari menahan tawa.

Sebenarnya ia hanya basa-basi saja menawarkan bantuan pada Clara sebagai wujud profesional kerja.

"Tidak perlu, aku bisa berdiri sendiri. lebih baik sana kau pergi!! membuatku mual saja!" Bentak Clara dengan berusaha bangkit dari posisinya yang tersungkur di lantai.

Sekarang hanya tersisa Asisten Yuda dan Dirinya saja di sana. Hati Clara mengeram kesal karena lagi-lagi Nathan melupakannya hanya untuk mengejar Kakaknya. seketika pikirannya kacau, sejujurnya ia sudah mulai curiga dengan sikap Nathaniel yang mulai perhatian pada kakaknya.

"Brengsek, tidak bisa di biarkan. jangan sampai usahaku selama ini sia-sia untuk membuat kak Nathan Membenci Gladys!!" Geram Clara dengan mengepalkan kedua tangannya.

Sejak dulu, Clara selalu berhasil mengancam Gladys. Mulai dari hal kecil, seperti menginjak tangannya, sampai memanipulasi suaminya itu.

"Aku harap kau tidak mempengaruhi Daddy-ku agar terus membelamu!" Ucap Clara waktu mereka sama-sama duduk di bangku SMA. Clara mendorong Gladys sampai jatuh, lalu menginjak tangannya dengan sengaja.

"AHhhhhh!" Pekik Gladys saat merasakan Jari tangannya terinjak.

Teriakan Gladys membuat Nathan berlari keluar ke taman belakang rumahnya. Melihat Nathan mendekat, Tentu saja Clara memutar otak agar pria yang sangat di cintainya itu tidak curiga.

Akhirnya ia menemukan ide gila, dan kebetulan kakinya yang masih menginjak tangan Gladys pun ia manfaatkan seakan-akan Kakaknya itu tengah menjegal kakinya hingga terjatuh ke tanah.

"Aduh!"

Sesampainya di sana, Nathan langsung membantu Clara untuk berdiri. "Apa yang kau lakukan?" Bentak Nathan pada Gladys.

"Kak, aku bahkan tidak melakukan apapun! Clara lah yang melukaiku!" Ucap Gladys membela diri.

"Halah dasar gadis manipulatif! Tak ku sangka begini lah sifat aslimu!"

Setelah mengatakan itu Nathan membawa pergi tubuh Clara dengan menggendongnya ala bridal style, mengabaikan Gladys.

******

Siapa sangka dari kejauhan tuan Aiden melihat dengan jelas semua yang terjadi di dalam Perusahaannya.

Selama ini tuan Aiden selalu memantau seluruh pergerakan kedua putra putrinya. bukannya marah, tuan Aiden malah tersenyum Smirk menatap ke arah Layar komputer yang ada di hadapannya.

Asisten Hans yang kini berdiri di belakangnya pun tak kalah datarnya menatap ke arah layar Leptin yang masih menyala. "Tuan, Apakah anda tidak ingin menegur Tuan Nathan atas kecerobohannya? kasihan Nona Gladys!"

"Tidak perlu, Biarkan saja! aku punya rencana lain untuk anak nakal itu, Kau siapkan saja apa yang aku perintahkan setelah ini."

"Baik Tuan." Jawab Hans, laku menundukkan kepalanya sejenak.

****

Sementara itu Nathan yang tadi sempat mengejar langkah Gladys kini nyatanya kehilangan jejak. Namun ia tak sengaja menendang kantung plastik yang tadi sempat di bawa oleh Gladys untuk dirinya.

"Apa ini?"

Karena penasaran, pria itu akhirnya memutuskan untuk mengecek apa isinya? dari bungkusannya sebenarnya ia sudah tau jika itu adalah brownies dari toko kesukaannya.

"Ini" Entah kenapa Melihat brownies itu seketika hati Rakha berdesir hebat. ada rasa sesak mana kala ia mengingat bagaimana Gladys menatap sendu ke arahnya sesaat sebelum ia pergi tadi.

"Mungkinkah ia sengaja membawakan ini untuk ku? Tapi sejak kapan dia perduli pada apa saja yang aku suka??" Gumamnya, lalu ia menatap kembali ke sekelilingnya berharap mungkin saja Gladys masih ada di sekitar sana.

Namun sepertinya harapan tinggal lah harapan karena sepertinya istrinya itu sudah pergi jauh dari sana.

Tanpa sepengetahuan Nathan, Gladys nyatanya masih di sana namun ia bersembunyi dari balik pilar besar hingga Nathan tak dapat menemukannya. Wanita itu menatap sendu ke arah pria yang berhasil memporak-porandakan hatinya tanpa memiliki niat untuk menemuinya.

"Kau bodoh, Glad. Bahkan Nathan sudah merencanakan ini, dia memberimu cuti untuk bermesraan dengan Adikmu! kenapa kau bebal tetap datang ke kantor hanya untuk memberinya kejutan."

Gladys tertawa, namun air matanya terus mengalir pada pipinya.

Wajahnya yang pucat sungguh menambah tragis nasibnya yang selalu di anggap tidak ada oleh suaminya sendiri.

di sisi yang lainnya. Nathan, terus mencari keberadaan Gladys.Namun, tak kunjung kunjung ketemu.hingga, membuatnya frustasi dan mengacak-acak rambutnya sendiri.

"kau, di mana Glad??"

Terpopuler

Comments

Uthie

Uthie

sukurin 😡😡😡

2025-01-15

0

lihat semua
Episodes
1 Kembalinya sang pelakor
2 Kembalinya sang pelakor 2
3 Sikap Asli Clara
4 Dendan
5 Dendam 2
6 Kehamilan rahasia
7 Kehamilan rahasia 2
8 Tak sengaja bertemu
9 Fakta sebenarnya
10 Cibiran
11 Sekelumit rasa
12 Kecewa
13 Mulai curiga
14 Kejutan pahit
15 Mulai canggung
16 Sikap tegas Nathan
17 Hampir ketahuan
18 Hasutan Clara.
19 Sekelumit rasa
20 Sedikit perdebatan
21 Keras kepala.
22 Keras kepala 2
23 Sedikit perdebatan
24 Kecewa
25 Tak sengaja bertemu
26 Bertemu kembali
27 Ketakutan
28 Sebuah Alibi
29 Salahh pahamnya Gladys
30 Akal licik Clara
31 Racun
32 Manipulatif
33 Pengganggu
34 Bertemu kembali
35 Kekesalan Clara
36 Perasaan sebenarnya
37 Perasaan Nathan yang sesungguhnya.
38 Sikap Asli Clara
39 Perubahann sikapp Nathan.
40 Kekesalan Clara
41 Kejujuran
42 Cemburu
43 Mari bercerai??
44 EGO
45 Mulai cemburu
46 Alasan
47 Ketegangan
48 Mulai posesif
49 Salah paham
50 Sikap Tegas Nathan
51 Mengerjai
52 Mulai hangat
53 Ulah Clara.
54 Gladys vz Clara.
55 Gladys vz Clara 2
56 Kemunculan yang tiba-tiba
57 Terjebak
58 Terjebaknya Clara
59 Cemburu
60 Rencana baru Clara.
61 Upaya menyadarkan
62 Teguran
63 Ketahuan
64 Cemburu
65 Sadarnya Nyonya Juita 1
66 Siasat Clara
67 Perubahan sikap
68 Mencoba bernegosiasi
69 Putusan
70 Ancaman
71 Sikap tegas Yuda
72 Puncak Rencana
73 Fakta menyakitkan.
74 Pingsan
75 Sadar
76 Kerja sama
77 Kabur
78 Berhasil Kabur
79 Penyesalan
80 Pelarian
81 Pertolongan
82 Hilang tanpa jejak
83 Karma
84 terbongkar
85 Terbongkar2
86 kisah sebenarnya
87 Cerita sebenarnya
88 Kegilaan Nathan
89 Kecurigaan
90 Lima tahun kemudian.
91 Brian
92 Cinta yang tulus
93 Lamaran Valdo
94 Rencana
95 Rencana Nathan
96 Surabaya
97 Surabaya 2
98 Kembali
99 Bertemu Kembali
100 Pertemuan tak terduga
101 Ketegasan
102 Bertemu Brian 1
103 Bertemu Brian 2
104 pertemuan tak terduga
105 Pertemuan tak terduga
106 Kejutan
107 Kabur
108 Skandal
109 Harmonis
110 Peringatan
111 Hak asuh
112 Amarah tuan Nando
113 Amarah Tuan Nando
114 Kecelakaan
115 pertemuan tak terduga
116 Peringatan untuk Clara
117 Sadar
118 Ada apa dengan Brian?
119 Rahasia Clara
120 Kesal
121 Hari Yang di tunggu
122 H- 1 tamat
123 Menjelang ending
124 Bonus Bab.
125 Terbongkar
126 Tamat
Episodes

Updated 126 Episodes

1
Kembalinya sang pelakor
2
Kembalinya sang pelakor 2
3
Sikap Asli Clara
4
Dendan
5
Dendam 2
6
Kehamilan rahasia
7
Kehamilan rahasia 2
8
Tak sengaja bertemu
9
Fakta sebenarnya
10
Cibiran
11
Sekelumit rasa
12
Kecewa
13
Mulai curiga
14
Kejutan pahit
15
Mulai canggung
16
Sikap tegas Nathan
17
Hampir ketahuan
18
Hasutan Clara.
19
Sekelumit rasa
20
Sedikit perdebatan
21
Keras kepala.
22
Keras kepala 2
23
Sedikit perdebatan
24
Kecewa
25
Tak sengaja bertemu
26
Bertemu kembali
27
Ketakutan
28
Sebuah Alibi
29
Salahh pahamnya Gladys
30
Akal licik Clara
31
Racun
32
Manipulatif
33
Pengganggu
34
Bertemu kembali
35
Kekesalan Clara
36
Perasaan sebenarnya
37
Perasaan Nathan yang sesungguhnya.
38
Sikap Asli Clara
39
Perubahann sikapp Nathan.
40
Kekesalan Clara
41
Kejujuran
42
Cemburu
43
Mari bercerai??
44
EGO
45
Mulai cemburu
46
Alasan
47
Ketegangan
48
Mulai posesif
49
Salah paham
50
Sikap Tegas Nathan
51
Mengerjai
52
Mulai hangat
53
Ulah Clara.
54
Gladys vz Clara.
55
Gladys vz Clara 2
56
Kemunculan yang tiba-tiba
57
Terjebak
58
Terjebaknya Clara
59
Cemburu
60
Rencana baru Clara.
61
Upaya menyadarkan
62
Teguran
63
Ketahuan
64
Cemburu
65
Sadarnya Nyonya Juita 1
66
Siasat Clara
67
Perubahan sikap
68
Mencoba bernegosiasi
69
Putusan
70
Ancaman
71
Sikap tegas Yuda
72
Puncak Rencana
73
Fakta menyakitkan.
74
Pingsan
75
Sadar
76
Kerja sama
77
Kabur
78
Berhasil Kabur
79
Penyesalan
80
Pelarian
81
Pertolongan
82
Hilang tanpa jejak
83
Karma
84
terbongkar
85
Terbongkar2
86
kisah sebenarnya
87
Cerita sebenarnya
88
Kegilaan Nathan
89
Kecurigaan
90
Lima tahun kemudian.
91
Brian
92
Cinta yang tulus
93
Lamaran Valdo
94
Rencana
95
Rencana Nathan
96
Surabaya
97
Surabaya 2
98
Kembali
99
Bertemu Kembali
100
Pertemuan tak terduga
101
Ketegasan
102
Bertemu Brian 1
103
Bertemu Brian 2
104
pertemuan tak terduga
105
Pertemuan tak terduga
106
Kejutan
107
Kabur
108
Skandal
109
Harmonis
110
Peringatan
111
Hak asuh
112
Amarah tuan Nando
113
Amarah Tuan Nando
114
Kecelakaan
115
pertemuan tak terduga
116
Peringatan untuk Clara
117
Sadar
118
Ada apa dengan Brian?
119
Rahasia Clara
120
Kesal
121
Hari Yang di tunggu
122
H- 1 tamat
123
Menjelang ending
124
Bonus Bab.
125
Terbongkar
126
Tamat

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!