Cibiran

...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

Gladys menghentikan langkahnya, lalu menoleh dan melihat ada dua perempuan yang berjalan menghampirinya dengan penampilan sangat elegan.

mereka seperti orang yang sedang berpesta.

Salah satu dari mereka berhenti tepat di depan Gladys, lalu melipat kedua tangannya di depag dada.

"Apa kau yang bernama Gladys?"

Dari wajahnya jelas wanita itu tidak menyukai Gladys, Namun Gladys merasa tidak mengenalinya sehingga tidak ingin berlama-lama membuang waktunya untuk berurusan dengan mereka.

"Maaf, saya rasa saya tidak mengenali kalian." Jawab Gladys dengan sopan.

Meskipun di telinga mereka terdengar menggelikan.

"Gak penting kau mengenali kami atau tidak. di sini kami hanya ingin kau tau diri, Clara sudah kembali. jadi, tahu dirilah dan segeralah tinggalkan Nathan."

Seketika pupil mata Gladys menyipit.

Bagaimana bisa kedua orang ini mengenal adiknya? apakah keduanya adalah teman Clara? tapi, bagaimana bisa keduanya tau tentang hubungan ketiganya, apakah selama ini Clara menceritakan kisah mereka pada orang lain.

Kedua wanita itu nampak menatap Gladys dengan hina. Gladys menyadari ada sorot mata kebencian yang di perlihatkan oleh kedua wanita asing yang menghalangi langkahnya itu, sehingga membuat nya memilih untuk segera pergi dari sana.

"Hei, Mau kemana kau? Kami belum selesai bicara!"

Salah satu dari mereka terpaksa menarik tangan Gladys, agar kembali pada tempatnya semula.

Awalnya mereka ingin bicara baik-baik, namun melihat Gladys yang tak menggubris ucapan mereka. agaknya mereka mulai berubah pikiran.

"Kenapa, kaget? apa kamu terlalu menikmati peran menjadi Nyonya Nathaniel Collins Haditama, sehingga kau tidak mau melepaskan gelar itu untuk Clara?"

Gladys menggigit bubur bawahnya, Wajahnya memucat, kuku-kuku carinya mulai memutih. perutnya terasa mual hingga Akhirnya ia tak tahan lagi untuk tidak memuntahkan isi perutnya.

Uwekkkkk

Ahhhhhhgrh

Dua wanita itu berteriak, merasa jijik dengan apa yang di lakukan Gladys pada mereka.

Gladys muntah tepat mengenai baju mahal mereka.

"Dasar wanita jorok, menjijikkan."

"Benar, pantas saja Nathan tidak menyukaimu, kau itu benar-benar tidak bisa di banggakan."

Gladys hanya diam tak menanggapi ocehan keduanya, Ia lebih memilih membersihkan mulutnya dari sisa kotoran yang menempel di sana, ketimbang menimpali apapun yang di ucapkan keduanya.

Selepas meluapkan amarah mereka, keduanya pun memilih pergi.

Gladys ikut berbalik dan pergi dari sana tanpa sepatah kata pun keluar dari mulut tipisnya.

Gladys tak langsung pulang, Ia memilih untuk berdiam diri di sebuah taman untuk merenungi nasibnya.

Selepas kepergian Gladys Nathaniel tak bisa tenang entah kenapa otaknya selalu memikirkan Keadaan Gladys, hingga akhirnya ia memutuskan untuk segera pulang.

Melihat itu, Clara tentu saja tak tinggal diam. wanita itu langsung mencekal tangan Nathan untuk menghentikannya.

"Kak, kau mau kemana?"

"Lepaskan, Ra! aku harus pulang." Jawab Nathan, lalu melepaskan tangan Clara yang memegangi tangannya.

"Tapi, kak, acara kita belum selesai. aku tidak enak jika mereka menanyakan keberadaan kakak nantinya, kun mohon jangan pergi!"

Untuk kali ini, Clara ingin bersikap egois. ia tidak akan membiarkan acara penyambutannya gagal hanya karena Nathan ingin segera pulang.

"Clara, Kali ini aku tidak bisa. Maaf jika mengecewakanmu!"

Nathan tetap kekeh pada tujuan awalnya, Entah kenapa ia merasa jika Gladys sedang tidak baik-baik saja. ia merasa bersalah karena mengikuti keinginan Clara, nunggu mengerjai kakaknya.

Namun, Pada akhirnya dirinya pula lah yang kelimpungan karena Gladys tiba-tiba pergi dari sana tanpa menunggunya.

"Kak, Kak tolong jangan pergi!"

Teriakan Clara tak di gubris Nathan, pria itu tetap melangkah pergi meskipun kondisi tengah hujan lebat saat ini.

Sedangkan di sisi lainnya.

Hampir satu jam Gladys duduk di bangku sebuah taman. Di sana ia bebas meluapkan seluruh isi hatinya dengan menangis dan berteriak sesuka hatinya. Tak terasa hujan semakin lebat, sudah menjadi kebiasaan Gladys membawa payung lipat di dalam tasnya, namun hari ini ia tidak mau menggunakannya karena ingin menikmati hujan dengan menangis sepuas hati.

"Dad, Mom, aku rindu." Tangisnya pecah, bayangan masa kecil yang begitu bahagia berputar dalam otaknya.

Beberapa jam kemudian, akhirnya Gladys terstandar dan memilih pergi.

Karena terlalu lama di sana, langit pun mulai menggelap. akhirnya wanita itu memutuskan untuk pulang dengan berjalan kaki, tubuhnya nampak menggigil hebat, sepertinya ia sudah sangat kedinginan.

Dari kejauhan pak Harto, supir pribadi keluarga Collins, melihat kedatangan Nona mudanya dengan keadaan basah kuyup.

Reflek pak Harto langsung berlari mengambil payung untuk memayungi Menantu majikannya itu. "Waduh nona Gladys, kenapa basah kuyup begini? Cepat masuk!!"

"Nona, kenapa anda seperti ini?"

Gladys yang baru sampai di depan pintu, sontak menatap ke arah pak Harto yang tadi menyambut kepulangannya.

Namun, belum juga ia menjawab pertanyaan pak Harto, tiba-tiba terdengar derap langkah kaki yang ikut menyambut kepulangan Gladys, dengan tatapan penuh curiga di sertai kerutan di wajah tampannya yang saat ini tengah berjalan menuju ke arah Gladys berdiri.

Plok plok plok

"Ada apa? Ingat pulang kau rupanya!!" Ucapnya dengan nada ketus.

Meskipun sebenarnya dalam hati Nathan, sangat bersyukur karena Gladys akhirnya pulang juga.

Mendengar suara itu, sontak tubuh Gladys menjadi membeku serta hati yang terasa sakit.

Kenapa pria itu sudah pulang? bukankah dia tengah bersama Clara?

"Tuan, sepertinya nona sedang tidak baik-baik saja. Wajahnya pucat dan bibirnya nampak-----"

"Siapa yang bertanya padamu, Hm?" Ucap Nathan memotong ucapan pak Harto yang sempat menyambut kedatangan Gladys.

Sontak pak Harto langsung menunduk itu menundukkan kepalanya tak berani bersuara Setelah itu, tatapan Nathan kembali ke arah Gladys yang sejak tadi menatapnya dengan sorot mata tak terbaca.

Hingga tanpa menjawab pertanyaan sedikitpun Gladys malah melenggang ingin masuk ke dalam rumah mereka hingga membuat Nathan menggunakan otoritasnya untuk menarik istrinya agar tidak berani meninggalkan dirinya sebelum dirinya selesai bicara.

"Jika kau berani pergi dari sini maka jangan harap bisa keluar dengan bebas lagi sepeti sebelum-sebelumnya!" Ancam Nathan dengan tegas

Mau tidak mau Gadis menghentikan langkahnya. "Ada apa kak? Apa ada yang ingin kau bicarakan denganku?" Tanyanya dengan menatap Nathan dengan intensitas.

Sejenak hati Nathan berdesir hebat, entah kenapa ia merasa ada yang hilang dari sorot mata teduh milih istrinya itu kali ini.

Gladys yang biasanya menatapnya penuh cinta, kini seolah kehilangan gairah hidupnya. Sedikit terlintas rasa iba di dalam hati Nathan pada istrinya itu saat ini, namun tiba-tiba kilas balik kehidupan masa lalu mereka membuat hati Nathan kembali menjadi dingin sedingin batu es. Reflek ia memutuskan tatapan mata ke arah lain, agar tidak kembali tertipu dengan keluguan paras istrinya yang menurutnya munafik itu.

"Nona muda"

Kepala pelayan keluarga Collins tiba-tiba muncul, Wanita paruh baya itu nampak panik saat melihat tubuh Gladys yang basah kuyup.

Terpopuler

Comments

Uthie

Uthie

Saat nya berubah Gladys 💪😡

2025-01-15

0

Endang Supriati

Endang Supriati

bodohhhh sialan,lagi hamil muda TIDAK BOLEH KENA HUJAN GOBLOG

2024-09-30

0

lihat semua
Episodes
1 Kembalinya sang pelakor
2 Kembalinya sang pelakor 2
3 Sikap Asli Clara
4 Dendan
5 Dendam 2
6 Kehamilan rahasia
7 Kehamilan rahasia 2
8 Tak sengaja bertemu
9 Fakta sebenarnya
10 Cibiran
11 Sekelumit rasa
12 Kecewa
13 Mulai curiga
14 Kejutan pahit
15 Mulai canggung
16 Sikap tegas Nathan
17 Hampir ketahuan
18 Hasutan Clara.
19 Sekelumit rasa
20 Sedikit perdebatan
21 Keras kepala.
22 Keras kepala 2
23 Sedikit perdebatan
24 Kecewa
25 Tak sengaja bertemu
26 Bertemu kembali
27 Ketakutan
28 Sebuah Alibi
29 Salahh pahamnya Gladys
30 Akal licik Clara
31 Racun
32 Manipulatif
33 Pengganggu
34 Bertemu kembali
35 Kekesalan Clara
36 Perasaan sebenarnya
37 Perasaan Nathan yang sesungguhnya.
38 Sikap Asli Clara
39 Perubahann sikapp Nathan.
40 Kekesalan Clara
41 Kejujuran
42 Cemburu
43 Mari bercerai??
44 EGO
45 Mulai cemburu
46 Alasan
47 Ketegangan
48 Mulai posesif
49 Salah paham
50 Sikap Tegas Nathan
51 Mengerjai
52 Mulai hangat
53 Ulah Clara.
54 Gladys vz Clara.
55 Gladys vz Clara 2
56 Kemunculan yang tiba-tiba
57 Terjebak
58 Terjebaknya Clara
59 Cemburu
60 Rencana baru Clara.
61 Upaya menyadarkan
62 Teguran
63 Ketahuan
64 Cemburu
65 Sadarnya Nyonya Juita 1
66 Siasat Clara
67 Perubahan sikap
68 Mencoba bernegosiasi
69 Putusan
70 Ancaman
71 Sikap tegas Yuda
72 Puncak Rencana
73 Fakta menyakitkan.
74 Pingsan
75 Sadar
76 Kerja sama
77 Kabur
78 Berhasil Kabur
79 Penyesalan
80 Pelarian
81 Pertolongan
82 Hilang tanpa jejak
83 Karma
84 terbongkar
85 Terbongkar2
86 kisah sebenarnya
87 Cerita sebenarnya
88 Kegilaan Nathan
89 Kecurigaan
90 Lima tahun kemudian.
91 Brian
92 Cinta yang tulus
93 Lamaran Valdo
94 Rencana
95 Rencana Nathan
96 Surabaya
97 Surabaya 2
98 Kembali
99 Bertemu Kembali
100 Pertemuan tak terduga
101 Ketegasan
102 Bertemu Brian 1
103 Bertemu Brian 2
104 pertemuan tak terduga
105 Pertemuan tak terduga
106 Kejutan
107 Kabur
108 Skandal
109 Harmonis
110 Peringatan
111 Hak asuh
112 Amarah tuan Nando
113 Amarah Tuan Nando
114 Kecelakaan
115 pertemuan tak terduga
116 Peringatan untuk Clara
117 Sadar
118 Ada apa dengan Brian?
119 Rahasia Clara
120 Kesal
121 Hari Yang di tunggu
122 H- 1 tamat
123 Menjelang ending
124 Bonus Bab.
125 Terbongkar
126 Tamat
Episodes

Updated 126 Episodes

1
Kembalinya sang pelakor
2
Kembalinya sang pelakor 2
3
Sikap Asli Clara
4
Dendan
5
Dendam 2
6
Kehamilan rahasia
7
Kehamilan rahasia 2
8
Tak sengaja bertemu
9
Fakta sebenarnya
10
Cibiran
11
Sekelumit rasa
12
Kecewa
13
Mulai curiga
14
Kejutan pahit
15
Mulai canggung
16
Sikap tegas Nathan
17
Hampir ketahuan
18
Hasutan Clara.
19
Sekelumit rasa
20
Sedikit perdebatan
21
Keras kepala.
22
Keras kepala 2
23
Sedikit perdebatan
24
Kecewa
25
Tak sengaja bertemu
26
Bertemu kembali
27
Ketakutan
28
Sebuah Alibi
29
Salahh pahamnya Gladys
30
Akal licik Clara
31
Racun
32
Manipulatif
33
Pengganggu
34
Bertemu kembali
35
Kekesalan Clara
36
Perasaan sebenarnya
37
Perasaan Nathan yang sesungguhnya.
38
Sikap Asli Clara
39
Perubahann sikapp Nathan.
40
Kekesalan Clara
41
Kejujuran
42
Cemburu
43
Mari bercerai??
44
EGO
45
Mulai cemburu
46
Alasan
47
Ketegangan
48
Mulai posesif
49
Salah paham
50
Sikap Tegas Nathan
51
Mengerjai
52
Mulai hangat
53
Ulah Clara.
54
Gladys vz Clara.
55
Gladys vz Clara 2
56
Kemunculan yang tiba-tiba
57
Terjebak
58
Terjebaknya Clara
59
Cemburu
60
Rencana baru Clara.
61
Upaya menyadarkan
62
Teguran
63
Ketahuan
64
Cemburu
65
Sadarnya Nyonya Juita 1
66
Siasat Clara
67
Perubahan sikap
68
Mencoba bernegosiasi
69
Putusan
70
Ancaman
71
Sikap tegas Yuda
72
Puncak Rencana
73
Fakta menyakitkan.
74
Pingsan
75
Sadar
76
Kerja sama
77
Kabur
78
Berhasil Kabur
79
Penyesalan
80
Pelarian
81
Pertolongan
82
Hilang tanpa jejak
83
Karma
84
terbongkar
85
Terbongkar2
86
kisah sebenarnya
87
Cerita sebenarnya
88
Kegilaan Nathan
89
Kecurigaan
90
Lima tahun kemudian.
91
Brian
92
Cinta yang tulus
93
Lamaran Valdo
94
Rencana
95
Rencana Nathan
96
Surabaya
97
Surabaya 2
98
Kembali
99
Bertemu Kembali
100
Pertemuan tak terduga
101
Ketegasan
102
Bertemu Brian 1
103
Bertemu Brian 2
104
pertemuan tak terduga
105
Pertemuan tak terduga
106
Kejutan
107
Kabur
108
Skandal
109
Harmonis
110
Peringatan
111
Hak asuh
112
Amarah tuan Nando
113
Amarah Tuan Nando
114
Kecelakaan
115
pertemuan tak terduga
116
Peringatan untuk Clara
117
Sadar
118
Ada apa dengan Brian?
119
Rahasia Clara
120
Kesal
121
Hari Yang di tunggu
122
H- 1 tamat
123
Menjelang ending
124
Bonus Bab.
125
Terbongkar
126
Tamat

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!