Kembalinya sang pelakor 2

...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

"Sial, kenapa yang di katakan Clara benar." Gumam Nathan sembari tersenyum getir.

Ia tinggal bersama Gladys selama satu tahun ini tanpa cinta, ia hanya akan mendatangi Gladys jika ia butuh saja dan tidak memiliki waktu untuk mengamati penampilannya.

Dan malam ini, adalah kali pertama Nathan melihat dengan jelas jika banyak sekali perubahan pada diri Gladys.

"Ck, apa yang aku lakukan? kenapa aku malah terpesona padanya?"

****

Di sisi yang lainnya, kemunculan Clara menyita intensitas seluruh keluarga dan tamu undangan yang datang untuk menyambut kedatangannya.

Clara, yang notabene nya adalah seorang desainer papan atas begitu di dielu-elukan oleh pada kaum jetset.

Tak ayal kemunculan Clara di depan mereka membuat siapapun tak akan menyadari kehadiran Gladys di sana.

"Ramai sekali," gumam Gladys, sembari mencoba meringsek masuk ke dalam kediaman Collins.

Rumah yang satu tahun ini menjadi tempat tinggalnya setelah menikah dengan Nathaniel satu tahun yang lalu.

Gladys terpaku, Matanya menatap nanar ke arah Clara yang di kerumuni banyak orang, apalagi ada kedua orangtuanya juga yang berdiri di samping adik angkatnya itu.

"Clara, Akhirnya dia kembali! apakah dia masih membenciku?" Gumamnya tanpa sadar menitihkan air mata.

"Glad," Panggil Nyonya Naira yang berdiri tak jauh dari posisi Gladys saat ini.

Ibu mertuanya itu memang sejak tadi mencarinya karena tak kunjung pulang.

"Mom," Panggil Gladys, lalu berhambur memeluk ibu mertuanya.

"Kau dari mana saja sayang? kenapa baru pulang?" Tanya Nyonya Naira setelah mengurai pelukannya.

Wanita paruh baya itu menelisik tubuh menantunya dengan teliti karena merasa ada yang berbeda pada kondisinya.

"Ada apa Mom?" Tanya Gladys dengan kening yang mengerut.

Sejak tadi ia merasa kurang nyaman karena Nyonya Naira malah menatapnya dengan curiga. ia takut jika mertuanya itu mengetahui sesuatu tentang kehamilannya, mengingat keluarga Collins adalah keluarga dokter.

"Kenapa badanmu basah kuyup seperti ini?!" Jawab Nyonya Naira sembari merangkul bahu sang menantu.

Tak berselang lama, Tuan Aiden muncul dan memanggil istrinya untuk membawa Gladys bertemu Clara.

"Sayang, kenapa kau masih di sini?" Tanya Tuan Aiden sembari berjalan mendekat. agaknya tuan Aiden belum menyadari keadaan Gladys yang basah kuyup sehingga ia nampak biasa saja.

Barulah saat sudah berdiri di samping keduanya, Tuan Aiden nampak terkejut. "Glad, kenapa basah kuyup begini?"

Jelas Sekali Aura kekhawatiran dari kedua mertuanya, sehingga membuat Gladys begitu terharu.

"Aku baik-baik saja Dad, jangan khawatir!" Jawab Gladys sembari mengusap lengan tuan Aiden.

 "Sudahlah, Ajak menantu kita ganti baju dulu Mom, baru bawa dia ke taman untuk bertemu yang lainnya!" Ucap Tuan Aiden pada akhirnya.

Akhirnya Nyonya Naira menuntun Gladys untuk naik ke tangga, Namun baru saja beberapa langkah keduanya di kaget kan dengan kemunculan Nathan yang tengah berjalan menuruni anak tangga.

Gladys menatap nanar ke arah sang suami, dalam hatinya penuh tanya. Apakah pria itu sudah pulang sejak tadi?' Pikirnya melayang jauh.

 "Kau baru pulang?" Cicit Nathan, saat melihat Gladys berdiri tak jauh darinya dengan keadaan setengah basah meskipun tak melunturkan kecantikannya.

"Ya, dia baru pulang. bukannya seharusnya kau yang menjemputnya? kenapa malah Yuda yang melakukannya?" Sahut Nyonya Naira, yang nampak kesal dengan putra pertamanya itu karena selalu abai dengan kondisi istrinya sendiri.

Meskipun ia tau jika Nathan Nathaniel sudah lama seolah menjaga jarak dengan menantunya, hanya saja ia tak menduga jika Nathan akan setega itu pada Gladys.

"Tidak apa-apa Mom, Yuda atau siapapun tak masalah yang penting aku sudah sampai rumah kan?" Ucap Gladys seolah menutupi kesalahan Nathan untuk kesekian kalinya.

"Nah kan, Mom dengar sendiri kan? dia bilang jika siapapun yang menjemputnya tak ada bedanya, lalu kenapa di perbesar? Lebih baik kau ganti baju dan temui adikmu sana! kau harus meminta maaf padanya karena dosamu banyak padanya." Cibir Nathan sembari berjalan melewati Gladys dan Mommy-nya.

"Nathan!!!" Panggil Nyonya Naira namun tak di gubris oleh Nathan, yang malah melambaikan tangannya untuk pergi ke arah taman.

Sementara Gladys, Ia berusaha untuk terlihat tegar di depan sang mertua agar Mom Naira tak semakin curiga.

"Sudahkah Mom, Aku masuk dulu ya! Aku harus membersihkan diri terlebih dahulu sebelum menyusul kalian!"

"Baiklah, Cepatlah bersihkan dirimu dan segera turun untuk makan malam!" Jawab Nyonya Naira, Lalu melepas pegangannya dari bahu Gladys

Sehingga Menantunya itu bisa naik ke atas kamarnya untuk segera membersihkan diri.

Meskipun nampak tegar. Namun saat sendiri, Gladys adalah wanita yang rapuh. Di dalam kamar mandi Gladys menangis meratapi nasibnya yang tak pernah di cintai oleh suaminya sendiri.

Bahkan saat hamil pun, ia tak bisa mengatakannya kepada keluarganya sendiri akibat ancaman dari sang suami.

Kini Gladys menatap dirinya di dalam cermin, Bayangan masa lalu kembali teringat di otaknya.

Berulang kali Nathan menegaskan jika pernikahan mereka terjadi karena terpaksa, Dan ia sama sekali tak mau memiliki keturunan dari wanita seperti Gladys yang merupakan keturunan orang gila.

Hal itu sempat di ungkapkan oleh Nathan saat keduanya selesai memadu kasih.

"Minum ini! jangan sampai kau hamil." Cicit Nathan sembari melempar satu botol pil kontrasepsi ke arah Gladys.

"Tapi kak, Aku selalu mual meminumnya. apalagi Daddy Aiden bilang jika belum memiliki keturunan, sangat tidak di anjurkan jika kita meminum pil semacam ini, aku tidak......"

"Jangan banyak bicara!" Potong Nathan yang masih berdiri di samping ranjang, akhirnya kembali duduk dan menatap Gladys dengan nyalang.

Tubuh Gladys bergetar dengan wajah yang tertunduk, Tangannya berusaha untuk menarik selimut yang menutupi tubuhnya dengan rasa takut.

 Nathan langsung mencengkeram kuat dagu sang istri agar Mendongak ke marahnya.

"Auuu sakit kak." Ucap Gladys mengiba, Air matanya kurun seiring rasa sakit hati yang di torehkan Nathan semakin dalam.

"Dengarkan aku baik-baik! aku tak sudi memiliki anak dari wanita keturunan orang gila seperti dirimu! Meskipun kita masih saudara, aku tidak sudi genetik gila dari ibumu menurun ke anakku! jadi awas saja jika sampai kau hamil karena tak mengikuti ucapanku, jangan salahkan aku jika aku akan membunuhnya dengan tanganku sendiri!"

Nyonya Juita adalah Mommy kandung Gladys pernah mengalami depresi berat setelah kehilangan bayinya sesaat setelah melahirkan, oleh sebab itulah tuan Nando terpaksa mengangkat anak dari panti asuhan untuk membuat istrinya kembali seperti semula.

Brak

Tubuh Gladys luruh di bawah wastafel kamar mandinya. Tangisnya pecah dengan tangan yang bergetar saat mengeluarkan secarik kertas dari saku celananya.

Sebuah kertas yang selalu mengingatkannya pada penyakit sang Mommy dan ancaman Nathan akan membunuh anaknya sendiri.

"Tidak, Mommy akan selalu melindungi mu, sayang! mommy tidak akan membiarkan siapapun menyakitimu termasuk Daddy mu sendiri." Gumam Gladys sembari mengelus perutnya yang masih datar.

Terpopuler

Comments

Uthie

Uthie

Wahhh.... gak sabar nunggu moment Gladys bisa ambil keputusan dan pergi dari laki bodoh macam dia 🤨😡

2025-01-15

0

Akbar Razaq

Akbar Razaq

Jika lemah dan cengeng begini bagaimana kau bs melindungi anakmu?

2024-11-12

0

lihat semua
Episodes
1 Kembalinya sang pelakor
2 Kembalinya sang pelakor 2
3 Sikap Asli Clara
4 Dendan
5 Dendam 2
6 Kehamilan rahasia
7 Kehamilan rahasia 2
8 Tak sengaja bertemu
9 Fakta sebenarnya
10 Cibiran
11 Sekelumit rasa
12 Kecewa
13 Mulai curiga
14 Kejutan pahit
15 Mulai canggung
16 Sikap tegas Nathan
17 Hampir ketahuan
18 Hasutan Clara.
19 Sekelumit rasa
20 Sedikit perdebatan
21 Keras kepala.
22 Keras kepala 2
23 Sedikit perdebatan
24 Kecewa
25 Tak sengaja bertemu
26 Bertemu kembali
27 Ketakutan
28 Sebuah Alibi
29 Salahh pahamnya Gladys
30 Akal licik Clara
31 Racun
32 Manipulatif
33 Pengganggu
34 Bertemu kembali
35 Kekesalan Clara
36 Perasaan sebenarnya
37 Perasaan Nathan yang sesungguhnya.
38 Sikap Asli Clara
39 Perubahann sikapp Nathan.
40 Kekesalan Clara
41 Kejujuran
42 Cemburu
43 Mari bercerai??
44 EGO
45 Mulai cemburu
46 Alasan
47 Ketegangan
48 Mulai posesif
49 Salah paham
50 Sikap Tegas Nathan
51 Mengerjai
52 Mulai hangat
53 Ulah Clara.
54 Gladys vz Clara.
55 Gladys vz Clara 2
56 Kemunculan yang tiba-tiba
57 Terjebak
58 Terjebaknya Clara
59 Cemburu
60 Rencana baru Clara.
61 Upaya menyadarkan
62 Teguran
63 Ketahuan
64 Cemburu
65 Sadarnya Nyonya Juita 1
66 Siasat Clara
67 Perubahan sikap
68 Mencoba bernegosiasi
69 Putusan
70 Ancaman
71 Sikap tegas Yuda
72 Puncak Rencana
73 Fakta menyakitkan.
74 Pingsan
75 Sadar
76 Kerja sama
77 Kabur
78 Berhasil Kabur
79 Penyesalan
80 Pelarian
81 Pertolongan
82 Hilang tanpa jejak
83 Karma
84 terbongkar
85 Terbongkar2
86 kisah sebenarnya
87 Cerita sebenarnya
88 Kegilaan Nathan
89 Kecurigaan
90 Lima tahun kemudian.
91 Brian
92 Cinta yang tulus
93 Lamaran Valdo
94 Rencana
95 Rencana Nathan
96 Surabaya
97 Surabaya 2
98 Kembali
99 Bertemu Kembali
100 Pertemuan tak terduga
101 Ketegasan
102 Bertemu Brian 1
103 Bertemu Brian 2
104 pertemuan tak terduga
105 Pertemuan tak terduga
106 Kejutan
107 Kabur
108 Skandal
109 Harmonis
110 Peringatan
111 Hak asuh
112 Amarah tuan Nando
113 Amarah Tuan Nando
114 Kecelakaan
115 pertemuan tak terduga
116 Peringatan untuk Clara
117 Sadar
118 Ada apa dengan Brian?
119 Rahasia Clara
120 Kesal
121 Hari Yang di tunggu
122 H- 1 tamat
123 Menjelang ending
124 Bonus Bab.
125 Terbongkar
126 Tamat
Episodes

Updated 126 Episodes

1
Kembalinya sang pelakor
2
Kembalinya sang pelakor 2
3
Sikap Asli Clara
4
Dendan
5
Dendam 2
6
Kehamilan rahasia
7
Kehamilan rahasia 2
8
Tak sengaja bertemu
9
Fakta sebenarnya
10
Cibiran
11
Sekelumit rasa
12
Kecewa
13
Mulai curiga
14
Kejutan pahit
15
Mulai canggung
16
Sikap tegas Nathan
17
Hampir ketahuan
18
Hasutan Clara.
19
Sekelumit rasa
20
Sedikit perdebatan
21
Keras kepala.
22
Keras kepala 2
23
Sedikit perdebatan
24
Kecewa
25
Tak sengaja bertemu
26
Bertemu kembali
27
Ketakutan
28
Sebuah Alibi
29
Salahh pahamnya Gladys
30
Akal licik Clara
31
Racun
32
Manipulatif
33
Pengganggu
34
Bertemu kembali
35
Kekesalan Clara
36
Perasaan sebenarnya
37
Perasaan Nathan yang sesungguhnya.
38
Sikap Asli Clara
39
Perubahann sikapp Nathan.
40
Kekesalan Clara
41
Kejujuran
42
Cemburu
43
Mari bercerai??
44
EGO
45
Mulai cemburu
46
Alasan
47
Ketegangan
48
Mulai posesif
49
Salah paham
50
Sikap Tegas Nathan
51
Mengerjai
52
Mulai hangat
53
Ulah Clara.
54
Gladys vz Clara.
55
Gladys vz Clara 2
56
Kemunculan yang tiba-tiba
57
Terjebak
58
Terjebaknya Clara
59
Cemburu
60
Rencana baru Clara.
61
Upaya menyadarkan
62
Teguran
63
Ketahuan
64
Cemburu
65
Sadarnya Nyonya Juita 1
66
Siasat Clara
67
Perubahan sikap
68
Mencoba bernegosiasi
69
Putusan
70
Ancaman
71
Sikap tegas Yuda
72
Puncak Rencana
73
Fakta menyakitkan.
74
Pingsan
75
Sadar
76
Kerja sama
77
Kabur
78
Berhasil Kabur
79
Penyesalan
80
Pelarian
81
Pertolongan
82
Hilang tanpa jejak
83
Karma
84
terbongkar
85
Terbongkar2
86
kisah sebenarnya
87
Cerita sebenarnya
88
Kegilaan Nathan
89
Kecurigaan
90
Lima tahun kemudian.
91
Brian
92
Cinta yang tulus
93
Lamaran Valdo
94
Rencana
95
Rencana Nathan
96
Surabaya
97
Surabaya 2
98
Kembali
99
Bertemu Kembali
100
Pertemuan tak terduga
101
Ketegasan
102
Bertemu Brian 1
103
Bertemu Brian 2
104
pertemuan tak terduga
105
Pertemuan tak terduga
106
Kejutan
107
Kabur
108
Skandal
109
Harmonis
110
Peringatan
111
Hak asuh
112
Amarah tuan Nando
113
Amarah Tuan Nando
114
Kecelakaan
115
pertemuan tak terduga
116
Peringatan untuk Clara
117
Sadar
118
Ada apa dengan Brian?
119
Rahasia Clara
120
Kesal
121
Hari Yang di tunggu
122
H- 1 tamat
123
Menjelang ending
124
Bonus Bab.
125
Terbongkar
126
Tamat

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!