Dendam 2

...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

Setelah duduk di tempat mereka masing-masing, Barulah Clara sadar ada yang aneh dengan kondisi kakaknya itu. Buru-buru Clara bertanya seolah-olah ia ingin membangun citra baik di depan Mata Nathan dan Yuda, jika ia begitu perduli dengan keadaan Gladys.

"Kak, Are you oke? Jenaka wajahmu pucat sekali?"

Mendengar pertanyaan itu, Nathan yang tadinya fokus pada berkas-berkas yang ada di hadapannya mulai terusik, lalu ia mendongak untuk menatap Gladys.

"Apa karena kehujanan semalam?"

"Kehujanan?" Clara terlihat bingung, lalu memutuskan untuk menatap Gladys kembali dengan seksama. "kenapa sejak dulu, kau tidak berubah kak? Kenapa hobby sekali mencari celah untuk menyakiti dirimu sendiri!" tegurnya seolah-olah ia begitu perduli dengan kondisi Gladys.

Nathan mengerutkan keningnya, Lalu tiba-tiba ia tersenyum mencibir ke arah Gladys.

"Ah iya, aku lupa jika dulu hampir setiap hari kau melakukan hal yang sama untuk menarik perhatian orang lain agar fokus padamu dan mengabaikan Clara!" Cibirnya mengingat-ingat masa lalu mereka.

Sungguh Hati Gladys terasa teriris, bukannya perduli, Nathan lagi-lagi malah menuduhnya tanpa bukti demi membela Clara.

Terlalu lama diam, Gladys mencoba menghela nafas panjang sebelum mulai menjelaskan.

"Aku,... "

"Nona Gladys memang benar-benar sakit, Tuan."

Yuda tiba-tiba menyela bagai pahlawan kesiangan yang siap menjadi garda terdepan untuk membela Gladys, di saat Clara mencoba kembali memprovokasi Nathan agar semakin membenci Istrinya.

Mendengar itu, Clara melirik Nathan yang terlihat terkejut mendengar pembelaan Yuda.

"kau yakin?" Tanya Nathan memastikan

"Tentu saja, Tuan. Bukankah kemarin anda yang menyuruh saya untuk menjemput Nona! Dan saat itu, saya menjemput Nona di rumah sakit." Jawab Yuda.

Tanpa sadar, Jawaban itu malah membuat semua orang terkejut terutama Gladys. Ia tak menduga jika Yuda akan membelanya sampai sejauh itu, namun ia sedikit khawatir, apakah Yuda benar-benar melihatnya keluar dari rumah sakit kala itu, Hingga ia bisa mengatakan sedemikian rupa untuk membelanya??

Mendengar keterangan Yuda, entah kenapa perasaan Nathan mulai khawatir. Lalu ia menatap Gladys sedemikian rupa untuk memastikan jika apa yang di katakan Yuda memang benar.

"Kamu sakit, tapi kenapa masih nekat masuk kerja?"

Entah kenapa pria itu tiba-tiba terlihat begitu marah. Entah karena kasihan atau benar-benar khawatir? Terkadang Nathan pun juga bingung mempersepsikan perasaannya sendiri ketika berhadapan dengan Gladys.

Gladys memaksakan senyumnya agar tidak terlihat lemah di depan Clara. "Aku hanya kehujanan saja, tidak ada yang perlu dikhawatirkan!

Kemudian ia menatap Yuda, lalu meminta berkas-berkas yang tadi di bawa rekan kerjanya itu untuk ia serahkan ke pada Nathan yang saat ini berperan sebagai atasan mereka.

Setelah menerima laporan itu dari Yuda, Gladys langsung meletakkannya tepat di hadapan Nathan.

"Itu hasil laporan proyek minggu kemarin, kami sudah merapikannya. Mungkin, Anda ingin ngeceknya kembali sebelum kita memulai meeting pagi ini?"

Setelah mengatakan itu, Gladys menatap Clara yang segera menampilkan senyum manisnya. Sebisa mungkin Clara ingin menunjukan otoritasnya di hadapan Gladys, jika ia lebih dari segalanya di Bandung kakak angkatnya itu.

Ia ingin menunjukan pada keluarga mereka, jika salah jika dulu mereka memilih Gladys sebagai calon istri Nathan dan mengabaikan keberadaannya untuk menjadi kandidat Nyonya Nathaniel Collins haditama. Padahal saat itu, ia sudah bekerja keras untuk mendapatkan posisi itu dengan terus berusaha mengungguli Gladys.

Namun sayangnya, Oma Cintya yang kala itu masih hidup, berpesan Agar Nathan tetap menikahi Gladys apapun yang terjadi sebagai amanat terakhirnya.

Tanpa sadar Tangan Clara terkepal kuat saat mengingat kejadian empat tahun yang lalu, di mana ia memutuskan untuk pergi mengasingkan diri karena kecewa.

Nathan akhirnya mengecek satu persatu goresan pena yang ada di kertas itu, tanpa menyadari jika terjadi ketegangan di depan matanya saat ini antara Gladys dan Clara.

Sementara Yuda, kini memilih diam mengawasi sikap Clara yang menurutnya sedikit mencurigakan.

Tak berselang lama, semua kepala divisi sudah berkumpul masuk ke dalam ruangan itu. ternyata, selain untuk mengevaluasi kinerja pegawainya, Nathan juga mengadakan meeting pagi itu untuk memperkenalkan Clara, yang akan bekerja sama dengan perusahaan mereka sebagai designer t-shirt edisi terbaru.

Meskipun tak terkejut, Namun Gladys tak bisa menutupi rasa kecewanya Karena ia sama sekali tak tahu menahu tentang keputusan itu. meskipun, ia bekerja sebagai Sekretaris suaminya sendiri, Agaknya Nathan sama sekali tak terlalu memperdulikan keberadaannya dan fungsinya di sana.

Sehingga, saat yang lainnya bertanya soal bergabungnya Clara dalam proyek mereka, yang hanya bisa ia lakukan hanya tersenyum seperti orang bodoh seolah-olah ia di libatkan dalam pengambilan keputusan itu.

Setelah satu jam, akhirnya meeting itu selesai dan Gladys langsung bergegas keluar tanpa menunggu aba-aba dari Nathan. Melihat kesempatan itu, Clara menahan tangan Nathan untuk menahannya agar tidak buru-buru keluar, sehingga di sanalah mereka berdua saja.

"Kak,"

Nathan baru menoleh saat Clara memanggil. namanya dan mencekal lengannya. padahal tadi ia ingin segera mengejar Gladys untuk menegur nya dan menyuruhnya segera pulang.

Melihat ekspresi Nathan saat ini, Clara mengernyit heran. Namun, ia masih berkata dengan suara yang terdengar lembut. "Apa kakak khawatir dengan keadaan kak Gladys?" tanyanya seolah-olah perduli.

"Dia sangat keras kepala, aku harus menegurnya agar tidak bersikap semaunya! jika ia sakit, kenapa memaksakan diri untuk bekerja? apakah ia ingin aku di marahi lagi oleh Mom Naira dan Daddy Aiden hanya karena tidak becus menjaganya?"

Tanpa sadar Nathan malah seolah mengkhawatirkan keadaan Gladys, meskipun di belakang kata-katanya tersemat ketakutan jika kedua orang tuannya tau jika ia lalai. namun, Clara bukanlah wanita bodoh yang mudah percaya dengan alibi Nathan barusan.

Sehingga, Clara memaksakan sebuah senyum seolah-olah ia percaya apa yang di katakan Nathan barusan. "Menurut ku, apa yang di katakan kak Gladys ada benarnya kak. tak perlu terlalu di besar-besaran kan! kakak seharusnya tidak terlalu keras padanya! mau bagaimanapun ia adalah saudara kita. apalagi, ia juga istrimu."

Saat mengatakan itu, Clara nampak memaksakan senyum terbaiknya.

"Keras???"

Nathan menganga tak menduga jika Clara akan menuduhnya keras pada Gladys, padahal ia hanya bicara Fakta jika Gladys seolah menyepelekan kondisinya yang terlihat pucat sejak pagi.

Ingin sekali Nathan tertawa terbahak-bahak, bahkan ia sudah berusaha menahan diri selama ini untuk tidak bicara kasar pada Gladys, meskipun hatinya begitu membenci wanita itu.

Clara berjalan mendekat, lalu tanpa aba-aba mengusap Dada bidang Nathan dengan lembut.

"Sudahlah kak, biarkan aku saja yang bicara padanya! kaka lebih baik kembali ke ruangan kakak saja sekarang." Ucap Clara.

Terpopuler

Comments

Uthie

Uthie

ternyata mereka memelihara Ular beracun 😡😡😡

2025-01-15

0

lihat semua
Episodes
1 Kembalinya sang pelakor
2 Kembalinya sang pelakor 2
3 Sikap Asli Clara
4 Dendan
5 Dendam 2
6 Kehamilan rahasia
7 Kehamilan rahasia 2
8 Tak sengaja bertemu
9 Fakta sebenarnya
10 Cibiran
11 Sekelumit rasa
12 Kecewa
13 Mulai curiga
14 Kejutan pahit
15 Mulai canggung
16 Sikap tegas Nathan
17 Hampir ketahuan
18 Hasutan Clara.
19 Sekelumit rasa
20 Sedikit perdebatan
21 Keras kepala.
22 Keras kepala 2
23 Sedikit perdebatan
24 Kecewa
25 Tak sengaja bertemu
26 Bertemu kembali
27 Ketakutan
28 Sebuah Alibi
29 Salahh pahamnya Gladys
30 Akal licik Clara
31 Racun
32 Manipulatif
33 Pengganggu
34 Bertemu kembali
35 Kekesalan Clara
36 Perasaan sebenarnya
37 Perasaan Nathan yang sesungguhnya.
38 Sikap Asli Clara
39 Perubahann sikapp Nathan.
40 Kekesalan Clara
41 Kejujuran
42 Cemburu
43 Mari bercerai??
44 EGO
45 Mulai cemburu
46 Alasan
47 Ketegangan
48 Mulai posesif
49 Salah paham
50 Sikap Tegas Nathan
51 Mengerjai
52 Mulai hangat
53 Ulah Clara.
54 Gladys vz Clara.
55 Gladys vz Clara 2
56 Kemunculan yang tiba-tiba
57 Terjebak
58 Terjebaknya Clara
59 Cemburu
60 Rencana baru Clara.
61 Upaya menyadarkan
62 Teguran
63 Ketahuan
64 Cemburu
65 Sadarnya Nyonya Juita 1
66 Siasat Clara
67 Perubahan sikap
68 Mencoba bernegosiasi
69 Putusan
70 Ancaman
71 Sikap tegas Yuda
72 Puncak Rencana
73 Fakta menyakitkan.
74 Pingsan
75 Sadar
76 Kerja sama
77 Kabur
78 Berhasil Kabur
79 Penyesalan
80 Pelarian
81 Pertolongan
82 Hilang tanpa jejak
83 Karma
84 terbongkar
85 Terbongkar2
86 kisah sebenarnya
87 Cerita sebenarnya
88 Kegilaan Nathan
89 Kecurigaan
90 Lima tahun kemudian.
91 Brian
92 Cinta yang tulus
93 Lamaran Valdo
94 Rencana
95 Rencana Nathan
96 Surabaya
97 Surabaya 2
98 Kembali
99 Bertemu Kembali
100 Pertemuan tak terduga
101 Ketegasan
102 Bertemu Brian 1
103 Bertemu Brian 2
104 pertemuan tak terduga
105 Pertemuan tak terduga
106 Kejutan
107 Kabur
108 Skandal
109 Harmonis
110 Peringatan
111 Hak asuh
112 Amarah tuan Nando
113 Amarah Tuan Nando
114 Kecelakaan
115 pertemuan tak terduga
116 Peringatan untuk Clara
117 Sadar
118 Ada apa dengan Brian?
119 Rahasia Clara
120 Kesal
121 Hari Yang di tunggu
122 H- 1 tamat
123 Menjelang ending
124 Bonus Bab.
125 Terbongkar
126 Tamat
Episodes

Updated 126 Episodes

1
Kembalinya sang pelakor
2
Kembalinya sang pelakor 2
3
Sikap Asli Clara
4
Dendan
5
Dendam 2
6
Kehamilan rahasia
7
Kehamilan rahasia 2
8
Tak sengaja bertemu
9
Fakta sebenarnya
10
Cibiran
11
Sekelumit rasa
12
Kecewa
13
Mulai curiga
14
Kejutan pahit
15
Mulai canggung
16
Sikap tegas Nathan
17
Hampir ketahuan
18
Hasutan Clara.
19
Sekelumit rasa
20
Sedikit perdebatan
21
Keras kepala.
22
Keras kepala 2
23
Sedikit perdebatan
24
Kecewa
25
Tak sengaja bertemu
26
Bertemu kembali
27
Ketakutan
28
Sebuah Alibi
29
Salahh pahamnya Gladys
30
Akal licik Clara
31
Racun
32
Manipulatif
33
Pengganggu
34
Bertemu kembali
35
Kekesalan Clara
36
Perasaan sebenarnya
37
Perasaan Nathan yang sesungguhnya.
38
Sikap Asli Clara
39
Perubahann sikapp Nathan.
40
Kekesalan Clara
41
Kejujuran
42
Cemburu
43
Mari bercerai??
44
EGO
45
Mulai cemburu
46
Alasan
47
Ketegangan
48
Mulai posesif
49
Salah paham
50
Sikap Tegas Nathan
51
Mengerjai
52
Mulai hangat
53
Ulah Clara.
54
Gladys vz Clara.
55
Gladys vz Clara 2
56
Kemunculan yang tiba-tiba
57
Terjebak
58
Terjebaknya Clara
59
Cemburu
60
Rencana baru Clara.
61
Upaya menyadarkan
62
Teguran
63
Ketahuan
64
Cemburu
65
Sadarnya Nyonya Juita 1
66
Siasat Clara
67
Perubahan sikap
68
Mencoba bernegosiasi
69
Putusan
70
Ancaman
71
Sikap tegas Yuda
72
Puncak Rencana
73
Fakta menyakitkan.
74
Pingsan
75
Sadar
76
Kerja sama
77
Kabur
78
Berhasil Kabur
79
Penyesalan
80
Pelarian
81
Pertolongan
82
Hilang tanpa jejak
83
Karma
84
terbongkar
85
Terbongkar2
86
kisah sebenarnya
87
Cerita sebenarnya
88
Kegilaan Nathan
89
Kecurigaan
90
Lima tahun kemudian.
91
Brian
92
Cinta yang tulus
93
Lamaran Valdo
94
Rencana
95
Rencana Nathan
96
Surabaya
97
Surabaya 2
98
Kembali
99
Bertemu Kembali
100
Pertemuan tak terduga
101
Ketegasan
102
Bertemu Brian 1
103
Bertemu Brian 2
104
pertemuan tak terduga
105
Pertemuan tak terduga
106
Kejutan
107
Kabur
108
Skandal
109
Harmonis
110
Peringatan
111
Hak asuh
112
Amarah tuan Nando
113
Amarah Tuan Nando
114
Kecelakaan
115
pertemuan tak terduga
116
Peringatan untuk Clara
117
Sadar
118
Ada apa dengan Brian?
119
Rahasia Clara
120
Kesal
121
Hari Yang di tunggu
122
H- 1 tamat
123
Menjelang ending
124
Bonus Bab.
125
Terbongkar
126
Tamat

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!