Fakta sebenarnya

...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

Gladys berjalan keluar dari rumah sakit, ternyata hujan rintik-rintik mulai turun. Gladys dengan lembut menyentuh perutnya yang masih datar.

Di dalam perutnya, kehidupan baru telah tumbuh.

Anak dari Nathaniel Collins Haditama dengan dirinya.

Ponsel Gladys bergetar, dia pun mengeluarkannya dari dalam tas dan ternyata suaminya, Nathan, yang telah mengirimkan sebuah pesan.

"Jika kau belum pulang, maka antara kan bekas perjanjian dengan perusahaan Emtek. Grup ke alamat Xxx"

Gladys membaca Alamatnya, Dan kebetulan satu jalur dengan arahnya pulang.

Ia pikiran tak masalah jika mengantarkan berkas itu sejenak, terlebih saat ini ia juga membawanya di dalam tas. Ia berfikir mungkin Nathan membutuhkan berkas itu segera mengingat hari ini ia memang ada meeting bersama Klien penting dengan Yuda.

Namun sebelum pergi, Gladys menyempatkan diri untuk mencari jasa taksi melalui aplikasi yang ada di ponselnya.

Tak berselang lama, Akhirnya Taksi itu tiba dan membawanya ke alamat yang sudah di kirimkan Nathan tadi.

Sesampainya di lobby sebuah gedung, Gladys pun turun dari taksi itu, lalu menundukkan kepalanya untuk mengucapkan terimakasih seperti biasanya.

"Ya ampun kampungan sekali."

Cibir beberapa wanita yang tak sengaja melihat Gladys menuruni sebuah taksi, lalu berucap terimakasih kepada sopirnya.

Gladys menoleh, lalu tersenyum menanggapi cibiran dari beberapa wanita itu padanya.

Menurutnya tak masalah di bilang kampungan. toh apa yang ia lakukan tak merugikan orang lain, ia hanya menjalankan apa yang di ajarkan oleh kedua orang tuannya seperti mengucap tolong di saat ia membutuhkan bantuan.

Lalu mengucapkan terimakasih bagi siapa saja yang sudah membantunya.

Namun sikap ramahnya kepada ketiga wanita itu malah di sambut dengan pedas oleh ketiganya, yang nampak sedang menunggu seseorang.

Yang membuat Gladys bingung adalah, kenapa pakaian ketiga wanita itu nampak begitu mini dan terkesan kurang sopan.

Hujan yang tadinya hanya gerimis, kini berubah menjadi deras, lalu buru-buru Gladys memasuki pelataran gedung itu dengan kening yang mengerut.

"Tempat apa ini? Kenapa suara musiknya keras sekali?"

Gladys bingung sampai-sampai menutup telinganya, karena tidak kuat dengan suara musik yang begitu nyaring.

Saat ia melangkah semakin masuk, Tiba-tiba seorang pria berbadan kekar menghentikan langkahnya.

"Maaf nona, Tunjukan kartu anggota anda?"

Deg.

"Anggota, anggota apa?"

Gladys berpikir sejenak, lalu memilih melangkah keluar untuk menghubungi Nathan agar mengambil berkasnya keluar.

sayangnya, Beberapa kali panggilan tak di jawab oleh Nathan yang kebetulan sedang berada di toilet. sementara ponselnya ia tinggalkan di atas meja dan kebetulan Clara yang ada di sana bersama beberapa teman-teman mereka yang lainnya.

"Ck, kakakku yang malang. dia bagai pungguk merindukan bulan."

Clara bergumam sembari tersenyum sinis menatap ponsel Nathan yang beberapa kali berkedip, dengan nama Gladys yang terpampang jelas melakukan panggilan.

Tak berselang Lama, Gladys mengiriminya pesan agar menemuinya di lantai dasar.

"Aku sudah sampai kak, apakah kakak masih lama? Aku tidak bisa masuk karena tidak memiliki kartu anggota."

Setelah pesan itu terkirim, Gladys yang kelelahan akhirnya memutuskan untuk duduk berjongkok di pinggir jalan arah jalan masuk sembari pikirannya menerawang tentang kehamilannya.

"Apa aku katakan saja yang sebenarnya? mungkin saja kak Nathan mau berbaik hati merawatnya!"

Gladys tenggelam dalam pikirannya, sementara Clara tengah sibuk mengolok-olok nya bersama teman-temannya di lantai atas.

"Sepertinya kakakku itu sangat mencintaimu kak." Cibirnya ke arah Nathan yang baru saja datang setelah dari toilet.

"sudah ku katakan jangan membahasnya ketika kita sedang bersama!"

Nathan seolah mengancam Clara dan teman-temannya untuk diam. mereka semua tau jika pernikahan antara pewaris perusahaan Collins Haditama dan Pewaris Hadiatmaja itu terjadi karena terpaksa.

Perusahaan Hadiatmaja yang terancam gulung tikar harus segera di akuisisi oleh perusahaan lain agar tetap bisa berjaya. Namun, karena tak ingin perusahaan keluarga terpecah belah, Oma Cintya yang kala itu masih hidup memaksakan kehendaknya untuk Nathan dan Gladys segera menikah.

Maka secara tidak langsung Perusahaan Collins Haditama akhirnya mengakuisisi perusahaan Hadiatmaja sebagai anak cabang mereka di Singapura.

Hampir seluruh teman Nathan Tau jika selama ini Clara lah yang sangat dekat dengan Nathan, Bukan Gladys yang saat ini menjadi istrinya.

Jadi, tanpa Nathan banyak bicara pun mereka tau jika wanita yang di cintai Nathan adalah Clara, bukan istrinya.

"Sepertinya istrimu itu begitu polos, hingga ia menunggumu di luar sana."

Teman Nathan yang lain ternyata melihat kondisi Gladys dari atas sana sembari tertawa.

"Tidak-tidak sepertinya istrinya terlalu mencintainya sehingga tidak menggunakan otaknya untuk berfikir. Mana ada orang meeting di dalam sebuah Club??"

Semua orang nampak bercanda mengatas namakan Gladys yang begitu bodoh, hingga begitu mudah di percaya oleh Nathan.

Nathan mengambil ponselnya, lalu ia dengan segera mengirimkan pesan balasan pada Gladys agar pulang saja.

"Pergilah, aku tidak membutuhkan berkas itu lagi!"

Nathan memencet tombol kirim, lalu kembali menaruh ponselnya.

Tadi, Clara lah yang mempunyai ide gila untuk memanggil Gladys ke sana. awalnya ia ingin seluruh teman Nathan melihat Gladys gar bisa membandingkannya dengan dirinya.

Namun, Agaknya Nathan keberatan hingga ia tak mengizinkan Gladys sampai masuk ke dalam sana.

"Kenapa kau tidak mengatakan saja kepada istrimu itu, Jika kau lebih mencintai adiknya ketimbang dia?"

Agaknya beberapa teman Nathan tidak ingin melepaskan pria itu begitu saja.

Pertanyaan itu memicu Clara untuk menoleh ke arah Nathan dengan Harap-harap cemas. Buka apa-apa, mereka sudah berpisah selama hampir tiga tahun karena ia memilih pergi dari pada menyaksikan pernikahan kakaknya dengan pria yang ia cintai.

Ia takut Nathan mulai melupakannya dan mulai tertarik pada kakaknya.

"Tidak penting. toh, kalian semua sudah tau siapa pemenangnya."

Jawab Nathan sembari terus menatap ponselnya, seolah ia menunggu jawaban dari Gladys.

Nampak gurat kekecewaan dari wajah Clara. Namun, Sebisa mungkin wanita itu menutupi nya dengan senyuman.

"Ah benar, mana mungkin Nathan mencintai Gladys karena sahabat kita ini membenci kepalsuan istrinya. cinta Nathan hanya untuk Clara, bukankah begitu?"

Beberapa teman Nathan menaik turunkan alisnya ke arah Clara, hingga wanita itu mulai tersipu malu hingga merasa di terbangkan ke atas awan.

"Apa terjadi sesuatu? kenapa aku harus membawanya kembali?" Balas Gladys dengan harap-harap cemas.

Yang ia tau proyek ini begitu penting untuk perusahaan, bagaimana bisa Nathan tidak jadi mengambil berkasnya.

"Tuan Devan membatalkan pertemuan hari ini untuk di ganti esok lusa."

Nathan kembali membalas pesannya, Hingga Gladys berfikir mungkin yang di katakan sang suami benar.

Akhirnya ia memutuskan untuk pulang saja tanpa terfikir untuk bertanya pada asisten Yuda.

"Tunggu!!"

Terpopuler

Comments

Uthie

Uthie

Jangan bodoh lahhh Gladys 😡👍

2025-01-15

0

Uthie

Uthie

Kasian nya.....

2025-01-15

0

lihat semua
Episodes
1 Kembalinya sang pelakor
2 Kembalinya sang pelakor 2
3 Sikap Asli Clara
4 Dendan
5 Dendam 2
6 Kehamilan rahasia
7 Kehamilan rahasia 2
8 Tak sengaja bertemu
9 Fakta sebenarnya
10 Cibiran
11 Sekelumit rasa
12 Kecewa
13 Mulai curiga
14 Kejutan pahit
15 Mulai canggung
16 Sikap tegas Nathan
17 Hampir ketahuan
18 Hasutan Clara.
19 Sekelumit rasa
20 Sedikit perdebatan
21 Keras kepala.
22 Keras kepala 2
23 Sedikit perdebatan
24 Kecewa
25 Tak sengaja bertemu
26 Bertemu kembali
27 Ketakutan
28 Sebuah Alibi
29 Salahh pahamnya Gladys
30 Akal licik Clara
31 Racun
32 Manipulatif
33 Pengganggu
34 Bertemu kembali
35 Kekesalan Clara
36 Perasaan sebenarnya
37 Perasaan Nathan yang sesungguhnya.
38 Sikap Asli Clara
39 Perubahann sikapp Nathan.
40 Kekesalan Clara
41 Kejujuran
42 Cemburu
43 Mari bercerai??
44 EGO
45 Mulai cemburu
46 Alasan
47 Ketegangan
48 Mulai posesif
49 Salah paham
50 Sikap Tegas Nathan
51 Mengerjai
52 Mulai hangat
53 Ulah Clara.
54 Gladys vz Clara.
55 Gladys vz Clara 2
56 Kemunculan yang tiba-tiba
57 Terjebak
58 Terjebaknya Clara
59 Cemburu
60 Rencana baru Clara.
61 Upaya menyadarkan
62 Teguran
63 Ketahuan
64 Cemburu
65 Sadarnya Nyonya Juita 1
66 Siasat Clara
67 Perubahan sikap
68 Mencoba bernegosiasi
69 Putusan
70 Ancaman
71 Sikap tegas Yuda
72 Puncak Rencana
73 Fakta menyakitkan.
74 Pingsan
75 Sadar
76 Kerja sama
77 Kabur
78 Berhasil Kabur
79 Penyesalan
80 Pelarian
81 Pertolongan
82 Hilang tanpa jejak
83 Karma
84 terbongkar
85 Terbongkar2
86 kisah sebenarnya
87 Cerita sebenarnya
88 Kegilaan Nathan
89 Kecurigaan
90 Lima tahun kemudian.
91 Brian
92 Cinta yang tulus
93 Lamaran Valdo
94 Rencana
95 Rencana Nathan
96 Surabaya
97 Surabaya 2
98 Kembali
99 Bertemu Kembali
100 Pertemuan tak terduga
101 Ketegasan
102 Bertemu Brian 1
103 Bertemu Brian 2
104 pertemuan tak terduga
105 Pertemuan tak terduga
106 Kejutan
107 Kabur
108 Skandal
109 Harmonis
110 Peringatan
111 Hak asuh
112 Amarah tuan Nando
113 Amarah Tuan Nando
114 Kecelakaan
115 pertemuan tak terduga
116 Peringatan untuk Clara
117 Sadar
118 Ada apa dengan Brian?
119 Rahasia Clara
120 Kesal
121 Hari Yang di tunggu
122 H- 1 tamat
123 Menjelang ending
124 Bonus Bab.
125 Terbongkar
126 Tamat
Episodes

Updated 126 Episodes

1
Kembalinya sang pelakor
2
Kembalinya sang pelakor 2
3
Sikap Asli Clara
4
Dendan
5
Dendam 2
6
Kehamilan rahasia
7
Kehamilan rahasia 2
8
Tak sengaja bertemu
9
Fakta sebenarnya
10
Cibiran
11
Sekelumit rasa
12
Kecewa
13
Mulai curiga
14
Kejutan pahit
15
Mulai canggung
16
Sikap tegas Nathan
17
Hampir ketahuan
18
Hasutan Clara.
19
Sekelumit rasa
20
Sedikit perdebatan
21
Keras kepala.
22
Keras kepala 2
23
Sedikit perdebatan
24
Kecewa
25
Tak sengaja bertemu
26
Bertemu kembali
27
Ketakutan
28
Sebuah Alibi
29
Salahh pahamnya Gladys
30
Akal licik Clara
31
Racun
32
Manipulatif
33
Pengganggu
34
Bertemu kembali
35
Kekesalan Clara
36
Perasaan sebenarnya
37
Perasaan Nathan yang sesungguhnya.
38
Sikap Asli Clara
39
Perubahann sikapp Nathan.
40
Kekesalan Clara
41
Kejujuran
42
Cemburu
43
Mari bercerai??
44
EGO
45
Mulai cemburu
46
Alasan
47
Ketegangan
48
Mulai posesif
49
Salah paham
50
Sikap Tegas Nathan
51
Mengerjai
52
Mulai hangat
53
Ulah Clara.
54
Gladys vz Clara.
55
Gladys vz Clara 2
56
Kemunculan yang tiba-tiba
57
Terjebak
58
Terjebaknya Clara
59
Cemburu
60
Rencana baru Clara.
61
Upaya menyadarkan
62
Teguran
63
Ketahuan
64
Cemburu
65
Sadarnya Nyonya Juita 1
66
Siasat Clara
67
Perubahan sikap
68
Mencoba bernegosiasi
69
Putusan
70
Ancaman
71
Sikap tegas Yuda
72
Puncak Rencana
73
Fakta menyakitkan.
74
Pingsan
75
Sadar
76
Kerja sama
77
Kabur
78
Berhasil Kabur
79
Penyesalan
80
Pelarian
81
Pertolongan
82
Hilang tanpa jejak
83
Karma
84
terbongkar
85
Terbongkar2
86
kisah sebenarnya
87
Cerita sebenarnya
88
Kegilaan Nathan
89
Kecurigaan
90
Lima tahun kemudian.
91
Brian
92
Cinta yang tulus
93
Lamaran Valdo
94
Rencana
95
Rencana Nathan
96
Surabaya
97
Surabaya 2
98
Kembali
99
Bertemu Kembali
100
Pertemuan tak terduga
101
Ketegasan
102
Bertemu Brian 1
103
Bertemu Brian 2
104
pertemuan tak terduga
105
Pertemuan tak terduga
106
Kejutan
107
Kabur
108
Skandal
109
Harmonis
110
Peringatan
111
Hak asuh
112
Amarah tuan Nando
113
Amarah Tuan Nando
114
Kecelakaan
115
pertemuan tak terduga
116
Peringatan untuk Clara
117
Sadar
118
Ada apa dengan Brian?
119
Rahasia Clara
120
Kesal
121
Hari Yang di tunggu
122
H- 1 tamat
123
Menjelang ending
124
Bonus Bab.
125
Terbongkar
126
Tamat

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!