Kehamilan rahasia 2

...ΩΩΩΩΩ...

Gladys merasakan cengkeraman pada lengannya yang sangat kuat. Ia berusaha untuk melawan, hingga tiba-tiba, Ia terbangun dan kembali tersadar.

"Tidak,"

Gladys berteriak degan sekujur tubuhnya yang basah oleh keringat.

Matanya melihat ke sekeliling ruangan dan baru sadar jika ia hanyalah bermimpi.

"Jadi, itu mimpi?" dengan nafas yang naik turun, Gladys berfikir bagaimana bisa mimpi terlihat seperti nyata.

"Kak, kau sudah bangun?" Suara lembut itu tiba-tiba terdengar dari arah depannya. Gladys mendongak hingga dapat melihat dengan jelas jika Nathan dan Clara sudah berdiri di hadapannya saat ini.

"Syukurlah, Aku terus mengkhawatirkan mu sejak tadi."

mereka, Kenapa mereka ada di sini?

Kemudian Gladys baru merasakan sesuatu yang berbeda, ternyata di dalam ruangannya sudah sangat ramai dengan adanya Nathan dan Juga Clara.

"Sedang apa kalian di sini?"

Gladys berusaha untuk memperbaiki posisinya, Ia juga baru sadar jika ada seseorang yang sudah merubah posisinya menjadi tidur terlentang di atas sofa.

"Bagaimana keadaanmu?"

Kini, gantian Nathan yang menanyakan keadaannya. ia bahkan sudah menghubungi Adiknya Nia untuk segera meluncur ke sana demi memeriksa kondisi Gladys.

"Aku baik-baik saja, tidak perlu khawatir!"

Jawaban Gladys sekali lagi membuat Nathan kecewa. Wanita itu terkesan mengabaikan kesehatannya sehingga kondisinya semakin mengkhawatirkan.

"Bagaimana bisa kau bilang jangan khawatir, jika suhu tubuhmu setinggi ini?"

Nathan sedikit meninggikan suaranya agar Gladys tak lagi mengabaikan kesehatannya.

Namun justru kondisi itu membuat Clara menatapnya dengan curiga, entah bayangan Nathan mulai tertarik pada Kakaknya seketika membuat Clara menjadi cemas.

"Kak, jangan membentaknya!"

Clara mencoba menenangkan Nathan, dengan mengelus bahunya.

Namun kejadian itu hanya berlangsung sebentar akibat kemunculan Nia, yang tiba-tiba dari arah pintu dengan berlari.

"Glad,"

"Ah, akhirnya kau datang juga!"

Nathan menghampiri Nia, yang tengah berjalan cepat menuju ke arah sofa di mana tubuh lemah Gladys terbaring di sana.

Tanpa sadar Nathan lagi-lagi mengabaikan keberadaan Clara, yang sempat mencoba menenangkannya tadi.

"Nia, kau datang...."

Gladys nampak mengedipkan matanya beberapa kali dengan panik, seketika ia jadi ketakutan dengan kedatangan Nia di sana.

Ia takut jika Nia akan mengetahui rahasia yang tah ia sembunyi kan beberapa hari ini, jika sampai adik iparnya itu memeriksa kesehatannya.

"kau sakit? kenapa tidak datang ke rumah sakit untuk berobat? ya, setidaknya kau, menghubungi ku!"

Nia terlihat sigap mengeluarkan beberapa alat pemeriksaan nya untuk segera memeriksa kondisi Gladys.

"Aku hanya masuk angin biasa, Nia."

"Tidak, cepat periksa dia! bila perlu kita bawa dia ke rumah sakit sekarang juga!"

Ucap Nathan dengan nada perintah. dan itu tandanya warning bagi semua yang ada di sana untuk tidak membantahnya lagi.

Sedangkan Gladys, di buat semakin panik dengan kata rumah sakit. menurutnya tempat itu adalah tempat yang paling mengerikan untuk dirinya saat ini.

Tidak, dia tidak bisa ke rumah sakit.

Jika dia ke rumah sakit, kehamilannya pasti akan ketahuan.

Mungkin terdengar konyol, tetapi dia tidak ingin seorang pun tahu tentang anak ini. dia ingin mempertahankan sedikit harga dirinya yang tersisa.

Meskipun Gladys tau sejak ia menyetujui pernikahan palsu itu dengan Nathan, harga dirinya sudah hilang.

Sekarang di hadapan Nathan pula. Juga di hadapan wanita yang di cintai pria itu, harga diri mana yang ingin dia pertahankan?

Gladys mengikuti pergerakan Nia yang ingin menempelkan stetoskop pada dadanya. nafasnya mulai tercekat dan bodohnya itu membuat Nia semakin curiga.

"Glad, Are you oke?" Setelah selesai memeriksa keadaan Gladys, Nia hanya menduga jika Gladys kelelahan, apalagi semalam ia juga kehujanan bedasarkan ucapan Mommy nya.

Terlebih usia kandungan Gladys masih enam minggu hingga sulit terdeteksi.

"Bukankah sudah aku katakan jika aku hanya masuk angin, tapi kalian tidak ada yang percaya!"

Keluhnya, lalu memilih bangkit dari sofa untuk kembali ke meja kerjanya.

"Baiklah, aku berikan kau obat, jangan lupa di minum!"

Nia tak ingin berdebat dengan kakak iparnya, terlebih ia tau jika kakak iparnya itu mungkin saja merasa keberatan dengan keberadaan Clara di kantornya.

Setelah mendengar penjelasannya, pria itu semakin mengerutkan keningnya. lalu mencoba untuk bersikap tenang agar tak terkesan marah pada Sikap istrinya itu.

"Pulanglah! kau ku ijinkan untuk beristirahat beberapa hari di rumah." Ucap Nathan sesaat sebelum melangkah ke luar dari ruangan Gladys.

Gladys yang sudah duduk di tempatnya semula, kini mendongak untuk melihat tubuh suaminya itu menghilang dari balik pintu.

Ada rasa lega dalam hatinya karena Nathan tak lagi memaksanya untuk ke rumah sakit. Namun, ada rasa kecewa lainnya yang menggerogoti hatinya saat melihat Clara, berjalan mengikuti suaminya.

Meskipun Clara sudah bekerja di sana, tapi tidak seharusnya adiknya itu terus mengikuti kemanapun Nathan pergi apalagi sejak tadi wanita itu terus berada di ruang kerja kakak iparnya.

Entah apa yang mereka lakukan di dalam sana, yang jelas pasti akan banyak menimbulkan prasangka dan spekulasi buruk tentang hubungan mereka.

"Glad, " Tiba-tiba Nia sudah berada di sisinya dan menggenggam tangannya.

Adik kembar Nathan itu seolah tau apa yang ada di dalam otak kakak iparnya sekaligus adik sepupunya itu.

Raut wajah pucat Gladys tak bisa menutupi bagaimana kekecewaan hatinya, meskipun sudah di tutupi oleh senyum yang sejak tadi ia Sungging kan di depan Nathania.

"Ku harap kau bisa lebih bersabar, Glad!"

Ucap Nia, sembari mengangkat satu tangannya seolah memberikan semangat untuk Gladys.

Gladys hanya menjawabnya dengan anggukan, lalu keduanya berpelukan sebelum berpisah karena Nia akan kembali ke rumah sakitnya.

Namun sebelum itu, Tidak lupa Nia memberikan obat untuk di minum kakak iparnya.

"Ingat! jangan lupa di minum ,Glad! awas jika besok kau masih tetap kepayahan seperti ini, maka aku akan menyeret mu ke rumah sakit untuk pemeriksaan lebih lanjut. siapa tau ada Nathan junior di sini!"

Deg

Nia dengan bercanda mengusap perut Gladys yang masih datar. namun, tanpa sepengetahuan nya apa yang di ucapkannya itu benar.

Hanya saja, Gladys enggan memberitahunya karena tak ingin Nathan menyingkirkan bayu mereka seperti ucapannya yang sudah-sudah jikalau dirinya hamil.

Gladys tersenyum kecut mengantar kepergian Nia, sementara Yuda, pria itu sejak tadi hanya diam menyimak obrolan dari seluruh anggota keluarga Collins, sembari berpura-pura fokus pada pekerjaan nya.

meskipun ia bukan bagian dari keluarga Collins Haditama. namun, Yuda dapat merasakan jika keluarga Collins lebih menyayangi nona Gladys ketimbang nona Clara.

Bukan berarti keluarga membedakan status Gladys sebagai anak kandung dan Clara sebagai anak angkat. hanya saja, karakter Clara yang buruk lah yang membuat keluarga Collins lebih memilih Gladys untuk menjadi menantu mereka.

Episodes
1 Kembalinya sang pelakor
2 Kembalinya sang pelakor 2
3 Sikap Asli Clara
4 Dendan
5 Dendam 2
6 Kehamilan rahasia
7 Kehamilan rahasia 2
8 Tak sengaja bertemu
9 Fakta sebenarnya
10 Cibiran
11 Sekelumit rasa
12 Kecewa
13 Mulai curiga
14 Kejutan pahit
15 Mulai canggung
16 Sikap tegas Nathan
17 Hampir ketahuan
18 Hasutan Clara.
19 Sekelumit rasa
20 Sedikit perdebatan
21 Keras kepala.
22 Keras kepala 2
23 Sedikit perdebatan
24 Kecewa
25 Tak sengaja bertemu
26 Bertemu kembali
27 Ketakutan
28 Sebuah Alibi
29 Salahh pahamnya Gladys
30 Akal licik Clara
31 Racun
32 Manipulatif
33 Pengganggu
34 Bertemu kembali
35 Kekesalan Clara
36 Perasaan sebenarnya
37 Perasaan Nathan yang sesungguhnya.
38 Sikap Asli Clara
39 Perubahann sikapp Nathan.
40 Kekesalan Clara
41 Kejujuran
42 Cemburu
43 Mari bercerai??
44 EGO
45 Mulai cemburu
46 Alasan
47 Ketegangan
48 Mulai posesif
49 Salah paham
50 Sikap Tegas Nathan
51 Mengerjai
52 Mulai hangat
53 Ulah Clara.
54 Gladys vz Clara.
55 Gladys vz Clara 2
56 Kemunculan yang tiba-tiba
57 Terjebak
58 Terjebaknya Clara
59 Cemburu
60 Rencana baru Clara.
61 Upaya menyadarkan
62 Teguran
63 Ketahuan
64 Cemburu
65 Sadarnya Nyonya Juita 1
66 Siasat Clara
67 Perubahan sikap
68 Mencoba bernegosiasi
69 Putusan
70 Ancaman
71 Sikap tegas Yuda
72 Puncak Rencana
73 Fakta menyakitkan.
74 Pingsan
75 Sadar
76 Kerja sama
77 Kabur
78 Berhasil Kabur
79 Penyesalan
80 Pelarian
81 Pertolongan
82 Hilang tanpa jejak
83 Karma
84 terbongkar
85 Terbongkar2
86 kisah sebenarnya
87 Cerita sebenarnya
88 Kegilaan Nathan
89 Kecurigaan
90 Lima tahun kemudian.
91 Brian
92 Cinta yang tulus
93 Lamaran Valdo
94 Rencana
95 Rencana Nathan
96 Surabaya
97 Surabaya 2
98 Kembali
99 Bertemu Kembali
100 Pertemuan tak terduga
101 Ketegasan
102 Bertemu Brian 1
103 Bertemu Brian 2
104 pertemuan tak terduga
105 Pertemuan tak terduga
106 Kejutan
107 Kabur
108 Skandal
109 Harmonis
110 Peringatan
111 Hak asuh
112 Amarah tuan Nando
113 Amarah Tuan Nando
114 Kecelakaan
115 pertemuan tak terduga
116 Peringatan untuk Clara
117 Sadar
118 Ada apa dengan Brian?
119 Rahasia Clara
120 Kesal
121 Hari Yang di tunggu
122 H- 1 tamat
123 Menjelang ending
124 Bonus Bab.
125 Terbongkar
126 Tamat
Episodes

Updated 126 Episodes

1
Kembalinya sang pelakor
2
Kembalinya sang pelakor 2
3
Sikap Asli Clara
4
Dendan
5
Dendam 2
6
Kehamilan rahasia
7
Kehamilan rahasia 2
8
Tak sengaja bertemu
9
Fakta sebenarnya
10
Cibiran
11
Sekelumit rasa
12
Kecewa
13
Mulai curiga
14
Kejutan pahit
15
Mulai canggung
16
Sikap tegas Nathan
17
Hampir ketahuan
18
Hasutan Clara.
19
Sekelumit rasa
20
Sedikit perdebatan
21
Keras kepala.
22
Keras kepala 2
23
Sedikit perdebatan
24
Kecewa
25
Tak sengaja bertemu
26
Bertemu kembali
27
Ketakutan
28
Sebuah Alibi
29
Salahh pahamnya Gladys
30
Akal licik Clara
31
Racun
32
Manipulatif
33
Pengganggu
34
Bertemu kembali
35
Kekesalan Clara
36
Perasaan sebenarnya
37
Perasaan Nathan yang sesungguhnya.
38
Sikap Asli Clara
39
Perubahann sikapp Nathan.
40
Kekesalan Clara
41
Kejujuran
42
Cemburu
43
Mari bercerai??
44
EGO
45
Mulai cemburu
46
Alasan
47
Ketegangan
48
Mulai posesif
49
Salah paham
50
Sikap Tegas Nathan
51
Mengerjai
52
Mulai hangat
53
Ulah Clara.
54
Gladys vz Clara.
55
Gladys vz Clara 2
56
Kemunculan yang tiba-tiba
57
Terjebak
58
Terjebaknya Clara
59
Cemburu
60
Rencana baru Clara.
61
Upaya menyadarkan
62
Teguran
63
Ketahuan
64
Cemburu
65
Sadarnya Nyonya Juita 1
66
Siasat Clara
67
Perubahan sikap
68
Mencoba bernegosiasi
69
Putusan
70
Ancaman
71
Sikap tegas Yuda
72
Puncak Rencana
73
Fakta menyakitkan.
74
Pingsan
75
Sadar
76
Kerja sama
77
Kabur
78
Berhasil Kabur
79
Penyesalan
80
Pelarian
81
Pertolongan
82
Hilang tanpa jejak
83
Karma
84
terbongkar
85
Terbongkar2
86
kisah sebenarnya
87
Cerita sebenarnya
88
Kegilaan Nathan
89
Kecurigaan
90
Lima tahun kemudian.
91
Brian
92
Cinta yang tulus
93
Lamaran Valdo
94
Rencana
95
Rencana Nathan
96
Surabaya
97
Surabaya 2
98
Kembali
99
Bertemu Kembali
100
Pertemuan tak terduga
101
Ketegasan
102
Bertemu Brian 1
103
Bertemu Brian 2
104
pertemuan tak terduga
105
Pertemuan tak terduga
106
Kejutan
107
Kabur
108
Skandal
109
Harmonis
110
Peringatan
111
Hak asuh
112
Amarah tuan Nando
113
Amarah Tuan Nando
114
Kecelakaan
115
pertemuan tak terduga
116
Peringatan untuk Clara
117
Sadar
118
Ada apa dengan Brian?
119
Rahasia Clara
120
Kesal
121
Hari Yang di tunggu
122
H- 1 tamat
123
Menjelang ending
124
Bonus Bab.
125
Terbongkar
126
Tamat

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!