Sekelumit rasa

...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

Beberapa pelayan pun ikut keluar setelah mendengar keributan dari luar.

Melihat tubuh Nona mudanya, yang nampak menggigil kedinginan membuat beberapa pelayan berinisiatif mengambil handuk untuk menyelimuti dan mengeringkan rambut nyonya muda mereka.

Nathan hanya diam sembari menatap beberapa pelayan rumahnya membantu Gladys untuk masuk ke dalam rumah.

Lagi, mereka juga menyiapkan air hangat dan minuman hangat untuk menghangatkan tubuh Gladys yang nampak menggigil kedinginan.

"Hacuih"

Sudah dapat Di pastikan jika Gladys akan tambah demam, dan itu nampak membuat Nathan tidak senang.

Buru-buru pria itu berjalan mendekat dan menempelkan lengannya ke arah kening sang istri.

"kau panas sekali, kau ini bagaimana? sudah tau demam kenapa malah hujan-hujanan, di mana payungmu?"

Gladys hanya diam, rambutnya yang basah sebagian menutupi wajahnya yang tengah menggigil kedinginan.

"Glad, apa yang terjadi? di mana payungmu? bukannya kau biasa membawanya?"

Tanya Nathan, untuk kedua kalinya mengulang pertanyaan yang sama.

Gladys bersusah payah untuk mengontrol emosinya, lalu ia mendongak dak memaksakan seutas senyum. "Aku lupa membawanya." Jawabnya dengan berbohong.

"Apa?"

Tiba-tiba ekspresi wajah Nathan berubah menjadi dingin.

Lalu pria itu mengusap wajahnya dengan sangat kasar, sebelum kembali angkat bicara.

"kau gila ya?"

Mendengar itu, Gladys tersenyum kecut. ini bukan kali pertama Nathan mengumpat ataupun menghinanya. hanya saja saat ini momen nya lah yang berbeda, entah kenapa saat ini kata-kata yang terlontar untuk nya terasa begitu menyayat hati setelah kehadiran bayi yang ada di perutnya.

Para pelayan yang ada di sana saling bertukar pandang, begitupun pak Harto dan Kepala pelayan yang ada di sana.

Tak ada satupun yang berani angkat suara mengingat Nathan sepertinya tengah dalam keadaan marah saat ini.

Gladys mulai menundukkan kepalanya, air matanya mulai menggenang di pelupuk maka hingga pada akhirnya ia menghapusnya dengan segera.

"Nangis lagi, nangis terus. Bisamu hanya nangis dan nangis saja. Untuk mommy dan Daddy tidak ada di rumah ini, coba saja mereka ada, pasti yang sudah-sudah aku yang di salahkan lagi." Cibir Nathan makin kesal.

Gladys tetap diam ia berusaha untuk menahan tangisnya agar tidak jatuh lagi. Barulah ketika Nathan tiba-tiba menggendongnya, air matanya luruh jatuh ke pipinya.

Nathan membawa Gladys naik ke lantai atas menuju ke kamar mereka. lalu ia memasukkannya ke dalam Kamar mandi dan meninggalkannya di sana.

"Mandilah! Aku tunggu di luar." Ucap pria tampan itu lalu menutup pintu kamar mandi.

kepalanya tidak berani untuk menatap sang suami. Setelah sang suami pergi, barulah Gladys berani mengangkat kepalanya, lalu berjalan menuju ke arah wastafel untuk menatap wajahnya sendiri.

"Sebenarnya apa salahku? Kenapa sulit sekali untuk menggapai cintamu? Apa kurangnya aku di banding Adikku?" Tuturnya seraya tersenyum kecut ke arah pantulan dirinya sendiri di dalam cermin.

Tiga puluh menit kemudian,, tepatnya setelah membersihkan dirinya Gladys keluar dengan tubuh yang sudah bersih dan rambut yang sudah mengering.

Melihat sang suami sudah tidak ada di kamarnya, Buru-buru Gladys membuka nakas untuk mencari kertas laporan pemeriksaannya yang ia sembunyikan kemarin. Ia tidak mau jika Nathan menemukannya lebih dulu, ia takut jika pria itu tau akan menyuruhnya untuk menggugurkan janinnya dan ia tidak mau itu sampai terjadi.

Laporan itu awalnya ia simpan sebagai kejutan untuk hadiah ulang tahun sang suami, namun faktanya sepertinya Nathan tidak butuh ini. Karena sebentar lagi ia akan mendapatkannya dari Clara, entah kenapa pikiran Gladys kemana-mana jika membayangkan sejauh apa hubungan antara suaminya dengan sang adik.

Aku yakin jika yang meminta Nathan untuk meminta ku mengantarkan berkas tadi adalah Clara, tidak mungkin jika suaminya sengaja untuk memberi tau dirinya tempat perselingkuhan mereka.

Setelah menertawakan dirinya sendiri akhirnya Gladys baru sadar jika kertas itu tidak ada di sana.

"Di mana kertas itu? kenapa, aku lupa menaruhnya?"

Panik, tentu saja Gladys panik. kertas itu sangat penting. jangan sampai Nathan menemukannya lebih dulu dari pada dirinya.

Setengah jam kemudian, Tiba-tiba terdengar pintu yang ingin di buka dari luar dan pada akhirnya Wanita itu buru-buru untuk duduk di bersikap tenang agar sang suami tidak curiga. .

Nathan masuk lalu menutup pintu dan berjalan menuju ke arah sofa. Sepertinya pria itu ingin mengerjakan pekerjaannya yang sempat tertunda karena Tiba-tiba pihak Emtek. Group memutuskan untuk membatalkan Pertemuan mereka.

Pertemuan yang harusnya di adakan setelah acaranya bertemu dengan Clara tadi, namun siapa sangka malah mereka bertemu di tempat yang sama karena tingkah laku adik sepupunya itu yang sengaja untuk mempermainkan Istrinya, Dan bodohnya Nathan tidak tau akan hal itu.

Nathan membuka laptopnya lalu meluruskan kakinya ke arah depan. pria itu memangku Benda kotak itu di atas pahanya, sepertinya ia ingin segera menyelesaikan tugasnya agar esok hari ia lebih leluasa Bertemu dengan Clara. Ya, itulah yang ada di pikiran Gladys.

"Minum tes jahe itu, dan segeralah istirahat!"

"Ya"

Jawab Gladis singkat lalu ia menaikkan kakinya ke atas ranjang dan langsung menarik selimut untuk menutupi seluruh tubuhnya.

Nathan mengerutkan keningnya karena Wanita itu tak meminum teh jahenya, malah ia langsung beranjak tidur hingga membuat pria tampan itu berubah geram.

"Apa yang kau lakukan?" Bentaknya seraya menaruh kembali laptopnya ke atas meja dan berjalan ke arah Ranjang di mana tubuh Gladys sudah bergulung dengan selimut. "Apa kau tuli, hah? Kenapa tidak meminum Teh jahenya?" imbuhnya lagi

Sontak Gladys langsung membuka selimutnya lalu mengalihkan tatapan matanya ke arah Teh jahe yang ada di atas nakas samping Ranjangnya. tak mau Suaminya semakin geram, akhirnya ia memutuskan untuk kembali mengubah posisinya menjadi duduk dan segera mengambil gelas itu untuk ia minum hingga tandas. "Sudah" Ucapnya, laku menaruh kembali gelas itu ke tempatnya semula.

Tanpa menatap ke arah sang suami, Gladys langsung kembali membaringkan dirinya hingga membuat Nathan menatap geram ke arahnya.

"Gladys, aku ingin bicara!" Pinta pria itu dengan suara yang nampak tegas.

"Bicaralah! Aku akan dengarkan dari sini." Ucapnya tanpa mau membuka Selimutnya lagi

"Tidak bisa, kita harus bicara serius kali ini, jadi duduk dan dengarkanlah kata-kataku!"

Pada akhirnya Gladys memilih mengalah, ia langsung mangkit dari tidurnya dan memilih untuk beringsut mundur dan menyandarkan dirinya di atas kepala ranjang. "Katakan, apa yang ingin kau bicarakan??" Tanya wanita itu tanpa menatap ke arah sang suami.

Namun berbeda dengan Nathan, pria itu menatap lekat ke arah istrinya dengan menatap lembut ke arah bibir Gladys yang terlihat pink alami. Tiba-tiba terbesit desir aneh yang mendorong dirinya ke arah Wanita itu, Nathan yang di selimuti nafsu tentu saja berusaha untuk melampiaskan hasratnya seperti yang sudah-sudah kepada sang istri.

Ia duduk di samping tubuh Gladys dan tiba-tiba saja menyerang istrinya itu hingga membuat Gladys tak kuasa untuk menolaknya. "Eummmmmm" leguh Gladys saat bibirnya di serang secara tiba-tiba.

Dret Dret

Terpopuler

Comments

Endang Supriati

Endang Supriati

lagi hamil muda itu flu ,sedang jsnin itu blom kuat nempel msh gumpalan darah!!! flu dan batuk itu butuh tenaga, coba waktu bersin dorongan dr dlm perut itu kuat!!!!!!!! apalagi klu batuk! penulis pernah batuk!!! ketika batuk semua bergerak apalagi gerakan perut. bisa keguguran!!!

2024-09-30

0

lihat semua
Episodes
1 Kembalinya sang pelakor
2 Kembalinya sang pelakor 2
3 Sikap Asli Clara
4 Dendan
5 Dendam 2
6 Kehamilan rahasia
7 Kehamilan rahasia 2
8 Tak sengaja bertemu
9 Fakta sebenarnya
10 Cibiran
11 Sekelumit rasa
12 Kecewa
13 Mulai curiga
14 Kejutan pahit
15 Mulai canggung
16 Sikap tegas Nathan
17 Hampir ketahuan
18 Hasutan Clara.
19 Sekelumit rasa
20 Sedikit perdebatan
21 Keras kepala.
22 Keras kepala 2
23 Sedikit perdebatan
24 Kecewa
25 Tak sengaja bertemu
26 Bertemu kembali
27 Ketakutan
28 Sebuah Alibi
29 Salahh pahamnya Gladys
30 Akal licik Clara
31 Racun
32 Manipulatif
33 Pengganggu
34 Bertemu kembali
35 Kekesalan Clara
36 Perasaan sebenarnya
37 Perasaan Nathan yang sesungguhnya.
38 Sikap Asli Clara
39 Perubahann sikapp Nathan.
40 Kekesalan Clara
41 Kejujuran
42 Cemburu
43 Mari bercerai??
44 EGO
45 Mulai cemburu
46 Alasan
47 Ketegangan
48 Mulai posesif
49 Salah paham
50 Sikap Tegas Nathan
51 Mengerjai
52 Mulai hangat
53 Ulah Clara.
54 Gladys vz Clara.
55 Gladys vz Clara 2
56 Kemunculan yang tiba-tiba
57 Terjebak
58 Terjebaknya Clara
59 Cemburu
60 Rencana baru Clara.
61 Upaya menyadarkan
62 Teguran
63 Ketahuan
64 Cemburu
65 Sadarnya Nyonya Juita 1
66 Siasat Clara
67 Perubahan sikap
68 Mencoba bernegosiasi
69 Putusan
70 Ancaman
71 Sikap tegas Yuda
72 Puncak Rencana
73 Fakta menyakitkan.
74 Pingsan
75 Sadar
76 Kerja sama
77 Kabur
78 Berhasil Kabur
79 Penyesalan
80 Pelarian
81 Pertolongan
82 Hilang tanpa jejak
83 Karma
84 terbongkar
85 Terbongkar2
86 kisah sebenarnya
87 Cerita sebenarnya
88 Kegilaan Nathan
89 Kecurigaan
90 Lima tahun kemudian.
91 Brian
92 Cinta yang tulus
93 Lamaran Valdo
94 Rencana
95 Rencana Nathan
96 Surabaya
97 Surabaya 2
98 Kembali
99 Bertemu Kembali
100 Pertemuan tak terduga
101 Ketegasan
102 Bertemu Brian 1
103 Bertemu Brian 2
104 pertemuan tak terduga
105 Pertemuan tak terduga
106 Kejutan
107 Kabur
108 Skandal
109 Harmonis
110 Peringatan
111 Hak asuh
112 Amarah tuan Nando
113 Amarah Tuan Nando
114 Kecelakaan
115 pertemuan tak terduga
116 Peringatan untuk Clara
117 Sadar
118 Ada apa dengan Brian?
119 Rahasia Clara
120 Kesal
121 Hari Yang di tunggu
122 H- 1 tamat
123 Menjelang ending
124 Bonus Bab.
125 Terbongkar
126 Tamat
Episodes

Updated 126 Episodes

1
Kembalinya sang pelakor
2
Kembalinya sang pelakor 2
3
Sikap Asli Clara
4
Dendan
5
Dendam 2
6
Kehamilan rahasia
7
Kehamilan rahasia 2
8
Tak sengaja bertemu
9
Fakta sebenarnya
10
Cibiran
11
Sekelumit rasa
12
Kecewa
13
Mulai curiga
14
Kejutan pahit
15
Mulai canggung
16
Sikap tegas Nathan
17
Hampir ketahuan
18
Hasutan Clara.
19
Sekelumit rasa
20
Sedikit perdebatan
21
Keras kepala.
22
Keras kepala 2
23
Sedikit perdebatan
24
Kecewa
25
Tak sengaja bertemu
26
Bertemu kembali
27
Ketakutan
28
Sebuah Alibi
29
Salahh pahamnya Gladys
30
Akal licik Clara
31
Racun
32
Manipulatif
33
Pengganggu
34
Bertemu kembali
35
Kekesalan Clara
36
Perasaan sebenarnya
37
Perasaan Nathan yang sesungguhnya.
38
Sikap Asli Clara
39
Perubahann sikapp Nathan.
40
Kekesalan Clara
41
Kejujuran
42
Cemburu
43
Mari bercerai??
44
EGO
45
Mulai cemburu
46
Alasan
47
Ketegangan
48
Mulai posesif
49
Salah paham
50
Sikap Tegas Nathan
51
Mengerjai
52
Mulai hangat
53
Ulah Clara.
54
Gladys vz Clara.
55
Gladys vz Clara 2
56
Kemunculan yang tiba-tiba
57
Terjebak
58
Terjebaknya Clara
59
Cemburu
60
Rencana baru Clara.
61
Upaya menyadarkan
62
Teguran
63
Ketahuan
64
Cemburu
65
Sadarnya Nyonya Juita 1
66
Siasat Clara
67
Perubahan sikap
68
Mencoba bernegosiasi
69
Putusan
70
Ancaman
71
Sikap tegas Yuda
72
Puncak Rencana
73
Fakta menyakitkan.
74
Pingsan
75
Sadar
76
Kerja sama
77
Kabur
78
Berhasil Kabur
79
Penyesalan
80
Pelarian
81
Pertolongan
82
Hilang tanpa jejak
83
Karma
84
terbongkar
85
Terbongkar2
86
kisah sebenarnya
87
Cerita sebenarnya
88
Kegilaan Nathan
89
Kecurigaan
90
Lima tahun kemudian.
91
Brian
92
Cinta yang tulus
93
Lamaran Valdo
94
Rencana
95
Rencana Nathan
96
Surabaya
97
Surabaya 2
98
Kembali
99
Bertemu Kembali
100
Pertemuan tak terduga
101
Ketegasan
102
Bertemu Brian 1
103
Bertemu Brian 2
104
pertemuan tak terduga
105
Pertemuan tak terduga
106
Kejutan
107
Kabur
108
Skandal
109
Harmonis
110
Peringatan
111
Hak asuh
112
Amarah tuan Nando
113
Amarah Tuan Nando
114
Kecelakaan
115
pertemuan tak terduga
116
Peringatan untuk Clara
117
Sadar
118
Ada apa dengan Brian?
119
Rahasia Clara
120
Kesal
121
Hari Yang di tunggu
122
H- 1 tamat
123
Menjelang ending
124
Bonus Bab.
125
Terbongkar
126
Tamat

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!