Hampir ketahuan

...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

"Orang-orang bilang,seiring berjalannya waktu, kasih sayang di antara suami dan istri akan semakin dalam. kau dan aku sudah menikah Satu tahun lebih Gladys, tapi apakah kau merasa ada sesuatu yang berbeda padaku? Emm maksudku ----"

  Nathan sampai bingung harus menjelaskannya mulai dari mana, Wajah Gladys yang cantik, bibirnya yang seksi tiba-tiba membuatnya terpancing gairah yang pada akhirnya membuatnya tidak tahan lagi untuk menyentuh istrinya itu.

  Melihat itu, Gladys mulai menyipitkan matanya. Ia hafal betul jika Saat ini Nathan sedang menginginkan dirinya, mungkin lebih tepatnya hanya menginginkan tubuhnya. Karena yang Gladys tau, wanita yang di cintai Nathan hanyalah Clara.

 Saat Gladys tengah sibuk dengan lamunannya, tiba-tiba Nathan langsung menyerang bibirnya. Pria itu begitu tak sabaran hingga menggigit bibir Gladys yang sejak tadi hanya diam tak mau bersuara apalagi membuka bibirnya.

 EUHHHH

 Leguh Gladys saat pria tampan itu menggigit bibirnya dan mulai menggerayangi tubuhnya.

 Nathan tersenyum senang karena melihat Gladys yang hanya diam dan selalu menuruti apapun maunya.

 Sementara Gladys nampak menahan rasa yang bergejolak di dalam perutnya saat ini. Entah kenapa sejak hamil sepertinya sang bayi tidak suka jika ayahnya ingin mengunjunginya seperti ini.

 "Um------huekkk" Gladys yang sudah tidak tahan pada akhirnya memuntahkan sebagian isi perutnya pada saat Nathan terus memaksa menciumnya.

 "Glad, APA YANG KAU LAKUKAN?" Bentak Nathan, lalu pria itu beringsut pergi untuk masuk ke dalam kamar mandi guna membersihkan mulutnya.

 Gladys langsung beringsut mundur untuk duduk bersandar di kepala ranjang, Wanita itu kemudian menuangkan Air ke dalam gelas dan dengan cepat langsung meminumnya hingga tandas.

 Host Host Host

 Nafas Gladys memburu, Ia tidak perduli jika Nathan akan marah padanya. Sepertinya ini adalah hukuman dari bayinya untuk sang Daddy, karena selama ini Nathan selalu menolak kehadirannya.

 Gladys menatap sendu perutnya yang masih terlihat rata, Gurat kesedihan benar-benar terlihat jelas di sana.

 "Mommy harus apa sayang? Apakah mommy harus bicara jujur pada Daddy? Apakah dengan mengatakan adanya kamu di sini, Daddy akan mau mengakhiri hubungannya dengan Aunty Clara. Dan memilih untuk bersama kita?" Gumam Gladys seraya mengelus perutnya sendiri.

 "Ya Tuhan, kenapa aku harus hamil??" Rintih Gladys, lalu mendongakkan kepalanya untuk menahan tangis.

 "Hamil, siapa yang hamil?"

Tiba-tiba Nathan sudah berdiri di ambang pintu, dengan menatap Gadis cukup dalam.

"Ku tanyakan padamu untuk terakhir kalinya, Siapa yang hamil Gladys?"

NATHAN berjalan mendekat ke arah Gladys dengan tatapan yang cukup membuat Wanita itu kelabakan, bagaimana tidak. Di saat ia sedang merenungi kehamilannya tiba-tiba pria itu menyela dan entah apa saja yang sudah ia dengar dari mulut Gladys sendiri yang lancang berbicara.

"Apa maksudmu kak? Jangan bicara sembarangan!" elak Gladys yang kini sudah melengos memutuskan tatapan mata mereka berdua.

"Aku jelas-jelas mendengar kau mengatakan seseorang tengah hamil. Katakan padaku, apa kau hamil?" Nathan nampak menyipitkan matanya seraya mencengkeram kuat Bahu istrinya agar kembali menatap ke arahnya.

"Kak, sakit tau." Ringis Gladys seraya berusaha untuk mengurai cengkeraman tangan Suaminya.

"Kau, masih tidak mau mengakuinya? kau memang benar-benar berbeda dengan Clara."

"Ya, aku memang berbeda darinya! Aku wanita egois yang selalu mementingkan diriku sendiri. berbeda dengan Clara, dia wanita yang selalu memahami mu kan!?"

Kalimat itu keluar begitu saja dari mulutnya.

Nathan terkejut, begitu pula dengan Gladys yang baru saja menyadari kebodohannya berbicara.

Perlahan, Nathan melepaskan cengkeraman tangannya. Lalu, tersenyum mengejek ke arah Gladys, seolah-olah tak percaya dengan apa yang baru saja ia dengar.

"kau bilang apa tadi? Sepertinya, aku rasa kau tengah mengungkap kan kecemburuan mu pada Clara!"

Tatapan Nathan menyipit, seolah-olah tengah menguliti Gladys hidup-hidup.

Gladys memaksakan senyum terbaiknya, lalu membuang mukanya ke arah lain guna menyembunyikan pedih di hatinya.

Nathan tak sadar-sadar jika selama ini Gladys, sungguh tulus mencintainya.

Sepertinya doktrin Clara pada otaknya sudah menyusupi darah dagingnya sehingga sulit sekali menerima fakta jika Gladys lebih baik dari adik sepupunya yang lain.

Nathan berdiri dari tempatnya, Matanya menatap Gladys dengan sorot mata tak terbaca.

"Tunggu di sini, aku akan segera kembali!"

Nathan keluar dari kamarnya, lalu beberapa menit kemudian ia kembali dengan membawa teh jahe di tangannya.

Nathan meletakkan teh jahe itu di atas nakas tepat di samping tubuh Gladys yang mulai pucat.

"kau sudah minum obatmu belum?"

Nathan bertanya sembari mencari tas Gladys, ia ingin mengecek sendiri obat-obatan yang di berikan Nia pada istrinya tempo hari.

"Sudah." Jawab Gladys dengan berbohong.

Namun Nathan tak serta merta langsung percaya. akhirnya, Nathan menemukan Tas itu teronggok di atas sofa dan langsung meraihnya.

Melihat itu, Gladys protes hingga langsung beranjak berdiri.

Namun sayangnya tubuhnya tiba-tiba limbung ke arah ranjang dan jatuh di sana.

"Ck, dasar keras kepala. "

Cibir Nathan. Kini pria itu mencari obat-obatan itu hingga akhirnya menemukannya.

Dengan segera, Nathan membaca cara minum obat-obatan itu dari bungkusnya. lalu, ia meminta Gladys untuk meminumnya dengan segera.

"Cepat minum lah! Apa kau ingin terus sakit seperti ini?"

Sambil mengulurkan obat itu ke arah Gladys.

"sudah ku katakan jika aku sudah meminumnya!"

"Kapan?"

"Tadi."

Tak kalah sengit, Gladys meninggikan suaranya di depan Nathan agar tidak terus memaksanya.

Namun bukan Nathan namanya jika langsung menyerah begitu saja. Pria itu akhirnya berusaha terus memaksa Gladys agar mengikuti perintahnya.

"Cepat minumlah! jangan terus berbohong padaku Gladys. Aku ini kakak sepupumu, aku tau dengan jelas jika kau sedang berbohong saat ini."

"Benarkah? jika memang begitu, kenapa kau tidak pernah tau bagaimana perasaanku setelah menikahi mu ,Hah?"

Ingin sekali Gladys berteriak melupakan isi hatinya.namun, agaknya Nathan ta perduli dan malah menarik Dagunya, hingga memaksa memasukan Air putih agar Gladys meminum obatnya.

Hal yang membuat Gladys terkejut, sekaligus panik.

Ia takut bayinya kenapa-kenapa, lalu memilih untuk memuntahkan obat yang masuk ke dalam mulutnya.

Uwekk

"GLAD,"

Nathan terpaksa menyingkir, lalu berdiri dari tempatnya dengan tatapan geram.

"Apa-apaan kau ini?"

"Kenapa kak? ....apa kau marah? bukannya sejak tadi, kau yang selalu mengatakan aku sakit. maka dari itu, Tuhan mengabulkan doamu kak! tuhan benar-benar membuatku mual dan ingin muntah."

Gladys Beralibi demikian untuk membuat Nathan menyesali perkataannya.

"Aku tidak marah, hanya saja, aku merasa jika kau butuh istirahat dan obat Glad, kau sakit."

Nathan masih mengerutkan keningnya dan menatap Gladys tidak senang.

Episodes
1 Kembalinya sang pelakor
2 Kembalinya sang pelakor 2
3 Sikap Asli Clara
4 Dendan
5 Dendam 2
6 Kehamilan rahasia
7 Kehamilan rahasia 2
8 Tak sengaja bertemu
9 Fakta sebenarnya
10 Cibiran
11 Sekelumit rasa
12 Kecewa
13 Mulai curiga
14 Kejutan pahit
15 Mulai canggung
16 Sikap tegas Nathan
17 Hampir ketahuan
18 Hasutan Clara.
19 Sekelumit rasa
20 Sedikit perdebatan
21 Keras kepala.
22 Keras kepala 2
23 Sedikit perdebatan
24 Kecewa
25 Tak sengaja bertemu
26 Bertemu kembali
27 Ketakutan
28 Sebuah Alibi
29 Salahh pahamnya Gladys
30 Akal licik Clara
31 Racun
32 Manipulatif
33 Pengganggu
34 Bertemu kembali
35 Kekesalan Clara
36 Perasaan sebenarnya
37 Perasaan Nathan yang sesungguhnya.
38 Sikap Asli Clara
39 Perubahann sikapp Nathan.
40 Kekesalan Clara
41 Kejujuran
42 Cemburu
43 Mari bercerai??
44 EGO
45 Mulai cemburu
46 Alasan
47 Ketegangan
48 Mulai posesif
49 Salah paham
50 Sikap Tegas Nathan
51 Mengerjai
52 Mulai hangat
53 Ulah Clara.
54 Gladys vz Clara.
55 Gladys vz Clara 2
56 Kemunculan yang tiba-tiba
57 Terjebak
58 Terjebaknya Clara
59 Cemburu
60 Rencana baru Clara.
61 Upaya menyadarkan
62 Teguran
63 Ketahuan
64 Cemburu
65 Sadarnya Nyonya Juita 1
66 Siasat Clara
67 Perubahan sikap
68 Mencoba bernegosiasi
69 Putusan
70 Ancaman
71 Sikap tegas Yuda
72 Puncak Rencana
73 Fakta menyakitkan.
74 Pingsan
75 Sadar
76 Kerja sama
77 Kabur
78 Berhasil Kabur
79 Penyesalan
80 Pelarian
81 Pertolongan
82 Hilang tanpa jejak
83 Karma
84 terbongkar
85 Terbongkar2
86 kisah sebenarnya
87 Cerita sebenarnya
88 Kegilaan Nathan
89 Kecurigaan
90 Lima tahun kemudian.
91 Brian
92 Cinta yang tulus
93 Lamaran Valdo
94 Rencana
95 Rencana Nathan
96 Surabaya
97 Surabaya 2
98 Kembali
99 Bertemu Kembali
100 Pertemuan tak terduga
101 Ketegasan
102 Bertemu Brian 1
103 Bertemu Brian 2
104 pertemuan tak terduga
105 Pertemuan tak terduga
106 Kejutan
107 Kabur
108 Skandal
109 Harmonis
110 Peringatan
111 Hak asuh
112 Amarah tuan Nando
113 Amarah Tuan Nando
114 Kecelakaan
115 pertemuan tak terduga
116 Peringatan untuk Clara
117 Sadar
118 Ada apa dengan Brian?
119 Rahasia Clara
120 Kesal
121 Hari Yang di tunggu
122 H- 1 tamat
123 Menjelang ending
124 Bonus Bab.
125 Terbongkar
126 Tamat
Episodes

Updated 126 Episodes

1
Kembalinya sang pelakor
2
Kembalinya sang pelakor 2
3
Sikap Asli Clara
4
Dendan
5
Dendam 2
6
Kehamilan rahasia
7
Kehamilan rahasia 2
8
Tak sengaja bertemu
9
Fakta sebenarnya
10
Cibiran
11
Sekelumit rasa
12
Kecewa
13
Mulai curiga
14
Kejutan pahit
15
Mulai canggung
16
Sikap tegas Nathan
17
Hampir ketahuan
18
Hasutan Clara.
19
Sekelumit rasa
20
Sedikit perdebatan
21
Keras kepala.
22
Keras kepala 2
23
Sedikit perdebatan
24
Kecewa
25
Tak sengaja bertemu
26
Bertemu kembali
27
Ketakutan
28
Sebuah Alibi
29
Salahh pahamnya Gladys
30
Akal licik Clara
31
Racun
32
Manipulatif
33
Pengganggu
34
Bertemu kembali
35
Kekesalan Clara
36
Perasaan sebenarnya
37
Perasaan Nathan yang sesungguhnya.
38
Sikap Asli Clara
39
Perubahann sikapp Nathan.
40
Kekesalan Clara
41
Kejujuran
42
Cemburu
43
Mari bercerai??
44
EGO
45
Mulai cemburu
46
Alasan
47
Ketegangan
48
Mulai posesif
49
Salah paham
50
Sikap Tegas Nathan
51
Mengerjai
52
Mulai hangat
53
Ulah Clara.
54
Gladys vz Clara.
55
Gladys vz Clara 2
56
Kemunculan yang tiba-tiba
57
Terjebak
58
Terjebaknya Clara
59
Cemburu
60
Rencana baru Clara.
61
Upaya menyadarkan
62
Teguran
63
Ketahuan
64
Cemburu
65
Sadarnya Nyonya Juita 1
66
Siasat Clara
67
Perubahan sikap
68
Mencoba bernegosiasi
69
Putusan
70
Ancaman
71
Sikap tegas Yuda
72
Puncak Rencana
73
Fakta menyakitkan.
74
Pingsan
75
Sadar
76
Kerja sama
77
Kabur
78
Berhasil Kabur
79
Penyesalan
80
Pelarian
81
Pertolongan
82
Hilang tanpa jejak
83
Karma
84
terbongkar
85
Terbongkar2
86
kisah sebenarnya
87
Cerita sebenarnya
88
Kegilaan Nathan
89
Kecurigaan
90
Lima tahun kemudian.
91
Brian
92
Cinta yang tulus
93
Lamaran Valdo
94
Rencana
95
Rencana Nathan
96
Surabaya
97
Surabaya 2
98
Kembali
99
Bertemu Kembali
100
Pertemuan tak terduga
101
Ketegasan
102
Bertemu Brian 1
103
Bertemu Brian 2
104
pertemuan tak terduga
105
Pertemuan tak terduga
106
Kejutan
107
Kabur
108
Skandal
109
Harmonis
110
Peringatan
111
Hak asuh
112
Amarah tuan Nando
113
Amarah Tuan Nando
114
Kecelakaan
115
pertemuan tak terduga
116
Peringatan untuk Clara
117
Sadar
118
Ada apa dengan Brian?
119
Rahasia Clara
120
Kesal
121
Hari Yang di tunggu
122
H- 1 tamat
123
Menjelang ending
124
Bonus Bab.
125
Terbongkar
126
Tamat

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!