Kecewa

...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

Bunyi ponsel Nathan membuat Gairahnya yang sempat meningkat kini seketika Layu. Pria itu langsung melepaskan ciumannya dari sang istri dan langsung berjalan kembali ke arah sofa untuk mengambil ponselnya.

 Sudah pasti Gladys kecewa. Ia seperti wanita murahnya yang sempat menikmati cumbuan dari sang suami hingga tiba-tiba cinta sang suami memanggilnya untuk sadar jika Tak seharusnya mereka berdua melakukan kesalahan yang sama.

 "Tidurlah, besok kita bicara lagi!!" Tutur pria itu, lalu berjalan keluar ke arah balkon kamar mereka.

 Gladys serasa semakin kecewa dengan penolakan sang suami.

 "Apa yang kau harapkan? Kau hanya di anggap selingan oleh Nathaniel itu! Kau pikir dia membutuhkanmu setelah wanita yang selama ini ia cintai sudah datang, Hm?" Gumam Gladys, lalu ia menertawakan dirinya sendiri yang berharap terlalu banyak dengan hubungan mereka, Padahal sejak awal dia tau jika Nathan sama sekali tak mencintainya.

Gladys membayangkan kehidupan mereka lima tahun yang lalu. kehidupan Yang membuat hidup Gladys seakan berwarna, cintanya yang teramat dalam pada Kakak sepupunya akhirnya menemui jalan pintas yang cukup membuatnya tercengang. jalan di mana tiba-tiba status mereka berubah menjadi sepasang Tunangan yang pada akhirnya menikah.

  Meskipun Pada akhirnya ia harus sedikit kecewa karena nyatanya Pria yang begitu di cintainya lebih mencintai adiknya sendiri.

  Plak

  Nathaniel melempar Seonggok kertas tepat di meja kerjanya. Pagi itu adalah hari pertama Gladys membuka cabang butiknya yang ada di Indonesia setelah menikah dengan suaminya Nathaniel yang tak lain adalah kakak sepupunya sendiri.

  "Apa ini kak?" tanyanya, lalu mengambil map yang berisi lembaran surat perjanjian pernikahan yang harus mereka sepakati.

  Di sana tertulis beberapa poin yang harus di sepakati Dirinya dan juga Nathan

  Deg

  Sejenak jantung Gladys berdetak dengan begitu hebatnya. hancur sekaligus sedih saat melihat kenyataan jika Pria yang ia nikahi Dua hari yang lalu itu ternyata menikahinya karena terpaksa.

  Oma Cintya, yang tidak lain adalah Oma buyut mereka meminta Tolong agar pernikahan kedua cucu mereka di percepat sebelum ia meninggal dunia. selain itu, Oma Cintya tidak mau jika kelak Nathan nekat menikahi cucunya yang lain yang bernama Clara, karena menurutnya gadis itu tak cocok untuk menjadi nyonya Collins Haditama.

  "Cepat!! Baca itu dengan seksama dan jika sudah kau pahami, bubuhkan tanda tanganmu di atas materai itu! Besok asisten pribadiku akan mengambilnya dan suka tidak suka, mau tidak mau, kau harus setuju dengan semua yang sudah tertulis di sana!" Ucap Nathan dengan suara yang terdengar Tegas

  CEKLEK

Angan-angan Gladys buyar Mendengar pintu yang di buka dari luar, hingga pada Akhirnya gadis pura-pura tertidur Lelap agar sang suami tidak curiga.

  Sementara itu Nathan kembali masuk ke kamarnya dan Mendapati jika sang istri sudah tertidur lelap di ranjangnya. Sejenak ia menatap ke arah Gladys dengan tatapan Tak terbaca.

 "Cepat sekali dia tidur." Gumamnya seraya kembali ke arah sofa untuk melanjutkan pekerjaannya.

 ******

 Keesokan paginya.

 Gladys perlahan membuka matanya setelah mencium harum yang begitu menyegarkan indera penciumannya. Harum yang begitu ia minati setelah tau dirinya tengah mengandung. Nathan yang baru saja menyemprotkan parfum pada tubuhnya sontak menatap ke arah Tubuh Gladys yang bergerak merenggangkan otot tubuhnya.

 "Kau Sudah bangun?" Tanya Nathan, lalu berjalan mendekat ke arah Ranjang untuk mengajak Gladys melanjutkan obrolan mereka semalam.

 "Ya"

 Lagi-lagi Gladys hanya menjawab singkat pertanyaan yang di ajukan Nathan padanya, Nathan pun tak ambil pusing dengan peruhan sikap Gladys yang begitu Berubah setelah kejadian beberapa hari yang lalu.

 "Aku ingin berbicara padamu!" Ucap pria itu dengan menatap lekat ke arah wajah Sang wanita.

 Meski ada rasa yang mengganjal tentang tatapan mata Gladys yang tidak seperti biasanya, namun Nathan berusaha sebisa mungkin untuk mengesampingkannya karena ada hal yang lebih penting untuk ia pikirkan.

 Gladys tak bergeming, tatapannya tetap datar tanpa ekspresi. Ia sudah siap dengan kemungkinan yang ada, jadi apapun yang akan di katakan oleh suaminya saat ini ia sudah siap.

 "Mari bercerai!"

 Tepat, Gladys sudah menebak jika ini yang akan di utarakan suaminya. "Baiklah, atur saja kapan dan Bagaimana caranya?" Ucap Gladys tegas tanpa keraguan sedikitpun.

 Sontak perubahan sikap Gladys yang signifikan membuatnya Hati Nathan sedikit tak terima. Biasanya wanita itu akan meraung , menangisi agar ia tak meninggalkannya. Tapi kenapa kali ini ia terlihat datar-datar saja?

 "Kau yakin?" Tanya Nathan sekali lagi.

 Namun Gladys tak langsung menjawab, ia memilih menurunkan kakinya dari ranjang lalu menghela nafasnya panjang. "Apa maksudmu kak? Bukannya ini yang selama ini kau tunggu-tunggu? Aku sudah menuruti keinginanmu, maka urus lah semuanya. Aku tunggu kabar selanjutnya!" Setelah mengatakan itu Gladys nampak bangkit dari duduknya dan memilih meninggalkan Nathan masuk ke dalam Kamar mandi.

 Sejenak Nathan terdiam, ia menatap pergerakan sang istri hingga tubuh ramping itu masuk ke dalam Kamar mandi.

 "Dia kenapa?" Gumamnya sedikit curiga.

 Tak berselang lama pintu kamar mandi terbuka, dan munculah Gladys dengan kondisi yang lebih segar. Rambutnya yang basah membuat wajahnya semakin cantik dan seksi hingga membuat Nathan sedikit terhenyak.

 Gladys yang sibuk mengeringkan rambutnya sedikit terkejut karena melihat sang suami masih ada di dalam kamar mereka.

 "Kak, kau masih di sini?" Tanyanya dengan Alis yang mengkerut.

 "Ahhh, ya" jawab Nathan dengan tergagap. Tak mau membuat Gladys curiga jika sejak tadi ia mengamati tubuh istrinya itu, Nathan memutuskan untuk mengalihkan tatapan matanya ke sudut lain.

 "Apa kakak tidak jadi ke kantor? Biasanya jam segini kakak sudah pergi?" Tanya Gladys yang kini sudah duduk di depan kaca meja riasnya.

 "Ya sebentar lagi. Em ngomong-ngomong apakah kau sudah baikan?" Tanyanya basa basi

 "Ya." Ucap wanita itu tanpa menatap ke arah sang suami. Sebenarnya hatinya sakit mengatakan itu namun demi menjaga kewarasannya ia berusaha untuk terlihat tegar di depan suaminya, agar tidak terlihat lemah.

Setelah obrolan singkat itu, Nathan memutuskan untuk pergi ke kantor dan menyuruh Gladys untuk beristirahat di rumah saja untuk hari ini.

Dan tanpa pikir panjang, Gladys mengiyakannya karena tak ingin terlibat pembicaraan terlalu jauh dengan suaminya.

Pagi ini Gladys terlihat malas-malasan untuk pergi ke butiknya, sepertinya obrolannya tadi malam bersama sang suami menimbulkan banyak pertanyaan di dalam otaknya.

Wanita itu menatap dirinya di dalam cermin, wajahnya yang polos tanpa makeup membuatnya terlihat menyedihkan. Apalagi wajah yang semakin pucat efek tak enak badan, sekaligus kehamilannya.

Gladys menyentuh perutnya, lalu mengelusnya perlahan. "Mengenai Bayi ini, aku harus bagaimana?" Gumamnya seraya tersenyum getir.

Mungkin selama ini ia dapat menyembunyikan perasaannya pada sang suami dengan cara menjaga jarak dengan Pria itu. Namun kehamilan itu berbeda, semakin lama bentuk tubuhnya akan berubah terutama di area perut dan dadanya. Mana bisa ia terus menutupi kenyataan yang ada jika ia hamil??

Terpopuler

Comments

holipah

holipah

cerita gimana sih g ngerti sama sekali

2024-10-22

1

lihat semua
Episodes
1 Kembalinya sang pelakor
2 Kembalinya sang pelakor 2
3 Sikap Asli Clara
4 Dendan
5 Dendam 2
6 Kehamilan rahasia
7 Kehamilan rahasia 2
8 Tak sengaja bertemu
9 Fakta sebenarnya
10 Cibiran
11 Sekelumit rasa
12 Kecewa
13 Mulai curiga
14 Kejutan pahit
15 Mulai canggung
16 Sikap tegas Nathan
17 Hampir ketahuan
18 Hasutan Clara.
19 Sekelumit rasa
20 Sedikit perdebatan
21 Keras kepala.
22 Keras kepala 2
23 Sedikit perdebatan
24 Kecewa
25 Tak sengaja bertemu
26 Bertemu kembali
27 Ketakutan
28 Sebuah Alibi
29 Salahh pahamnya Gladys
30 Akal licik Clara
31 Racun
32 Manipulatif
33 Pengganggu
34 Bertemu kembali
35 Kekesalan Clara
36 Perasaan sebenarnya
37 Perasaan Nathan yang sesungguhnya.
38 Sikap Asli Clara
39 Perubahann sikapp Nathan.
40 Kekesalan Clara
41 Kejujuran
42 Cemburu
43 Mari bercerai??
44 EGO
45 Mulai cemburu
46 Alasan
47 Ketegangan
48 Mulai posesif
49 Salah paham
50 Sikap Tegas Nathan
51 Mengerjai
52 Mulai hangat
53 Ulah Clara.
54 Gladys vz Clara.
55 Gladys vz Clara 2
56 Kemunculan yang tiba-tiba
57 Terjebak
58 Terjebaknya Clara
59 Cemburu
60 Rencana baru Clara.
61 Upaya menyadarkan
62 Teguran
63 Ketahuan
64 Cemburu
65 Sadarnya Nyonya Juita 1
66 Siasat Clara
67 Perubahan sikap
68 Mencoba bernegosiasi
69 Putusan
70 Ancaman
71 Sikap tegas Yuda
72 Puncak Rencana
73 Fakta menyakitkan.
74 Pingsan
75 Sadar
76 Kerja sama
77 Kabur
78 Berhasil Kabur
79 Penyesalan
80 Pelarian
81 Pertolongan
82 Hilang tanpa jejak
83 Karma
84 terbongkar
85 Terbongkar2
86 kisah sebenarnya
87 Cerita sebenarnya
88 Kegilaan Nathan
89 Kecurigaan
90 Lima tahun kemudian.
91 Brian
92 Cinta yang tulus
93 Lamaran Valdo
94 Rencana
95 Rencana Nathan
96 Surabaya
97 Surabaya 2
98 Kembali
99 Bertemu Kembali
100 Pertemuan tak terduga
101 Ketegasan
102 Bertemu Brian 1
103 Bertemu Brian 2
104 pertemuan tak terduga
105 Pertemuan tak terduga
106 Kejutan
107 Kabur
108 Skandal
109 Harmonis
110 Peringatan
111 Hak asuh
112 Amarah tuan Nando
113 Amarah Tuan Nando
114 Kecelakaan
115 pertemuan tak terduga
116 Peringatan untuk Clara
117 Sadar
118 Ada apa dengan Brian?
119 Rahasia Clara
120 Kesal
121 Hari Yang di tunggu
122 H- 1 tamat
123 Menjelang ending
124 Bonus Bab.
125 Terbongkar
126 Tamat
Episodes

Updated 126 Episodes

1
Kembalinya sang pelakor
2
Kembalinya sang pelakor 2
3
Sikap Asli Clara
4
Dendan
5
Dendam 2
6
Kehamilan rahasia
7
Kehamilan rahasia 2
8
Tak sengaja bertemu
9
Fakta sebenarnya
10
Cibiran
11
Sekelumit rasa
12
Kecewa
13
Mulai curiga
14
Kejutan pahit
15
Mulai canggung
16
Sikap tegas Nathan
17
Hampir ketahuan
18
Hasutan Clara.
19
Sekelumit rasa
20
Sedikit perdebatan
21
Keras kepala.
22
Keras kepala 2
23
Sedikit perdebatan
24
Kecewa
25
Tak sengaja bertemu
26
Bertemu kembali
27
Ketakutan
28
Sebuah Alibi
29
Salahh pahamnya Gladys
30
Akal licik Clara
31
Racun
32
Manipulatif
33
Pengganggu
34
Bertemu kembali
35
Kekesalan Clara
36
Perasaan sebenarnya
37
Perasaan Nathan yang sesungguhnya.
38
Sikap Asli Clara
39
Perubahann sikapp Nathan.
40
Kekesalan Clara
41
Kejujuran
42
Cemburu
43
Mari bercerai??
44
EGO
45
Mulai cemburu
46
Alasan
47
Ketegangan
48
Mulai posesif
49
Salah paham
50
Sikap Tegas Nathan
51
Mengerjai
52
Mulai hangat
53
Ulah Clara.
54
Gladys vz Clara.
55
Gladys vz Clara 2
56
Kemunculan yang tiba-tiba
57
Terjebak
58
Terjebaknya Clara
59
Cemburu
60
Rencana baru Clara.
61
Upaya menyadarkan
62
Teguran
63
Ketahuan
64
Cemburu
65
Sadarnya Nyonya Juita 1
66
Siasat Clara
67
Perubahan sikap
68
Mencoba bernegosiasi
69
Putusan
70
Ancaman
71
Sikap tegas Yuda
72
Puncak Rencana
73
Fakta menyakitkan.
74
Pingsan
75
Sadar
76
Kerja sama
77
Kabur
78
Berhasil Kabur
79
Penyesalan
80
Pelarian
81
Pertolongan
82
Hilang tanpa jejak
83
Karma
84
terbongkar
85
Terbongkar2
86
kisah sebenarnya
87
Cerita sebenarnya
88
Kegilaan Nathan
89
Kecurigaan
90
Lima tahun kemudian.
91
Brian
92
Cinta yang tulus
93
Lamaran Valdo
94
Rencana
95
Rencana Nathan
96
Surabaya
97
Surabaya 2
98
Kembali
99
Bertemu Kembali
100
Pertemuan tak terduga
101
Ketegasan
102
Bertemu Brian 1
103
Bertemu Brian 2
104
pertemuan tak terduga
105
Pertemuan tak terduga
106
Kejutan
107
Kabur
108
Skandal
109
Harmonis
110
Peringatan
111
Hak asuh
112
Amarah tuan Nando
113
Amarah Tuan Nando
114
Kecelakaan
115
pertemuan tak terduga
116
Peringatan untuk Clara
117
Sadar
118
Ada apa dengan Brian?
119
Rahasia Clara
120
Kesal
121
Hari Yang di tunggu
122
H- 1 tamat
123
Menjelang ending
124
Bonus Bab.
125
Terbongkar
126
Tamat

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!