Kehamilan rahasia

...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

Gladys melangkah kembali ke ruang kerjanya dengan langkah berat.

Begitu ia duduk di atas kursinya, Ia langsung menyandarkan kepalanya di kepala kursi. bukannya berangsur membaik kepalanya malah bertambah pusing.

Sementara Yuda sejak tadi terus mengawasi pergerakannya dari jarak yang tidak terlalu dekat.

Entah sudah berapa lama waktu berlalu tiba-tiba Gladys mendengar suara Clara, memasuki ruangan mereka.

"Kak," Panggilnya sebelum pintu terbuka. setelah berhasil masuk, Clara melangkah mendekat dengan langkah anggun. "Kak, jika kau sakit lebih baik pulang saja."

Tingkah Clara, seolah menunjukan jika ia memiliki kuasa di atas Gladys, yang di percayakan Nathan padanya.

Gladys tak memiliki tenaga untuk sekedar menjawab ucapan Clara, Yang ada ia hanya bisa menggerakkan kepalanya dengan menggeleng lemah.

"Jangan keras kepala." Tegur Clara, dengan nada sedikit meninggi.

"Nona, Biarkan Nona Gladys istirahat!"

Yuda akhirnya berinisiatif untuk mengusir Clara dari ruangannya. menurutnya, Sikap Clara tidak etis karena terkesan memaksa dan mengusir kakaknya.

"Maaf Yuda, tapi aku di sini hanya menjalankan perintah kak Nathan."

Clara masih enggan menyerah, wanita itu berusaha untuk menekan Yuda agar tidak ikut campur.

"Sudahlah, Yuda! aku akan istirahat sebentar dan jika masih belum membaik, Aku akan pulang."

Gladys berusaha untuk menengahi perdebatan antara Yuda dan Clara. Ia tak ingin ada keributan di sana hanya karena Yuda membela dirinya.

Mendengar itu, Clara akhirnya bisa tersenyum lega lalu memilih meninggalkan ruangan itu dengan segera menuju ke ruangan Nathaniel.

Entah apa yang akan ia lakukan di sana, namun yang jelas ia ingin menghabiskan waktu nya bersama dengan pria pujaan hatinya.

Melihat kepergian Clara, bukannya senang. Yuda justru semakin geram karena Clara masuk ke ruang kerja atasannya.

Buru-buru Yuda mendekati Gladys, guna menyadarkan wanita itu jika Clara tak sebaik yang ia kira.

"Nona, kenapa anda diam saja? seharusnya anda yang lebih berkuasa dari pada dia!"

Nafas Yuda nampak naik turun, Ia sudah gemas melihat Gladys yang selalu diam dan menerima takdirnya melihat sang adik memonopoli kakak sepupu merek, yang kini sudah menjadi suaminya.

Gladys memutuskan membuka matanya kembali dengan lemah, lalu ia sedikit menerbitkan senyumnya.

"Lalu, aku harus apa? kau ingin aku menjambaknya? bahkan mereka tidak melakukan apa-apa, Yuda. apakah tidak terkesan konyol jika aku memprotes keputusan kak Nathan, untuk mempekerjakan Clara di perusahaan ini?"

Yuda terdiam, memang ada benarnya yang di katakan Gladys barusan tentang keberadaan Clara di perusahaan ini. terlebih perusahaan mereka memang membutuhkan nya dan hanya Clara yang terbukti kompeten dalam pekerjaan ini.

"Baiklah, mungkin kita belum tau niat awalnya apa? tapi berdoalah jika ia tidak akan menjadi ular yang siap menerkam kita jika memeliharanya." Gumam Yuda, akhirnya ia kembali ke mejanya sendiri dan melanjutkan pekerjaan nya yang sempat tertunda.

Gladys geleng-geleng kepala melihat tingkah Yuda, meskipun sebenarnya ia juga cukup Khawatir dengan itu. bagaimana pun ia tidak bisa lupa jika Clara juga pernah mencintai Nathan suaminya.

Akhirnya Gladys memutuskan untuk memejamkan matanya sejenak, ia pikir dengan tidur rasa lelahnya akan sedikit berkurang.

Di dalam tidurnya, Gladys bermimpi.

Ia seolah kembali pada masa lalunya beberapa tahun silam, di mana terjadilah kesalahpahaman di antara mereka bertiga.

Gladys yang tak sengaja lewat di area taman, mendengar teriakan seseorang yang cukup memekakkan telinga. hingga langkah kakinya menunggunya untuk berlari memasuki taman dengan tersenyum senang karena bisa menemukan keberadaan Clara di sana.

"Clara, Clara, what are you doing?"

Mendengar namanya di panggil, Sontak Clara langsung menoleh ke belakang di mana sang Kakak sudah berdiri di sana dengan ekspresi wajah khawatir.

Kini Gladys nampak berjalan mendekat ke arah sang Adik guna menenangkannya yang nampak menangis.

"Stop, don't come any closer!" Clara nampak merentangkan tangannya guna menahan Gladys agar tak mendekat padanya.

"What is it? why are you crying?" Tanya Gladys semakin khawatir.

"I hate you!" You always take everything I want! you evil!" Ucap Clara yang sudah di kuasai emosi.

"Apa maksudmu? Aku tidak pernah melakukan itu? kau salah paham! Sebenarnya kau ini kenapa?" Gladys masih saja tidak bisa menerima jika Clara marah padanya tanpa sebab. Namun ia baru teringat, apakah adiknya marah karena masalah perjodohan dirinya dengan Nathan? Apa karena itu? Tapi kenapa?"

"Everyone likes you more! Only Nathan loves me! but why do you still want to snatch it from me, sis? What did I do wrong?" Semakin pecahlah tangis Clara. Gadis itu nampak jatuh bersimpuh di atas lantai lapangan basket yang cukup luas demi meredam tangisnya.

Sementara Gladys nampak shock, ia tak menyangka jika rencana perjodohannya dengan Nathan bisa membuat Adiknya begitu terluka, apakah Clara mencintai Nathan sama seperti dirinya?

Di bawah rintik hujan yang turun semakin lebat, keduanya nampak diam dalam keheningan lamunan.

"CLARA, what happened?" Teriak Nathan yang tiba-tiba saja muncul entah dari mana, Pria itu nampak berjalan cepat dengan membawa payung untuk menjemput Clara setelah mendapatkan izin dari kedua orang tuanya.

Nathan berjalan melewati Gadis hingga sampai di samping Clara, ia membantu gadis itu untuk berdiri dengan terus memayunginya. Bahkan Nathan tidak memperdulikan jika dirinya jadi basah kuyup karena lebih fokus memayungi Clara yang kehujanan.

"Sis Gladys is evil, I hate her!" Ucapnya di sela-sela tangisnya.

Sontak sorot mata Nathan menajam saat menatap ke arah Gladys setelah mendengar Ucapan Clara tadi. Entah kenapa Pria itu semakin membenci sepupunya yang menurutnya sudah sangat keterlaluan

Di dalam mimpinya, emosi Gladys nampak bercampur dengan ekspresi wajahnya yang sekarang.

Tiba-tiba di dalam mimpinya, ia melihat Nathan berjalan ke arahnya bersama dengan Clara, yang sibuk menempel pada lengannya.

"Glad, gugurkan bayi itu!"

"Iya kak, gugurkan bayi itu, kau tidak memiliki tujuan untuk menghancurkan angan-angan ku menikahi kak Nathan kan?"

Setelah mendengar itu, sorot mata kedua orang yang berdiri di hadapannya itu semakin mendingin.

Tubuh Gladys bergetar melihat keduanya yang seolah ingin mencekiknya hingga ia bergerak begitu brutal dan berteriak untuk meminta tolong.

"Tolong-Tolong!!"

Teriakan Gladys, di sertai keringat dingin yang membasahi keningnya menjadi pertanda betapa mengerikannya mimpi itu untuk nya.

Nathan yang sudah berdiri di hadapannya makin gugup bercampur khawatir, ia bingung harus melakukan apa setelah mendengar Yuda berteriak memanggilnya dengan mengatakan Jika Kondisi Gladys semakin parah.

Tanpa banyak bicara, Nathan langsung berlari meninggalkan ruangannya bahkan tak mempedulikan panggilan Clara padanya.

Yang ada di otaknya hanya panik terjadi apa-apa pada Gladys saat itu.

Terpopuler

Comments

Uthie

Uthie

Nathan sadarlah kamu... 🤨

2025-01-15

0

lihat semua
Episodes
1 Kembalinya sang pelakor
2 Kembalinya sang pelakor 2
3 Sikap Asli Clara
4 Dendan
5 Dendam 2
6 Kehamilan rahasia
7 Kehamilan rahasia 2
8 Tak sengaja bertemu
9 Fakta sebenarnya
10 Cibiran
11 Sekelumit rasa
12 Kecewa
13 Mulai curiga
14 Kejutan pahit
15 Mulai canggung
16 Sikap tegas Nathan
17 Hampir ketahuan
18 Hasutan Clara.
19 Sekelumit rasa
20 Sedikit perdebatan
21 Keras kepala.
22 Keras kepala 2
23 Sedikit perdebatan
24 Kecewa
25 Tak sengaja bertemu
26 Bertemu kembali
27 Ketakutan
28 Sebuah Alibi
29 Salahh pahamnya Gladys
30 Akal licik Clara
31 Racun
32 Manipulatif
33 Pengganggu
34 Bertemu kembali
35 Kekesalan Clara
36 Perasaan sebenarnya
37 Perasaan Nathan yang sesungguhnya.
38 Sikap Asli Clara
39 Perubahann sikapp Nathan.
40 Kekesalan Clara
41 Kejujuran
42 Cemburu
43 Mari bercerai??
44 EGO
45 Mulai cemburu
46 Alasan
47 Ketegangan
48 Mulai posesif
49 Salah paham
50 Sikap Tegas Nathan
51 Mengerjai
52 Mulai hangat
53 Ulah Clara.
54 Gladys vz Clara.
55 Gladys vz Clara 2
56 Kemunculan yang tiba-tiba
57 Terjebak
58 Terjebaknya Clara
59 Cemburu
60 Rencana baru Clara.
61 Upaya menyadarkan
62 Teguran
63 Ketahuan
64 Cemburu
65 Sadarnya Nyonya Juita 1
66 Siasat Clara
67 Perubahan sikap
68 Mencoba bernegosiasi
69 Putusan
70 Ancaman
71 Sikap tegas Yuda
72 Puncak Rencana
73 Fakta menyakitkan.
74 Pingsan
75 Sadar
76 Kerja sama
77 Kabur
78 Berhasil Kabur
79 Penyesalan
80 Pelarian
81 Pertolongan
82 Hilang tanpa jejak
83 Karma
84 terbongkar
85 Terbongkar2
86 kisah sebenarnya
87 Cerita sebenarnya
88 Kegilaan Nathan
89 Kecurigaan
90 Lima tahun kemudian.
91 Brian
92 Cinta yang tulus
93 Lamaran Valdo
94 Rencana
95 Rencana Nathan
96 Surabaya
97 Surabaya 2
98 Kembali
99 Bertemu Kembali
100 Pertemuan tak terduga
101 Ketegasan
102 Bertemu Brian 1
103 Bertemu Brian 2
104 pertemuan tak terduga
105 Pertemuan tak terduga
106 Kejutan
107 Kabur
108 Skandal
109 Harmonis
110 Peringatan
111 Hak asuh
112 Amarah tuan Nando
113 Amarah Tuan Nando
114 Kecelakaan
115 pertemuan tak terduga
116 Peringatan untuk Clara
117 Sadar
118 Ada apa dengan Brian?
119 Rahasia Clara
120 Kesal
121 Hari Yang di tunggu
122 H- 1 tamat
123 Menjelang ending
124 Bonus Bab.
125 Terbongkar
126 Tamat
Episodes

Updated 126 Episodes

1
Kembalinya sang pelakor
2
Kembalinya sang pelakor 2
3
Sikap Asli Clara
4
Dendan
5
Dendam 2
6
Kehamilan rahasia
7
Kehamilan rahasia 2
8
Tak sengaja bertemu
9
Fakta sebenarnya
10
Cibiran
11
Sekelumit rasa
12
Kecewa
13
Mulai curiga
14
Kejutan pahit
15
Mulai canggung
16
Sikap tegas Nathan
17
Hampir ketahuan
18
Hasutan Clara.
19
Sekelumit rasa
20
Sedikit perdebatan
21
Keras kepala.
22
Keras kepala 2
23
Sedikit perdebatan
24
Kecewa
25
Tak sengaja bertemu
26
Bertemu kembali
27
Ketakutan
28
Sebuah Alibi
29
Salahh pahamnya Gladys
30
Akal licik Clara
31
Racun
32
Manipulatif
33
Pengganggu
34
Bertemu kembali
35
Kekesalan Clara
36
Perasaan sebenarnya
37
Perasaan Nathan yang sesungguhnya.
38
Sikap Asli Clara
39
Perubahann sikapp Nathan.
40
Kekesalan Clara
41
Kejujuran
42
Cemburu
43
Mari bercerai??
44
EGO
45
Mulai cemburu
46
Alasan
47
Ketegangan
48
Mulai posesif
49
Salah paham
50
Sikap Tegas Nathan
51
Mengerjai
52
Mulai hangat
53
Ulah Clara.
54
Gladys vz Clara.
55
Gladys vz Clara 2
56
Kemunculan yang tiba-tiba
57
Terjebak
58
Terjebaknya Clara
59
Cemburu
60
Rencana baru Clara.
61
Upaya menyadarkan
62
Teguran
63
Ketahuan
64
Cemburu
65
Sadarnya Nyonya Juita 1
66
Siasat Clara
67
Perubahan sikap
68
Mencoba bernegosiasi
69
Putusan
70
Ancaman
71
Sikap tegas Yuda
72
Puncak Rencana
73
Fakta menyakitkan.
74
Pingsan
75
Sadar
76
Kerja sama
77
Kabur
78
Berhasil Kabur
79
Penyesalan
80
Pelarian
81
Pertolongan
82
Hilang tanpa jejak
83
Karma
84
terbongkar
85
Terbongkar2
86
kisah sebenarnya
87
Cerita sebenarnya
88
Kegilaan Nathan
89
Kecurigaan
90
Lima tahun kemudian.
91
Brian
92
Cinta yang tulus
93
Lamaran Valdo
94
Rencana
95
Rencana Nathan
96
Surabaya
97
Surabaya 2
98
Kembali
99
Bertemu Kembali
100
Pertemuan tak terduga
101
Ketegasan
102
Bertemu Brian 1
103
Bertemu Brian 2
104
pertemuan tak terduga
105
Pertemuan tak terduga
106
Kejutan
107
Kabur
108
Skandal
109
Harmonis
110
Peringatan
111
Hak asuh
112
Amarah tuan Nando
113
Amarah Tuan Nando
114
Kecelakaan
115
pertemuan tak terduga
116
Peringatan untuk Clara
117
Sadar
118
Ada apa dengan Brian?
119
Rahasia Clara
120
Kesal
121
Hari Yang di tunggu
122
H- 1 tamat
123
Menjelang ending
124
Bonus Bab.
125
Terbongkar
126
Tamat

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!