Tak sengaja bertemu

...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

Sore itu, Gladys memutuskan untuk ijin pulang terlebih dahulu setelah Nathan harus menghadiri meeting bersama Klien penting yang tak bisa ditunda.

Sedangkan Yuda, harus ikut dengannya karena Gladys sedang sakit, Pria itulah yang harus menghandle semuanya sesuai tugasnya sebagai seorang asisten pribadi.

Ting

Tiba-tiba ponsel Gladys bergetar menandakan pesan masuk di sana.

Ternyata sang pengirim pesan adalah Yuda.

Nona, Segeralah pulang! maaf jika saya tidak bisa mengantar anda.

Mendapatkan perhatian sedemikian besar dari Yuda, membuat hati Gladys menghangat.

"Andai saja kak Nathan bisa seperti dirimu, Yuda. Aku pasti akan sangat bahagia."

Sejenak Gladys marasa begitu miris. Bagaimana tidak, Pria yang berstatus suaminya tak pernah sedikitpun perduli padanya. Malah, asisten pribadinya yang bernama Yuda lah yang terus memantau kesehatannya seolah-olah suaminya selama ini adalah Yuda.

Air mata Gladys luruh, ia tak bisa membayangkan bagaimana kehidupan nya ke depan bersama Bayi yang ia kandung saat ini.

Air mata yang sejak tadi ia tahan pun kini mulai mengajak sungai, Gladys menangis sejadi-jadinya dalam diam.

Jika bunuh diri di perbolehkan, maka ia akan memilih mengakhiri hidupnya bersama sang bayi yang ada di dalam Kandungannya saat ini. bukan ini maunya, ia hanya seorang wanita yang begitu mencintainya suaminya yang nota bene adalah kakak sepupunya sendiri. Namun siapa sangka, cintanya kalah kuat dengan kelicikan yang di lakukan adiknya sendiri untuk menjebak sang suami agar membencinya.

Tanpa di sadari Gladys, sejak tadi sopir taksi yang ada di hadapannya meliriknya dari kaca spion.

"Nona, Kita sudah sampai."

Sang Sopir menghentikan mobilnya tepat di depan sebuah rumah sakit seperti permintaan Gladys, sebelum menaiki taksinya.

Gladys mendongak, lalu mengusap Air matanya yang sempat membasahi pipinya. Sejenak Gladys menyempatkan diri untuk tersenyum mengucapkan rasa terimakasih nya kepada sang supir yang sudah membantunya.

"Terimakasih pak, ini uangnya."

Sebelum turun, Gladys menyempatkan diri untuk mengulurkan tangannya menyerahkan beberapa lembar yang ke pada sang sopir.

Kini wanita itu menatap ke arah gedung rumah sakit yang ada di hadapannya. RS. Permesta

Gladys menghela nafasnya dalam-dalam, Lalu memutuskan untuk melangkah masuk.

Ia memang bertekad untuk menyembunyikan kehamilannya dari siapapun. maka dari itu, ia memutuskan untuk memeriksa kan diri ke rumah sakit lain selain rumah sakit Internasional milik keluarganya.

Di dalam sana, Dokter yang kemarin memeriksanya menyambutnya dengan baik.

"Nona, Anda datang lagi, bukankah kemarin anda baru saja sampai di sini?"

"Iya, dokter benar! hanya saja, saya merasa kurang enak badan sehingga saya ingin meminta obat atau vitamin apa saja yang bisa membuat kandungan saya kuat!"

"Bukankah saya sudah katakan, jika yang anda butuhkan adalah Istirahat! kandungan anda lemah, seharusnya anda meminta ijin untuk tidak bekerja kepada suami anda!"

Jelas dokter menyarankan seperti itu, kemarin Gladys berkata jika ia juga bekerja. apalagi kemari dokter juga menanyakan kemana suaminya, kenapa ia tidak ikuta mengantarkan Gladys memeriksakan kandungannya.

Saat Itu Gladys bisa berkilah karena suaminya sibuk bekerja, apalagi ia juga belum yakin atas kehamilannya sehingga ia memutuskan untuk datang sendiri guna memberikan kejutan utuk sang suami setelah pulang kerja nanti.

"Iya dok, tapi saat ini saya kurang enak badan dan saya tidak berani meminum obat sembarangan. maka dari itu saya kembali lagi kemari!"

Kilahnya entah sudah ke berapa kali hari ini Gladys berbohong pada semua orang yang ia temui.

"Baiklah, Jika begitu, saya akan meresepkan obat untuk anda."

Setelah mendapatkan apa yang ia inginkan, Gladys Kembali berjalan untuk keluar dari rumah sakit.Namun, karena tidak begitu fokus tubuhnya tiba-tiba menabrak sesuatu yang ada di hadapannya.

Tepat saat Gladis berbalik, saat itu ada seorang pria yang sedang berjalan menuju ke arahnya, hingga tanpa sengaja Tubuh mereka berdua saling bertabrakan.

BRUK

Ahhhhh

Reflek Gladys berteriak sambil memegangi perutnya karena takut terjatuh, namun saat ia sadar nyatanya tubuhnya saat ini tengah di dalam pelukan seorang pria yang saat ini sedang menatapnya.

Perlahan Wanita itu membuka matanya dan saat itu juga tatapan keduanya bertemu.

Deg

Sontak detak jantung keduanya nampak semakin kencang, Terutama sang Pria. ia terus menatap Ke arah Gladys penuh cinta, sorot mata yang tidak pernah berubah sejak lima tahun yang lalu.

"Glad, sedang apa kau di sini?" Tanya seorang pria yang tadi menabrak Gladys.

"Kak, kau ada di sini. tapi bagaimana bisa?"

Revaldo tersenyum lembut seraya membenarkan posisi mereka. mau bagaimana pun Gladys adalah istri dari mantan sahabatnya yang tentu saja ia di larang keras untuk tetap mencintai wanita itu.

Sontak Gladys langsung berpura-pura membenarkan kemejanya guna menetralisir kegugupannya saat ini.

Tuk

Valdo menyentil kening Gladys hingga membuat wanita itu meringis kesakitan.

"Sakit kak"

Salahmu sendiri, kenapa tidak pernah berubah. kebiasaan melemparkan pertanyaan di atas pertanyaan yang belum terjawab. ku kira setelah menikah sikap bocahmu itu akan berubah, ternyata tidak." Sindir Valdo dengan geleng-geleng kepala.

"Kakak sedang apa di sini?"

"Aku" Valdo menunjuk pada dirinya sendiri. "Aku sedang bekerja di sini!" Ucap Pria itu dengan senyum yang tidak pernah luntur dari bibirnya.

Seperti itulah sikap Valdo jika dengan bersama Gladys. gadis yang sudah memporak porandakan hatinya karena Kenyataan yang ada, gadis itu nyatanya tunangan sahabatnya sendiri. lebih parahnya sekarang status mereka sudah menjadi suami istri.

"Wah, benarkah? Kebetulan sekali kita bertemu di sini."

Gladys harus tetap berpura-pura bersikap tenang di hadapan Revaldo. Namun, ia seolah lupa jika Sepandai-pandainya tupai melompat pasti akan jatuh juga di jika tiba waktunya.

Revaldo Mengernyit heran mendengar ucapan Gladys, Bukankah keluarga Collins juga memiliki sebuah rumah sakit. lalu, kenapa menantu mereka malah melakukan medical cek up di rumah sakitnya.

Hal itu di perkuat dengan sebuah buku yang di pegang oleh Gladys saat ini, buku yang menunjukkan jika dia baru saja memeriksakan diri di rumah sakit ini, karena buku itu hanya di miliki oleh pasien saja.

Sepintas Revaldo mulai merasakan gelagat yang aneh dalam sikap Gladys. Namun, ia memutuskan untuk bersikap biasa saja dan memutuskan untuk mencari informasi sendiri Nanti.

"Apa kau tengah menjenguk orang sakit, atau kau sendiri yang......... "

"Ah iya, aku batu saja selesai menjenguk temanku!"

Jawab Gladys dengan berbohong. Namun, ia lupa menyembunyikan buku pemeriksaan miliknya sehingga dengan mudah Valdo menangkap kebohongannya.

Reflek Revaldo tertawa geli melihat sikap Gladys yang memang bukanlah pembohong ulung, kebohongannya mudah terbaca hingga Valdo merasa wanita itu tak pernah berubah sejak dulu.

"Kenapa kakak tertawa?"

Gladys heran kenapa Revaldo justru menertawakannya padahal ia merasa tidak ada yang lucu saat ini.

"Tidak apa-apa, Baiklah aku pamit pergi karena aku harus bekerja!" Ucap Valdo sembari mengusap Bahu Gladys perlahan sebelum melangkah menjauh.

Sedangkan Gladys, wanita itu terdiam sembari menatap punggung Valdo yang menghilang dari balik kerumunan orang yang berlalu lalang.

Episodes
1 Kembalinya sang pelakor
2 Kembalinya sang pelakor 2
3 Sikap Asli Clara
4 Dendan
5 Dendam 2
6 Kehamilan rahasia
7 Kehamilan rahasia 2
8 Tak sengaja bertemu
9 Fakta sebenarnya
10 Cibiran
11 Sekelumit rasa
12 Kecewa
13 Mulai curiga
14 Kejutan pahit
15 Mulai canggung
16 Sikap tegas Nathan
17 Hampir ketahuan
18 Hasutan Clara.
19 Sekelumit rasa
20 Sedikit perdebatan
21 Keras kepala.
22 Keras kepala 2
23 Sedikit perdebatan
24 Kecewa
25 Tak sengaja bertemu
26 Bertemu kembali
27 Ketakutan
28 Sebuah Alibi
29 Salahh pahamnya Gladys
30 Akal licik Clara
31 Racun
32 Manipulatif
33 Pengganggu
34 Bertemu kembali
35 Kekesalan Clara
36 Perasaan sebenarnya
37 Perasaan Nathan yang sesungguhnya.
38 Sikap Asli Clara
39 Perubahann sikapp Nathan.
40 Kekesalan Clara
41 Kejujuran
42 Cemburu
43 Mari bercerai??
44 EGO
45 Mulai cemburu
46 Alasan
47 Ketegangan
48 Mulai posesif
49 Salah paham
50 Sikap Tegas Nathan
51 Mengerjai
52 Mulai hangat
53 Ulah Clara.
54 Gladys vz Clara.
55 Gladys vz Clara 2
56 Kemunculan yang tiba-tiba
57 Terjebak
58 Terjebaknya Clara
59 Cemburu
60 Rencana baru Clara.
61 Upaya menyadarkan
62 Teguran
63 Ketahuan
64 Cemburu
65 Sadarnya Nyonya Juita 1
66 Siasat Clara
67 Perubahan sikap
68 Mencoba bernegosiasi
69 Putusan
70 Ancaman
71 Sikap tegas Yuda
72 Puncak Rencana
73 Fakta menyakitkan.
74 Pingsan
75 Sadar
76 Kerja sama
77 Kabur
78 Berhasil Kabur
79 Penyesalan
80 Pelarian
81 Pertolongan
82 Hilang tanpa jejak
83 Karma
84 terbongkar
85 Terbongkar2
86 kisah sebenarnya
87 Cerita sebenarnya
88 Kegilaan Nathan
89 Kecurigaan
90 Lima tahun kemudian.
91 Brian
92 Cinta yang tulus
93 Lamaran Valdo
94 Rencana
95 Rencana Nathan
96 Surabaya
97 Surabaya 2
98 Kembali
99 Bertemu Kembali
100 Pertemuan tak terduga
101 Ketegasan
102 Bertemu Brian 1
103 Bertemu Brian 2
104 pertemuan tak terduga
105 Pertemuan tak terduga
106 Kejutan
107 Kabur
108 Skandal
109 Harmonis
110 Peringatan
111 Hak asuh
112 Amarah tuan Nando
113 Amarah Tuan Nando
114 Kecelakaan
115 pertemuan tak terduga
116 Peringatan untuk Clara
117 Sadar
118 Ada apa dengan Brian?
119 Rahasia Clara
120 Kesal
121 Hari Yang di tunggu
122 H- 1 tamat
123 Menjelang ending
124 Bonus Bab.
125 Terbongkar
126 Tamat
Episodes

Updated 126 Episodes

1
Kembalinya sang pelakor
2
Kembalinya sang pelakor 2
3
Sikap Asli Clara
4
Dendan
5
Dendam 2
6
Kehamilan rahasia
7
Kehamilan rahasia 2
8
Tak sengaja bertemu
9
Fakta sebenarnya
10
Cibiran
11
Sekelumit rasa
12
Kecewa
13
Mulai curiga
14
Kejutan pahit
15
Mulai canggung
16
Sikap tegas Nathan
17
Hampir ketahuan
18
Hasutan Clara.
19
Sekelumit rasa
20
Sedikit perdebatan
21
Keras kepala.
22
Keras kepala 2
23
Sedikit perdebatan
24
Kecewa
25
Tak sengaja bertemu
26
Bertemu kembali
27
Ketakutan
28
Sebuah Alibi
29
Salahh pahamnya Gladys
30
Akal licik Clara
31
Racun
32
Manipulatif
33
Pengganggu
34
Bertemu kembali
35
Kekesalan Clara
36
Perasaan sebenarnya
37
Perasaan Nathan yang sesungguhnya.
38
Sikap Asli Clara
39
Perubahann sikapp Nathan.
40
Kekesalan Clara
41
Kejujuran
42
Cemburu
43
Mari bercerai??
44
EGO
45
Mulai cemburu
46
Alasan
47
Ketegangan
48
Mulai posesif
49
Salah paham
50
Sikap Tegas Nathan
51
Mengerjai
52
Mulai hangat
53
Ulah Clara.
54
Gladys vz Clara.
55
Gladys vz Clara 2
56
Kemunculan yang tiba-tiba
57
Terjebak
58
Terjebaknya Clara
59
Cemburu
60
Rencana baru Clara.
61
Upaya menyadarkan
62
Teguran
63
Ketahuan
64
Cemburu
65
Sadarnya Nyonya Juita 1
66
Siasat Clara
67
Perubahan sikap
68
Mencoba bernegosiasi
69
Putusan
70
Ancaman
71
Sikap tegas Yuda
72
Puncak Rencana
73
Fakta menyakitkan.
74
Pingsan
75
Sadar
76
Kerja sama
77
Kabur
78
Berhasil Kabur
79
Penyesalan
80
Pelarian
81
Pertolongan
82
Hilang tanpa jejak
83
Karma
84
terbongkar
85
Terbongkar2
86
kisah sebenarnya
87
Cerita sebenarnya
88
Kegilaan Nathan
89
Kecurigaan
90
Lima tahun kemudian.
91
Brian
92
Cinta yang tulus
93
Lamaran Valdo
94
Rencana
95
Rencana Nathan
96
Surabaya
97
Surabaya 2
98
Kembali
99
Bertemu Kembali
100
Pertemuan tak terduga
101
Ketegasan
102
Bertemu Brian 1
103
Bertemu Brian 2
104
pertemuan tak terduga
105
Pertemuan tak terduga
106
Kejutan
107
Kabur
108
Skandal
109
Harmonis
110
Peringatan
111
Hak asuh
112
Amarah tuan Nando
113
Amarah Tuan Nando
114
Kecelakaan
115
pertemuan tak terduga
116
Peringatan untuk Clara
117
Sadar
118
Ada apa dengan Brian?
119
Rahasia Clara
120
Kesal
121
Hari Yang di tunggu
122
H- 1 tamat
123
Menjelang ending
124
Bonus Bab.
125
Terbongkar
126
Tamat

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!