Dendan

...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

Beberapa hari kemudian setelah acara penyambutan Clara, Keadaan mulai kembali seperti semula, semua orang kembali sibuk dengan pekerjaan mereka masing-masing.

Bahkan Gladys melupakan hal paling penting yang sudah ia sembunyikan di tempat penyimpanan Handuk, dan beruntungnya belum ada orang lain yang menyadarinya pula di sana.

"Nona" Sebuah suara membuyarkan konsentrasi Gladys saat mengerjakan laporannya, Ia mengangkat kepalanya dan melihat jika Asisten Yuda yang telah memanggil namanya.

"Hei, selamat pagi. kau sudah datang rupanya!."

 Gladys melepas kacamatanya dan kini menyapa balik Yuda dengan senyum cerah meskipun wajahnya nampak sedikit pucat.

Yuda tertegun, ia malah menatap istri atasannya itu dengan khawatir.

"Nona, apa anda baik-baik saja? Kenapa wajah anda pucat, apa anda sakit?

Mendengar pertanyaan asisten pribadi suaminya itu, sejenak Gladys merasa ragu untuk menjawabnya.Namun, beberapa detik kemudian ia mengambil cermin dari dalam tasnya untuk memastikan apa yang di katakan Yuda barusan.

Setelahnya, ia kembali meletakkan cermin itu di tempatnya semula masih dengan menatap Yuda.

"Aku tidak apa-apa, hanya saja mungkin aku kurang tidur kemarin malam." Kilahnya.

  "Benarkah?" Namun Asisten Yuda tak serta Merta langsung percaya dengan jawaban yang di berikan Gladys.

"Tapi wajah anda benar-benar sangat pucat Nona, apa perlu aku belikan obat atau mungkin kita ke dokter saja??" Tanyanya seraya berjalan mendekat ke arah meja kerja Gladys, yang kebetulan berada di seberang mejanya.

Wanita itu menggeleng seraya tersenyum lembut. "Aku benar-benar tidak apa-apa, Yuda! Apa agenda kita hari ini?"

  Gladys langsung mengubah topik pembicaraan dengan membahas pekerjaan, hingga membuat Yuda, tidak punya pilihan untuk memberikan dokumen yang baru saja ia print untuk agenda mereka seminggu ke depan.

  Gladys menerima laporan itu dengan mata yang fokus ke pada dokumen yang ia terima, lalu tangan lentiknya terus membuka lembar demi lembar kertas yang berisi data rahasia perusahaan milik keluarganya.

  Yuda yang masih berdiri di depan meja kerja Gladys, masih menatap istri atasannya itu dengan khawatir. "Nona, bagaimana kalau anda pulang saja untuk istirahat, dan biarkan saya yang melakukan presentasi hari ini!"

  Gladys kembali menggelengkan kepalanya. "Tidak usah , Yuda. aku bisa melakukannya sendiri. Terimakasih atas perhatianmu ya!" Ucapnya dengan tulus. Kini wanita itu nampak tersenyum dengan menatap wajah asisten pribadi Nathan itu seraya menyatukan kedua tangannya di atas meja.

  Bukan tanpa alasan Gladys menolak tawaran Yuda tadi. Ia merasa jika saat ini ia hanya kurang enak badan saja mungkin karena selepas sakit demam dan pengaruh dari kehamilannya yang sejak awal ingin ia sembunyikan.

Toh setelah pulang dari kantor ia akan kembali ke rumah sakit untuk memeriksakan diri, karena sejujurnya sejak semalam ia sudah merasa tak enak badan.

  "Ammmm, begini saja, bolehkan aku minta tolong ambilkan aku segelas air putih hangat!! Sepertinya, hanya itu yang aku butuhkan saat ini." Pinta Gladys yang langsung di sambut anggukan oleh Yuda, dengan langsung berjalan keluar menuju pantry khusus petinggi perusahaan.

  Selepas kepergian Yuda dari Hadapannya, Gladys langsung membereskan berkas-berkas dokumen pekerjaannya untuk ia bawa ke ruang kerja suaminya.

  Tok tok tok

  "Masuk!"

  Pintu terbuka dan muncul-lah Yuda dari sana. "Nona, ini air putih hangatnya!" Ucap Pria muda itu dengan meletakan Satu gelas Air di atas meja. "Silahkan di minum dulu Nona! mumpung masih hangat." Imbuhnya.

  Hati Gladys menghangat dengan perhatian yang di berikan asisten pribadi suaminya itu, meskipun hanya berstatus sebagai rekan kerjanya, karena ia dan Yuda sama-sama bekerja sebagai bawahan Nathan di perusahaan itu.

Bahkan Pria itu selalu perhatian terhadap kondisi nya , contohnya saat ini. Dengan senang hati Gladys meminum Air hangat itu beberapa teguk, ia cukup puas karena tubuhnya yang tadi sempat terasa kurang enak, kini merasa lebih baik.

  "Bagaimana Nona, apa sudah mendingan?" tanya Yuda sekali lagi guna memastikan.

  Gladys tersenyum lalu menganggukkan kepalanya, dia bahkan sudah bersiap untuk keluar dari ruangannya menuju Tempat meeting hari ini bersama Yuda.

 "Ayo kita pergi sekarang Yuda! Tidak enak jika Kak Nathan menunggu kita ." Ajaknya seraya melangkah keluar dari ruangannya dengan membawa berkas-berkas yang tadi di berikan Yuda padanya.

  "Biar saya bantu nona!" Yuda langsung menyambar beberapa map yang di bawa Gladys. Dan wanita itu tidak menolak sehingga dengan mudah Tiara mengambil alih berkas itu dari tangannya.

Mereka berdua berjalan beriringan menuju ke ruang Meeting, Namun karena ponselnya berbunyi, Yuda lebih dulu berinisiatif untuk mengangkat nya dan membiarkan Gladys untuk masuk lebih dulu.

Tok tok tok

"Masuk!"

Suara dingin dan berat itu terdengar dari dalam sana, Gladys pun membuka pintu.

Setelah pintu terbuka, Gladys baru menyadari jika ada orang lain di dalam ruangan itu namun bukan pegawai perusahaan.

Deg

Tubuh Gladys membeku, tak jauh darinya berdiri sesosok wanita anggun dengan Rambut pirang blonde, Kulit bersih seputih susu dengan gaun biru laut yang menonjolkan keanggunan seorang wanita, kini terpampang jelas di mata Gladys yang berusaha untuk menetralkan detak jantungnya.

"Kak, Masuklah!"

Clara tersenyum sembari berjalan menghampirinya, lalu tanpa aba-aba langsung memeluknya.

"Maaf, karena kemarin malam aku langsung pergi! itu karena tubuhku mulai kelelahan setelah perjalanan jauh." Ucapnya.

Tubuh Gladys semakin membeku, melalui bahu Clara, Matanya bertemu dengan Mata Hazel Nathan yang sejak tadi tak lepas menatapnya.

Pria itu meletakkan kedua tangannya ke atas meja, Lalu sedikit mencondongkan tubuhnya dengan wajah datar tanpa ekspresi.

Entah apa yang ada di dalam pikiran pria itu saat ini, Gladys tak perduli, yang ada dalam pikirannya hanya ingin segera menghilang dari ruangan itu secepatnya.

Tak berselang lama, Yuda tiba-tiba menyusul masuk tanpa kembali mengetuk pintu karena kebetulan pintu masih terbuka dan Gladys masih berdiri tak jauh dari sana.

Deg

Yuda kelabakan, Pria itu sampai di buat mati gaya karena merasa terkejut melihat Clara sudah ada di dalam sana tanpa sepengetahuannya.

"Sial, sejak kapan Rubah ini ada di sini?" Gumamnya sembari mengusap tengkuknya yang tidak gatal.

Melihat kemunculan Yuda, Clara pun melangkah mundur.

"Maaf jika aku datang ke kantor tanpa mengabari mu ,kak!" Ucap Clara tak enak hati, lalu ia menoleh ke arah Nathan yang saat ini hanya diam menatap ke arah mereka, lebih tepatnya ke arah Gladys.

"Tidak apa-apa, bukankah memang kau juga akan bekerja di sini?" Jawabannya dengan ramah, sembari memalingkan muka agar menghindari tatapan Nathan padanya.

Gladys menyembunyikan kegetiran di hatinya dengan memaksakan sebuah senyum di bibirnya agar Nathan tak menyadarinya.

"Terimakasih, kak." Ucap Clara sekali lagi, lalu Gadis itu menuntun Gladys untuk bergabung bersama Nathan.

Episodes
1 Kembalinya sang pelakor
2 Kembalinya sang pelakor 2
3 Sikap Asli Clara
4 Dendan
5 Dendam 2
6 Kehamilan rahasia
7 Kehamilan rahasia 2
8 Tak sengaja bertemu
9 Fakta sebenarnya
10 Cibiran
11 Sekelumit rasa
12 Kecewa
13 Mulai curiga
14 Kejutan pahit
15 Mulai canggung
16 Sikap tegas Nathan
17 Hampir ketahuan
18 Hasutan Clara.
19 Sekelumit rasa
20 Sedikit perdebatan
21 Keras kepala.
22 Keras kepala 2
23 Sedikit perdebatan
24 Kecewa
25 Tak sengaja bertemu
26 Bertemu kembali
27 Ketakutan
28 Sebuah Alibi
29 Salahh pahamnya Gladys
30 Akal licik Clara
31 Racun
32 Manipulatif
33 Pengganggu
34 Bertemu kembali
35 Kekesalan Clara
36 Perasaan sebenarnya
37 Perasaan Nathan yang sesungguhnya.
38 Sikap Asli Clara
39 Perubahann sikapp Nathan.
40 Kekesalan Clara
41 Kejujuran
42 Cemburu
43 Mari bercerai??
44 EGO
45 Mulai cemburu
46 Alasan
47 Ketegangan
48 Mulai posesif
49 Salah paham
50 Sikap Tegas Nathan
51 Mengerjai
52 Mulai hangat
53 Ulah Clara.
54 Gladys vz Clara.
55 Gladys vz Clara 2
56 Kemunculan yang tiba-tiba
57 Terjebak
58 Terjebaknya Clara
59 Cemburu
60 Rencana baru Clara.
61 Upaya menyadarkan
62 Teguran
63 Ketahuan
64 Cemburu
65 Sadarnya Nyonya Juita 1
66 Siasat Clara
67 Perubahan sikap
68 Mencoba bernegosiasi
69 Putusan
70 Ancaman
71 Sikap tegas Yuda
72 Puncak Rencana
73 Fakta menyakitkan.
74 Pingsan
75 Sadar
76 Kerja sama
77 Kabur
78 Berhasil Kabur
79 Penyesalan
80 Pelarian
81 Pertolongan
82 Hilang tanpa jejak
83 Karma
84 terbongkar
85 Terbongkar2
86 kisah sebenarnya
87 Cerita sebenarnya
88 Kegilaan Nathan
89 Kecurigaan
90 Lima tahun kemudian.
91 Brian
92 Cinta yang tulus
93 Lamaran Valdo
94 Rencana
95 Rencana Nathan
96 Surabaya
97 Surabaya 2
98 Kembali
99 Bertemu Kembali
100 Pertemuan tak terduga
101 Ketegasan
102 Bertemu Brian 1
103 Bertemu Brian 2
104 pertemuan tak terduga
105 Pertemuan tak terduga
106 Kejutan
107 Kabur
108 Skandal
109 Harmonis
110 Peringatan
111 Hak asuh
112 Amarah tuan Nando
113 Amarah Tuan Nando
114 Kecelakaan
115 pertemuan tak terduga
116 Peringatan untuk Clara
117 Sadar
118 Ada apa dengan Brian?
119 Rahasia Clara
120 Kesal
121 Hari Yang di tunggu
122 H- 1 tamat
123 Menjelang ending
124 Bonus Bab.
125 Terbongkar
126 Tamat
Episodes

Updated 126 Episodes

1
Kembalinya sang pelakor
2
Kembalinya sang pelakor 2
3
Sikap Asli Clara
4
Dendan
5
Dendam 2
6
Kehamilan rahasia
7
Kehamilan rahasia 2
8
Tak sengaja bertemu
9
Fakta sebenarnya
10
Cibiran
11
Sekelumit rasa
12
Kecewa
13
Mulai curiga
14
Kejutan pahit
15
Mulai canggung
16
Sikap tegas Nathan
17
Hampir ketahuan
18
Hasutan Clara.
19
Sekelumit rasa
20
Sedikit perdebatan
21
Keras kepala.
22
Keras kepala 2
23
Sedikit perdebatan
24
Kecewa
25
Tak sengaja bertemu
26
Bertemu kembali
27
Ketakutan
28
Sebuah Alibi
29
Salahh pahamnya Gladys
30
Akal licik Clara
31
Racun
32
Manipulatif
33
Pengganggu
34
Bertemu kembali
35
Kekesalan Clara
36
Perasaan sebenarnya
37
Perasaan Nathan yang sesungguhnya.
38
Sikap Asli Clara
39
Perubahann sikapp Nathan.
40
Kekesalan Clara
41
Kejujuran
42
Cemburu
43
Mari bercerai??
44
EGO
45
Mulai cemburu
46
Alasan
47
Ketegangan
48
Mulai posesif
49
Salah paham
50
Sikap Tegas Nathan
51
Mengerjai
52
Mulai hangat
53
Ulah Clara.
54
Gladys vz Clara.
55
Gladys vz Clara 2
56
Kemunculan yang tiba-tiba
57
Terjebak
58
Terjebaknya Clara
59
Cemburu
60
Rencana baru Clara.
61
Upaya menyadarkan
62
Teguran
63
Ketahuan
64
Cemburu
65
Sadarnya Nyonya Juita 1
66
Siasat Clara
67
Perubahan sikap
68
Mencoba bernegosiasi
69
Putusan
70
Ancaman
71
Sikap tegas Yuda
72
Puncak Rencana
73
Fakta menyakitkan.
74
Pingsan
75
Sadar
76
Kerja sama
77
Kabur
78
Berhasil Kabur
79
Penyesalan
80
Pelarian
81
Pertolongan
82
Hilang tanpa jejak
83
Karma
84
terbongkar
85
Terbongkar2
86
kisah sebenarnya
87
Cerita sebenarnya
88
Kegilaan Nathan
89
Kecurigaan
90
Lima tahun kemudian.
91
Brian
92
Cinta yang tulus
93
Lamaran Valdo
94
Rencana
95
Rencana Nathan
96
Surabaya
97
Surabaya 2
98
Kembali
99
Bertemu Kembali
100
Pertemuan tak terduga
101
Ketegasan
102
Bertemu Brian 1
103
Bertemu Brian 2
104
pertemuan tak terduga
105
Pertemuan tak terduga
106
Kejutan
107
Kabur
108
Skandal
109
Harmonis
110
Peringatan
111
Hak asuh
112
Amarah tuan Nando
113
Amarah Tuan Nando
114
Kecelakaan
115
pertemuan tak terduga
116
Peringatan untuk Clara
117
Sadar
118
Ada apa dengan Brian?
119
Rahasia Clara
120
Kesal
121
Hari Yang di tunggu
122
H- 1 tamat
123
Menjelang ending
124
Bonus Bab.
125
Terbongkar
126
Tamat

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!