Sikap tegas Nathan

...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

"Kak, kenapa meninggalkan ku?"

Clara, yang sudah berdiri di samping Nathan tak menyia-nyiakan waktu untuk menunjukan kedekatan mereka.

Nathan tak menjawab. Namun, terlihat jelas di wajahnya jika ia tengah menahan emosinya.

"Clara, bisa tidak jangan terus menguntit ku?"

Pertanyaan yang spontan keluar dari mulut Nathan, membuat semua orang terkejut. tak terkendali Clara, yang sampai membulatkan matanya.

"Apa maksudmu kak? Bagaimana bisa kakak menurutku menguntit kakak?"

Jelas Clara malu. Ia, berharap bisa membuat Gladys cemburu dengan memperlihatkan kedekatan mereka. Namun, respon yang di berikan Nathan malah seolah mematahkan harapannya.

"Ini jam kerja. apa kata karyawan lain jika melihatmu terus mengikuti ku kemanapun aku pergi??"

Nathan, Akhirnya memutuskan untuk pergi tanpa menunggu Clara kembali angkat suara.

Sedangkan Clara seolah sesak nafas mendengar bentakan Nathan padanya.

Yuda tersenyum miris. Namun, ia cukup puas melihat Nathan bisa bersikap tegas pada adik iparnya itu.

Sementara itu, Gladys tak bergeming sedikitpun. ia memilih kembali duduk di kursinya sembari menahan Kepalanya dengan tangan.

"Nona, sepertinya anda harus kembali ke kantor anda sendiri! bukankah anda hanya bekerja sama dengan perusahaan ini, bukan pindah kerja di sini kan?"

Yuda berkata dengan penuh ketegasan, hingga membuat Clara semakin pucat.

Ia tersinggung, bagaimana bisa seorang asisten pribadi seperti Yuda berani menghinanya seperti itu. Terlebih, ia hanya melihat Gladys diam saja saat Yuda menghinanya.

Akhirnya Clara memutuskan untuk pergi dari sana. Meskipun dengan Hati yang sangat marah ia mengendarai mobilnya dengan kecepatan tinggi meninggalkan perusahaan Collins Haditama.

"Sial, Pasti Gladys sudah mempengaruhi Yuda!"

Geramnya, dengan terus memukul kemudi demi menetralkan amarahnya.

Di sisi yang lainnya, Yuda nampak mengamati tingkah Gladys yang sibuk memijat pangkal hidungnya sepeninggal Clara dari sana.

"Nona, apa anda butuh sesuatu?"

"Tidak, Yuda. terimakasih!"

Tanpa menatap Yuda, Gladys tau rekan kerjanya itu tengah mengamatinya saat ini. hingga akhirnya, ia memutuskan untuk bersikap normal seperti biasa agar, Yuda tak kembali mencecarnya dengan berbagai pertanyaan tentang kesehatannya setelah ini.

*****

Sore harinya, seperti biasa Gladys pulang sendiri dengan di jemput Supir keluarga Collins.

Nathan memang tak pernah mengajaknya berangkat dan pulang kantor bersama. Itu Ia lakukan selama ini untuk menutupi status pernikahan mereka dari Publik.

Hanya saja, sekarang hampir semua orang sudah tau tentang status pernikahan mereka. maka dari itu, Nathan memerintahkan Supir keluarga Collins untuk mengantarkan jemput istrinya.

Gladys, sudah sampai di depan rumahnya. kali ini, sepertinya ia harus mempercepat niatnya Antara menggugurkan atau membawa pergi calon anaknya!

jika terus begini, bukan tidak mungkin keluarga Collins dan Keluarga Hadiatmaja akan mencurigai dirinya dan lambat taun akan mengetahui tentang kehamilannya.

"Aku harus apa?" Gumam Gladys seraya mengusap Air matanya.

Bahkan sejak tadi ia hanya berdiam diri di dalam mobil seakan enggan turun dari mobil yang sejak tadi sudah berhenti hanya untuk menunggunya turu.

"Nona, Kita sudah sampai." Ucap sang supir, karena Gladys tak kunjung turun dari mobilnya.

"Ahh iya, maaf pak, sudah sampai ya."

Gladys, tak enak hati akhirnya turun dari mobil menuju ke dalam rumah.

Tak berselang lama, Mobil Nathan memasuki pekarangan Rumah.

Saat pintu terbuka, sang pelayan menyambut kepulangan nya dengan ramah.

"Tuan, sudah pulang,"

"Ya, apa Nona Gladys sudah pulang?" Tanyanya sembari menelisik keadaan rumah. siapa tau Gladys ada di sana.

"Sudah Tuan. Nona, ada di kamar!"

"Oke, terimakasih!"

Nathan berlari menuju kamarnya.

CEKLEk

Pintu kamar Tiba-tiba terbuka dari luar, Nathan yang baru saja pulang langsung berjalan masuk ke dalam Kamar mandi tanpa menyapa Gadis terlebih dahulu.

Gladys, yang awalnya tak mau ambil pusing Akhirnya memilih untuk merebahkan dirinya sendiri ke atas ranjang. Sudah menjadi kebiasaannya sejak menjadi istri Nathan, ia akan selalu menunggu suaminya itu sampai pulang meskipun pria itu mengatakan ia akan lembur sampai larut malam.

Namun matanya bukannya terpejam, Gladys malah terus membolak balikkan tubuhnya ke kanan dan ke kiri hingga membuat ranjang itu tak hentinya bergoyang.

"Apa kau belum tidur?" Tanya Nathan yang baru saja keluar dari Kamar mandi dengan rambut yang basah dan handuk yang melingkar di pinggangnya.

Sontak Gladys langsung menghentikan pergerakannya kalah menyadari jika sang suami sudah ada di dekatnya. "Ah"

Gladys berteriak kaget. Lalu, ia beringsut mundur sembari membuang muka ke tempat lain.

"Kau membuatku kaget, kak." Cicitnya, dengan detak jantung yang tak karuan.

Gladys sama sekali tak berani menatap Nathan yang sejak tadi nampak fokus menatapnya dengan ekspresi wajah curiga.

Kini pria itu sedang berjalan mendekat ke arah ranjang dan sesampainya di sana, ia langsung merebahkan tubuhnya, tanpa memakai baju terlebih dahulu.

"Hei,apa yang kau lakukan?" Protes Gladys sedikit kesal karena rambut Nathan yang basah bisa membuatnya masuk angin. "Bangunlah dan pakai pakaian mu dulu!" pintanya, lalu ia berusaha untuk mendorong tubuh pria tampan itu agar mau menuruti perintahnya.

Nathan di buat semakin kesal karena hanya karena Masalah sepele seperti ini saja istrinya itu marah. kenapa tadi saja saat Gladys melihatnya bersama Clara, ia sedikitpun tidak mau menegurnya?? kenapa Gladys malah memilih pergi dan sekarang bertingkah seperti tidak terjadi apa-apa.

Nathan langsung menarik tangan Gladys hingga tubuh wanita itu kini membentur Dadanya dan berakhir membeku di tempat. "Kenapa kau perduli padaku di saat seperti ini? sedangkan tadi saja, di saat Kau melihatku dengan Clara, kenapa kau hanya diam dan memilih pergi?" Sentak Nathan.

Pandangan mata keduanya kini bertemu, namun entah kenapa lagi-lagi Nathan merasa seperti kehilangan sesuatu di mata itu. mata yang dulu selalu menatapnya penuh damba dan cinta, kini berubah menjadi Asing seperti ia tidak mengenali pemiliknya.

Sontak Gladys memutuskan untuk menoleh ke arah lain agar ia tidak akan goyah dengan pesona suaminya yang memang sangatlah tampan.

"Tolong lepaskan Kak! Seharusnya kakak bahagia jika aku membebaskan kakak mencari kebahagiaan kakak selama ini. Toh pernikahan kita hanya sebatas saling menguntungkan karena Oma Cintya begitu memaksa kakak untuk menikahi ku!" Ucap Gladys yang sedang berusaha menahan mati-matian agar tidak mengeluarkan Air mata.

"Kau tau siapa aku kan? Kita di besarkan bersama-sama Glad, kau tidak bisa membohongiku." Pungkasnya seraya membalikkan posisi mereka.

Hingga pada akhirnya, saat ini posisi Nathan, berada di atas tubuh Gladis dengan tubuh yang saling menempel.

Gladys membeku, bibirnya bahkan seperti terkunci tak bisa mengatakan apapun.

"Ku pikir suatu hubungan yang cukup lama bisa membuat sikapmu berubah Gladys, Tapi dugaanku salah lagi!"

Cicit Nathan, meskipun suaranya terdengar lembut. Nyatanya sarat akan sindiran.

Episodes
1 Kembalinya sang pelakor
2 Kembalinya sang pelakor 2
3 Sikap Asli Clara
4 Dendan
5 Dendam 2
6 Kehamilan rahasia
7 Kehamilan rahasia 2
8 Tak sengaja bertemu
9 Fakta sebenarnya
10 Cibiran
11 Sekelumit rasa
12 Kecewa
13 Mulai curiga
14 Kejutan pahit
15 Mulai canggung
16 Sikap tegas Nathan
17 Hampir ketahuan
18 Hasutan Clara.
19 Sekelumit rasa
20 Sedikit perdebatan
21 Keras kepala.
22 Keras kepala 2
23 Sedikit perdebatan
24 Kecewa
25 Tak sengaja bertemu
26 Bertemu kembali
27 Ketakutan
28 Sebuah Alibi
29 Salahh pahamnya Gladys
30 Akal licik Clara
31 Racun
32 Manipulatif
33 Pengganggu
34 Bertemu kembali
35 Kekesalan Clara
36 Perasaan sebenarnya
37 Perasaan Nathan yang sesungguhnya.
38 Sikap Asli Clara
39 Perubahann sikapp Nathan.
40 Kekesalan Clara
41 Kejujuran
42 Cemburu
43 Mari bercerai??
44 EGO
45 Mulai cemburu
46 Alasan
47 Ketegangan
48 Mulai posesif
49 Salah paham
50 Sikap Tegas Nathan
51 Mengerjai
52 Mulai hangat
53 Ulah Clara.
54 Gladys vz Clara.
55 Gladys vz Clara 2
56 Kemunculan yang tiba-tiba
57 Terjebak
58 Terjebaknya Clara
59 Cemburu
60 Rencana baru Clara.
61 Upaya menyadarkan
62 Teguran
63 Ketahuan
64 Cemburu
65 Sadarnya Nyonya Juita 1
66 Siasat Clara
67 Perubahan sikap
68 Mencoba bernegosiasi
69 Putusan
70 Ancaman
71 Sikap tegas Yuda
72 Puncak Rencana
73 Fakta menyakitkan.
74 Pingsan
75 Sadar
76 Kerja sama
77 Kabur
78 Berhasil Kabur
79 Penyesalan
80 Pelarian
81 Pertolongan
82 Hilang tanpa jejak
83 Karma
84 terbongkar
85 Terbongkar2
86 kisah sebenarnya
87 Cerita sebenarnya
88 Kegilaan Nathan
89 Kecurigaan
90 Lima tahun kemudian.
91 Brian
92 Cinta yang tulus
93 Lamaran Valdo
94 Rencana
95 Rencana Nathan
96 Surabaya
97 Surabaya 2
98 Kembali
99 Bertemu Kembali
100 Pertemuan tak terduga
101 Ketegasan
102 Bertemu Brian 1
103 Bertemu Brian 2
104 pertemuan tak terduga
105 Pertemuan tak terduga
106 Kejutan
107 Kabur
108 Skandal
109 Harmonis
110 Peringatan
111 Hak asuh
112 Amarah tuan Nando
113 Amarah Tuan Nando
114 Kecelakaan
115 pertemuan tak terduga
116 Peringatan untuk Clara
117 Sadar
118 Ada apa dengan Brian?
119 Rahasia Clara
120 Kesal
121 Hari Yang di tunggu
122 H- 1 tamat
123 Menjelang ending
124 Bonus Bab.
125 Terbongkar
126 Tamat
Episodes

Updated 126 Episodes

1
Kembalinya sang pelakor
2
Kembalinya sang pelakor 2
3
Sikap Asli Clara
4
Dendan
5
Dendam 2
6
Kehamilan rahasia
7
Kehamilan rahasia 2
8
Tak sengaja bertemu
9
Fakta sebenarnya
10
Cibiran
11
Sekelumit rasa
12
Kecewa
13
Mulai curiga
14
Kejutan pahit
15
Mulai canggung
16
Sikap tegas Nathan
17
Hampir ketahuan
18
Hasutan Clara.
19
Sekelumit rasa
20
Sedikit perdebatan
21
Keras kepala.
22
Keras kepala 2
23
Sedikit perdebatan
24
Kecewa
25
Tak sengaja bertemu
26
Bertemu kembali
27
Ketakutan
28
Sebuah Alibi
29
Salahh pahamnya Gladys
30
Akal licik Clara
31
Racun
32
Manipulatif
33
Pengganggu
34
Bertemu kembali
35
Kekesalan Clara
36
Perasaan sebenarnya
37
Perasaan Nathan yang sesungguhnya.
38
Sikap Asli Clara
39
Perubahann sikapp Nathan.
40
Kekesalan Clara
41
Kejujuran
42
Cemburu
43
Mari bercerai??
44
EGO
45
Mulai cemburu
46
Alasan
47
Ketegangan
48
Mulai posesif
49
Salah paham
50
Sikap Tegas Nathan
51
Mengerjai
52
Mulai hangat
53
Ulah Clara.
54
Gladys vz Clara.
55
Gladys vz Clara 2
56
Kemunculan yang tiba-tiba
57
Terjebak
58
Terjebaknya Clara
59
Cemburu
60
Rencana baru Clara.
61
Upaya menyadarkan
62
Teguran
63
Ketahuan
64
Cemburu
65
Sadarnya Nyonya Juita 1
66
Siasat Clara
67
Perubahan sikap
68
Mencoba bernegosiasi
69
Putusan
70
Ancaman
71
Sikap tegas Yuda
72
Puncak Rencana
73
Fakta menyakitkan.
74
Pingsan
75
Sadar
76
Kerja sama
77
Kabur
78
Berhasil Kabur
79
Penyesalan
80
Pelarian
81
Pertolongan
82
Hilang tanpa jejak
83
Karma
84
terbongkar
85
Terbongkar2
86
kisah sebenarnya
87
Cerita sebenarnya
88
Kegilaan Nathan
89
Kecurigaan
90
Lima tahun kemudian.
91
Brian
92
Cinta yang tulus
93
Lamaran Valdo
94
Rencana
95
Rencana Nathan
96
Surabaya
97
Surabaya 2
98
Kembali
99
Bertemu Kembali
100
Pertemuan tak terduga
101
Ketegasan
102
Bertemu Brian 1
103
Bertemu Brian 2
104
pertemuan tak terduga
105
Pertemuan tak terduga
106
Kejutan
107
Kabur
108
Skandal
109
Harmonis
110
Peringatan
111
Hak asuh
112
Amarah tuan Nando
113
Amarah Tuan Nando
114
Kecelakaan
115
pertemuan tak terduga
116
Peringatan untuk Clara
117
Sadar
118
Ada apa dengan Brian?
119
Rahasia Clara
120
Kesal
121
Hari Yang di tunggu
122
H- 1 tamat
123
Menjelang ending
124
Bonus Bab.
125
Terbongkar
126
Tamat

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!