Sikap Asli Clara

...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

 Tok tok tok

"Glad, kau di dalam?"

Gladys mendengar suara Nathan memanggil namanya sehingga membuatnya kelimpungan untuk menyembunyikan kertas yang ada di tangannya.

"Ya Tuhan, Bagaimana ini?" Gumamnya sembari menoleh ke sana kemari mencari tempat agar bisa menyembunyikan kertas pemeriksaan kehamilannya itu.

Namun lagi-lagi ia tak menemukan apapun yang bisa membantunya menyembunyikan kertas itu hingga ia melihat lemari kotak penyimpanan Handuk yang berada tak jauh darinya.

Buru-buru Gladys menggapainya untuk menyembunyikan kertas itu di bawah tumpukan Handuk karena Nathan terus memanggil namanya.

"Glad, kau....."

Ceklek

Pintu terbuka dan munculah Gladys dengan keadaan segar, Nathan menelisik tubuh Gladys dari ujung kaki sampai ujung kepala.

Keningnya mengerut karena ia tak mendapati perubahan dari baju dan rambut sang istri kecuali wajahnya yang nampak basah dan dalam keadaan sembab.

"Kau, sudah mandi?" Tanyanya.

"Sudah!" Jawab Gladys dengan berbohong, Karena ia tak punya banyak waktu untuk membersihkan diri akibat terlalu lama meratapi nasibnya.

"Tapi, kenapa bajumu belum juga ganti?"

"Aku terburu-buru sehingga lupa untuk membawa baju ganti. Baiklah, aku ganti baju dulu!" Gladys buru-buru menghindar dari Nathan, agar pria itu tak kembali mencecarnya.

Lima belas menit kemudian, barulah Gladys keluar dengan make up natural dan penampilan sederhananya.

Nathan terpukau dengan kecantikan Gladys, hingga tak berkedip sedikit pun saat melihatnya.

"Kak, Jadi kita turun?" Cicit Gladys karena sejak tadi Nathan hanya diam menatapnya, tanpa berkedip hingga membuatnya tidak nyaman.

Ehem

Nathan berdehem keras sembari membuang muka ke arah lain demi menutupi kecanggungannya.

"kau sudah selesai? jika sudah, Ayo kita turun!" kilahnya sembari membuka lengannya untuk mengajak Gladys turun sembari bergandengan tangan turun.

Gladys menyambut tangan itu dengan merengkuh nyan hingga keduanya kini melangkah turun dengan bergandengan tangan seolah mereka adalah pasangan suami istri yang sesungguhnya.

Seperti itulah satu tahun pernikahan mereka yang penuh drama. Nampak sempurna di depan orang lain, padahal rapuh di dalamnya.

Kemunculan sepasang suami istri itu tak lepas dari perhatian para tamu undangan dan tentu saja Clara.

Wanita muda itu langsung berdiri dari duduknya saat melihat kemunculan Nathan, Namun senyum yang tadinya merekah kini berangsur surut saat melihat Tangan Gladys terselip di tangan Nathan dengan mesra.

Tangan Clara terkepal dengan senyum yang di paksakan menatap Gladys, yang tengah asik tersenyum kepada setiap tamu undangan yang menyapanya, seolah-olah senyuman itu adalah wujud cibiran padanya.

Sudah satu tahun kakak beradi itu tak saling tegur sapa, tepatnya sebelum wanita itu pergi meneruskan study nya di new York, karena patah hati dengan keputusan Nathan yang tetap menikahi kakaknya, meskipun sudah segala upaya ia lakukan untuk membatalkan perjodohan itu.

Mulai dari memonopoli Nathan, menghasutnya, bahkan membuat Gladys terkesan buruk di depan keluarganya, namun hal itu tak juga berhasil.

Pernikahan tetap terjadi sesuai permintaan tuan Collins, atas amanat mendiang oma Cintya.

Semua tamu yang tadinya berfokus pada Clara, kini berbalik menatap Gladys, sesaat setelah Tuan Nando memanggil nama putri pertamanya.

"Glad," Panggilannya sembari melangkah maju dengan tangan terulur menyambut kedatangan sang putri yang turun dari tangga bergandengan tangan dengan Nathan. .

Deg

Deg

Deg

Clara menahan nafasnya dalam-dalam saat melihat kakaknya itu berjalan menuju ke atas panggung bersama dengan Nathaniel.

Matanya pun tak lepas menatap penampilan Gladys yang sederhana namun begitu elegan hingga membuat banyak mata berdecak kagum melihatnya.

"Dia cantik sekali."

"Ya, Dengar-dengar dia berprofesi sebagai sekretaris tuan Nathaniel,"

"Benarkah?"

"Ya, aku sering melihatnya menemani tuan Nathan bekerja."

Banyak pasang mata yang hadir tak lepas memandang Gladys yang kini berdiri di samping Clara, Banyak pujian tamu yang begitu penasaran dengan putri pertama keluarga Hadiadmaja yang memang jarang sekali tersorot seperti putri kedua mereka yang seorang designer.

Clara menelisik seluruh tamu yang hadir di taman itu dengan seksama, tamu yang tadi begitu memujanya kini malah menatap bahkan memuji kecantikan Kakaknya. sama halnya seperti dulu, hal yang selalu membuatnya iri karena Gladys selalu satu langkah di depannya.

Tangannya kembali terkepal kuat, meskipun mereka saudara, tapi Clara merasa perlakuan kedua orangtuanya berbeda dan berfikir mungkin saja karena dia anak angkat sehingga Gladys yang selalu di utamakan.

"Akhirnya kau kembali, Ra. Mommy pasti sangat bahagia melihat putri kecilnya akhirnya pulang!"

Gladys menarik tangannya dari rengkuhan Nathan, lalu mencoba untuk memeluk Clara.

Meskipun sempat Khawatir, namun nyatanya Gladys tak bisa menutupi kebahagiaannya bisa bertemu adiknya kembali.

"Ya, hanya mommy saja yang senang dan yang lainnya tidak." Gumam Clara, dengan tersenyum kecut.

Gladys mengurai pelukannya lalu menatap pada Clara dengan kening yang mengerut. .

"Apa maksudmu?" Tanyanya.

"Ahh tidak, lupakan saja! aku hanya bercanda." Jawab Clara, lalu memaksakan senyumnya agar Gladys tidak curiga.

Apalagi semua orang tengah menatap mereka, sehingga Clara tidak ingin semua orang mengira jika ia belum juga berubah terutama keluarganya.

Melihat suasana yang sudah mulai kondusif, tuan Aiden akhirnya memutuskan untuk menarik perhatian para tamu undangan ke arahnya.

"Sebelumnya saya benar-benar mengucapkan terimakasih kepada seluruh keluarga, kolega dan sahabat yang sudah hadir dalam acara penyambutan keponakan saya malam ini. Namun, acara malam ini tak serta merta hanya untuk penyambutan kepulangan Clara saja karena saya dan sepupu saya Nando ingin mengumumkan pernikahan anak kami yang sebenarnya sudah satu tahun yang lalu terjadi."

Uhuk-Uhuk

Nathan tersedak ludahnya sendiri yang ingin ia telan setelah mendengar pengumuman Ayahnya.

Sementara Clara, Wanita itu hampir saja tidak bisa bernafas mendengar ucapan uncle Aiden yang tiba-tiba mengumumkan pernikahan Putranya.

Mendengar itu, banyak spekulasi dari orang-orang yang hadir. semuanya nampak bingung karena belum mengetahui siapa yang menikahi siapa.

"Kalian pasti bingung kenapa kami menyembunyikan pernikahan ini hanya saja kami tidak punya wewenang menjelaskan nya di hadapan kalian, tapi cukup dengan memanggil kedua putra putri kami yang merupakan sepasang suami istri untuk naik ke atas panggung!"

Tuan Aiden memanggil Nathan untuk mendekat. dan mau tidak mau Nathan menurutinya karena tidak mungkin ia membantah perintah ayahnya, itu artinya ia ingin membuat malu nama baik keluarga.

Saat Nathan sudah berada di dekatnya, Tuan Aiden langsung menarik tangan Gladys hingga semua orang yang ada di sana berdecak kagum.

"Wah ternyata mereka selama ini suami istri."

"Pantas sana tuan Nathaniel tak pernah terlihat dekat dengan seorang wanita, nyatanya ia sudah memiliki istri dan istrinya adalah sekretarisnya sendiri."

Banyak orang yang memuji Nathan dan Gladys sebagai suami istri yang ideal dan itu membuat Clara benar-benar sakit hati, hingga memutuskan untuk turun dari atas panggung.

Terpopuler

Comments

Uthie

Uthie

sukurin 😝

2025-01-15

0

lihat semua
Episodes
1 Kembalinya sang pelakor
2 Kembalinya sang pelakor 2
3 Sikap Asli Clara
4 Dendan
5 Dendam 2
6 Kehamilan rahasia
7 Kehamilan rahasia 2
8 Tak sengaja bertemu
9 Fakta sebenarnya
10 Cibiran
11 Sekelumit rasa
12 Kecewa
13 Mulai curiga
14 Kejutan pahit
15 Mulai canggung
16 Sikap tegas Nathan
17 Hampir ketahuan
18 Hasutan Clara.
19 Sekelumit rasa
20 Sedikit perdebatan
21 Keras kepala.
22 Keras kepala 2
23 Sedikit perdebatan
24 Kecewa
25 Tak sengaja bertemu
26 Bertemu kembali
27 Ketakutan
28 Sebuah Alibi
29 Salahh pahamnya Gladys
30 Akal licik Clara
31 Racun
32 Manipulatif
33 Pengganggu
34 Bertemu kembali
35 Kekesalan Clara
36 Perasaan sebenarnya
37 Perasaan Nathan yang sesungguhnya.
38 Sikap Asli Clara
39 Perubahann sikapp Nathan.
40 Kekesalan Clara
41 Kejujuran
42 Cemburu
43 Mari bercerai??
44 EGO
45 Mulai cemburu
46 Alasan
47 Ketegangan
48 Mulai posesif
49 Salah paham
50 Sikap Tegas Nathan
51 Mengerjai
52 Mulai hangat
53 Ulah Clara.
54 Gladys vz Clara.
55 Gladys vz Clara 2
56 Kemunculan yang tiba-tiba
57 Terjebak
58 Terjebaknya Clara
59 Cemburu
60 Rencana baru Clara.
61 Upaya menyadarkan
62 Teguran
63 Ketahuan
64 Cemburu
65 Sadarnya Nyonya Juita 1
66 Siasat Clara
67 Perubahan sikap
68 Mencoba bernegosiasi
69 Putusan
70 Ancaman
71 Sikap tegas Yuda
72 Puncak Rencana
73 Fakta menyakitkan.
74 Pingsan
75 Sadar
76 Kerja sama
77 Kabur
78 Berhasil Kabur
79 Penyesalan
80 Pelarian
81 Pertolongan
82 Hilang tanpa jejak
83 Karma
84 terbongkar
85 Terbongkar2
86 kisah sebenarnya
87 Cerita sebenarnya
88 Kegilaan Nathan
89 Kecurigaan
90 Lima tahun kemudian.
91 Brian
92 Cinta yang tulus
93 Lamaran Valdo
94 Rencana
95 Rencana Nathan
96 Surabaya
97 Surabaya 2
98 Kembali
99 Bertemu Kembali
100 Pertemuan tak terduga
101 Ketegasan
102 Bertemu Brian 1
103 Bertemu Brian 2
104 pertemuan tak terduga
105 Pertemuan tak terduga
106 Kejutan
107 Kabur
108 Skandal
109 Harmonis
110 Peringatan
111 Hak asuh
112 Amarah tuan Nando
113 Amarah Tuan Nando
114 Kecelakaan
115 pertemuan tak terduga
116 Peringatan untuk Clara
117 Sadar
118 Ada apa dengan Brian?
119 Rahasia Clara
120 Kesal
121 Hari Yang di tunggu
122 H- 1 tamat
123 Menjelang ending
124 Bonus Bab.
125 Terbongkar
126 Tamat
Episodes

Updated 126 Episodes

1
Kembalinya sang pelakor
2
Kembalinya sang pelakor 2
3
Sikap Asli Clara
4
Dendan
5
Dendam 2
6
Kehamilan rahasia
7
Kehamilan rahasia 2
8
Tak sengaja bertemu
9
Fakta sebenarnya
10
Cibiran
11
Sekelumit rasa
12
Kecewa
13
Mulai curiga
14
Kejutan pahit
15
Mulai canggung
16
Sikap tegas Nathan
17
Hampir ketahuan
18
Hasutan Clara.
19
Sekelumit rasa
20
Sedikit perdebatan
21
Keras kepala.
22
Keras kepala 2
23
Sedikit perdebatan
24
Kecewa
25
Tak sengaja bertemu
26
Bertemu kembali
27
Ketakutan
28
Sebuah Alibi
29
Salahh pahamnya Gladys
30
Akal licik Clara
31
Racun
32
Manipulatif
33
Pengganggu
34
Bertemu kembali
35
Kekesalan Clara
36
Perasaan sebenarnya
37
Perasaan Nathan yang sesungguhnya.
38
Sikap Asli Clara
39
Perubahann sikapp Nathan.
40
Kekesalan Clara
41
Kejujuran
42
Cemburu
43
Mari bercerai??
44
EGO
45
Mulai cemburu
46
Alasan
47
Ketegangan
48
Mulai posesif
49
Salah paham
50
Sikap Tegas Nathan
51
Mengerjai
52
Mulai hangat
53
Ulah Clara.
54
Gladys vz Clara.
55
Gladys vz Clara 2
56
Kemunculan yang tiba-tiba
57
Terjebak
58
Terjebaknya Clara
59
Cemburu
60
Rencana baru Clara.
61
Upaya menyadarkan
62
Teguran
63
Ketahuan
64
Cemburu
65
Sadarnya Nyonya Juita 1
66
Siasat Clara
67
Perubahan sikap
68
Mencoba bernegosiasi
69
Putusan
70
Ancaman
71
Sikap tegas Yuda
72
Puncak Rencana
73
Fakta menyakitkan.
74
Pingsan
75
Sadar
76
Kerja sama
77
Kabur
78
Berhasil Kabur
79
Penyesalan
80
Pelarian
81
Pertolongan
82
Hilang tanpa jejak
83
Karma
84
terbongkar
85
Terbongkar2
86
kisah sebenarnya
87
Cerita sebenarnya
88
Kegilaan Nathan
89
Kecurigaan
90
Lima tahun kemudian.
91
Brian
92
Cinta yang tulus
93
Lamaran Valdo
94
Rencana
95
Rencana Nathan
96
Surabaya
97
Surabaya 2
98
Kembali
99
Bertemu Kembali
100
Pertemuan tak terduga
101
Ketegasan
102
Bertemu Brian 1
103
Bertemu Brian 2
104
pertemuan tak terduga
105
Pertemuan tak terduga
106
Kejutan
107
Kabur
108
Skandal
109
Harmonis
110
Peringatan
111
Hak asuh
112
Amarah tuan Nando
113
Amarah Tuan Nando
114
Kecelakaan
115
pertemuan tak terduga
116
Peringatan untuk Clara
117
Sadar
118
Ada apa dengan Brian?
119
Rahasia Clara
120
Kesal
121
Hari Yang di tunggu
122
H- 1 tamat
123
Menjelang ending
124
Bonus Bab.
125
Terbongkar
126
Tamat

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!