Episode 20 Dosen Baru

Setelah seharian kemarin tidur, akhirnya pagi ini Vior dan Caramel kembali ke rutinitas seperti biasa. Keduanya berangkat menuju kampus dengan wajah yang berseri-seri dan semangat baru. Kampus itu sudah kembali beroperasi dengan baik, bahkan garis polisi pun sudah dicopot.

Tidak membutuhkan waktu lama, keduanya sampai di kampus. "Ah, aku rindu sekali dengan suasana kampus," ucap Caramel sembari melepas helmnya.

"Iya, baru saja sehari kita masuk kuliah sudah libur satu minggu karena kasus itu," sahut Vior.

"Semoga tidak akan ada kejadian aneh-aneh lagi di sini," ucap Caramel.

Vior dan Caramel baru saja menyimpan helmnya, tiba-tiba terdengar klakson mobil. Ternyata itu adalah mobil Deril, Valdo, dan juga Deki.

"Halo, aku rindu sama kalian." Valdo menghampiri Vior dan Caramel, lalu memeluk keduanya secara bergantian.

Vior dan Caramel sampai diam mematung mendapat pelukan dari Valdo. Valdo memang orangnya sangat ramah dan baik, bahkan dia terlihat penyayang sekali dan menganggap Vior dan Caramel seperti adik-adiknya sendiri.

"Selama seminggu ini kalian liburan ke mana?" tanya Deki.

"Aku pulang kampung, Kak. Nenek aku sakit, jadi aku liburan di rumah nenek," sahut Vior.

"Kok kalian gak ajak kita sih, padahal kita bosan banget di rumah main game. Coba kalau kalian ajak kita, pasti seru tuh liburan di perkampungan," ucap Deki.

Vior tersenyum. "Nanti deh, kalau aku pulang kampung lagi, aku ajak kalian," ucap Vior.

"Janji ya, awas kalau tidak ajak-ajak lagi," ucap Valdo.

"Oke."

Deril hanya geleng-geleng kepala dengan wajah dinginnya kala melihat tingkah kedua sahabatnya. Dia baru lihat jika Valdo dan Deki begitu sangat dekat dengan Vior dan Caramel, karena selama ini setiap ada mahasiswa baru mereka tidak pernah seperti itu. Valdo merangkul pundak Vior, sedangkan Deki merangkul pundak Caramel, mereka berjalan masuk menuju ruangan kelas mereka.

"Ih, lihat deh Van, kok mereka jadi dekat sama bocil-bocil itu sih?" sinis Sandra.

"Iya, aneh banget. Apa jangan-jangan mereka pakai pelet? soalnya selama ini Valdo dan Deki tidak pernah bersikap manis kepada mahasiswa baru," sahut Vanilla.

"Gara-gara mereka, Deril dan yang lainnya jadi dingin sama kita," kesal Sandra.

"Harus diberi peringatan tuh bocil-bocil," sahut Vanilla.

Ketiga cowok idaman kampus itu mengantar Vior dan Caramel sampai di depan kelas mereka membuat semua orang melihat ke arah mereka. "Masuklah, dan belajar dengan rajin," ucap Valdo sembari mengacak-acak rambut Vior.

"Siap, Kak," sahut Vior.

"Sok cantik," ketus Deril.

"Apaan sih Kak, siapa juga yang sok cantik!" kesal Vior.

Deril melengos pergi dari sana membuat Vior semakin kesal. "Sudah, jangan ditanggapi. Si Deril memang seperti itu orangnya, dingin dan kaku banget," ucap Valdo.

"Dia ketolong sama wajah yang tampan saja, jika wajahnya jelek sudah pasti dia tidak akan mempunyai teman sama sekali," timpal Deki.

Vior dan Caramel pun tersenyum. "Ya sudah Kak, kalau begitu kita masuk dulu," ucap Caramel.

"Oke, selamat belajar," sahut Deki.

Vior dan Caramel pun masuk ke dalam ruangan kelas mereka, sedangkan Valdo dan Deki juga segera menuju ruangan kelas mereka. Setelah Valdo dan Deki pergi, Sandra dan Vanilla masuk ke dalam ruangan kelas Vior dan langsung menghampiri kedua gadis itu. Vanilla menggebrak meja sampai Vior dan Caramel pun terkejut.

"Kita sudah bilang, jangan dekati Deril dan teman-temannya kenapa kalian tidak nurut!" bentak Sandra.

"Kalian sengaja ya, mau bikin kita kesal," sambung Vanilla.

"Kita tidak pernah mendekati mereka Kak, tapi mereka yang selalu mendekati kita," sahut Caramel dengan penuh emosi.

"Percaya diri sekali kalian, memangnya kalian secantik apa sampai-sampai mereka mendekati kalian? asalkan kalian tahu ya, mereka tidak pernah sedekat itu sama mahasiswa baru, tapi tiba-tiba mereka sebaik itu sama kalian, apa kalian memakai pelet," tuduh Vanilla.

"Cukup Kak, kita tidak pernah menggunakan hal-hal seperti itu. Kakak jangan sembarangan kalau bicara!" bentak Vior.

Sandra mencengkram lengan Vior. "Berani sekali kamu membentak Vanilla, kalian itu cuma mahasiswa beasiswa di sini dan kita adalah anak dari donatur tetap di kampus ini, jadi kalian jangan macam-macam!" bentak Sandra.

"Kalau hidup kalian ingin tenang di kampus ini, jauhi Deril dan yang lainnya kalau tidak, kalian tidak akan tenang kuliah di sini," ancam Vanilla.

Sandra menghempaskan tangan Vior, lalu mereka pun pergi meninggalkan ruangan kelas Vior. Caramel lengan bajunya hendak melawan namun Vior menahannya dengan menarik ujung baju Caramel.

"Lepaskan Vi, aku mau lawan mereka," ucap Caramel.

"Sudahlah, duduk saja. Seharusnya kalau kamu mau melawan, tadi pas Kak Sandra mencengkram lengan aku bukannya mereka sudah pergi, kamu baru mau melawan," ucap Vior sembari mendelikan matanya.

"Kalau tadi aku gak berani," sahut Caramel.

"Lah, terus sekarang ngapain kamu sok-sok'an mau ngejar mereka?" tanya Vior bingung.

Seketika Caramel menggaruk kepalanya sembari cengengesan. "Cuma gaya-gayaan saja," sahut Caramel.

Vior langsung menoyor kepala Caramel karena merasa gemas. "Oh iya, pengganti Pak Wisnu siapa ya? Mudah-mudahan saja, dosennya masih muda biar bisa cuci mata sedikit," ucap Caramel cengengesan.

Tidak lama kemudian, terdengar suara derap langkah kaki. Semua mahasiswa melihat ke arah pintu, terlihat seorang pria berusia kira-kira 30 tahunan masuk membuat mata para mahasiswi berbinar-binar. "Vi, doa aku terkabul. Dosen kita masih muda, mana tampan lagi," bisik Caramel.

Vior mencubit paha Caramel membuat Caramel reflek berteriak. "Ada apa itu?" tanya Dosen itu.

"Ah, tidak apa-apa Pak, maaf," sahut Caramel.

"Selamat pagi semuanya, perkenalkan nama saya Dion, saya adalah dosen pengganti Pak Wisnu. Mulai sekarang, saya yang akan mengajar kalian dan saya ingin kalian mendengarkan mata pelajaran yang saya ajarkan dengan baik karena saya paling tidak suka dengan mahasiswa yang tidak fokus saat mata pelajaran saya. Saya juga paling tidak suka kepada mahasiswa yang terlambat, jadi saya minta kalian harus datang tepat waktu kalau tidak, saya tidak akan segan-segan untuk menghukum kalian!" tegas Pak Dion.

"Baik, Pak," sahut semuanya bersamaan.

"Busyet, sifatnya sebelas duabelas sama Kak Deril, dingin kaya kulkas sepuluh pintu," bisik Caramel.

"Sudah diam, jangan banyak protes," sahut Vior.

Dion pun mulai menjelaskan pelajaran, mata Dion sangat tajam membuat yang ditatap Dion bergidik ngeri. Vior memperhatikan Dion dengan seksama, dia merasa jika Dion bukan orang sembarangan. Vior merasa jika Dion sama seperti dirinya mempunyai kelebihan, tapi Vior masih belum bisa tahu kelebihan apa yang dimiliki Dion.

Dion melihat ke arah Vior. "Akhirnya aku bisa menemukanmu, Vior," batin Dion.

Terpopuler

Comments

aas

aas

laaah siapaa kok kenal Vior? 🤔

2025-03-05

2

Nia Risma

Nia Risma

si caramel malah ngelawak

2025-03-31

1

awesome moment

awesome moment

d bonding p an n?

2024-12-14

1

lihat semua
Episodes
1 Episode 1 Pengenalan Tokoh
2 Episode 2 Teror Kampus Part I
3 Episode 3 Teror Kampus Part II
4 Episode 4 Bertemu Arwah Ayu
5 Episode 5 Menguak Misteri Kematian Ayu
6 Episode 6 Bertemu Keluarga Korban
7 Episode 7 Kesedihan Keluarga Korban
8 Episode 8 Menemukan Titik Terang
9 Episode 9 Pembalasan Ayu
10 Episode 10 Akhir Kasus Ayu
11 Episode 11 Kembali Tenang
12 Episode 12 Menjenguk Nenek
13 Episode 13 Keresahan Yuni
14 Episode 14 Arwah Tukang Bangunan
15 Episode 15 Teluh Part I
16 Episode 16 Teluh Part II
17 Episode 17 Kiriman Seseorang
18 Episode 18 Senjata Makan Tuan
19 Episode 19 Kembali Aman
20 Episode 20 Dosen Baru
21 Episode 21 Kontrakan Hantu
22 Episode 22 Mulai Diganggu
23 Episode 23 Mahasiswa Baru
24 Episode 24 Cafe Deril
25 Episode 25 Sosok Di Samping Bombom
26 Episode 26 Pesugihan Tuyul
27 Episode 27 Kontrakan Baru Dodi
28 Episode 28 Setan Introvert
29 Episode 29 Mencoba Bernegosiasi
30 Episode 30 Akhir Dari Pesugihan Tuyul
31 Episode 31 Kunjungan Industri
32 Episode 32 Pabrik Angker
33 Episode 33 Hantu Kamelia Part I
34 Episode 34 Hantu Kamelia Part II
35 Episode 35 Misteri Ruangan Basement
36 Episode 36 Cerita Basement
37 Episode 37 Penyelesaian Masalah
38 Episode 38 Kebahagiaan Dodi
39 Episode 39 Siapa Mira?
40 Episode 40 Datang Ke Kontrakan
41 Episode 41 Sebuah Janji
42 Episode 42 Selamat Tinggal Mira
43 Episode 43 Tetangga Baru
44 Episode 44 Siapa Wanita Itu?
45 Episode 45 Teror Wanita Cacat Part I
46 Episode 46 Teror Wanita Cacat Part II
47 Episode 47 Asal-usul Marni
48 Episode 48 Menyelesaikan Masalah
49 Episode 49 Teror Pocong Hitam Part 1
50 Episode 50 Teror Pocong Hitam Part 2
51 Episode 51 Teror Pocong Hitam Part 3
52 Episode 52 Teror Pocong Hitam Part 4
53 Episode 53 Teror Pocong Hitam Part 5
54 Episode 54 Penyelesaian
55 Episode 55 Dosen Ghaib Part I
56 Episode 56 Dosen Ghaib Part 2
57 Episode 57 Dosen Ghaib Part 3
58 Episode 58 Dosen Ghaib Part 4
59 Episode 59 Liburan Bersama
60 Episode 60 Mulai Ada Gangguan
61 Episode 61 Ada Apa Dengan Wawan?
62 Episode 62 Jasad Ratna Ditemukan
63 Episode 63 Ketegaran Wawan
64 Episode 64 Sahabat Lama
65 Episode 65 Perasaan Aneh
66 Episode 66 Kuntilanak Merah Part I
67 Episode 67 Kuntilanak Merah Part 2
68 Episode 68 Kuntilanak Merah Part 3
69 Episode 69 Katakan Cinta
70 Episode 70 Mendaki Gunung
71 Episode 71 Mulai Ada Keanehan
72 Episode 72 Gangguan
73 Episode 73 Pasar Ghaib
74 Episode 74 Dodi Menghilang
75 Episode 75 Akhir Yang Tragis
76 Episode 76 Wisuda
77 Episode 77 KKN Di Desa Mati Part I
78 Episode 78 KKN Di Desa Mati Part II
79 Episode 79 Misteri Desa Mati
80 Episode 80 Suara Misterius
81 Episode 81 Gelang Mustika Biru
82 Episode 82 Bangkitnya Sang Ratu
83 Episode 83 Musnahnya Sang Ratu
84 Episode 84 Lamaran
85 Episode 85 END
Episodes

Updated 85 Episodes

1
Episode 1 Pengenalan Tokoh
2
Episode 2 Teror Kampus Part I
3
Episode 3 Teror Kampus Part II
4
Episode 4 Bertemu Arwah Ayu
5
Episode 5 Menguak Misteri Kematian Ayu
6
Episode 6 Bertemu Keluarga Korban
7
Episode 7 Kesedihan Keluarga Korban
8
Episode 8 Menemukan Titik Terang
9
Episode 9 Pembalasan Ayu
10
Episode 10 Akhir Kasus Ayu
11
Episode 11 Kembali Tenang
12
Episode 12 Menjenguk Nenek
13
Episode 13 Keresahan Yuni
14
Episode 14 Arwah Tukang Bangunan
15
Episode 15 Teluh Part I
16
Episode 16 Teluh Part II
17
Episode 17 Kiriman Seseorang
18
Episode 18 Senjata Makan Tuan
19
Episode 19 Kembali Aman
20
Episode 20 Dosen Baru
21
Episode 21 Kontrakan Hantu
22
Episode 22 Mulai Diganggu
23
Episode 23 Mahasiswa Baru
24
Episode 24 Cafe Deril
25
Episode 25 Sosok Di Samping Bombom
26
Episode 26 Pesugihan Tuyul
27
Episode 27 Kontrakan Baru Dodi
28
Episode 28 Setan Introvert
29
Episode 29 Mencoba Bernegosiasi
30
Episode 30 Akhir Dari Pesugihan Tuyul
31
Episode 31 Kunjungan Industri
32
Episode 32 Pabrik Angker
33
Episode 33 Hantu Kamelia Part I
34
Episode 34 Hantu Kamelia Part II
35
Episode 35 Misteri Ruangan Basement
36
Episode 36 Cerita Basement
37
Episode 37 Penyelesaian Masalah
38
Episode 38 Kebahagiaan Dodi
39
Episode 39 Siapa Mira?
40
Episode 40 Datang Ke Kontrakan
41
Episode 41 Sebuah Janji
42
Episode 42 Selamat Tinggal Mira
43
Episode 43 Tetangga Baru
44
Episode 44 Siapa Wanita Itu?
45
Episode 45 Teror Wanita Cacat Part I
46
Episode 46 Teror Wanita Cacat Part II
47
Episode 47 Asal-usul Marni
48
Episode 48 Menyelesaikan Masalah
49
Episode 49 Teror Pocong Hitam Part 1
50
Episode 50 Teror Pocong Hitam Part 2
51
Episode 51 Teror Pocong Hitam Part 3
52
Episode 52 Teror Pocong Hitam Part 4
53
Episode 53 Teror Pocong Hitam Part 5
54
Episode 54 Penyelesaian
55
Episode 55 Dosen Ghaib Part I
56
Episode 56 Dosen Ghaib Part 2
57
Episode 57 Dosen Ghaib Part 3
58
Episode 58 Dosen Ghaib Part 4
59
Episode 59 Liburan Bersama
60
Episode 60 Mulai Ada Gangguan
61
Episode 61 Ada Apa Dengan Wawan?
62
Episode 62 Jasad Ratna Ditemukan
63
Episode 63 Ketegaran Wawan
64
Episode 64 Sahabat Lama
65
Episode 65 Perasaan Aneh
66
Episode 66 Kuntilanak Merah Part I
67
Episode 67 Kuntilanak Merah Part 2
68
Episode 68 Kuntilanak Merah Part 3
69
Episode 69 Katakan Cinta
70
Episode 70 Mendaki Gunung
71
Episode 71 Mulai Ada Keanehan
72
Episode 72 Gangguan
73
Episode 73 Pasar Ghaib
74
Episode 74 Dodi Menghilang
75
Episode 75 Akhir Yang Tragis
76
Episode 76 Wisuda
77
Episode 77 KKN Di Desa Mati Part I
78
Episode 78 KKN Di Desa Mati Part II
79
Episode 79 Misteri Desa Mati
80
Episode 80 Suara Misterius
81
Episode 81 Gelang Mustika Biru
82
Episode 82 Bangkitnya Sang Ratu
83
Episode 83 Musnahnya Sang Ratu
84
Episode 84 Lamaran
85
Episode 85 END

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!