Episode 7 Kesedihan Keluarga Korban

"Kalian siapa?" seorang wanita berusia 54 tahunan keluar dengan membawa pisang goreng untuk nenek itu.

Vior dan Caramel bangkit dari duduknya. "Maaf Bu, perkenalkan nama saya Vior dan ini teman saya Caramel," ucap Vior sembari mencium punggung tangan ibu itu.

"Silakan duduk. Kalian dari mana dan ada keperluan apa datang ke rumah kami?" tanya Ibu yang bernama Hana itu.

"Begini Bu, kita adalah salah satu Mahasiswi di Universitas xxx. Apa ibu kenal dengan Ayu Amira?" tanya Vior.

"Iya, Ayu adalah kakak saya," sahut Ibu Hana.

"Begini Bu, pertama-tama kita maaf karena sudah lancang ikut campur urusan almarhum Kak Ayu tapi selama ini arwah Kak Ayu gentayangan di kampus dan sudah banyak memakan korban. Jika anak yang terpilih oleh dia gak bisa membantu menemukan pembunuh dia dalam waktu tiga hari, maka anak itu akan meninggal," jelas Vior.

"Astagfirullah. Kok bisa? selama ini kami tidak tahu apa yang terjadi, bahkan kami juga tidak tahu jika arwah Mbak Ayu masih gentayangan karena pihak kampus tidak pernah membiarkan kami untuk masuk ke dalam kampus," sahut Ibu Hana.

"Saya anak indigo Bu, percaya atau tidak saya sudah bertemu dengan arwahnya Kak Ayu dan dia minta para pelakunya segera di tangkap dan jasadnya ditemukan," ucap Vior.

"Ya Allah, Ayu anakku." Nenek itu menangis sembari tertunduk.

"Tapi bagaimana caranya menemukan pelakunya? bahkan kejadian itu sudah 59 tahun yang lalu, lagi pula pihak kampus sudah sering datang ke sini dan mengancam kami supaya kasusnya di tutup kalau tidak, nyawa kami pun akan mereka lenyapkan," sahut Ibu Hana.

"Astaga, jahat banget mereka. Vi, apa jangan-jangan salah satu keluarga Kak Deril ikut bertanggung jawab atas kematian Kak Ayu? soalnya pemilik kampus itu adalah keluarganya Kak Deril?" tanya Caramel.

"Iya. Sebenarnya arwah Kak Ayu sudah memperlihatkan kejadian dulu yang menimpa dirinya dan kekasihnya dan salah satu pembunuh serta pemer**sa Kak Ayu masih ada di kampus itu," ucap Vior.

"Kamu yakin Nak?" tanya seorang pria yang baru saja keluar dari dalam rumah.

"Iya, Pak. Tapi saya bingung, kalau lapor polisi barang buktinya bagaimana?" sahut Vior.

"Terus, dia ada di mana sekarang?" tanya Pak Arman.

"Begini Pak, sebelum aku beri tahu siapa pelakunya bagaimana kalau kita ambil jasad Kak Ayu dulu, nanti semuanya aku ceritakan kepada kalian," jelas Vior.

"Memang kamu tahu Nak, di mana jasad Ayu?" tanya Mama Ayu.

"Kak Ayu memberitahukan jika jasadnya dikubur di bawah lantai toilet nomor 2. Pihak kampus menyuruh salah satu dukun untuk mengunci arwah Kak Ayu di ruangan foto dan toilet karena kebetulan ruangan foto dan toilet itu bersebelahan. Arwah Kak Ayu tidak bisa keluar dari dua ruangan itu karena si dukun menyimpan suatu barang yang sudah dia jampi-jampi supaya arwahnya tidak berkeliaran dan meneror para pelaku," jelas Vior.

Keluarga Ayu sangat terkejut dengan penjelasan Vior. "Terus, bagaimana kita bisa masuk ke kampus itu untuk mengambil jasad Ayu?" tanya Mamanya Ayu.

"Saya punya kenalan polisi, bagaimana kalau kita minta bantuan dia saja? dia bisa masuk ke kampus itu dan memeriksa apa benar jasad Ayu ada di sana," ucap Pak Arman.

"Tapi, sepertinya kita akan sulit masuk ke kampus, karena-----" Vior tampak ragu-ragu dan menghentikan ucapannya.

"Karena apa, Vi?" tanya Caramel penasaran.

"Dukun itu adalah Pak Dodo, satpam kampus itu. Dan dia juga termasuk salah satu pelaku yang sudah membunuh dan memper**sa Kak Ayu," sahut Vior.

"Apa?" semuanya serempak menjawab seperti itu.

"Terus sekarang bagaimana, Vi? gak mungkin tiba-tiba kita lapor polisi sementara kita gak punya barang bukti sama sekali," ucap Caramel.

Vior terdiam, memang dari tadi dia sedang mencari cara supaya bisa menangkap para pelaku. "Pelakunya ada berapa orang Nak?" tanya Bu Hana.

"Kalau menurut penglihatan yang ditunjukkan oleh arwah Kak Ayu, pelakunya 4 orang. 3 adalah pelaku utama dan yang satu merupakan pihak kampus. Pihak kampus itu tidak ikut dalam pembunuhan atau pemer**saan tapi dia yang sudah membungkam media dan dia juga yang sudah mengancam kalian dan keluarga Kak Robi," sahut Vior.

"Yang mengancam kami adalah Pak Anwar," sahut Mamanya Ayu.

"Iya, saat ini Pak Anwar menjabat sebagai Rektor di kampus itu dan beliau merupakan paman Kak Deril," sahut Vior.

"Gila, ternyata memang benar ada campur tangan dari keluarga Kak Deril," ucap Caramel.

"Terus bagaimana ini? kami ingin jasad Kak Ayu segera ditemukan biar arwahnya pun tenang," ucap Bu Hana dengan deraian air matanya.

"Begini saja, malam ini aku akan memikirkan bagaimana caranya mudah-mudahan aku segera menemukannya," ucap Vior.

"Baiklah kalau begitu, kami akan selalu menunggu kabar baik darimu Nak," ucap Mamanya Ayu sembari memegang tangan Vior.

Setelah berbincang-bincang cukup lama, akhirnya Vior dan Caramel pun memutuskan untuk pamit pulang. Mata keduanya sudah tidak bersahabat lagi, mereka sudah sangat ngantuk. Vior berharap setelah bangun tidur nanti, dia bisa menemukan cara untuk menangkap para pelaku itu.

***

Malam pun tiba...

Seperti biasa, Vior akan duduk santai di teras rumahnya untuk mencari angin. Maklum, di rumahnya tidak ada AC makanya dia cari angin keluar karena merasa kepanasan di dalam rumah.

"Hayo, lagi ngapain kamu?" ucap Caramel yang nongol di balik tembok pembatas rumah mereka.

"Astaga, kebiasaan banget kamu kalau sudah ngagetin kaya gitu," kesal Vior.

Caramel cengengesan, dia pun seperti biasa manjat tembok untuk menghampiri Vior. "Bisa tidak lewat pintu saja, gak usah manjat-manjat segala," ucap Vior.

"Kelamaan, mending manjat tembok jadi cepat. Ngomong-ngomong, jangan melamun malam-malam nanti kesambet loh," ucap Caramel.

"Gak bakalan ada setan yang mau masuk ke dalam tubuh aku. Aku sudah bisa merasakan jika ada setan mendekat, setan itu bakalan insecure sama aku karena aku sama sekali gak bakalan takut sama mereka," sahut Vior.

"Iya deh percaya sama kamu. Oh iya, bagaimana? apa kamu sudah cara untuk menangkap para pelaku itu?" tanya Caramel.

Vior menggelengkan kepalanya. "Belum," sahut Vior lemas.

"Aduh, aku khawatir banget tahu sama keadaan kamu mana arwah Kak Ayu ngasih waktu 3 hari lagi, yakin kamu bisa menyelesaikan kasus ini?" ucap Caramel cemas.

"Insya Allah, pasti ada jalan keluarnya jika kita mau melakukan kebaikan," sahut Vior.

"Oh iya, kata kamu pelakunya ada 4 orang. Pak Dodo sama Pak Anwar, terus 2 orang lagi siapa?" tanya Caramel.

"Itu dia, aku juga belum tahu soalnya 'kan posisinya sudah 59 tahun yang lalu dan yang diperlihatkan sama Kak Ayu itu waktu mereka masih muda, jadi wajah dikala tua aku gak tahu. Aku cuma ngeh sama Pak Dodo dan Pak Anwar saja karena wajah mereka tidak jauh berbeda dengan wajah masa muda mereka dulu," sahut Vior.

Caramel dan Vior sama-sama menghela napas mereka masing-masing. Tidak bisa dipungkiri kalau Vior juga merasakan kekhawatiran yang sangat besar, dia takut tidak bisa membantu Ayu. "Apa aku bisa ya, mengungkap kasus ini?" batin Vior.

Terpopuler

Comments

☠ᵏᵋᶜᶟℕ𝔸𝔹𝕀𝕃𝕃𝔸ˢ⍣⃟ₛ

☠ᵏᵋᶜᶟℕ𝔸𝔹𝕀𝕃𝕃𝔸ˢ⍣⃟ₛ

degdegan juga kalo vior gak bisa menangkap pelakunya dlm waktu 3hari

2025-02-20

1

🥰Siti Hindun

🥰Siti Hindun

kamu harus bisa Vi..

2024-12-05

1

Yuan Li

Yuan Li

Bokap Sandra masuk kagak ya jd tersangka

2024-10-07

1

lihat semua
Episodes
1 Episode 1 Pengenalan Tokoh
2 Episode 2 Teror Kampus Part I
3 Episode 3 Teror Kampus Part II
4 Episode 4 Bertemu Arwah Ayu
5 Episode 5 Menguak Misteri Kematian Ayu
6 Episode 6 Bertemu Keluarga Korban
7 Episode 7 Kesedihan Keluarga Korban
8 Episode 8 Menemukan Titik Terang
9 Episode 9 Pembalasan Ayu
10 Episode 10 Akhir Kasus Ayu
11 Episode 11 Kembali Tenang
12 Episode 12 Menjenguk Nenek
13 Episode 13 Keresahan Yuni
14 Episode 14 Arwah Tukang Bangunan
15 Episode 15 Teluh Part I
16 Episode 16 Teluh Part II
17 Episode 17 Kiriman Seseorang
18 Episode 18 Senjata Makan Tuan
19 Episode 19 Kembali Aman
20 Episode 20 Dosen Baru
21 Episode 21 Kontrakan Hantu
22 Episode 22 Mulai Diganggu
23 Episode 23 Mahasiswa Baru
24 Episode 24 Cafe Deril
25 Episode 25 Sosok Di Samping Bombom
26 Episode 26 Pesugihan Tuyul
27 Episode 27 Kontrakan Baru Dodi
28 Episode 28 Setan Introvert
29 Episode 29 Mencoba Bernegosiasi
30 Episode 30 Akhir Dari Pesugihan Tuyul
31 Episode 31 Kunjungan Industri
32 Episode 32 Pabrik Angker
33 Episode 33 Hantu Kamelia Part I
34 Episode 34 Hantu Kamelia Part II
35 Episode 35 Misteri Ruangan Basement
36 Episode 36 Cerita Basement
37 Episode 37 Penyelesaian Masalah
38 Episode 38 Kebahagiaan Dodi
39 Episode 39 Siapa Mira?
40 Episode 40 Datang Ke Kontrakan
41 Episode 41 Sebuah Janji
42 Episode 42 Selamat Tinggal Mira
43 Episode 43 Tetangga Baru
44 Episode 44 Siapa Wanita Itu?
45 Episode 45 Teror Wanita Cacat Part I
46 Episode 46 Teror Wanita Cacat Part II
47 Episode 47 Asal-usul Marni
48 Episode 48 Menyelesaikan Masalah
49 Episode 49 Teror Pocong Hitam Part 1
50 Episode 50 Teror Pocong Hitam Part 2
51 Episode 51 Teror Pocong Hitam Part 3
52 Episode 52 Teror Pocong Hitam Part 4
53 Episode 53 Teror Pocong Hitam Part 5
54 Episode 54 Penyelesaian
55 Episode 55 Dosen Ghaib Part I
56 Episode 56 Dosen Ghaib Part 2
57 Episode 57 Dosen Ghaib Part 3
58 Episode 58 Dosen Ghaib Part 4
59 Episode 59 Liburan Bersama
60 Episode 60 Mulai Ada Gangguan
61 Episode 61 Ada Apa Dengan Wawan?
62 Episode 62 Jasad Ratna Ditemukan
63 Episode 63 Ketegaran Wawan
64 Episode 64 Sahabat Lama
65 Episode 65 Perasaan Aneh
66 Episode 66 Kuntilanak Merah Part I
67 Episode 67 Kuntilanak Merah Part 2
68 Episode 68 Kuntilanak Merah Part 3
69 Episode 69 Katakan Cinta
70 Episode 70 Mendaki Gunung
71 Episode 71 Mulai Ada Keanehan
72 Episode 72 Gangguan
73 Episode 73 Pasar Ghaib
74 Episode 74 Dodi Menghilang
75 Episode 75 Akhir Yang Tragis
76 Episode 76 Wisuda
77 Episode 77 KKN Di Desa Mati Part I
78 Episode 78 KKN Di Desa Mati Part II
79 Episode 79 Misteri Desa Mati
80 Episode 80 Suara Misterius
81 Episode 81 Gelang Mustika Biru
82 Episode 82 Bangkitnya Sang Ratu
83 Episode 83 Musnahnya Sang Ratu
84 Episode 84 Lamaran
85 Episode 85 END
Episodes

Updated 85 Episodes

1
Episode 1 Pengenalan Tokoh
2
Episode 2 Teror Kampus Part I
3
Episode 3 Teror Kampus Part II
4
Episode 4 Bertemu Arwah Ayu
5
Episode 5 Menguak Misteri Kematian Ayu
6
Episode 6 Bertemu Keluarga Korban
7
Episode 7 Kesedihan Keluarga Korban
8
Episode 8 Menemukan Titik Terang
9
Episode 9 Pembalasan Ayu
10
Episode 10 Akhir Kasus Ayu
11
Episode 11 Kembali Tenang
12
Episode 12 Menjenguk Nenek
13
Episode 13 Keresahan Yuni
14
Episode 14 Arwah Tukang Bangunan
15
Episode 15 Teluh Part I
16
Episode 16 Teluh Part II
17
Episode 17 Kiriman Seseorang
18
Episode 18 Senjata Makan Tuan
19
Episode 19 Kembali Aman
20
Episode 20 Dosen Baru
21
Episode 21 Kontrakan Hantu
22
Episode 22 Mulai Diganggu
23
Episode 23 Mahasiswa Baru
24
Episode 24 Cafe Deril
25
Episode 25 Sosok Di Samping Bombom
26
Episode 26 Pesugihan Tuyul
27
Episode 27 Kontrakan Baru Dodi
28
Episode 28 Setan Introvert
29
Episode 29 Mencoba Bernegosiasi
30
Episode 30 Akhir Dari Pesugihan Tuyul
31
Episode 31 Kunjungan Industri
32
Episode 32 Pabrik Angker
33
Episode 33 Hantu Kamelia Part I
34
Episode 34 Hantu Kamelia Part II
35
Episode 35 Misteri Ruangan Basement
36
Episode 36 Cerita Basement
37
Episode 37 Penyelesaian Masalah
38
Episode 38 Kebahagiaan Dodi
39
Episode 39 Siapa Mira?
40
Episode 40 Datang Ke Kontrakan
41
Episode 41 Sebuah Janji
42
Episode 42 Selamat Tinggal Mira
43
Episode 43 Tetangga Baru
44
Episode 44 Siapa Wanita Itu?
45
Episode 45 Teror Wanita Cacat Part I
46
Episode 46 Teror Wanita Cacat Part II
47
Episode 47 Asal-usul Marni
48
Episode 48 Menyelesaikan Masalah
49
Episode 49 Teror Pocong Hitam Part 1
50
Episode 50 Teror Pocong Hitam Part 2
51
Episode 51 Teror Pocong Hitam Part 3
52
Episode 52 Teror Pocong Hitam Part 4
53
Episode 53 Teror Pocong Hitam Part 5
54
Episode 54 Penyelesaian
55
Episode 55 Dosen Ghaib Part I
56
Episode 56 Dosen Ghaib Part 2
57
Episode 57 Dosen Ghaib Part 3
58
Episode 58 Dosen Ghaib Part 4
59
Episode 59 Liburan Bersama
60
Episode 60 Mulai Ada Gangguan
61
Episode 61 Ada Apa Dengan Wawan?
62
Episode 62 Jasad Ratna Ditemukan
63
Episode 63 Ketegaran Wawan
64
Episode 64 Sahabat Lama
65
Episode 65 Perasaan Aneh
66
Episode 66 Kuntilanak Merah Part I
67
Episode 67 Kuntilanak Merah Part 2
68
Episode 68 Kuntilanak Merah Part 3
69
Episode 69 Katakan Cinta
70
Episode 70 Mendaki Gunung
71
Episode 71 Mulai Ada Keanehan
72
Episode 72 Gangguan
73
Episode 73 Pasar Ghaib
74
Episode 74 Dodi Menghilang
75
Episode 75 Akhir Yang Tragis
76
Episode 76 Wisuda
77
Episode 77 KKN Di Desa Mati Part I
78
Episode 78 KKN Di Desa Mati Part II
79
Episode 79 Misteri Desa Mati
80
Episode 80 Suara Misterius
81
Episode 81 Gelang Mustika Biru
82
Episode 82 Bangkitnya Sang Ratu
83
Episode 83 Musnahnya Sang Ratu
84
Episode 84 Lamaran
85
Episode 85 END

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!