Episode 13 Keresahan Yuni

Hujan semakin deras, di tengah kekhawatiran Yuni tiba-tiba pintu rumahnya pun ada yang mengetuk. Yuni dengan cepat membukanya dan betapa terkejutnya Yuni saat melihat Wahyu suaminya menggigil kedinginan.

"Astagfirullah Kang Wahyu, kenapa hujan-hujanan sih?" ucap Yuni.

Yuni segera mengambilkan handuk dan memberikannya kepada Wahyu. "Kang, air hangatnya sudah Yuni siapkan dari tadi mungkin sekarang sudah agak dingin. Apa mau aku panaskan lagi?" seru Yuni.

Wahyu menggelengkan kepalanya lalu berjalan melewati Yuni tanpa bicara sedikit pun. Yuni memang sudah terbiasa menyiapkan air hangat untuk suaminya karena suaminya biasa pulang pada waktu maghrib. Dan udara di kampung itu sangat dingin jika menjelang malam.

"Nak, bangun Nak, katanya mau makan bareng sama Ayah, itu Ayah sudah pulang." Yuni membangunkan Kirana yang merupakan anak satu-satunya itu.

Anak berusia 4 tahun itu membuka matanya dan menguceknya untuk beberapa saat. "Ayah mana?" tanya Kirana.

"Sedang mandi, sebentar ya Mama siapkan dulu makanannya," ucap Yuni.

Kirana hanya menganggukkan kepalanya. Keluarga kecil itu memang hidup serba kesusahan, namun Yuni dan Wahyu tidak pernah banyak mengeluh. Bahkan Yuni dengan sabar dan ikhlas menerima Wahyu apa adanya.

Wahyu pun selesai mandi dan berganti baju. "Yun, bajunya biar nanti Akang saja yang cuci kasihan kamu," ucap Wahyu.

"Jangan Kang, biar Yuni saja yang cuci. Ajang 'kan sudah capek bekerja, mana mungkin Yuni tega membiarkan Akang mencuci baju sendiri. Sekarang Akang makan saja yang banyak, habis itu istirahat," ucap Yuni.

Wahyu menganggukkan kepalanya. "Ayah, malam ini Kirana ingin tidur sama Ayah ya," ucap Kirana.

Wahyu lagi-lagi hanya menganggukkan kepalanya sembari mengusap kepala Kirana. "Kamu tidur saja di kamar, nanti kalau Kirana sudah terlelap, Akang akan pindahkan dia ke kamar," ucap Wahyu datar.

"Memangnya Akang tidak mau tidur di kamar?" tanya Yuni.

Wahyu menggelengkan kepalanya. "Akang tidur di sini saja," sahut Wahyu.

Wahyu dan Kirana pun tidur di ruang tengah dengan beralaskan tikar. Kirana memeluk Ayahnya. "Ayah kok dingin banget?" seru Kirana.

"Ayah 'kan habis hujan-hujanan Nak, jadi tubuh Ayah dingin," sahut Wahyu.

Menjelang tengah malam, Wahyu terbangun lalu memindahkan Kirana ke dalam kamar. Terlihat Yuni sudah terlelap tidur, perlahan Wahyu pun merebahkan tubuh Kirana di samping Yuni. Diperhatikannya wajah anak dan istrinya itu, mata Wahyu mulai berkaca-kaca lalu Wahyu pun segera keluar dan kembali merebahkan tubuhnya di ruangan tengah.

***

Keesokan harinya....

Yuni mulai menggerakkan tubuhnya, dia melihat jam sudah menunjukkan pukul setengah lima subuh. Yuni pun bangun dan kaget saat melihat suaminya sudah tidak ada di ruang tengah. Yuni mencari ke dalam kamar mandi dan dapur ternyata tidak ada, hingga Yuni pun menemukan secarik kertas di atas bantal.

"AKU HARUS BERANGKAT SUBUH, MAAF TIDAK PAMIT DULU."

Yuni menghembuskan napasnya. "Kenapa Kang Wahyu tidak membangunkan aku, padahal aku bisa membuatkan bekal dulu untuknya," batin Yuni.

Yuni tidak mau berpikir yang aneh-aneh, dia pun memutuskan ke kamar mandi untuk mandi dan mengambil air wudhu. Yuni dibuat terkejut, saat baju kotor yang basah kuyup bekas semalam sudah tidak ada di tempatnya cucian kotor.

"Loh, baju Kang Wahyu ke mana? apa dia sudah mencucinya?" gumam Yuni.

Yuni kembali keluar dari kamar mandi dan melihat ke teras rumahnya. Ternyata di luar juga tidak ada cucian Wahyu. "Kok gak ada? tidak mungkin jika Kang Wahyu kembali memakai baju itu," gumam Yuni.

Yuni benar-benar merasa aneh dengan sikap suaminya itu, tapi Yuni selalu berpikir positif siapa tahu memang untuk saat ini Wahyu benar-benar harus menyelesaikan pekerjaannya. Sementara itu di rumah nenek Vior, semuanya sedang menyeruput air hangat dan ditemani singkong goreng. Rose duduk di samping Mamanya sembari memijat kaki mamanya itu.

"Vior, bagaimana dengan kuliah kamu?" tanya Nenek Wisma.

"Alhamdulillah lancar Nek, dan sekarang Vior sedang libur maka dari itu Vior bisa datang ke sini untuk menjenguk Nenek," sahut Vior.

"Nenek sangat bahagia kalian bisa ke sini, tapi sebaiknya kalian jangan memaksakan diri jika kalian tidak punya uang. Nenek tahu kebutuhan di kota itu sangat mahal dan besar, lagipula nenek ada Muna kok yang jaga," ucap Nenek Wisma.

"Tetap saja Rose kepikiran kalau mendengar Mama sakit, makanya Rose dan Vior segera ke sini karena ingin melihat keadaan Mama secara langsung," ucap Mama Rose.

Menjelang pagi, suasana kampung mulai tersinari matahari. "Ma, Vior sama Caramel ingin jalan-jalan dulu, boleh 'kan?" seru Vior meminta persetujuan Mamanya.

"Boleh, tapi jangan jauh-jauh takutnya kalian tersesat," sahut Mama Rose.

"Tidaklah Ma, Vior masih hapal dengan kampung ini."

"Ya sudah, sana."

Vior dan Caramel pun mulai jalan-jalan di kampung, mereka berdua pergi ke sawah dan melihat pemandangan sawah yang sangat indah itu. Hingga tatapan Vior kembali tertuju ke jembatan yang sedang diperbaiki itu. Vior kembali mendengar suara orang sedang bekerja, namun Vior sama sekali tidak melihat satu pun orang yang bekerja di sana.

"Mel, kamu dengar orang yang lagi kerja bangunan tidak?" tanya Vior.

"Heem, dengar. Kenapa memangnya? bukannya di sana lagi buat jembatan ya?" ucap Caramel.

"Lihat baik-baik, apa kamu lihat ada pegawai di sana? justru aku lihat, sepertinya tanah yang dipinggir itu longsor deh akibat hujan semalam," sahut Vior.

"Eh iya, kok gak ada orangnya. Tapi dari sini kedengaran ada orang ngobrol dan bekerja," seru Caramel aneh.

"TOLONG KAMI."

Tiba-tiba angin berhembus dengan membawa suara itu, membuat Vior seketika celingukan mencari arah suara. Vior menajamkan penglihatannya ke arah jembatan itu, terlihat beberapa bapak-bapak yang berdiri di sana dengan tatapan kosong melihat ke arah Vior.

"Astagfirullah."

"Kenapa, Vi?" tanya Caramel kepo.

"Kita pulang, gak benar ini," sahut Vior sembari menarik tangan Caramel membawanya pergi dari sana.

"Kamu pasti lihat setan 'kan, Vi?" tebak Caramel.

"Heem, dan aku gak mau berurusan dengan mereka," sahut Vior.

Vior dan Caramel cepat-cepat pulang ke rumah, terlihat Muna sedang menyapu di halaman. "Loh, kok kalian sudah pulang lagi?" tanya Muna.

"Bi, itu yang jembatan roboh itu memang ada pekerjanya?" tanya Vior.

"Ya ada lah, pekerjanya hampir semua warga sini. Kenapa memangnya?" tanya Muna.

"Tapi semua pekerja itu pulang ke rumah mereka?" tanya Vior lagi penasaran.

"Astaga, iyalah Vior. Setiap hari mereka pulang, memangnya kenapa sih?" Muna merasa tidak mengerti dengan pertanyaan keponakannya itu.

"Ah, tidak apa-apa Bi, hanya ingin tahu saja," sahut Vior sembari menggaruk kepalanya yang tidak gatal.

Terpopuler

Comments

☠ᵏᵋᶜᶟℕ𝔸𝔹𝕀𝕃𝕃𝔸ˢ⍣⃟ₛ

☠ᵏᵋᶜᶟℕ𝔸𝔹𝕀𝕃𝕃𝔸ˢ⍣⃟ₛ

waduh semua pekerja kerimbun longsor tp kok anehnya warga gak ada yang tahu ya karena arwahnya pada pulang kalo malam

2025-02-20

1

awesome moment

awesome moment

yg pulang arwah wahyu

2024-12-14

1

Bunda Elsha

Bunda Elsha

ternyata semua tertimbun longsor

2024-09-10

1

lihat semua
Episodes
1 Episode 1 Pengenalan Tokoh
2 Episode 2 Teror Kampus Part I
3 Episode 3 Teror Kampus Part II
4 Episode 4 Bertemu Arwah Ayu
5 Episode 5 Menguak Misteri Kematian Ayu
6 Episode 6 Bertemu Keluarga Korban
7 Episode 7 Kesedihan Keluarga Korban
8 Episode 8 Menemukan Titik Terang
9 Episode 9 Pembalasan Ayu
10 Episode 10 Akhir Kasus Ayu
11 Episode 11 Kembali Tenang
12 Episode 12 Menjenguk Nenek
13 Episode 13 Keresahan Yuni
14 Episode 14 Arwah Tukang Bangunan
15 Episode 15 Teluh Part I
16 Episode 16 Teluh Part II
17 Episode 17 Kiriman Seseorang
18 Episode 18 Senjata Makan Tuan
19 Episode 19 Kembali Aman
20 Episode 20 Dosen Baru
21 Episode 21 Kontrakan Hantu
22 Episode 22 Mulai Diganggu
23 Episode 23 Mahasiswa Baru
24 Episode 24 Cafe Deril
25 Episode 25 Sosok Di Samping Bombom
26 Episode 26 Pesugihan Tuyul
27 Episode 27 Kontrakan Baru Dodi
28 Episode 28 Setan Introvert
29 Episode 29 Mencoba Bernegosiasi
30 Episode 30 Akhir Dari Pesugihan Tuyul
31 Episode 31 Kunjungan Industri
32 Episode 32 Pabrik Angker
33 Episode 33 Hantu Kamelia Part I
34 Episode 34 Hantu Kamelia Part II
35 Episode 35 Misteri Ruangan Basement
36 Episode 36 Cerita Basement
37 Episode 37 Penyelesaian Masalah
38 Episode 38 Kebahagiaan Dodi
39 Episode 39 Siapa Mira?
40 Episode 40 Datang Ke Kontrakan
41 Episode 41 Sebuah Janji
42 Episode 42 Selamat Tinggal Mira
43 Episode 43 Tetangga Baru
44 Episode 44 Siapa Wanita Itu?
45 Episode 45 Teror Wanita Cacat Part I
46 Episode 46 Teror Wanita Cacat Part II
47 Episode 47 Asal-usul Marni
48 Episode 48 Menyelesaikan Masalah
49 Episode 49 Teror Pocong Hitam Part 1
50 Episode 50 Teror Pocong Hitam Part 2
51 Episode 51 Teror Pocong Hitam Part 3
52 Episode 52 Teror Pocong Hitam Part 4
53 Episode 53 Teror Pocong Hitam Part 5
54 Episode 54 Penyelesaian
55 Episode 55 Dosen Ghaib Part I
56 Episode 56 Dosen Ghaib Part 2
57 Episode 57 Dosen Ghaib Part 3
58 Episode 58 Dosen Ghaib Part 4
59 Episode 59 Liburan Bersama
60 Episode 60 Mulai Ada Gangguan
61 Episode 61 Ada Apa Dengan Wawan?
62 Episode 62 Jasad Ratna Ditemukan
63 Episode 63 Ketegaran Wawan
64 Episode 64 Sahabat Lama
65 Episode 65 Perasaan Aneh
66 Episode 66 Kuntilanak Merah Part I
67 Episode 67 Kuntilanak Merah Part 2
68 Episode 68 Kuntilanak Merah Part 3
69 Episode 69 Katakan Cinta
70 Episode 70 Mendaki Gunung
71 Episode 71 Mulai Ada Keanehan
72 Episode 72 Gangguan
73 Episode 73 Pasar Ghaib
74 Episode 74 Dodi Menghilang
75 Episode 75 Akhir Yang Tragis
76 Episode 76 Wisuda
77 Episode 77 KKN Di Desa Mati Part I
78 Episode 78 KKN Di Desa Mati Part II
79 Episode 79 Misteri Desa Mati
80 Episode 80 Suara Misterius
81 Episode 81 Gelang Mustika Biru
82 Episode 82 Bangkitnya Sang Ratu
83 Episode 83 Musnahnya Sang Ratu
84 Episode 84 Lamaran
85 Episode 85 END
Episodes

Updated 85 Episodes

1
Episode 1 Pengenalan Tokoh
2
Episode 2 Teror Kampus Part I
3
Episode 3 Teror Kampus Part II
4
Episode 4 Bertemu Arwah Ayu
5
Episode 5 Menguak Misteri Kematian Ayu
6
Episode 6 Bertemu Keluarga Korban
7
Episode 7 Kesedihan Keluarga Korban
8
Episode 8 Menemukan Titik Terang
9
Episode 9 Pembalasan Ayu
10
Episode 10 Akhir Kasus Ayu
11
Episode 11 Kembali Tenang
12
Episode 12 Menjenguk Nenek
13
Episode 13 Keresahan Yuni
14
Episode 14 Arwah Tukang Bangunan
15
Episode 15 Teluh Part I
16
Episode 16 Teluh Part II
17
Episode 17 Kiriman Seseorang
18
Episode 18 Senjata Makan Tuan
19
Episode 19 Kembali Aman
20
Episode 20 Dosen Baru
21
Episode 21 Kontrakan Hantu
22
Episode 22 Mulai Diganggu
23
Episode 23 Mahasiswa Baru
24
Episode 24 Cafe Deril
25
Episode 25 Sosok Di Samping Bombom
26
Episode 26 Pesugihan Tuyul
27
Episode 27 Kontrakan Baru Dodi
28
Episode 28 Setan Introvert
29
Episode 29 Mencoba Bernegosiasi
30
Episode 30 Akhir Dari Pesugihan Tuyul
31
Episode 31 Kunjungan Industri
32
Episode 32 Pabrik Angker
33
Episode 33 Hantu Kamelia Part I
34
Episode 34 Hantu Kamelia Part II
35
Episode 35 Misteri Ruangan Basement
36
Episode 36 Cerita Basement
37
Episode 37 Penyelesaian Masalah
38
Episode 38 Kebahagiaan Dodi
39
Episode 39 Siapa Mira?
40
Episode 40 Datang Ke Kontrakan
41
Episode 41 Sebuah Janji
42
Episode 42 Selamat Tinggal Mira
43
Episode 43 Tetangga Baru
44
Episode 44 Siapa Wanita Itu?
45
Episode 45 Teror Wanita Cacat Part I
46
Episode 46 Teror Wanita Cacat Part II
47
Episode 47 Asal-usul Marni
48
Episode 48 Menyelesaikan Masalah
49
Episode 49 Teror Pocong Hitam Part 1
50
Episode 50 Teror Pocong Hitam Part 2
51
Episode 51 Teror Pocong Hitam Part 3
52
Episode 52 Teror Pocong Hitam Part 4
53
Episode 53 Teror Pocong Hitam Part 5
54
Episode 54 Penyelesaian
55
Episode 55 Dosen Ghaib Part I
56
Episode 56 Dosen Ghaib Part 2
57
Episode 57 Dosen Ghaib Part 3
58
Episode 58 Dosen Ghaib Part 4
59
Episode 59 Liburan Bersama
60
Episode 60 Mulai Ada Gangguan
61
Episode 61 Ada Apa Dengan Wawan?
62
Episode 62 Jasad Ratna Ditemukan
63
Episode 63 Ketegaran Wawan
64
Episode 64 Sahabat Lama
65
Episode 65 Perasaan Aneh
66
Episode 66 Kuntilanak Merah Part I
67
Episode 67 Kuntilanak Merah Part 2
68
Episode 68 Kuntilanak Merah Part 3
69
Episode 69 Katakan Cinta
70
Episode 70 Mendaki Gunung
71
Episode 71 Mulai Ada Keanehan
72
Episode 72 Gangguan
73
Episode 73 Pasar Ghaib
74
Episode 74 Dodi Menghilang
75
Episode 75 Akhir Yang Tragis
76
Episode 76 Wisuda
77
Episode 77 KKN Di Desa Mati Part I
78
Episode 78 KKN Di Desa Mati Part II
79
Episode 79 Misteri Desa Mati
80
Episode 80 Suara Misterius
81
Episode 81 Gelang Mustika Biru
82
Episode 82 Bangkitnya Sang Ratu
83
Episode 83 Musnahnya Sang Ratu
84
Episode 84 Lamaran
85
Episode 85 END

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!