Episode 18 Senjata Makan Tuan

Keesokan harinya, semua berjalan dengan baik-baik saja. Semalaman Muna tidur dengan sangat nyenyak tanpa ada gangguan apa pun. Namun semuanya kaget, kala melihat tubuh Muna penuh dengan lebam-lebam yang berwarna keunguan.

"Astagfirullah, badan kamu kenapa Muna?" tanya Mama Ros kaget.

"Gak tahu Teh, kok tubuh aku kaya gini. Tapi ini gak sakit kok," sahut Muna bingung.

"Sebenarnya siapa orang yang tega mengirim ilmu Hitam kaya gitu kepada Bi Muna? jahat banget tuh orang, sumpah," ucap Caramel.

"Aku juga gak tahu, tapi aku do'akan semoga yang berbuat jahat kepada keluargaku kembali ke dirinya sendiri," sahut Vior.

Ustadz yang tadi malam mengobati Muna kembali datang dengan membawa sesuatu. "Assalamualaikum."

"Waalaikumsalam. Silakan masuk Pak Ustadz," seru Mama Rose.

"Terima kasih. Bagaimana keadaan Muna? apa tadi malam ada gangguan lagi?" tanya Pak Ustadz.

"Alhamdulillah tidak ada Pak Ustadz," sahut Mama Rose.

"Ustadz, sebenarnya aku curiga sama satu nama namun aku tidak berani menuduhnya karena aku tidak punya bukti," ucap Muna.

"Tidak apa-apa Muna, orang itu memang orang terdekat kamu dan dia sengaja mengirim teluh itu supaya jodoh kamu terhambat. Dia mengirim teluh itu lewat hewan-hewan yang mungkin sering kamu temukan di rumah ini," jelas Pak Ustadz.

"Kalau yang sering masuk ke rumah itu kelabang, Ustadz," sahut Muna.

"Lewat hewan itu, dia mengirimkan teluh untukmu dan juga ibumu. Teluh yang dia kirim itu untuk membuat aura dalam tubuhmu menghilang, dan wajah kamu akan terlihat tua jauh dari usia kamu yang sekarang. Dia juga sengaja menghambat jodoh kamu supaya tidak ada yang mau mendekati kamu," jelas Pak Ustadz.

"Astagfirullah, jahat sekali orang itu. Memangnya dengan menghambat jodoh adikku, keuntungan yang dia dapat apa?" kesal Mama Rose.

"Mungkin karena dulu Muna banyak yang suka, jadi itu membuat orang itu iri dan tidak suka," sahut Pak Ustadz.

"Terus sekarang apa yang harus aku lakukan? aku tidak mau jadi perawan tua, Pak Ustadz," keluh Muna dengan raut wajah sedihnya.

"Rajinlah beribadah dan berdoa kepada Allah, karena tidak ada satu kekuatan pun yang bisa melawan kehendak Allah. Setiap malam, sempatkan mengaji, dan saya bawa pohon bidara. Pohon ini kalian tanam di sekeliling rumah ini, karena pohon bidara itu mampu menangkal hal-hal negatif," jelas Pak Ustadz.

"Baik, Pak Ustadz."

"Mohon maaf, saya minta izin untuk membersihkan rumah ini mudah-mudahan hal-hal seperti ilmu Hitam itu tidak bisa masuk lagi ke dalam rumah ini."

"Silakan Pak Ustadz."

Semua penghuni rumah pun keluar dari rumah, hanya tinggal Ustadz sendiri di sana. Ustadz itu mulai membacakan doa, sedangkan penghuni rumah mulai menanam pohon bidara yang tadi Ustadz bawa dari rumahnya. Sementara itu, di sebuah rumah yang lumayan besar seorang wanita sedang duduk bersila di depan nampan yang berisi sesajen.

"Malam ini Muna harus mati," gumamnya.

Wanita itu tidak lain dan tidak bukan adalah Sinta, sahabat sekaligus rekan kerjanya di toko grosir. Sinta dulu sangat mencintai Badrun, namun Badrun justru memilih Muna untuk dijadikan kekasihnya. Semenjak itu, Sinta merasa dendam dan benci kepada Muna lalu dia pun datang ke seorang dukun dan meminta bantuan supaya Muna hidupnya menderita dan susah untuk mendapatkan jodoh.

Sinta sangat bahagia, kala rencananya berhasil membuat Badrun bertekuk lutut kepadanya dan meninggalkan Muna. Namun Sinta masih belum puas, dia pun memutuskan untuk mengirim teluh penghambat jodoh kepada Muna. Setiap hari dia selalu melakukan ritual, supaya teluhnya berjalan dengan lancar dan Muna semakin menderita.

Duaaarrrr....

Tiba-tiba air yang ada di dalam baskom meledak membuat Sinta berteriak karena kaget. "Ada apa ini? kenapa jadi seperti ini? siapa yang berani menolong Muna?" geram Sinta.

Sinta panik, dia mulai membacakan mantra begitu pun Ustadz yang terus saja berdoa di dalam rumah Muna. Sinta terpental ke belakang, sembari memegang dadanya. "Sial, siapa yang sudah berani mengganggu rencanaku," geram Sinta.

Sinta pun menghentikan ritualnya dan keluar dari ruangan khusus dengan langkah yang tertatih-tatih. Sinta melihat Badrun sedang duduk di sofa dengan tatapan kosongnya. Selama ini dia memang sudah mendapatkan raga Badrun, namun sayang Sinta tidak bisa mendapatkan hati Badrun.

"Kang Badrun, kamu harus menjadi milikku selamanya tidak ada yang boleh merebut kamu dariku," ucap Sinta.

Badrun hanya menoleh sebentar lalu kembali dengan tatapan kosongnya. Badrun seperti boneka yang hanya bisa mengikuti apa keinginan Sinta. Begitu pun dengan orang tua Badrun yang sama seperti Badrun.

***

Malam pun tiba...

Perasaan Vior merasa sangat tidak enak, entah kenapa dia merasa jika akan terjadi sesuatu malam ini. "Ya Allah, lindungilah semua keluargaku," batin Vior.

Vior pun bangun lalu mengintip dari balik gorden, Vior terkejut kala melihat Ustadz sedang duduk di bale-bale sendirian sembari memperhatikan rumah Warsih. Vior pun perlahan membuka pintu dan menghampiri Ustadz. "Ustadz sedang apa?" tanya Vior.

"Akan ada serangan malam ini, jadi saya datang ke sini untuk menyelesaikan semuanya. Padahal saya datang ke sini secara diam-diam, tapi kok kamu bisa tahu?" ucap Pak Ustadz dengan senyumannya.

"Saya tidak bisa tidur Ustadz, perasaan saya tidak enak," sahut Vior.

"Saya tahu, kamu diberikan kelebihan yang spesial oleh Allah. Pasti kamu juga akan merasakan hal ini, kita sama-sama akhiri semuanya malam ini dan kita bersihkan kampung ini dari hal-hal seperti itu," ucap Pak Ustadz.

"Baik, Ustadz."

Tiba-tiba bola api kembali muncul, Ustadz segera bereaksi dengan sangat cepat bahkan Ustadz berusaha menangkapnya supaya tidak menghampiri rumah Warsih. Vior tidak bisa berbuat apa-apa kecuali diam dan melihatnya. Bola api itu meledak di udara, tapi lagi-lagi datang dan Ustadz membuat meledak kembali. Kejadian itu sampai berulang-ulang, hingga untuk yang terakhir kalinya bola api itu datang dengan sangat besar bahkan Ustadz pun sudah berkeringat menahan bola api itu.

"Vior, bantu doa. Bacakan ayat kursi berulang-ulang jangan berhenti!" teriak Pak Ustadz.

"Baik, Pak Ustadz."

Vior pun menuruti perintah Ustadz, pada saat Vior sedang khusuk membaca Ayat Kursi, dia merasa punggungnya ada yang menyentuh. Seorang pria tua tersenyum ke arahnya. "Terus berdoa, lalu lemparkan pohon bidara itu ke arah bola api," ucap pria tua.

Vior menganggukkan kepala, lalu segera berlari dan mencabut pohon bidara yang tadi pagi dia tanam. "Bismillah, siapa pun kamu malam ini kamu harus hancur dan Terima akibat ulah jahat kamu sendiri," gumam Vior.

Sekuat tenaga Vior melempar pohon bidara itu, seketika bola api itu meledak dan menimbulkan ledakan yang sangat kencang membuat semua warga terbangun dan keluar rumah. Mereka ketakutan kala melihat cahaya terang di udara akibat ledakan itu. Sementara di tempat ritual Sinta, dia berteriak kepanasan bahkan dia meronta-ronta meminta pertolongan.

"Tolooooonnnggg.... panaaaaaasss!" teriak Sinta.

Sementara itu di kamar lain Badrun dan kedua orang tuanya tersentak dan mulai sadar, mereka celingukan seperti orang linglung. Selama ini mereka memang terkena sihir Sinta, mereka seperti orang bodoh yang diperbudak oleh Sinta. Sedangkan dukun yang membantu Sinta, langsung tewas di tempat bersamaan dengan meledaknya bola api itu.

Terpopuler

Comments

☠ᵏᵋᶜᶟℕ𝔸𝔹𝕀𝕃𝕃𝔸ˢ⍣⃟ₛ

☠ᵏᵋᶜᶟℕ𝔸𝔹𝕀𝕃𝕃𝔸ˢ⍣⃟ₛ

kapok sinta, santet,e malah balek Ng awake Dewe 🤣🤣🤣

2025-02-20

2

◌ᷟ⑅⃝ͩ● Marlina Bachtiar ●⑅⃝ᷟ◌ͩ

◌ᷟ⑅⃝ͩ● Marlina Bachtiar ●⑅⃝ᷟ◌ͩ

Aamiin 🤲

2024-12-24

1

☠ᵏᵋᶜᶟ Қiᷠnꙷaͣŋͥ❁︎⃞⃟ʂ⍣⃝𝑴𝒊𝒔𝒔

☠ᵏᵋᶜᶟ Қiᷠnꙷaͣŋͥ❁︎⃞⃟ʂ⍣⃝𝑴𝒊𝒔𝒔

sokor itu akibat nya kalo bersekutu dengan ilmu hitam dan mencelakai orang akhirnya berbalik ke diri sendiri 🤣

2024-09-05

1

lihat semua
Episodes
1 Episode 1 Pengenalan Tokoh
2 Episode 2 Teror Kampus Part I
3 Episode 3 Teror Kampus Part II
4 Episode 4 Bertemu Arwah Ayu
5 Episode 5 Menguak Misteri Kematian Ayu
6 Episode 6 Bertemu Keluarga Korban
7 Episode 7 Kesedihan Keluarga Korban
8 Episode 8 Menemukan Titik Terang
9 Episode 9 Pembalasan Ayu
10 Episode 10 Akhir Kasus Ayu
11 Episode 11 Kembali Tenang
12 Episode 12 Menjenguk Nenek
13 Episode 13 Keresahan Yuni
14 Episode 14 Arwah Tukang Bangunan
15 Episode 15 Teluh Part I
16 Episode 16 Teluh Part II
17 Episode 17 Kiriman Seseorang
18 Episode 18 Senjata Makan Tuan
19 Episode 19 Kembali Aman
20 Episode 20 Dosen Baru
21 Episode 21 Kontrakan Hantu
22 Episode 22 Mulai Diganggu
23 Episode 23 Mahasiswa Baru
24 Episode 24 Cafe Deril
25 Episode 25 Sosok Di Samping Bombom
26 Episode 26 Pesugihan Tuyul
27 Episode 27 Kontrakan Baru Dodi
28 Episode 28 Setan Introvert
29 Episode 29 Mencoba Bernegosiasi
30 Episode 30 Akhir Dari Pesugihan Tuyul
31 Episode 31 Kunjungan Industri
32 Episode 32 Pabrik Angker
33 Episode 33 Hantu Kamelia Part I
34 Episode 34 Hantu Kamelia Part II
35 Episode 35 Misteri Ruangan Basement
36 Episode 36 Cerita Basement
37 Episode 37 Penyelesaian Masalah
38 Episode 38 Kebahagiaan Dodi
39 Episode 39 Siapa Mira?
40 Episode 40 Datang Ke Kontrakan
41 Episode 41 Sebuah Janji
42 Episode 42 Selamat Tinggal Mira
43 Episode 43 Tetangga Baru
44 Episode 44 Siapa Wanita Itu?
45 Episode 45 Teror Wanita Cacat Part I
46 Episode 46 Teror Wanita Cacat Part II
47 Episode 47 Asal-usul Marni
48 Episode 48 Menyelesaikan Masalah
49 Episode 49 Teror Pocong Hitam Part 1
50 Episode 50 Teror Pocong Hitam Part 2
51 Episode 51 Teror Pocong Hitam Part 3
52 Episode 52 Teror Pocong Hitam Part 4
53 Episode 53 Teror Pocong Hitam Part 5
54 Episode 54 Penyelesaian
55 Episode 55 Dosen Ghaib Part I
56 Episode 56 Dosen Ghaib Part 2
57 Episode 57 Dosen Ghaib Part 3
58 Episode 58 Dosen Ghaib Part 4
59 Episode 59 Liburan Bersama
60 Episode 60 Mulai Ada Gangguan
61 Episode 61 Ada Apa Dengan Wawan?
62 Episode 62 Jasad Ratna Ditemukan
63 Episode 63 Ketegaran Wawan
64 Episode 64 Sahabat Lama
65 Episode 65 Perasaan Aneh
66 Episode 66 Kuntilanak Merah Part I
67 Episode 67 Kuntilanak Merah Part 2
68 Episode 68 Kuntilanak Merah Part 3
69 Episode 69 Katakan Cinta
70 Episode 70 Mendaki Gunung
71 Episode 71 Mulai Ada Keanehan
72 Episode 72 Gangguan
73 Episode 73 Pasar Ghaib
74 Episode 74 Dodi Menghilang
75 Episode 75 Akhir Yang Tragis
76 Episode 76 Wisuda
77 Episode 77 KKN Di Desa Mati Part I
78 Episode 78 KKN Di Desa Mati Part II
79 Episode 79 Misteri Desa Mati
80 Episode 80 Suara Misterius
81 Episode 81 Gelang Mustika Biru
82 Episode 82 Bangkitnya Sang Ratu
83 Episode 83 Musnahnya Sang Ratu
84 Episode 84 Lamaran
85 Episode 85 END
Episodes

Updated 85 Episodes

1
Episode 1 Pengenalan Tokoh
2
Episode 2 Teror Kampus Part I
3
Episode 3 Teror Kampus Part II
4
Episode 4 Bertemu Arwah Ayu
5
Episode 5 Menguak Misteri Kematian Ayu
6
Episode 6 Bertemu Keluarga Korban
7
Episode 7 Kesedihan Keluarga Korban
8
Episode 8 Menemukan Titik Terang
9
Episode 9 Pembalasan Ayu
10
Episode 10 Akhir Kasus Ayu
11
Episode 11 Kembali Tenang
12
Episode 12 Menjenguk Nenek
13
Episode 13 Keresahan Yuni
14
Episode 14 Arwah Tukang Bangunan
15
Episode 15 Teluh Part I
16
Episode 16 Teluh Part II
17
Episode 17 Kiriman Seseorang
18
Episode 18 Senjata Makan Tuan
19
Episode 19 Kembali Aman
20
Episode 20 Dosen Baru
21
Episode 21 Kontrakan Hantu
22
Episode 22 Mulai Diganggu
23
Episode 23 Mahasiswa Baru
24
Episode 24 Cafe Deril
25
Episode 25 Sosok Di Samping Bombom
26
Episode 26 Pesugihan Tuyul
27
Episode 27 Kontrakan Baru Dodi
28
Episode 28 Setan Introvert
29
Episode 29 Mencoba Bernegosiasi
30
Episode 30 Akhir Dari Pesugihan Tuyul
31
Episode 31 Kunjungan Industri
32
Episode 32 Pabrik Angker
33
Episode 33 Hantu Kamelia Part I
34
Episode 34 Hantu Kamelia Part II
35
Episode 35 Misteri Ruangan Basement
36
Episode 36 Cerita Basement
37
Episode 37 Penyelesaian Masalah
38
Episode 38 Kebahagiaan Dodi
39
Episode 39 Siapa Mira?
40
Episode 40 Datang Ke Kontrakan
41
Episode 41 Sebuah Janji
42
Episode 42 Selamat Tinggal Mira
43
Episode 43 Tetangga Baru
44
Episode 44 Siapa Wanita Itu?
45
Episode 45 Teror Wanita Cacat Part I
46
Episode 46 Teror Wanita Cacat Part II
47
Episode 47 Asal-usul Marni
48
Episode 48 Menyelesaikan Masalah
49
Episode 49 Teror Pocong Hitam Part 1
50
Episode 50 Teror Pocong Hitam Part 2
51
Episode 51 Teror Pocong Hitam Part 3
52
Episode 52 Teror Pocong Hitam Part 4
53
Episode 53 Teror Pocong Hitam Part 5
54
Episode 54 Penyelesaian
55
Episode 55 Dosen Ghaib Part I
56
Episode 56 Dosen Ghaib Part 2
57
Episode 57 Dosen Ghaib Part 3
58
Episode 58 Dosen Ghaib Part 4
59
Episode 59 Liburan Bersama
60
Episode 60 Mulai Ada Gangguan
61
Episode 61 Ada Apa Dengan Wawan?
62
Episode 62 Jasad Ratna Ditemukan
63
Episode 63 Ketegaran Wawan
64
Episode 64 Sahabat Lama
65
Episode 65 Perasaan Aneh
66
Episode 66 Kuntilanak Merah Part I
67
Episode 67 Kuntilanak Merah Part 2
68
Episode 68 Kuntilanak Merah Part 3
69
Episode 69 Katakan Cinta
70
Episode 70 Mendaki Gunung
71
Episode 71 Mulai Ada Keanehan
72
Episode 72 Gangguan
73
Episode 73 Pasar Ghaib
74
Episode 74 Dodi Menghilang
75
Episode 75 Akhir Yang Tragis
76
Episode 76 Wisuda
77
Episode 77 KKN Di Desa Mati Part I
78
Episode 78 KKN Di Desa Mati Part II
79
Episode 79 Misteri Desa Mati
80
Episode 80 Suara Misterius
81
Episode 81 Gelang Mustika Biru
82
Episode 82 Bangkitnya Sang Ratu
83
Episode 83 Musnahnya Sang Ratu
84
Episode 84 Lamaran
85
Episode 85 END

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!