Keesokan harinya, semua berjalan dengan baik-baik saja. Semalaman Muna tidur dengan sangat nyenyak tanpa ada gangguan apa pun. Namun semuanya kaget, kala melihat tubuh Muna penuh dengan lebam-lebam yang berwarna keunguan.
"Astagfirullah, badan kamu kenapa Muna?" tanya Mama Ros kaget.
"Gak tahu Teh, kok tubuh aku kaya gini. Tapi ini gak sakit kok," sahut Muna bingung.
"Sebenarnya siapa orang yang tega mengirim ilmu Hitam kaya gitu kepada Bi Muna? jahat banget tuh orang, sumpah," ucap Caramel.
"Aku juga gak tahu, tapi aku do'akan semoga yang berbuat jahat kepada keluargaku kembali ke dirinya sendiri," sahut Vior.
Ustadz yang tadi malam mengobati Muna kembali datang dengan membawa sesuatu. "Assalamualaikum."
"Waalaikumsalam. Silakan masuk Pak Ustadz," seru Mama Rose.
"Terima kasih. Bagaimana keadaan Muna? apa tadi malam ada gangguan lagi?" tanya Pak Ustadz.
"Alhamdulillah tidak ada Pak Ustadz," sahut Mama Rose.
"Ustadz, sebenarnya aku curiga sama satu nama namun aku tidak berani menuduhnya karena aku tidak punya bukti," ucap Muna.
"Tidak apa-apa Muna, orang itu memang orang terdekat kamu dan dia sengaja mengirim teluh itu supaya jodoh kamu terhambat. Dia mengirim teluh itu lewat hewan-hewan yang mungkin sering kamu temukan di rumah ini," jelas Pak Ustadz.
"Kalau yang sering masuk ke rumah itu kelabang, Ustadz," sahut Muna.
"Lewat hewan itu, dia mengirimkan teluh untukmu dan juga ibumu. Teluh yang dia kirim itu untuk membuat aura dalam tubuhmu menghilang, dan wajah kamu akan terlihat tua jauh dari usia kamu yang sekarang. Dia juga sengaja menghambat jodoh kamu supaya tidak ada yang mau mendekati kamu," jelas Pak Ustadz.
"Astagfirullah, jahat sekali orang itu. Memangnya dengan menghambat jodoh adikku, keuntungan yang dia dapat apa?" kesal Mama Rose.
"Mungkin karena dulu Muna banyak yang suka, jadi itu membuat orang itu iri dan tidak suka," sahut Pak Ustadz.
"Terus sekarang apa yang harus aku lakukan? aku tidak mau jadi perawan tua, Pak Ustadz," keluh Muna dengan raut wajah sedihnya.
"Rajinlah beribadah dan berdoa kepada Allah, karena tidak ada satu kekuatan pun yang bisa melawan kehendak Allah. Setiap malam, sempatkan mengaji, dan saya bawa pohon bidara. Pohon ini kalian tanam di sekeliling rumah ini, karena pohon bidara itu mampu menangkal hal-hal negatif," jelas Pak Ustadz.
"Baik, Pak Ustadz."
"Mohon maaf, saya minta izin untuk membersihkan rumah ini mudah-mudahan hal-hal seperti ilmu Hitam itu tidak bisa masuk lagi ke dalam rumah ini."
"Silakan Pak Ustadz."
Semua penghuni rumah pun keluar dari rumah, hanya tinggal Ustadz sendiri di sana. Ustadz itu mulai membacakan doa, sedangkan penghuni rumah mulai menanam pohon bidara yang tadi Ustadz bawa dari rumahnya. Sementara itu, di sebuah rumah yang lumayan besar seorang wanita sedang duduk bersila di depan nampan yang berisi sesajen.
"Malam ini Muna harus mati," gumamnya.
Wanita itu tidak lain dan tidak bukan adalah Sinta, sahabat sekaligus rekan kerjanya di toko grosir. Sinta dulu sangat mencintai Badrun, namun Badrun justru memilih Muna untuk dijadikan kekasihnya. Semenjak itu, Sinta merasa dendam dan benci kepada Muna lalu dia pun datang ke seorang dukun dan meminta bantuan supaya Muna hidupnya menderita dan susah untuk mendapatkan jodoh.
Sinta sangat bahagia, kala rencananya berhasil membuat Badrun bertekuk lutut kepadanya dan meninggalkan Muna. Namun Sinta masih belum puas, dia pun memutuskan untuk mengirim teluh penghambat jodoh kepada Muna. Setiap hari dia selalu melakukan ritual, supaya teluhnya berjalan dengan lancar dan Muna semakin menderita.
Duaaarrrr....
Tiba-tiba air yang ada di dalam baskom meledak membuat Sinta berteriak karena kaget. "Ada apa ini? kenapa jadi seperti ini? siapa yang berani menolong Muna?" geram Sinta.
Sinta panik, dia mulai membacakan mantra begitu pun Ustadz yang terus saja berdoa di dalam rumah Muna. Sinta terpental ke belakang, sembari memegang dadanya. "Sial, siapa yang sudah berani mengganggu rencanaku," geram Sinta.
Sinta pun menghentikan ritualnya dan keluar dari ruangan khusus dengan langkah yang tertatih-tatih. Sinta melihat Badrun sedang duduk di sofa dengan tatapan kosongnya. Selama ini dia memang sudah mendapatkan raga Badrun, namun sayang Sinta tidak bisa mendapatkan hati Badrun.
"Kang Badrun, kamu harus menjadi milikku selamanya tidak ada yang boleh merebut kamu dariku," ucap Sinta.
Badrun hanya menoleh sebentar lalu kembali dengan tatapan kosongnya. Badrun seperti boneka yang hanya bisa mengikuti apa keinginan Sinta. Begitu pun dengan orang tua Badrun yang sama seperti Badrun.
***
Malam pun tiba...
Perasaan Vior merasa sangat tidak enak, entah kenapa dia merasa jika akan terjadi sesuatu malam ini. "Ya Allah, lindungilah semua keluargaku," batin Vior.
Vior pun bangun lalu mengintip dari balik gorden, Vior terkejut kala melihat Ustadz sedang duduk di bale-bale sendirian sembari memperhatikan rumah Warsih. Vior pun perlahan membuka pintu dan menghampiri Ustadz. "Ustadz sedang apa?" tanya Vior.
"Akan ada serangan malam ini, jadi saya datang ke sini untuk menyelesaikan semuanya. Padahal saya datang ke sini secara diam-diam, tapi kok kamu bisa tahu?" ucap Pak Ustadz dengan senyumannya.
"Saya tidak bisa tidur Ustadz, perasaan saya tidak enak," sahut Vior.
"Saya tahu, kamu diberikan kelebihan yang spesial oleh Allah. Pasti kamu juga akan merasakan hal ini, kita sama-sama akhiri semuanya malam ini dan kita bersihkan kampung ini dari hal-hal seperti itu," ucap Pak Ustadz.
"Baik, Ustadz."
Tiba-tiba bola api kembali muncul, Ustadz segera bereaksi dengan sangat cepat bahkan Ustadz berusaha menangkapnya supaya tidak menghampiri rumah Warsih. Vior tidak bisa berbuat apa-apa kecuali diam dan melihatnya. Bola api itu meledak di udara, tapi lagi-lagi datang dan Ustadz membuat meledak kembali. Kejadian itu sampai berulang-ulang, hingga untuk yang terakhir kalinya bola api itu datang dengan sangat besar bahkan Ustadz pun sudah berkeringat menahan bola api itu.
"Vior, bantu doa. Bacakan ayat kursi berulang-ulang jangan berhenti!" teriak Pak Ustadz.
"Baik, Pak Ustadz."
Vior pun menuruti perintah Ustadz, pada saat Vior sedang khusuk membaca Ayat Kursi, dia merasa punggungnya ada yang menyentuh. Seorang pria tua tersenyum ke arahnya. "Terus berdoa, lalu lemparkan pohon bidara itu ke arah bola api," ucap pria tua.
Vior menganggukkan kepala, lalu segera berlari dan mencabut pohon bidara yang tadi pagi dia tanam. "Bismillah, siapa pun kamu malam ini kamu harus hancur dan Terima akibat ulah jahat kamu sendiri," gumam Vior.
Sekuat tenaga Vior melempar pohon bidara itu, seketika bola api itu meledak dan menimbulkan ledakan yang sangat kencang membuat semua warga terbangun dan keluar rumah. Mereka ketakutan kala melihat cahaya terang di udara akibat ledakan itu. Sementara di tempat ritual Sinta, dia berteriak kepanasan bahkan dia meronta-ronta meminta pertolongan.
"Tolooooonnnggg.... panaaaaaasss!" teriak Sinta.
Sementara itu di kamar lain Badrun dan kedua orang tuanya tersentak dan mulai sadar, mereka celingukan seperti orang linglung. Selama ini mereka memang terkena sihir Sinta, mereka seperti orang bodoh yang diperbudak oleh Sinta. Sedangkan dukun yang membantu Sinta, langsung tewas di tempat bersamaan dengan meledaknya bola api itu.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 85 Episodes
Comments
☠ᵏᵋᶜᶟℕ𝔸𝔹𝕀𝕃𝕃𝔸ˢ⍣⃟ₛ
kapok sinta, santet,e malah balek Ng awake Dewe 🤣🤣🤣
2025-02-20
2
◌ᷟ⑅⃝ͩ● Marlina Bachtiar ●⑅⃝ᷟ◌ͩ
Aamiin 🤲
2024-12-24
1
☠ᵏᵋᶜᶟ Қiᷠnꙷaͣŋͥ❁︎⃞⃟ʂ⍣⃝𝑴𝒊𝒔𝒔
sokor itu akibat nya kalo bersekutu dengan ilmu hitam dan mencelakai orang akhirnya berbalik ke diri sendiri 🤣
2024-09-05
1