Pawang Macan

Bara memutar matanya malas karena harus melihat kelakuan kekanakan Luna.

Bara melirik kepada Matheo dan mengisyaratkan kepada Matheo untuk mengurus Luna, tapi Math menghampiri dan berbisik di telinga Bara dan terlihat Bara menahan amarahnya.

"Kau urus wanita biadab itu! " ucap Bara yang pelan namun terdengar tegas dan penuh tekanan.

Nika melihat calon suaminya yang sedang menahan amarah baru kali ini dirinya melihat kilatan kemarahan di mata Bara, bahkan baru kali ini dirinya mendengar Bara berkata kasar tentang wanita.

Dulu dirinya memang sering cekcok mulut dengan Bara tapi Bara tak pernah sekasar itu saat berkata.

Siapa kau sebenarnya.

Batin Nika bertanya-tanya sebab dirinya seolah tak mengenal Bara yang saat ini duduk di samping nya dan sebentar lagi akan merubah statusnya setelah akad nikah ini berlangsung.

Batin Nika merasakan tak tenang dirinya menjadi ragu untuk menikah, tapi bila pernikahan ini batal keluarga nya bisa hancur dan dirinya tak mau itu terjadi.

Dan saat Nika melamun dirinya tak sadar kalau Bara telah selesai mengucapkan ijab qobul dengan penghulu, Tiba-tiba saja Bara menarik tangannya dan memasangkan cincin pernikahan di hari manis Nika.

"Nona Nika silahkan anda juga pasang cincin pernikahan di jari suami anda" ucap pak. penghulu.

Deg.

Suami... dia sudah jadi suami ku?

Batin Nika dan dirinya masih ter bengong.

"Hei... kenapa melamun? " tegur Bara yang menggoyangkan tangannya di depan wajah Nika hingga Nika tersadar dari lamunan nya.

"Eh... iya maaf" Nika langsung mengambil cincin pernikahan di kotaknya dan memasangkan di jari manis Bara.

Dan setelah itu satu kejutan lagi dari Bara tiba-tiba laki-laki itu mengecup keningnya meski sekejap tapi itu membuat Nika terkejut pasalnya ini pertama kalinya dirinya di kecup. oleh seorang pria selain ayahnya tentunya.

Bara melihat istrinya yang terlihat sangat aneh saat pernikahan ini berlangsung, jiwa Nika seolah tidak ada di tempat nya, Nika lebih banyak melamun hingga selalu tak. sadar dengan apa yang terjadi saat ini.

Dia ini kenapa sih? apa dia benar-benar tidak suka menikah dengan ku?

Batin Bara kesal.

Setelah cincin pernikahan telah terpasang di jari manis kedua pengantin baru itu, seluruh keluarga pun mengucapkan selamat kepada mereka berdua, Bara meminta kepada papahnya untuk tidak mengundang siapa pun kecuali keluarga, dirinya tidak ingin khalayak tahu kalau dirinya telah menikah karena dirinya tak mau musuh-musuhnya mengincar Nika, hingga itu akan membuat Nika dalam bahaya apa lagi kondisi Nika saat ini yang dalam keadaan lumpuh hingga memudahkan musuh-musuhnya untuk mencelakai Nika.

Setelah semuanya selesai memberikan selamat kepada Nika dan Bara kedua pengantin baru itu pun menikmati makanan yang telah tersedia disana, Nika hanya memilih cake coklat kesukaannya untuk mengganjal perut nya.

Saat Nika mencicipi cake tersebut dirinya tersenyum dan senyum itu di tangkap oleh Bara.

"Kenapa kau tersenyum seperti itu? " tanya Bara bingung.

"Kau masih menjalin hubungan dengan sahabat mu rupa nya? " ucap Nika di sela senyuman nya.

Bara memiringkan Kepala nya karena bingung dengan perkataan Nika.

"Ck kau ini pura-pura bodoh atau gimana sih?"Nika kesal.

" Hei benar aku tidak mengerti dengan maksud perkataan mu itu jangan bilang aku bodoh kadal betina"Bara geram.

"Hihihi" Nika malah tergelak geli saat Bara mengatasinya kadal betina karena itu adalah julukannya dulu bila Nika sedang mendekati Adam sahabat Bara saat muda dulu.

"Hei kenapa kau malah tertawa seperti itu dasar aneh, saat pernikahan kau malah bengong tapi saat makan kau malah tertawa seperti itu? apa dalam cake ini terkandung zat yang membuat mu seperti orang gila begini? aku akan menyuruh dokter Toni untuk mengecek nya di lab"Bara mengambil piring kecil. berisi cake tersebut dan ingin membawanya kepada dokter Toni yang kebetulan adalah anggota dari klan Tama.

Nika segera mencekal tangan Bara hingga suaminya itu berhenti melangkah.

"Ada apa? " Bara bingung.

"Tidak usah berlebihan seperti itu, tak ada zat berbahaya apa pun dalam cake tersebut apa kau itu lupa atau memang tidak pernah mencicipi cake buatan sahabat mu" ucap Nika lembut.

Bara mengernyitkan alisnya saat mendengar perkataan istrinya.

Bara lalu mencicipi cake yang ada di piring Nika dan dia langsung membelalakan matanya, karena rasa dari cake tersebut sangat dia hafal.

Adam...

Batin Bara menyebutkan nama sahabatnya.

"Math... Math... " Bara memanggil asisten nya.

Matheo menghampiri Bara dengan langkah tergesa.

"Ya tuan" ucap Matheo saat di dekat Bara.

"Kau memesan semua cake ini dimana? " tanya Bara.

"Maaf tuan ini semua tugas pak Fery kepala pelayan di sini" jelas Matheo.

"Ah iya benar juga panggil pak Fery kesini"

"Bara kenapa kau harus membahas ini semua sejauh ini hanya karena sepotong cake? " Nika bingung.

"Memangnya apa salahnya kalau mereka memesan cake ini dari toko cake Adam? " tanya Nika lagi.

"Itu... itu..." Bara bingung harus menjawab pertanyaan Nika.

"Jangan katakan kau cemburu dengan Adam, dia sahabat mu saat sekolah Bara" tebak Nika.

"Apa?! cemburu?! hah... yang benar saja apa yang harus aku cemburukan dengan dia? " Bara mengelak.

Matheo melihat pertama kali bos nya ini gugup di hadapan wanita dan itu di depan istrinya sendiri.

Matheo pun tersenyum.

Plak.

"Kenapa kau tersenyum seperti orang gila begitu Hah?! " Bara kesal di tertawakan hingga dia memukul kepala Matheo.

"Aduh maaf tuan muda maafkan saya" Matheo kesakitan dan mengusap-usap kepalanya yang kesakitan.

"Dasar bodoh" umpat Bara.

"Bara... duduklah dan makanlah makanan mu" Nika menarik tangan Bara agar duduk dan memakan makanan nya kembali.

Bara pun duduk di samping Nika lagi.

Matheo yang melihat itu terkejut pasalnya bos nya begitu menurut dengan perintah istrinya.

Astaga macan klan Tama sudah punya pawangnya rupanya.

Batin Matheo, dirinya sebenarnya ingin tertawa tapi tidak. berani bisa-bisa kepalanya langsung berlubang karena garpu yang sedang di pegang oleh Bara saat ini.

Matheo langsung mengusap tengkuk lehernya karena merinding saat membayangkan bagaimana Bara akan menggunakan garpu. yang sedang dipegang nya sebagai senjata untuk melubangi kepalanya.

Matheo bergidik ngeri sendiri.

"Kau kenapa Math? " tanya Bara saat melihat tingkah Matheo yang mengusap tengkuk lehernya dan menggetarkan bahunya.

"Eh... tidak tuan muda silahkan anda nikmati saja makanan anda hehe" Matheo hanya tersenyum canggung.

"Ck dasar aneh sudah kau pergi dari sini aku sudah tidak memerlukan mu" Bara mengusir Matheo.

"Baik tuan" Matheo pun hanya menuruti perintah Bosnya itu.

Nika melihat Bara yang bersikap seperti itu pada Matheo benar-benar tak menduga kalau Bara yang saat ini duduk di samping nya adalah Bara yang dia kenal saat sekolah dulu.

Kau benar-benar berubah Bara.

Batin Nika.

"Kenapa kau melihat ku seperti itu? " tanya Bara saat melihat istrinya menatap dirinya.

Nika langsung salah tingkah saat Bara menegurnya.

Bersambung.

Episodes
1 Siapa Kau Sebenarnya
2 Cerita Bara
3 Kenyataan Yang Menyakitkan
4 Galau
5 Menjadi Pendiam
6 Permintaan Papah
7 Bertemu Kembali
8 Tusuk Sate Pakai Baju Pengantin
9 Matheo Bingung
10 Keributan di Butik
11 Dia Mafia
12 Calon Istri
13 Draft
14 Tak Mengharapkan
15 Berkunjung Ke Mansion
16 Menggali Mimpi
17 Sangat Menakutkan
18 Dua Kepribadian
19 Seperti Awan Yang Berarak
20 Pawang Macan
21 Alasan Sebenarnya Bara
22 Tanda Merah Buat Panik
23 Firasat Buruk
24 Firasat Buruk part 2
25 Mencemaskan Aku Rupanya
26 Hati Yang Retak
27 Benarkah Itu Tuan Muda
28 Cara Mencintai Yang Berbeda
29 Janji Bara
30 Kenapa Tak Jujur Saja
31 Menutup Mulut
32 Keisengan Nika
33 Segera Launcing
34 Hati Ini Untuk Siapa
35 Bertemu Dokter
36 Bertengkar Lagi
37 Ucup Atau Bara?
38 Tak Mengerti
39 Pancake
40 Periksa Ke dokter Lagi
41 Cie Yang Sayang Istri
42 Tamu Tak Terduga
43 Rencana Kencan Pertama
44 Cemburu
45 Kenangan part 1
46 Kenangan Part 2
47 Keracunan
48 Penyelidikan
49 Mayat Hidup
50 Tertangkap
51 Obat Penawar
52 Nika Bangun Tapi....
53 Membawa Nika Pulang
54 Malaikat Pelindung
55 Tertangkap nya Pengkhianat
56 Ledakan Mobil
57 Serigala Betina
58 Kabar Bahagia di Pagi Hari
59 Salah Faham
60 Matheo Curiga
61 Ruang Rahasia Bara
62 Menahan Tangis
63 Menjadi Asing
64 Kepergian Bara
65 Kedai Donat
66 Hujan
67 Victor
68 Di Jual
69 Harapan
70 Kerumah Bara
71 Mengajari Nika
72 Penyesalan
73 Surat Undangan
74 Berteduh Lagi
75 Sulit nya Mengikhlaskan
76 Pesan Tersembunyi
77 Festival Kembang Api
78 Identitas Asli Victor
79 Cinta Tak Dapat Disalahkan
80 Suara Tangis Nika
81 I Love You Lelaki Besar ku
82 Pembicaraan Antara Ayah & Anak
83 Penyerangan
84 Cinta Gila
85 Menikah Lagi
86 End
Episodes

Updated 86 Episodes

1
Siapa Kau Sebenarnya
2
Cerita Bara
3
Kenyataan Yang Menyakitkan
4
Galau
5
Menjadi Pendiam
6
Permintaan Papah
7
Bertemu Kembali
8
Tusuk Sate Pakai Baju Pengantin
9
Matheo Bingung
10
Keributan di Butik
11
Dia Mafia
12
Calon Istri
13
Draft
14
Tak Mengharapkan
15
Berkunjung Ke Mansion
16
Menggali Mimpi
17
Sangat Menakutkan
18
Dua Kepribadian
19
Seperti Awan Yang Berarak
20
Pawang Macan
21
Alasan Sebenarnya Bara
22
Tanda Merah Buat Panik
23
Firasat Buruk
24
Firasat Buruk part 2
25
Mencemaskan Aku Rupanya
26
Hati Yang Retak
27
Benarkah Itu Tuan Muda
28
Cara Mencintai Yang Berbeda
29
Janji Bara
30
Kenapa Tak Jujur Saja
31
Menutup Mulut
32
Keisengan Nika
33
Segera Launcing
34
Hati Ini Untuk Siapa
35
Bertemu Dokter
36
Bertengkar Lagi
37
Ucup Atau Bara?
38
Tak Mengerti
39
Pancake
40
Periksa Ke dokter Lagi
41
Cie Yang Sayang Istri
42
Tamu Tak Terduga
43
Rencana Kencan Pertama
44
Cemburu
45
Kenangan part 1
46
Kenangan Part 2
47
Keracunan
48
Penyelidikan
49
Mayat Hidup
50
Tertangkap
51
Obat Penawar
52
Nika Bangun Tapi....
53
Membawa Nika Pulang
54
Malaikat Pelindung
55
Tertangkap nya Pengkhianat
56
Ledakan Mobil
57
Serigala Betina
58
Kabar Bahagia di Pagi Hari
59
Salah Faham
60
Matheo Curiga
61
Ruang Rahasia Bara
62
Menahan Tangis
63
Menjadi Asing
64
Kepergian Bara
65
Kedai Donat
66
Hujan
67
Victor
68
Di Jual
69
Harapan
70
Kerumah Bara
71
Mengajari Nika
72
Penyesalan
73
Surat Undangan
74
Berteduh Lagi
75
Sulit nya Mengikhlaskan
76
Pesan Tersembunyi
77
Festival Kembang Api
78
Identitas Asli Victor
79
Cinta Tak Dapat Disalahkan
80
Suara Tangis Nika
81
I Love You Lelaki Besar ku
82
Pembicaraan Antara Ayah & Anak
83
Penyerangan
84
Cinta Gila
85
Menikah Lagi
86
End

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!