Tusuk Sate Pakai Baju Pengantin

"Hahaha hahaha" suara tawa menggema di dalam mobil mewah itu.

Sang asisten dan sang supir kebingungan karena bosnya ini tertawa terbahak sejak keluar dari restoran.

"Hahahaha dia bilang aku pria sialan hahahaha katanya pendiam mana diam nya? justru mulut nya masih sama saja seperti dulu hahaha"Bara mengoceh dan tertawa sendiri

Sang asisten dan sang supir sedikit ketakutan masalahnya ini pertama kali mereka melihat bos mereka ini seperti ini.

sepertinya gadis lumpuh itu bisa mencuri perhatian dan hati si bos.masalahnya hanya dengan gadis ini bos tak menolak dan langsung menyerahkan keputusan di tangan bos besar.

Batin Matheo.

"Math... Math... hey... Matheo! " panggil Bara kencang.

"Eh... iya tuan muda? " tanya Matheo bingung.

"Apa yang kau lamunkan hem? kau tidak berfikir aku gila kan? " tebak Bara dengan nada dingin.

"Eh... tidak tuan muda mana saya berani berfikir seperti itu" Matheo gugup.

"Bagus lah kalau begitu" ucap Bara dingin dia kembali ke mode biasanya mode freezer tempat penyimpanan daging segar.

Di hadapan semua anak buahnya Bara memang terkenal dingin, tak pernah tertawa apa lagi tertawa selepas ini.

sepertinya gadis itu akan merubah karakter tuan muda Bara.

Batin Matheo.

"Tuan muda maaf apa kita akan langsung pulang ke mansion? " tanya Matheo.

"Ya kita langsung pulang saja aku ingin istirahat" ucap Bara dingin.

Mobil hitam mewah itu pun melaju ke sebuah jalan menuju mansion keluarga Tama, meski bukan mansion utama keluarga Tama tapi mansion ini juga tak kalah besar dari mansion keluarga utama.

Sementara itu di restoran.

Orang tua Nika begitu ketakutan perjodohan ini batal karena ucapan Nika sedikit kasar pada Bara tadi.

"Baiklah tuan Neil kapan sekiranya pernikahan ini di laksanakan? " tanya Tuan Tama tiba-tiba.

"Hah... " tuan Niel atau papah dari Nika terkejut saat mendengar pertanyaan tuan Tama pasalnya dia mengira perjodohan ini akan dibatalkan oleh tuan Tama karena putri ya seperti itu tadi.

"Kalau saya ingin secepatnya prosesi pernikahan ini di laksanakan hahaha" tuan Tama tertawa lebar.

"Maaf tuan apa anda tidak marah tadi saat putri saya? "

"Oh... itu tidak karena putra saya sepertinya menyukai putri anda hahaha" tuan Tama nampak senang.

Hah... dia menyukai ku iya dia menyukai ku karena dia pasti memiliki rencana lain untuk mengejek ku, sial. kenapa harus dia sih yang jadi calon suami ku.

Batin Nika kesal.

Mobil mewah berwarna hitam itu memasuki sebuah gerbang besar, mobil memasuki sebuah halaman mansion yang sangat luas bak lapangan sepak bola dan mobil itu pun berhenti didepan pintu utama mansion, Bara turun dari dalam mobil setelah Matheo membukakan pintu bagian belakang, Bara berjalan dengan gagahnya dan memasuki mansion, dia berjalan ke sebuah lift yang menghubungkan ke lantai kamar nya yang berada di lantai tiga.

Setelah pintu lift terbuka di lantai tiga Bara pun berjalan keluar dari sana dan berjalan di lorong lantai tersebut yang berhiaskan berbagai lukisan dan ada beberapa senjata tajam juga yang ikut menghiasi dinding tersebut.

Bara menghentikan langkah nya di depan sebuah pintu berwarna coklat tua yang telah di jaga oleh dua anak buahnya, bahkan saat dirinya ingin masuk pun pintu di bukakan oleh mereka.

Bara melangkah memasuki kamar nya dan langsung menutup dan mengunci pintu kamar nya, Bara melonggarkan dasi yang sejak tadi melingkar di dalam kerah kemejanya, Bara pun melepaskan kancing-kancing jasnya dan melepaskan jas tersebut dan menaruhnya di lantai dengan sembarangan.

Bara pun berjalan ke arah sofa solo yang ada di ruangannya dan menjatuhkan tubuhnya disana, dan senyuman tiba-tiba terbit disana.

"Bagaimana sialnya diri mu Nika, karena di jual oleh orang tua mu ckckck"gumam Bara sendirian.

" Huftt... tiga tahun aku sengaja menghilang dari kalian tapi kenapa semesta mempertemukan kita kembali huft"keluhnya.

Tak lama terlihat dari jendela kamar nya mobil papahnya datang.

"Ck pasti dia sudah menentukan tanggal pernikahan, dan kenapa tadi aku malah seperti setuju heum... ya sudah lah anggap saja aku dapat mainan baru hehehe kita lihat Nika pernikahan ini akan seperti apa, apa permainan kita yang dahulu akan bertambah seru? " Bara berbicara sendiri.

Dia anggap pernikahan ini seperti permainan anak-anak yang kadang suka bermain rumah-rumahan. mengingat tidak adanya cinta dalam pernikahan paksa ini.

Hingga waktu pun terus berjalan malam berganti pagi, dan saat sarapan pagi tuan Tama sudah menunggu anaknya di meja makan dirinya sudah tak sabar ingin membahas pernikahan ini dengan putranya.

Saat Bara berjalan menuju meja makan, dirinya tersenyum mirip saat telah melihat sosok papahnya sudah berada disana.

"Ada apa papah sudah ada di meja makan sepagi ini? " tanya Bara basa-basi padahal dia tahu kalau papahnya pasti akan membahas masalah pernikahan nya.

"Duduklah dulu makan makanan mu baru kita bicara" ucap tuan Tama antusias.

Bara pun dengan malasnya duduk di samping kursi papahnya dan memulai memakan sarapannya yang pagi ini dirinya hanya memilih roti gandum sebagai sarapan pagi nya.

"Bara semalam papah sudah membahas tanggal pernikahan mu dengan Nika, nanti siang kamu fitting baju di butik ya"

Byur...

Bara menyemburkan jus jeruk yang baru saja dia minum, dia terkejut karena papahnya mengatur pernikahan ini secepatnya ini.

"Fit... fitting baju? astaga papah kenapa papah kebelet banget pengen melihat aku menikah? " Bara jadi asal bicara.

Matheo yang berada di sana sampai menahan tawanya karena mendengar perkataan tuan mudanya.

"Bara... jaga bicara mu, papah bukan nya kebelet tapi papah sengaja ingin mempercepat pernikahan ini agar tidak usah menunda terlalu lama mengerti?! " ucap tuan Tama tegas.

"Lagi pula papah tahu kamu sebenarnya sudah kenal dengan Nika sejak SMA karena kalian satu sekolah dan kamu sering menolong dia bila dia di jahati oleh orang lain" lanjut papah dengan nada tegas.

"Ck...ini pasti kerjaan mata-mata papah si Bruno nih yang mengadu"keluh Bara.

" Bahkan terakhir kali yang menolong dirinya saat kecelakaan itu adalah kamu kan? sudahlah mungkin memang kalian berjodoh, hanya cara kalian untuk bersatu itu caranya berbeda dari kebanyakan orang "tuan Tama jadi mengoceh terus.

" Terserah papah lah aku berangkat duluan ada meeting dengan klien "Bara berdiri dari posisi duduknya dan pamit kepada papahnya sebelum berangkat.

" Hei... jangan lupa nanti siang fitting baju di butik langganan keluarga kita"teriak tuan Tama saat melihat anaknya itu sudah berjalan menjauh dari meja makan.

"Math jangan lupa ingatkan bos mu itu untuk fitting pakaian pengantin nya nanti Nika juga ada disana" tuan Tama terus nyerocos.

Saat Bara mendengar nama Nika di sebutkan oleh papahnya, senyum tipis terbit disana.

"Kaya apa ya tusuk sate pake baju pengantin" gumamnya sambil tersenyum miring dan kakinya terus melangkah keluar rumah menuju mobil yang sudah menunggunya di depan pintu utama mansion ini.

Diam-diam Matheo memperhatikan tuan mudanya yang tersenyum sendiri saat mendengar tuan besar menyebutkan nama calon istri nya.

Bersambung.

Episodes
1 Siapa Kau Sebenarnya
2 Cerita Bara
3 Kenyataan Yang Menyakitkan
4 Galau
5 Menjadi Pendiam
6 Permintaan Papah
7 Bertemu Kembali
8 Tusuk Sate Pakai Baju Pengantin
9 Matheo Bingung
10 Keributan di Butik
11 Dia Mafia
12 Calon Istri
13 Draft
14 Tak Mengharapkan
15 Berkunjung Ke Mansion
16 Menggali Mimpi
17 Sangat Menakutkan
18 Dua Kepribadian
19 Seperti Awan Yang Berarak
20 Pawang Macan
21 Alasan Sebenarnya Bara
22 Tanda Merah Buat Panik
23 Firasat Buruk
24 Firasat Buruk part 2
25 Mencemaskan Aku Rupanya
26 Hati Yang Retak
27 Benarkah Itu Tuan Muda
28 Cara Mencintai Yang Berbeda
29 Janji Bara
30 Kenapa Tak Jujur Saja
31 Menutup Mulut
32 Keisengan Nika
33 Segera Launcing
34 Hati Ini Untuk Siapa
35 Bertemu Dokter
36 Bertengkar Lagi
37 Ucup Atau Bara?
38 Tak Mengerti
39 Pancake
40 Periksa Ke dokter Lagi
41 Cie Yang Sayang Istri
42 Tamu Tak Terduga
43 Rencana Kencan Pertama
44 Cemburu
45 Kenangan part 1
46 Kenangan Part 2
47 Keracunan
48 Penyelidikan
49 Mayat Hidup
50 Tertangkap
51 Obat Penawar
52 Nika Bangun Tapi....
53 Membawa Nika Pulang
54 Malaikat Pelindung
55 Tertangkap nya Pengkhianat
56 Ledakan Mobil
57 Serigala Betina
58 Kabar Bahagia di Pagi Hari
59 Salah Faham
60 Matheo Curiga
61 Ruang Rahasia Bara
62 Menahan Tangis
63 Menjadi Asing
64 Kepergian Bara
65 Kedai Donat
66 Hujan
67 Victor
68 Di Jual
69 Harapan
70 Kerumah Bara
71 Mengajari Nika
72 Penyesalan
73 Surat Undangan
74 Berteduh Lagi
75 Sulit nya Mengikhlaskan
76 Pesan Tersembunyi
77 Festival Kembang Api
78 Identitas Asli Victor
79 Cinta Tak Dapat Disalahkan
80 Suara Tangis Nika
81 I Love You Lelaki Besar ku
82 Pembicaraan Antara Ayah & Anak
83 Penyerangan
84 Cinta Gila
85 Menikah Lagi
86 End
Episodes

Updated 86 Episodes

1
Siapa Kau Sebenarnya
2
Cerita Bara
3
Kenyataan Yang Menyakitkan
4
Galau
5
Menjadi Pendiam
6
Permintaan Papah
7
Bertemu Kembali
8
Tusuk Sate Pakai Baju Pengantin
9
Matheo Bingung
10
Keributan di Butik
11
Dia Mafia
12
Calon Istri
13
Draft
14
Tak Mengharapkan
15
Berkunjung Ke Mansion
16
Menggali Mimpi
17
Sangat Menakutkan
18
Dua Kepribadian
19
Seperti Awan Yang Berarak
20
Pawang Macan
21
Alasan Sebenarnya Bara
22
Tanda Merah Buat Panik
23
Firasat Buruk
24
Firasat Buruk part 2
25
Mencemaskan Aku Rupanya
26
Hati Yang Retak
27
Benarkah Itu Tuan Muda
28
Cara Mencintai Yang Berbeda
29
Janji Bara
30
Kenapa Tak Jujur Saja
31
Menutup Mulut
32
Keisengan Nika
33
Segera Launcing
34
Hati Ini Untuk Siapa
35
Bertemu Dokter
36
Bertengkar Lagi
37
Ucup Atau Bara?
38
Tak Mengerti
39
Pancake
40
Periksa Ke dokter Lagi
41
Cie Yang Sayang Istri
42
Tamu Tak Terduga
43
Rencana Kencan Pertama
44
Cemburu
45
Kenangan part 1
46
Kenangan Part 2
47
Keracunan
48
Penyelidikan
49
Mayat Hidup
50
Tertangkap
51
Obat Penawar
52
Nika Bangun Tapi....
53
Membawa Nika Pulang
54
Malaikat Pelindung
55
Tertangkap nya Pengkhianat
56
Ledakan Mobil
57
Serigala Betina
58
Kabar Bahagia di Pagi Hari
59
Salah Faham
60
Matheo Curiga
61
Ruang Rahasia Bara
62
Menahan Tangis
63
Menjadi Asing
64
Kepergian Bara
65
Kedai Donat
66
Hujan
67
Victor
68
Di Jual
69
Harapan
70
Kerumah Bara
71
Mengajari Nika
72
Penyesalan
73
Surat Undangan
74
Berteduh Lagi
75
Sulit nya Mengikhlaskan
76
Pesan Tersembunyi
77
Festival Kembang Api
78
Identitas Asli Victor
79
Cinta Tak Dapat Disalahkan
80
Suara Tangis Nika
81
I Love You Lelaki Besar ku
82
Pembicaraan Antara Ayah & Anak
83
Penyerangan
84
Cinta Gila
85
Menikah Lagi
86
End

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!