Sangat Menakutkan

Tiba-tiba ponsel Bara berdering dia pun meninggalkan Nika sendirian dan menerima telpon tersebut dengan jarak agak jauh dari Nika.

Sementara Nika hanya terdiam dan menatap kearah taman yang di hiasi lampu-lampu yang ada disana, namun keika dirinya sedang menikmati pemandangan malam itu tiba-tiba Luna mendekati Nika.

"Halo calon kakak ipar" sapa Luna yang sok akrab

"Hai" hanya itu jawab Nika, karena memang Nika bukan tipe orang yang suka berbasa-basi.

"Huh sombongnya, lumpuh saja sombong apa lagi bisa berjalan" ucap Luna kesal.

"Bisa kau tidak membahas masalah kaki ku? " ucap Nika tegas.

"Tidak asal kau tahu kak Bara itu banyak yang mendekati dari model sampai aktris semuanya mau jadi istrinya" jelas Luna ketus.

"Termasuk kamu? " singgung Nika.

"Ahm... eh... " Luna salah tingkah.

"Hihi sudah ku duga" singgung Nika lagi.

"Yah tapi jangan kau fikir aku tak tahu kalau pernikahan kalian ini hanya pernikahan bisnis semata, dan paman ku hanya menginginkan cucu untuk keturunan klan nya, jadi jangan besar kepala dan berbangga hati karena kau akan menikah dengan calon ketua klan dari grup Tama" singgung Luna ketus.

"Aku tak peduli" jawab Nika dingin dia pun meninggalkan Luna dan menekan tombol kursi rodanya agar berjalan meninggalkan gadis manja itu.

Tapi saat memutar kursi rodanya dirinya terdiam sejenak karena melihat Bara yang sedang berdiri tak jauh dari mereka.

Luna yang melihat kakak sepupunya berada disana jadi salah tingkah sendiri dia tak ingin Bara salah faham tentang dirinya yang mengganggu calon istri nya ini.

"Istirahat lah Caroline akan mengantar mu ke kamar mu" ucap Bara datar.

Caroline pelayanan mansion langsung mendekati Nika.

"Eh tunggu kenapa aku harus menginap disini? " tanya Nika pada Bara.

"Karena sebentar lagi kita akan menikah tinggal. menghitung hari saja, lagi pula pernikahan akan di laksanakan disini meski tanpa pesta" jelas Bara.

"Apa harus begitu? " Nika bingung.

"Ya kedua orang tua mu pun sudah pulang tadi mereka akan kembali kesini nanti saat kita menikah" jelas Bara.

Luna yang mendengar Bara berbicara selembut itu pada Nika langsung geram. pasalnya dia tak pernah melihat Bara beramah tamah dengan wanita manapun, tapi dengan wanita lumpuh seperti Nika? Bara berbeda.

"Kenapa kau tidak mendiskusikan nya dengan ku dahulu Bara?" Nika protes.

"Jangan banyak protes Caroline antar nona muda ke kamar nya" Bara memerintahkan Caroline.

"Baik tuan muda, mari nona saya antar anda ke kamar di lantai tiga" ucao Caroline ramah dan sopan.

Mendengar Caroline berkata lantai tiga Luna langsung memprotes.

"Kenapa disana bukan di kamar tamu? " protes Luna.

"Karena dia calon istri ku" jawab Bara datar dan Bara pun langsung melirik Caroline agar cepat membawa Nika ke kamar di lantai tiga, lantai dimana kamar Bara berada.

Dan Caroline pun mengangguk mengerti dian pun langsung mendorong kursi roda Nika menuju lift yang akan menghubungkan ke pantai tiga.

Bara pun meninggalkan Luna yang terlihat kesal karena Bara memperlakukan Nika se sepesial itu.

sial gadis lumpuh saja... aku tak akan kalah hanya dengan gadis lumpuh kurus kering seperti dia.

Geram Luna dalam hatinya.

Caroline dan Nika pun tiba di lantai tiga Nika melihat ornamen dan berbagai senjata yang terpajang di dinding begitu membuat nya kurang nyaman.

"Kamu akan membawa ku kemana? " tanya Nika takut.

"Ke kamar anda nona tepatnya kamar anda bersebelahan dengan kamar tuan muda" jelas Caroline.

"Apa di mansion ini ada kamar yang lain aku tidak mau bermalam disini" tolak Nika.

"Disini banyak kamar Nona tapi karena anda adalah calon istri tuan muda anda harus bermalan disini tuan muda tak mau calon istri nya jauh dari dirinya" jelas Caroline.

"Eh... " Nika bingung.

"Caroline bisa kau tak banyak bicara? " Tiba-tiba Bara menegur Caroline dari belakang nya.

Caroline yang du tegur dengan nada suara Bara yang dingin pun ketakutan.

"Bila masih ingin mentari esok jangan banyak bicara" ancam Bara.

"B... baik tuan muda maafkan saya" Caroline nampak gemetar.

"Bara kau membuat nya ketakutan" protes Nika gadis itu pun memegang tangan Caroline yang gemetaran.

"Sudah tenang saja dia hanya mengancam mu dia tidak sungguh-sungguh" Nika mencoba menenangkan Caroline.

Anda belum tahu betapa kejamnya tuan muda nona tak ada kata hanya mengancam saja.

Batin Caroline.

"Kali ini kau selamat bawa dia masuk kamarnya" perintah Bara.

"Tapi Bara tidak adakah tempat lain aku tak ingin bermalam disini" protes Nika tapi Caroline tetap membawanya kekamar yang berada di sebelah kamar Bara.

Saat pintu kamar terbuka Nika terkejut karena desain arsitektur yang sangat berbeda dari desain di lorong kamar ini.

Nika nampak bengong dan terdiam saat melihat desain kamar yang begitu nyaman di matanya.

"Semoga anda bisa nyaman bermalam disini nona, mari nona saya bantu anda untuk bersiap mengganti baju anda dengan baju tidur" Caroline membawa Nika masuk kedalam walk in closed kamar tersebut dan itu membuat Nika terbengong lagi.

bagaimana tidak disana tertata begitu rapih pakaian-pakaian wanita. sebenarnya bukan hal yang baru bagi Nika tentang semua ini namun yang ada di fikiran nya sungguh jauh berbeda dari kenyataan nya.

Dia fikir kamar di kalangan mafia itu sangat seram, dan dia fikir Bara tidak akan memperlakukannya seperti ini, dia fikir Bara akan memperlakukannya hanya sebatas tamu saja.

Caroline membantu Nika mengganti pakaian nya dengan piyama tidur, Caroline juga membantu Nika naik keatas ranjang nya dan membantunya menyelimuti tubuh gadis tersebut.

"Terima kasih kau sudah membantu ku" ucap Nika lembut.

"Ini sudah tugas saya nona anda adalah calon istri dari tuan muda apa yang di perintahkan tuan muda itu sudah menjadi tugas saya untuk mengerjakannya" jelas Caroline sopan.

"Apa dia selalu seperti itu? " tanya Nika penasaran.

"Maaf nona saya tidak berani menjawab pertanyaan Anda" Caroline tahu kalau di kamar ini di pasang CCTV dan Bara sedang mengawasi mereka dari kamar nya.

"Ck kau itu tidak perlu takut dengan dirinya, dia kan tidak ada disini atau apa dari kamar ini bisa terdengar ke kamar nya? " tanya Nika polos.

Caroline tak menjawab dan hanya tersenyum saja.

"Nona sebaiknya anda beristirahat segera" ucap Caroline sambil menaikan selimut ke dada Nika.

"Ck kamu ini kenapa harus takut dengan dia sih apa dia semenakutkan itu? " keluh Nika.

ya dia sangat menakutkan nona, calon suami mu itu sangat menakutkan bila marah.

Batin Caroline.

"Baiklah aku akan tidur lalu apa kau akan tetap berada di kamar ini? " tanya Nika.

"Ya saya akan tetap berada disini menjaga anda" ucap Caroline sopan.

"Baiklah" tak lama mata Nika pun terpejam.

Namun di kamar sebelah ada yang tersenyum melihat kearah tablet yang ada di tangannya.

"Dia sudah sedikit berubah, tak sepedas dulu" gumam Bara yang melihat interaksi Nika dengan Caroline, dia fikir gadis itu masih gadis yang sombong dan tak tahu berterima kasih.

Bersambung.

Episodes
1 Siapa Kau Sebenarnya
2 Cerita Bara
3 Kenyataan Yang Menyakitkan
4 Galau
5 Menjadi Pendiam
6 Permintaan Papah
7 Bertemu Kembali
8 Tusuk Sate Pakai Baju Pengantin
9 Matheo Bingung
10 Keributan di Butik
11 Dia Mafia
12 Calon Istri
13 Draft
14 Tak Mengharapkan
15 Berkunjung Ke Mansion
16 Menggali Mimpi
17 Sangat Menakutkan
18 Dua Kepribadian
19 Seperti Awan Yang Berarak
20 Pawang Macan
21 Alasan Sebenarnya Bara
22 Tanda Merah Buat Panik
23 Firasat Buruk
24 Firasat Buruk part 2
25 Mencemaskan Aku Rupanya
26 Hati Yang Retak
27 Benarkah Itu Tuan Muda
28 Cara Mencintai Yang Berbeda
29 Janji Bara
30 Kenapa Tak Jujur Saja
31 Menutup Mulut
32 Keisengan Nika
33 Segera Launcing
34 Hati Ini Untuk Siapa
35 Bertemu Dokter
36 Bertengkar Lagi
37 Ucup Atau Bara?
38 Tak Mengerti
39 Pancake
40 Periksa Ke dokter Lagi
41 Cie Yang Sayang Istri
42 Tamu Tak Terduga
43 Rencana Kencan Pertama
44 Cemburu
45 Kenangan part 1
46 Kenangan Part 2
47 Keracunan
48 Penyelidikan
49 Mayat Hidup
50 Tertangkap
51 Obat Penawar
52 Nika Bangun Tapi....
53 Membawa Nika Pulang
54 Malaikat Pelindung
55 Tertangkap nya Pengkhianat
56 Ledakan Mobil
57 Serigala Betina
58 Kabar Bahagia di Pagi Hari
59 Salah Faham
60 Matheo Curiga
61 Ruang Rahasia Bara
62 Menahan Tangis
63 Menjadi Asing
64 Kepergian Bara
65 Kedai Donat
66 Hujan
67 Victor
68 Di Jual
69 Harapan
70 Kerumah Bara
71 Mengajari Nika
72 Penyesalan
73 Surat Undangan
74 Berteduh Lagi
75 Sulit nya Mengikhlaskan
76 Pesan Tersembunyi
77 Festival Kembang Api
78 Identitas Asli Victor
79 Cinta Tak Dapat Disalahkan
80 Suara Tangis Nika
81 I Love You Lelaki Besar ku
82 Pembicaraan Antara Ayah & Anak
83 Penyerangan
84 Cinta Gila
85 Menikah Lagi
86 End
Episodes

Updated 86 Episodes

1
Siapa Kau Sebenarnya
2
Cerita Bara
3
Kenyataan Yang Menyakitkan
4
Galau
5
Menjadi Pendiam
6
Permintaan Papah
7
Bertemu Kembali
8
Tusuk Sate Pakai Baju Pengantin
9
Matheo Bingung
10
Keributan di Butik
11
Dia Mafia
12
Calon Istri
13
Draft
14
Tak Mengharapkan
15
Berkunjung Ke Mansion
16
Menggali Mimpi
17
Sangat Menakutkan
18
Dua Kepribadian
19
Seperti Awan Yang Berarak
20
Pawang Macan
21
Alasan Sebenarnya Bara
22
Tanda Merah Buat Panik
23
Firasat Buruk
24
Firasat Buruk part 2
25
Mencemaskan Aku Rupanya
26
Hati Yang Retak
27
Benarkah Itu Tuan Muda
28
Cara Mencintai Yang Berbeda
29
Janji Bara
30
Kenapa Tak Jujur Saja
31
Menutup Mulut
32
Keisengan Nika
33
Segera Launcing
34
Hati Ini Untuk Siapa
35
Bertemu Dokter
36
Bertengkar Lagi
37
Ucup Atau Bara?
38
Tak Mengerti
39
Pancake
40
Periksa Ke dokter Lagi
41
Cie Yang Sayang Istri
42
Tamu Tak Terduga
43
Rencana Kencan Pertama
44
Cemburu
45
Kenangan part 1
46
Kenangan Part 2
47
Keracunan
48
Penyelidikan
49
Mayat Hidup
50
Tertangkap
51
Obat Penawar
52
Nika Bangun Tapi....
53
Membawa Nika Pulang
54
Malaikat Pelindung
55
Tertangkap nya Pengkhianat
56
Ledakan Mobil
57
Serigala Betina
58
Kabar Bahagia di Pagi Hari
59
Salah Faham
60
Matheo Curiga
61
Ruang Rahasia Bara
62
Menahan Tangis
63
Menjadi Asing
64
Kepergian Bara
65
Kedai Donat
66
Hujan
67
Victor
68
Di Jual
69
Harapan
70
Kerumah Bara
71
Mengajari Nika
72
Penyesalan
73
Surat Undangan
74
Berteduh Lagi
75
Sulit nya Mengikhlaskan
76
Pesan Tersembunyi
77
Festival Kembang Api
78
Identitas Asli Victor
79
Cinta Tak Dapat Disalahkan
80
Suara Tangis Nika
81
I Love You Lelaki Besar ku
82
Pembicaraan Antara Ayah & Anak
83
Penyerangan
84
Cinta Gila
85
Menikah Lagi
86
End

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!