Bertemu Kembali

Di malam hari yang cerah rembulan dengan bulat sempurna menyinari malam ini dan langit yang bertabur kan bintang pun ikut meramaikan malam ini.namun indahnya malam ini tak seindah hati seorang pria yang sedang kesal karena dirinya dijodohkan oleh orang tuanya dengan gadis yang tak dikenal nya plus lumpuh.

Bahkan saat asistennya menunjukkan foto gadis tersebut pria tersebut tak mengharukan nya fikiran nya entah sedang travelling kemana saat ini.

Hingga dirinya tak sadar kalau mobil yang membawa dirinya kini telah sampai di sebuah restoran tempat mereka bertemu malam ini.

"Tuan muda kita sudah sampai" ucap asistennya yang entah keberapa kali.

"Bara... kita sudah sampai kau ini melamun apa sejak tadi?! "sentak papah.

Dan suara keras papahnya membangun kan Bara dari lamunannya.

" Huftt... "hanya helaan nafas yang keluar dari mulut nya.

Bara dan papahnya beserta kedua asistennya pun berjalan memasuki restoran dan menuju privat room yang telah di pesan oleh tuan Tama sebelum nya, disini yang paling acsited adalah papahnya Bara entah kenapa dia sangat yakin kalau putra nya kali ini bisa berhasil di jodohkan.

Dan saat Bara dan papahnya telah sampai ndi privat room seorang pelayan restoran tersebut pun membukakan pintu untuk para tamu VIP mereka, dan saat masuk kesana terlihat seorang pria tua dan juga wanita paruh baya yang sedang menunggu kedatangan mereka berdua.

"Ah... tuan Tama selamat datang duduk lah dahulu nona muda masih dalam perjalanan kesini maklum wanita dia pasti ingin berpenampilan cantik saat bertemu dengan calon suaminya" jelas pria tua tersebut.

gue fikir ini orang tua si lumpuh nggak tahunya bukan, dan sopan banget tuh cewe bikin papah gue nunggu begini dah beneran kaya putri raja ajah.

Batin Bara menggerutu.

Dan tak lama setelah Bara menggerutu pintu ruangan tersebut pun terbuka lagi dan terlihat lah seorang pria paruh baya dan juga wanita paruh baya beserta seorang wanita yang sedang duduk di kursi roda.

Tuan Tama langsung menoleh kearah pintu saat pintu tersebut di buka, tapi tidak dengan putranya yang memang tak ada niat untuk datang kesana hingga diri nya pun masih membelakangi para tamu yang baru saja datang itu.

"Eh... tuan nyonya silahkan masuk biar saya yang mendorong kursi roda nona" ucap. wanita tua yang sejak tadi berada di dalam ruangan ini.

Kedua orang tua wanita itu pun masuk dan bersalaman dengan tuan Tama dan juga Bara tapi Bara yang memang tidak niat itu pun hanya bersalaman dan cuek saja tak memperhatikan siapa yang dia ajak bersalaman.

Dan saat semuanya sudah duduk di tempat nya masing-masing wanita tua yang berprofesi sebagai pelayan di keluarga itu pun mendorong kursi roda nona mereka dan menempatkan posisi nona nya tepat berhadapan dengan kursi Bara.

Nona muda yang lumpuh itu pun belum melihat wajah calon suaminya sejak tadi karena dirinya juga terpaksa menerima perjodohan ini karena dikatakan oleh ibunya saat dirinya akan dijodohkan oleh seorang pria dari klan mafia demi menyelamatkan bisnis papahnya yang sedang diambang kehancuran dan saat dirinya meminta bantuan pada tuan Tama, tuan Tama sempat bertanya apakah dirinya mempunyai seorang putri, dan saat itu papahnya pun berkata dia punya seorang putri tapi kakinya lumpuh karena kecelakaan, tapi tuan Tama tak memperdulikan itu semua, karena putra nya sulit sekali berhubungan dengan perempuan, sedangkan usianya bertambah tua dia juga ingin seorang cucu sebagai penerusnya, hingga waktu itu tuan Tama mengajukan syarat perjodohan ini bila perjodohan ini berhasil maka tuan Tama akan membantu menormalkan lagi perusahaan yang hampir bangkrut itu. dan papahnya pun akhirnya menyetujui kesepakatan itu. dan mereka pun berharap putri mereka ini tidak mengecewakan keluarga, dan nasib keluarga kini berada di tangan gadis lumpuh itu malam ini.

"Sebaiknya kita mulai saja acara perkenalan ini" tuan Tama ya g sudah tak sabar pun langsung memulai pembicaraan.

Dan kedua orang tua gadis itu pun hanya mengangguk tanda menyetujui apa yang di katakan oleh tuan Tama.

"Bara... " panggil tuan Tama pada anaknya.

Deg.

Jantung gadis lumpuh itu langsung berdetak tak karuan saat mendengar nama yang tak asing di telinga nya.

Dan dia pun dengan reflek langsung melihat kearah seseorang di depannya yang memang adalah calon suaminya.

Tangannya langsung bergetar saat dia menyadari siapa yang duduk di hadapan nya ini.

Bara...

Batin gadis itu.

Dia... dia seorang mafia? jadi selama ini dia menghilang dan berubah profesi dari seorang tukang nasi goreng menjadi seorang mafia?

Batin gadis itu seolah tak percaya.

"Perkenalkan dirimu pada gadis ini nak" ucap tuan Tama yang mengarahkan tangan kanannya kearah gadis yang berada di depan Bara.

Dan Bara pun dengan malas-malasan menoleh kearah gadis yang duduk di hadapan nya ini.

Namun betapa terkejut nya dirinya saat menyadari siapa yang berada di hadapannya saat ini.

"Namanya An_"

"Nika" gumam Bara namun masih bisa terdengar oleh mereka semua yang ada di sana.

"Eh... apa kamu sudah kenal dengannya? " tanya tuan Tama bingung.

"Eh... belum papah" elak Bara dia bahkan langsung memalingkan wajahnya kearah lain dan tak menatap Nika lagi.

"Ooo tapi tadi kau benar loh menyebutkan namanya" tuan Tama bingung.

"Aku hanya asal tebak papah" ucapnya cuek.

Sementara itu Nika mengepalkan tangannya di bawah meja menahan kekesalan di hatinya.

Tak lama Bara bertanya lagi pada papahnya.

"Papah benarkan wanita ini pendiam? " tanyanya seolah ragu karena menurut cerita papahnya tadi wanita lumpuh yang akan di kenalkanya itu gadis pendiam sedangkan Nika yang dia kenal adalah kebalikannya.

"Iya lihat saja saat ini dia hanya diam saja kan? " ucap tuan Tama santai.

"Sebenarnya puti ku ini tadinya tidak se pendiam ini tapi karena kecelakaan tiga tahun lalu dan menyebabkan dirinya lumpuh akhirnya dirinya saat ini menjadi pendiam dulu Nika adalah gadis yang ceria" jelas ibunya.

"Wow ceria katanya" ucap Bara sedikit ada nada dan tatapan mengejek kepada Nika.

Tiga tahun benar-benar merubahnya bahkan sampai fisiknya pun berubah total dulu bodynya bak gitar Spanyol sekarang bak tusuk sate yang sedang duduk di kursi roda. oh astaga kenapa harus dia sih yang menjadi calon istri ku.

Bara membatin.

"Bagaimana Bara kau setujukan menikah dengannya? " tanya tuan Tama.

Bara langsung berdiri saat itu juga.

"Terserah papah aku masih banyak pekerjaan" ucap Bara sebelum meninggalkan kursinya.

Saat dirinya berjalan melewati Nika tiba-tiba kakinya berhenti dan dirinya menundukan tubuhnya dan berbisik di telinga Nika.

"Dimana mulut mu yang dulu sepedas balsem extra hot hem? " tanya Bara Pratama yang saat ini menjadi seorang mafia berhati dingin.

Dan tak lama setelah itu dirinya berjalan meninggalkan Nika dengan kebisuannya.

Nika yang sudah tak tahan menahan kesal pada laki-laki yang ada di hadapannya ini pun akhirnya berbicara.

"Aku hanya akan bicara sepedas itu dengan Ucup si tukang nasi goreng pinggir jalan pria sialan" ucap Nika ketus.

Orang tua Nika langsung panik saat mendengar putri nya berbicara ketus pada calon suaminya, mereka takut perjodohan ini akan batal karena perkataan Nika.

Saat Bara mendengar gadis itu berucap dia pun hanya tersenyum tipis saja tapi papahnya melihat itu, dan itu adalah reaksi yang di inginkan papahnya.

Namun tuan Tama membiarkan putranya itu pergi dari sana.

Apakah tuan Tama akan membatalkan perjodohan ini dan menarik bantuannya ke perusahaan kami.

Batin ayah yang cemas akan hal ini.

Bersambung.

Episodes
1 Siapa Kau Sebenarnya
2 Cerita Bara
3 Kenyataan Yang Menyakitkan
4 Galau
5 Menjadi Pendiam
6 Permintaan Papah
7 Bertemu Kembali
8 Tusuk Sate Pakai Baju Pengantin
9 Matheo Bingung
10 Keributan di Butik
11 Dia Mafia
12 Calon Istri
13 Draft
14 Tak Mengharapkan
15 Berkunjung Ke Mansion
16 Menggali Mimpi
17 Sangat Menakutkan
18 Dua Kepribadian
19 Seperti Awan Yang Berarak
20 Pawang Macan
21 Alasan Sebenarnya Bara
22 Tanda Merah Buat Panik
23 Firasat Buruk
24 Firasat Buruk part 2
25 Mencemaskan Aku Rupanya
26 Hati Yang Retak
27 Benarkah Itu Tuan Muda
28 Cara Mencintai Yang Berbeda
29 Janji Bara
30 Kenapa Tak Jujur Saja
31 Menutup Mulut
32 Keisengan Nika
33 Segera Launcing
34 Hati Ini Untuk Siapa
35 Bertemu Dokter
36 Bertengkar Lagi
37 Ucup Atau Bara?
38 Tak Mengerti
39 Pancake
40 Periksa Ke dokter Lagi
41 Cie Yang Sayang Istri
42 Tamu Tak Terduga
43 Rencana Kencan Pertama
44 Cemburu
45 Kenangan part 1
46 Kenangan Part 2
47 Keracunan
48 Penyelidikan
49 Mayat Hidup
50 Tertangkap
51 Obat Penawar
52 Nika Bangun Tapi....
53 Membawa Nika Pulang
54 Malaikat Pelindung
55 Tertangkap nya Pengkhianat
56 Ledakan Mobil
57 Serigala Betina
58 Kabar Bahagia di Pagi Hari
59 Salah Faham
60 Matheo Curiga
61 Ruang Rahasia Bara
62 Menahan Tangis
63 Menjadi Asing
64 Kepergian Bara
65 Kedai Donat
66 Hujan
67 Victor
68 Di Jual
69 Harapan
70 Kerumah Bara
71 Mengajari Nika
72 Penyesalan
73 Surat Undangan
74 Berteduh Lagi
75 Sulit nya Mengikhlaskan
76 Pesan Tersembunyi
77 Festival Kembang Api
78 Identitas Asli Victor
79 Cinta Tak Dapat Disalahkan
80 Suara Tangis Nika
81 I Love You Lelaki Besar ku
82 Pembicaraan Antara Ayah & Anak
83 Penyerangan
84 Cinta Gila
85 Menikah Lagi
86 End
Episodes

Updated 86 Episodes

1
Siapa Kau Sebenarnya
2
Cerita Bara
3
Kenyataan Yang Menyakitkan
4
Galau
5
Menjadi Pendiam
6
Permintaan Papah
7
Bertemu Kembali
8
Tusuk Sate Pakai Baju Pengantin
9
Matheo Bingung
10
Keributan di Butik
11
Dia Mafia
12
Calon Istri
13
Draft
14
Tak Mengharapkan
15
Berkunjung Ke Mansion
16
Menggali Mimpi
17
Sangat Menakutkan
18
Dua Kepribadian
19
Seperti Awan Yang Berarak
20
Pawang Macan
21
Alasan Sebenarnya Bara
22
Tanda Merah Buat Panik
23
Firasat Buruk
24
Firasat Buruk part 2
25
Mencemaskan Aku Rupanya
26
Hati Yang Retak
27
Benarkah Itu Tuan Muda
28
Cara Mencintai Yang Berbeda
29
Janji Bara
30
Kenapa Tak Jujur Saja
31
Menutup Mulut
32
Keisengan Nika
33
Segera Launcing
34
Hati Ini Untuk Siapa
35
Bertemu Dokter
36
Bertengkar Lagi
37
Ucup Atau Bara?
38
Tak Mengerti
39
Pancake
40
Periksa Ke dokter Lagi
41
Cie Yang Sayang Istri
42
Tamu Tak Terduga
43
Rencana Kencan Pertama
44
Cemburu
45
Kenangan part 1
46
Kenangan Part 2
47
Keracunan
48
Penyelidikan
49
Mayat Hidup
50
Tertangkap
51
Obat Penawar
52
Nika Bangun Tapi....
53
Membawa Nika Pulang
54
Malaikat Pelindung
55
Tertangkap nya Pengkhianat
56
Ledakan Mobil
57
Serigala Betina
58
Kabar Bahagia di Pagi Hari
59
Salah Faham
60
Matheo Curiga
61
Ruang Rahasia Bara
62
Menahan Tangis
63
Menjadi Asing
64
Kepergian Bara
65
Kedai Donat
66
Hujan
67
Victor
68
Di Jual
69
Harapan
70
Kerumah Bara
71
Mengajari Nika
72
Penyesalan
73
Surat Undangan
74
Berteduh Lagi
75
Sulit nya Mengikhlaskan
76
Pesan Tersembunyi
77
Festival Kembang Api
78
Identitas Asli Victor
79
Cinta Tak Dapat Disalahkan
80
Suara Tangis Nika
81
I Love You Lelaki Besar ku
82
Pembicaraan Antara Ayah & Anak
83
Penyerangan
84
Cinta Gila
85
Menikah Lagi
86
End

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!