Galau

Dan saat menjelang sore acara di sekolah pun hampir selesai semua murid di sekolah bersiap membereskan dan membersihkan lingkungan sekolah dan setelah selesai beberapa murid yang telah selesai membersihkan dan membereskan bagian mereka.

Bara kembali ke lokernya untuk mengganti pakaiannya dengan pakaian yang telah dia bawa dari rumah karena dirinya tahu kalau jualan di stand itu akan menguras keringat nya.

Dan saat dirinya membuka lokernya dirinya tersenyum miring saja saat mendapatkan dan membaca secarik kertas yang di tinggalkan Nika di lokernya.

"Dasar perempuan nggak tahu bersyukur" gumam Bara kesal. dia pun langsung menutup pintu lokernya agak keras karena kesal dengan perbuatan Nika.

Hingga esok pun tiba.

Saat Bara berangkat ke sekolah dia melewati jalan yang tidak biasa dia lewati karena hari sudah agak siang jadi dia memilih jalan pintas kesekolah jalanan yang sepi dan jarang di lewati oleh orang, jalan yang dimana banyak bangunan tua yang sudah tidak terpakai.

Namun saat diri nya sedang memburu waktu untuk berangkat ke sekolah nya. dia mendengar suara seseorang yang berteriak minta tolong, awalnya Bara tak ingin peduli tapi saat dia melihat mobil seseorang yang dia kenali entah kenapa fikiran nya langsung tertuju pada orang tersebut, orang yang meminta tolong itu.

"Ck ada ajah... " keluhannya.

Bara pun mencari dimana orang yang meminta tolong itu terdengar masih berteriak meminta tolong dan akhirnya dia pun menemukan gadis sombong yang suka sekali menghinanya sedang dalam bahaya.

Srek.

Baju bagian lengan gadis itu tersobek, dan sepertinya dia akan mengalami pelecehan lagi, hingga Bara tak bisa tinggal diam.

"Woi... jangan beraninya sama cewe lu" teriak Bara.

Para anggota geng yang menyeret Nika pun menoleh kearahnya dan langsung menyerang Bara tapi mereka tidak tahu siapa Bara sebenarnya hingga dengan mudah Bara megalahkan anggota geng tersebut yang berjumlah 4 orang.

Hanya dengan sekali tendangan yang mengarah ke wajahnya satu orang langsung pingsan dengan darah keluar dari hidungnya.

Nika melihat itu terlihat tak percaya kalau pemuda yang ada di hadapan nya ini berubah menjadi seorang monster yang menakutkan, wajah serius Bara saat berkelahi dengan para anggota geng tersebut sangat berbeda dari wajah Bara yang setiap hari dia temui, dimana Bara yang konyol dan tidak pernah serius itu. begitu lah fikiran Nika.

Hingga semua musuhnya pingsan tak berdaya Bara lalu mendekati Nika berupaya menolong gadis itu.

"Elu nggak apa-apa? " tanya Bara.

"Hiks... hiks... " Nika malah menangis.

"Udah jangan nangis" Bara langsung memeluk tubuh Nika untuk menenangkannya.

Tapi bukannya tenang gadis itu malah tambah menangis.

"Kenapa nangisnya malah tambah kenceng? " tanya Bara bingung.

"Badan lu bau gue nggak suka! " rengek Nika.

Bara hanya menggeleng kan kepalanya saja karena sempat-sempatnya gadis ini menghinanya setelah di tolong olehnya.

"Ya udah gue tinggal ya... udah telat ini" Bara yang menahan kesal malah ingin meninggalkan Nika.

Nika yang masih ketakutan pun manarik tangan Bara hingga Bara jatuh tepat di samping nya.

"Mau apa lagi sih?! " Bara kesal.

"Jangan tinggalin gue sendirian gue takut?! " Nika merengek lagi bahkan kali ini dia menarik-narik tangan Bara terus.

"Tadi katanya elu nggak mau deket gue karena gue bau, sekarang nggak mau ditinggal maunya apa sih lu?! " Bara kesal.

"Huwaaaaa elu emang jahat ya... hiks... gue takut malah mau di tinggal"Nika malah semakin menjadi.

Bara tiba-tiba melepaskan baju seragamnya, Nika yang melihat itu semakin ketakutan.

" Nih pake, baju lu sobek sebagian pake ajah baju gue dulu nanti pas di sekolah baru ganti baju yang lain"Bara memberikan bajunya dia malah rela hanya memakai kaos dalam saja demi menutupi bagian baju Nika yang sobek.

"Nggak mau baju lu bau" Nika menolak.

"Ya udah kalo begitu, tapi jangan jalan bareng gue, gue nggak mau di tuduh orang ngapa-ngapain elu karena baju lu sobek begini" Bara kesal.

Nika langsung mengambil baju Bara dan memakainya.

"Gue terpaksa karena gue nggak mau orang nuduh kita berbuat yang nggak-nggak"

"Terserah elu lah, lagian elu tuh cewe sebaiknya kalo pake baju itu jangan yang kurang bahan begini jadi bikin cowo pengen berbuat yang bukan-bukan sama elu" Bara menasehati.

"Udah diem lu?! jauh-jauh dari gue badan lu bau keringat" Nika tetap sombong.

"Ck bau juga body gue bagus" Bara malah narsis sendiri.

Nika langsung melihat kearah Bara dan memperhatikan tubuh pemuda itu yang nampak bersinar di terangi sinar matahari pagi.

Sial memang badannya bagus sih, tapi dia kan orang miskin dia pasti latihan nya bukan di gim tapi di pasar jadi kuli panggul.

Batin Nika.

Bara akhirnya menemani Nika berjalan menuju sekolah dengan menjaga jarak, Bara sempat bertanya kenapa mobil Nika bisa berhenti disana, dan Nika bilang kalau ban mobilnya tiba-tiba bocor dan saat dirinya keluar dari mobil tiba-tiba dirinya langsung di seret oleh para anggota geng tersebut yang ternyata markas mereka ada di sekitaran sana.

Dan saat sampai di depan gerbang sekolah Nika bertemu dengan teman sekelasnya yang bernama Dhea, Nika langsung meminjam jaket Dhea dan langsung melemparkan baju Bara ke tanah dan bahkan gadis itu sempat menginjak baju Bara.

Bara yang melihat kelakuan gadis sombong itu hanya bisa menggelengkan kepalanya saja, dan memungut bajunya yang sudah di injak Nika.

Saat di loker Bara bertemu dengan sahabatnya Adam dia lalu menceritakan kejadian tadi, rasa kesal terlihat di wajah Bara.

"Jadi elu nyesel gitu nolongin dia? " tanya Adam.

"Nggak sih gue ikhlas kok nolongin dia" ucap Bara tulus.

Nika yang saat itu berjalan juga kearah loker tak sengaja mendengar percakapan Adam dan Bara.

Dia ikhlas nolongin gue? dia beneran ikhlas tanpa pamrih gitu?

Batin Nika.

Bara yang saat itu menutup pintu lokernya dan melihat Nika ada disana hanya terdiam saja, karena buat apa diri nya berbicara toh tak ada gunanya di mata gadis ini, dan baru kali ini dirinya bertemu dengan orang yang tak tahu Terima kasih seperti Nika. dan sejak kejadian itu Bara sangat membenci Nika.

Hingga hari terus berlalu dan tak terasa hari kelulusan sekolah pun telah tiba, dan hari ini Bara dan teman-teman Bandnya mempersembahkan beberapa lagu untuk menghibur teman-temannya di pesta kelulusan sekolah.

Namun tanpa Bara sadari di sudut lapangan ada yang memperhatikan dirinya diam-diam bagaimana tidak diam-diam saat dirinya sedang melihat kearah panggung bila ada orang lain lewat dirinya berpura-pura melihat kearah lain.

Tapi keanehan itu di perhatikan oleh seseorang yang akhirnya mendekati Nika.

"Kenapa salah tingkah begitu? " tanya Adam.

"Ish Adam bikin kaget ajah" Nika sedikit kesal.

"Suara Bara bagus ya? di tambah hari ini dia ganteng banget tuh di atas panggung" goda Adam.

"Apaan sih biasa ajah" Nika berkilah.

"Hihi Nika... Nika gue tahu sejak elu tahu siapa pemilik slayer itu, gue tahu sebenarnya perasaan elu udah mulai berubah sama Bara ditambah lagi kejadian terakhir pas dia nyelametin elu dari para geng itu hati elu semakin galau kan? karena elu nggak pernah nemuin orang seperti dia selama hidup lu, Bara orang nya selalu ikhlas dan itu yang buat hati lu galau kan? "

Nika jadi semakin salah tingkah.

Tanpa Nika sadari tingkahnya di perhatikan dari atas panggung.

Dasar kecebong gatel.

Batin Bara yang kesal melihat Nika karena dia fikir Nika masih saja menggoda dan menyukai Adam.

Bersambung.

Episodes
1 Siapa Kau Sebenarnya
2 Cerita Bara
3 Kenyataan Yang Menyakitkan
4 Galau
5 Menjadi Pendiam
6 Permintaan Papah
7 Bertemu Kembali
8 Tusuk Sate Pakai Baju Pengantin
9 Matheo Bingung
10 Keributan di Butik
11 Dia Mafia
12 Calon Istri
13 Draft
14 Tak Mengharapkan
15 Berkunjung Ke Mansion
16 Menggali Mimpi
17 Sangat Menakutkan
18 Dua Kepribadian
19 Seperti Awan Yang Berarak
20 Pawang Macan
21 Alasan Sebenarnya Bara
22 Tanda Merah Buat Panik
23 Firasat Buruk
24 Firasat Buruk part 2
25 Mencemaskan Aku Rupanya
26 Hati Yang Retak
27 Benarkah Itu Tuan Muda
28 Cara Mencintai Yang Berbeda
29 Janji Bara
30 Kenapa Tak Jujur Saja
31 Menutup Mulut
32 Keisengan Nika
33 Segera Launcing
34 Hati Ini Untuk Siapa
35 Bertemu Dokter
36 Bertengkar Lagi
37 Ucup Atau Bara?
38 Tak Mengerti
39 Pancake
40 Periksa Ke dokter Lagi
41 Cie Yang Sayang Istri
42 Tamu Tak Terduga
43 Rencana Kencan Pertama
44 Cemburu
45 Kenangan part 1
46 Kenangan Part 2
47 Keracunan
48 Penyelidikan
49 Mayat Hidup
50 Tertangkap
51 Obat Penawar
52 Nika Bangun Tapi....
53 Membawa Nika Pulang
54 Malaikat Pelindung
55 Tertangkap nya Pengkhianat
56 Ledakan Mobil
57 Serigala Betina
58 Kabar Bahagia di Pagi Hari
59 Salah Faham
60 Matheo Curiga
61 Ruang Rahasia Bara
62 Menahan Tangis
63 Menjadi Asing
64 Kepergian Bara
65 Kedai Donat
66 Hujan
67 Victor
68 Di Jual
69 Harapan
70 Kerumah Bara
71 Mengajari Nika
72 Penyesalan
73 Surat Undangan
74 Berteduh Lagi
75 Sulit nya Mengikhlaskan
76 Pesan Tersembunyi
77 Festival Kembang Api
78 Identitas Asli Victor
79 Cinta Tak Dapat Disalahkan
80 Suara Tangis Nika
81 I Love You Lelaki Besar ku
82 Pembicaraan Antara Ayah & Anak
83 Penyerangan
84 Cinta Gila
85 Menikah Lagi
86 End
Episodes

Updated 86 Episodes

1
Siapa Kau Sebenarnya
2
Cerita Bara
3
Kenyataan Yang Menyakitkan
4
Galau
5
Menjadi Pendiam
6
Permintaan Papah
7
Bertemu Kembali
8
Tusuk Sate Pakai Baju Pengantin
9
Matheo Bingung
10
Keributan di Butik
11
Dia Mafia
12
Calon Istri
13
Draft
14
Tak Mengharapkan
15
Berkunjung Ke Mansion
16
Menggali Mimpi
17
Sangat Menakutkan
18
Dua Kepribadian
19
Seperti Awan Yang Berarak
20
Pawang Macan
21
Alasan Sebenarnya Bara
22
Tanda Merah Buat Panik
23
Firasat Buruk
24
Firasat Buruk part 2
25
Mencemaskan Aku Rupanya
26
Hati Yang Retak
27
Benarkah Itu Tuan Muda
28
Cara Mencintai Yang Berbeda
29
Janji Bara
30
Kenapa Tak Jujur Saja
31
Menutup Mulut
32
Keisengan Nika
33
Segera Launcing
34
Hati Ini Untuk Siapa
35
Bertemu Dokter
36
Bertengkar Lagi
37
Ucup Atau Bara?
38
Tak Mengerti
39
Pancake
40
Periksa Ke dokter Lagi
41
Cie Yang Sayang Istri
42
Tamu Tak Terduga
43
Rencana Kencan Pertama
44
Cemburu
45
Kenangan part 1
46
Kenangan Part 2
47
Keracunan
48
Penyelidikan
49
Mayat Hidup
50
Tertangkap
51
Obat Penawar
52
Nika Bangun Tapi....
53
Membawa Nika Pulang
54
Malaikat Pelindung
55
Tertangkap nya Pengkhianat
56
Ledakan Mobil
57
Serigala Betina
58
Kabar Bahagia di Pagi Hari
59
Salah Faham
60
Matheo Curiga
61
Ruang Rahasia Bara
62
Menahan Tangis
63
Menjadi Asing
64
Kepergian Bara
65
Kedai Donat
66
Hujan
67
Victor
68
Di Jual
69
Harapan
70
Kerumah Bara
71
Mengajari Nika
72
Penyesalan
73
Surat Undangan
74
Berteduh Lagi
75
Sulit nya Mengikhlaskan
76
Pesan Tersembunyi
77
Festival Kembang Api
78
Identitas Asli Victor
79
Cinta Tak Dapat Disalahkan
80
Suara Tangis Nika
81
I Love You Lelaki Besar ku
82
Pembicaraan Antara Ayah & Anak
83
Penyerangan
84
Cinta Gila
85
Menikah Lagi
86
End

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!