Calon Istri

 "Lu bisa ngga sih nggak jerit-jerit?? " Nika sewot.

"Hehehe maaf tapi serius gue kaget banget, serius lu dia... "

"Iya gue serius lah masa becanda sih Zea... dia itu anaknya ketua mafia, dan perusahaan papah gue di tolongin sama perusahaan papahnya, tapi dengan syarat gue harus nikah sama putranya yang susah sekali berurusan dengan perempuan, begitu cerita nya" jelas Nika.

"Tapi papahnya Bara tahu kondisi elu begini? " tanya Zea.

"Iya tahu dia nggak mempermasalahkan keadaan gue, yang penting anaknya nikah hingga rumor tentang anaknya yang katanya nggak normal itu hilang"

"Ooo....begitu" Zea hanya ber oh saja.

Namun di tempat lain ada seseorang yang kesal dengan sebuah ponsel di tangannya, hingga membanting be da kotak pipih tersebut sampai benda itu berserakan di mana-mana.

"Dasar kurang ajar apa menariknya menonton hal seperti itu, sangat berisik dan sangat kotor cih" Bara mengumpat sendirian.

"Sepertinya aku harus menambah hukuman mereka hukuman yang ku berikan tadi sangat lah ringan sialan" Bara langsung berjalan keluar dari ruangan tersebut dan menuju ruang penghukuman disana sudah terdengar dan terlihat tiga orang anak buahnya yang sedang diberikan hukuman oleh Matheo.

Bara menatap tajam kearah ketiga anak buahnya itu yang telah diberikan hukuman oleh Matheo. Bara melihat mesin yang telah di jalankan oleh Matheo.

"Tambah lagi kekuatan nya, kau menghukum mereka atau memijat mereka hah?! " bentak Bara.

Bara pun langsung manikan volt di mesin tersebut hingga kekuatan listrik nya bertambah besar, bahkan ketiga orang itu tubuhnya langsung bergetar karena terkena sengatan listrik yang sangat besar.

"Rasakan itu bisa-bisanya kalian mengotori mata ku dengan tontonan kotor seperti itu cih" Bara geram.

kondisi hati tuan muda sedang tidak baik, ditambah melihat hal yang seperti itu tamatlah riwayat kalian.

Batin Matheo.

Setelah melihat ketiga anak buah nya mengeluarkan asap dari kepala mereka Bara pun mematikan mesin tersebut dan ketiganya langsung jatuh lemas ke lantai dengan tangan yang masih menggantung di atas kepala mereka karena Matheo tadi mengikat tangan mereka dengan rantai dan di letkan di atas kepala mereka.

"Ampun tuan muda... ampuni kami, kami berjanji tidak akan memutar video seperti itu di markas ini" ucap ketiganya dengan suara lemas.

"Dasar orang mesum, Math masukan mereka kepenjara bawah tanah jangan jangan berikan makan mereka selama satu minggu" perintah Bara.

"Aku ingin pulang dan berendam air hangat tujuan aku kesini ingin mencari hiburan malah jadi terkontaminasi dengan otak kotor orang-orang seperti mereka! " Bara geram.

Bara pun akhirnya menghilang dari balik pintu ruangan tersebut dan berjalan cepat menuju keluar dari dalam markas dan menuju mobilnya.

Matheo di tinggalkan oleh Bara dan dia memilih pulang ke mansion nya, fikiran nya bertambah kacau saat ini sejak. tadi bertemu Nika dan saat di markas dia malah melihat hal yang tercela seperti itu, ingin melampiaskan hasrat juga tak bisa, hingga akhirnya dia memilih untuk berendam air hangat saja di kamar nya.

...***...

Keesokan paginya di hari minggu yang cerah ini, Bara memutuskan untuk keluar rumah dan berolahraga di taman kota, dia pergi kesana seorang diri dengan hanya mengendarai motor sport nya. dirinya pun hanya memakai jaket kulit yang didalamnya dia pun sudah memakai kaos tanpa lengan dan dengan bawahan celana training dan sepatu lari.

Sesampainya dia di taman kota dia pun memarkirkan motor nya di area parkir dan membuka jaketnya dan kini dirinya hanya memakai kaos tanpa lengan dan celana training dan dia pun melakukan lari kecil mengelilingi taman kota tersebut. dengan memakai topi dan kaca mata hitam tak ada yang bisa mengenalinya.

setelah beberapa putaran Bara pun telah basah dengan keringat nya dan memutuskan untuk membeli air mineral di sebuah stand yang ada di taman tersebut.

Tapi saat dirinya melangkah ke stand minuman tersebut langkahnya terhenti ketika dia melihat seorang gadis yang duduk. di sebuah kursi roda sedang membeli minum disana.

Dengan siapa dia kesini?.

Fikir Bara.

Saat gadis itu memutarkan kursi roda yang dirinya begitu terkejut ketika melihat seseorang sedang berdiri di belakang kursi roda nya.

"Dengan siapa kau kesini? " tanya Bara.

Nika yang sudah hafal dengan suara Bara langsung melotot kearah laki-laki keren di depannya ini, bagaimana tidak keren, otot lengan yang berbentuk dan dada nya yang bidang terbentuk jelas di balik kaos ketat yang di gunakannya di tambah kulit nya yang putih bersih dan tinggi badan yang tinggi setinggi 188cm menambah keren penampilan dirinya bak aktor-aktor Korea dan dracin di televisi drama.

"Malah melotot aku tanya dengan siapa kamu kesini? " tanya Bara lagi.

"Bukan urusan mu" jawab Nika yang langsung menekan tombol di kursi rodanya berniat meninggalkan Bara.

Tapi entah kenapa laki-laki itu malah mengejar putaran roda kursi roda milik Nika.

"Kenapa kamu malah mengikuti ku? " tanya Nika kesal hingga dia menghentikan laju kursi roda nya.

"Aku hanya ingin memastikan kau kesini dengan siapa" jawab Bara datar.

"Aku kesini dengan teman ku sudah pergi sana kenapa kau ini malah ikut campur urusan ku sih?! " Nika kesal.

"Ye... geer siapa yang ikut campur urusan mu hah males banget kaya nggak ada kerjaan ajah" jawab Bara kesal.

Dia pun akhirnya meninggalkan Nika sendirian dan melangkah kembali ke stand minuman itu.

Iya juga sih kenapa tadi gue pake ngikutin dia segala ck, tapi dengan siapa dia kesini, woi... Bara buat apa di fikirin cewe keras kepala dan ber ego tinggi seperti dia pasti cuma bisa buat elu kesal doang.

Batin Bara bertengkar sendiri.

Bara pun membeli minuman di stand tersebut, dan dia pun berjalan kembali ke arah taman, dan disana dia melihat Nika sedang bersama seseorang yang dia kenal.

"Ze... ayo kita pulang" ajak Nika.

"Kenapa? kok buru-buru? " tanya Zea bingung.

"Ada dia disini" jawab Nika ragu.

"Hah dia siapa maksud lu? " tanya Zea bingung.

"Udah jangan banyak tanya" Nika kesal.

Nika langsung menekan tombol di kursi rodanya, tapi saat roda kursi roda itu berjalan tiba-tiba kursi roda itu menabrak kaki seseorang.

"Aduh... sakit" seorang pria yang di tabrak kakinya oleh Nika mengaduh kesakitan.

"Eh maaf" Nika meminta maaf.

"Aduh sakit sepertinya jari-jari kaki saya patah karena terlindas roda mu itu"ucap pria yang di tabrak Nika.

" Hei... jangan mengada teman saya menabrak anda juga tidak kencang dan saya lihat kaki anda tidak terlindas jangan cari keributan deh"Zea protes.

"Tapi memang benar kaki saya sakit banget ini kamu saja yang nggak lihat ada saksi nya tuh" pria itu menunjuk ke arah teman seorang pria lain di samping nya.

"Kalian ini dasar penipu saya juga merasa nggak ngelindes kaki atau apa pun tapi kalo emang maunya di lindas ya sini saya lindas saja sekalian" ucap Nika kesal.

"Hei.. dasar perempuan cacat! " hardik pria yang tertabrak Nika.

"Apa?! jangan kalian fikir saya cacat dan duduk di kursi roda saya tidak berani melawan kalian" Nika geram.

Sementara itu, Bara hanya memperhatikan keributan itu dari jarak jauh.

Plak.

Pria yang satunya menampar wajah Nika. bahkan sangking kerasnya tamparan di wajah Nika tubuh Nika sampai terpental dari kursi rodanya.

"Aaaa Nika" Zea panik.

"Hei... kalian ini laki-laki apa bukan sih?! " bentak Zea.

Srek.

Bara langsung meremat botol air mineral yang dia pegang saat melihat calon istri nya di tindas di depan umum.

Dengan langkah cepat Bara langsung melangkah kearah Nika, dan tanpa bicara apa pun lagi, Bara langsung mencekik leher laki-laki yang menampar wajah Nika dan membanting tubuh laki-laki tersebut.

"Beraninya kau menyentuh calon istri ku dengan tangan kotor mu itu" ucap Bara dingin.

Nika tertegun saat mendengar perkataan Bara itu.

Bukan hanya Nika yang terkejut tapi Zea pun terkejut dengan aksi yang di lakukan Bara, selama ini dirii hanya mendengar cerita Bara yang selalu melindungi Nika bak malaikat, namun kali ini dirii menyaksikan sendiri aksi Bara.

calon istri? .

Batin Nika yang seolah tak percaya dirinya di akui oleh Bara kalau dirinya adalah calon istri nya.

Bersambung.

Episodes
1 Siapa Kau Sebenarnya
2 Cerita Bara
3 Kenyataan Yang Menyakitkan
4 Galau
5 Menjadi Pendiam
6 Permintaan Papah
7 Bertemu Kembali
8 Tusuk Sate Pakai Baju Pengantin
9 Matheo Bingung
10 Keributan di Butik
11 Dia Mafia
12 Calon Istri
13 Draft
14 Tak Mengharapkan
15 Berkunjung Ke Mansion
16 Menggali Mimpi
17 Sangat Menakutkan
18 Dua Kepribadian
19 Seperti Awan Yang Berarak
20 Pawang Macan
21 Alasan Sebenarnya Bara
22 Tanda Merah Buat Panik
23 Firasat Buruk
24 Firasat Buruk part 2
25 Mencemaskan Aku Rupanya
26 Hati Yang Retak
27 Benarkah Itu Tuan Muda
28 Cara Mencintai Yang Berbeda
29 Janji Bara
30 Kenapa Tak Jujur Saja
31 Menutup Mulut
32 Keisengan Nika
33 Segera Launcing
34 Hati Ini Untuk Siapa
35 Bertemu Dokter
36 Bertengkar Lagi
37 Ucup Atau Bara?
38 Tak Mengerti
39 Pancake
40 Periksa Ke dokter Lagi
41 Cie Yang Sayang Istri
42 Tamu Tak Terduga
43 Rencana Kencan Pertama
44 Cemburu
45 Kenangan part 1
46 Kenangan Part 2
47 Keracunan
48 Penyelidikan
49 Mayat Hidup
50 Tertangkap
51 Obat Penawar
52 Nika Bangun Tapi....
53 Membawa Nika Pulang
54 Malaikat Pelindung
55 Tertangkap nya Pengkhianat
56 Ledakan Mobil
57 Serigala Betina
58 Kabar Bahagia di Pagi Hari
59 Salah Faham
60 Matheo Curiga
61 Ruang Rahasia Bara
62 Menahan Tangis
63 Menjadi Asing
64 Kepergian Bara
65 Kedai Donat
66 Hujan
67 Victor
68 Di Jual
69 Harapan
70 Kerumah Bara
71 Mengajari Nika
72 Penyesalan
73 Surat Undangan
74 Berteduh Lagi
75 Sulit nya Mengikhlaskan
76 Pesan Tersembunyi
77 Festival Kembang Api
78 Identitas Asli Victor
79 Cinta Tak Dapat Disalahkan
80 Suara Tangis Nika
81 I Love You Lelaki Besar ku
82 Pembicaraan Antara Ayah & Anak
83 Penyerangan
84 Cinta Gila
85 Menikah Lagi
86 End
Episodes

Updated 86 Episodes

1
Siapa Kau Sebenarnya
2
Cerita Bara
3
Kenyataan Yang Menyakitkan
4
Galau
5
Menjadi Pendiam
6
Permintaan Papah
7
Bertemu Kembali
8
Tusuk Sate Pakai Baju Pengantin
9
Matheo Bingung
10
Keributan di Butik
11
Dia Mafia
12
Calon Istri
13
Draft
14
Tak Mengharapkan
15
Berkunjung Ke Mansion
16
Menggali Mimpi
17
Sangat Menakutkan
18
Dua Kepribadian
19
Seperti Awan Yang Berarak
20
Pawang Macan
21
Alasan Sebenarnya Bara
22
Tanda Merah Buat Panik
23
Firasat Buruk
24
Firasat Buruk part 2
25
Mencemaskan Aku Rupanya
26
Hati Yang Retak
27
Benarkah Itu Tuan Muda
28
Cara Mencintai Yang Berbeda
29
Janji Bara
30
Kenapa Tak Jujur Saja
31
Menutup Mulut
32
Keisengan Nika
33
Segera Launcing
34
Hati Ini Untuk Siapa
35
Bertemu Dokter
36
Bertengkar Lagi
37
Ucup Atau Bara?
38
Tak Mengerti
39
Pancake
40
Periksa Ke dokter Lagi
41
Cie Yang Sayang Istri
42
Tamu Tak Terduga
43
Rencana Kencan Pertama
44
Cemburu
45
Kenangan part 1
46
Kenangan Part 2
47
Keracunan
48
Penyelidikan
49
Mayat Hidup
50
Tertangkap
51
Obat Penawar
52
Nika Bangun Tapi....
53
Membawa Nika Pulang
54
Malaikat Pelindung
55
Tertangkap nya Pengkhianat
56
Ledakan Mobil
57
Serigala Betina
58
Kabar Bahagia di Pagi Hari
59
Salah Faham
60
Matheo Curiga
61
Ruang Rahasia Bara
62
Menahan Tangis
63
Menjadi Asing
64
Kepergian Bara
65
Kedai Donat
66
Hujan
67
Victor
68
Di Jual
69
Harapan
70
Kerumah Bara
71
Mengajari Nika
72
Penyesalan
73
Surat Undangan
74
Berteduh Lagi
75
Sulit nya Mengikhlaskan
76
Pesan Tersembunyi
77
Festival Kembang Api
78
Identitas Asli Victor
79
Cinta Tak Dapat Disalahkan
80
Suara Tangis Nika
81
I Love You Lelaki Besar ku
82
Pembicaraan Antara Ayah & Anak
83
Penyerangan
84
Cinta Gila
85
Menikah Lagi
86
End

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!