Kenyataan Yang Menyakitkan

Seminggu kemudian.

Hari ini di sekolah sedang sibuk karena sedang persiapan festival ulang tahun sekolah ada yang sibuk menyiapkan bazar, beberapa kelas mempersiapkan stand untuk berdagang di bazar, beberapa kelas ada yang memperjualkan hasil karya mereka.

Karena sekolah ini khusus sekolah kejuruan tata boga dan juga tata busana dan juga desain interior dan juga desain perhiasan,hingga beberapa kelas dari berbagai jurusan tersebut menampilkan hasil karyanya di bazar, seperti kelas desain busana dan juga desain perhiasan,mereka pun memamerkan hasil karya mereka di bazar sekolah mereka ini.

Selain itu juga ada aksi panggung untuk menghibur para siswa dan siswi juga para guru.

Dan siang ini saat sedang melakukan tes sound Bara dan anggota band nya sedang beraksi di panggung sebagai penghibur.

Sementara itu Nika dan teman-temannya, yang sedang berjalan-jalan di bazar sekolah melihat Bara yang sedang bernyanyi di panggung.

"Suara Bara bagus juga" puji teman Nika yang bernama Dhea.

"Ck bagus apanya biasa ajah" ucap Nika ketus.

"Aaa ayang Adam... " Nika histeris sendiri saat melihat Adam yang sedang berkeliling di bazar.

Nika langsung mendekat pada Adam dan menggelendot di lengan pemuda tersebut, Adam nampak risih dan dari atas panggung Bara melihat hal itu entah lagunya yang memang sangat pas sekali, Bara sedang menyanyikan lagu cinta monyet dari grup band terkenal, dan saat lirik lagu...

Oh padahal hatiku sering deg-degan

Saat ku dengan sih dia

Idih, masa cinta ini

cinta monyet!

Saat lirik lagu cinta monyet Bara menunjuk kearah Nika,

Adam hanya menepuk dahinya saja saat Bara melakukan hal konyol itu.

Sementara gadis itu langsung melotot kesal dan lebih kesal lagi saat Bara tersenyum mengejek kearahnya, dan karena kesal Nika langsung melemparkan sepatunya kearah panggung tepatnya kearah Bara.

Hap.

Tapi Bara berhasil menangkap sepatu mahal itu, dan dengan senyum mengejek.

"Woi... siapa yang mau sepatu butut nih" Bara langsung melemparkan sepatu itu ke sembarang arah hingga sepatu Nika mengudara dan mendarat di...

Plung.

Mendarat di kolam ikan.

"Waduuh ikan koi nya bisa pada mabok tuh gara-gara sepatu butut masuk situ" ledek Bara bahkan dia berbicara menggunakan mic di atas panggung.yang spontan bisa di dengar semua orang yang ada di sekolah tersebut, beberapa murid ada yang tertawa karena mendengar lelucon dari Bara termasuk Adam yang bahkan menggelengkan kepalanya karena kelakuan temannya itu.

Nika kesal dan menghentak-hentakan kakinya, dan berjalan kesal kearah panggung, Bara yang tahu dirinya akan menjadi amukan Nika pun langsung turun dari panggung dan melarikan diri.

"Mau lari kemana lu cowo miskin dan kurang ajar... " teriak Nika tapi Bara tak menghiraukan nya dan terus berlari.

Nika tidak tinggal diam dia pun terus mengejar Bara hingga akhirnya saat Nika ingin melempar sepatu yang satu lagi, Bara yang berlari di depan kolam ikan pun akhirnya terkena juga kepalanya oleh Nika.

Bletak.

"Hahaha rasakan itu cowo butek" geram Nika dia pun tak memperdulikan lagi sepatu nya yang sudah berenang di kolam ikan koi sekolah.

Bara melihat itu hanya terdiam saja.

"Dasar cewe nggak pernah bersyukur, ini kalo di jual lagi lumayan nih" Bara menatap sepatu Nika yang berada di tangannya dan dia pun mengambil pasangannya yang satu lagi di kolam ikan.

"Woi kecebong aer sepatu lu buat gue yak? mayan buat nambah uang jajan" teriak Bara pada Nika.

"Ambil ajah buat lu gue udah nggak butuh tu sepatu yang pasti nya udah terkontaminasi kuman dan kotoran dari tangan lu" ucap Nika angkuh.

Hingga keesokan harinya masih dalam rangka festival ulang tahun sekolah, saat Nika ingin menaruh buku nya di lokernya dirinya di kejutkan oleh sepasang sepatu yang kemarin seharusnya di bawa oleh Bara namun saat ini sepatu itu berada di dalam lokernya dan terlihat seperti baru.

Tak lama Bara pun datang ke lokernya yang memang letaknya tak jauh dari loker Nika. Nika sempat terkejut saat melihat di saku belakang celana Bara dari sana terlihat sedikit kain yang sama persis dengan yang membalut lukanya tempo hari.

Dan tak lama Adam menyusul Bara ke lokernya.

"Cup... dicariin Dewi sama Bulan tuh mereka keteteran di stand banyak yang minta nasi goreng lagi" Adam memberitahu Bara.

"Oh woke chef Bara Pratama akan beraksi lagi" ucap Bara dengan percaya dirinya.

Dan tanpa dia sadari Bara langsung mengeluarkan slayer batik yang telah sobek sebagian dan langsung di ikatkan di kepalanya, dan itu semakin membuat Nika membelalakan matanya.

Bara berjalan dengan Adam tapi langkah kaki Adam terhenti ketika Nika memanggilnya.

Bara yang tahu sahabat nya ini mempunyai fans fanatik pun akhirnya pergi terlebih dahulu, karena teman-temannya lebih membutuhkan bantuannya dari pada harus meladeni kecebong aer, begitu lah fikiran Bara.

"Adam... boleh gue tanya sesuatu? " tanya Nika ragu.

"Ya silahkan tanya ajah" jawab Adam santai.

"Itu yang di pakai Bara di kepalanya? " pertanyaan Nika terputus.

"Iya itu milik dia" Adam memberitahu.

"Jadi yang menolong gue itu siapa sebenarnya? " tanya Nika dia berharap dugaannya salah.

"Ya pemilik slayer itu dan bukan gue" jelas Adam.

Nika seolah terhempas kelautan dirinya tak percaya kalau orang yang menolongnya itu adalah Bara dan bukan Adam.

Lutut Nika seolah lemas saat tahu kebenaran yang terjadi, dia lalu melihat kedalam lokernya lagi dan melihat sepatu miliknya yang sudah berada disana.

Dengan perasaan kecewa Nika langsung mengambil sepatu itu dan membuangnya di tempat sampah, dia sama sekali tidak terima kenyataan bahwa Bara lah yang menolongnya.

Sambil menangis dirinya menatap bekas luka di pergelangan tangannya, kekesalan seolah sangat menyakitkan hatinya.

"Kenapa kenapa dia kenapa bukan Adam hiks... hiks... "Nika menangis pilu tak menerima kenyataan yang memang sudah terjadi.

" Kalo gue yang nolongin elu mungkin elu udah bukan elu lagi Nika... Bara berusaha nyelametin kehormatan dan harga diri elu dari para geng itu, dia berusaha sendirian waktu itu, dan langsung ngebawa elu kerumah sakit dan disana lah gue baru lihat keadaan elu tapi Bara udah nggak ada dia hanya ninggalin robekan slayer kesayangan dia di pergelangan tangan lu"Adam menceritakan kisah sebenarnya.

"Bohong... semua ini bohong kan? si lusuh itu nggak mungkin sehebat itu, gue benci dia kenapa orang yang gue benci yang nolongin gue kenapa bukan orang yang gue suka hiks... hiks... " Nika masih tak Terima kenyataan.

"Tapi itulah kenyataan nya, dan satu saran gue sebaiknya elu jangan terlalu ngebenci seseorang karena Tuhan maha membolak-balikan hati, hari ini elu benci banget sama dia tapi nggak tahu besok atau lusa bisa-bisa elu bucin sama dia" Adam mencoba menasehati.

"Nggak nggak mungkin benci ya tetap benci mana bisa berubah menjadi cinta Adam" bentak Nika.

"Terserah gue ke stand dulu ya Nik, kalo bisa itu sepatu jangan di buang kasih ajah sama yang membutuhkan" ucapan Adam sebelum meninggalkan Nika sendirian.

Nika lalu mengambil sepatu yang sudah dia buang di tempat sampah dan malah menaruhnya di loker Bara.

Dengan pesan yang dia tulis di secarik kertas.

Gue nggak butuh sepatu butut ini lagi! 😡

Bersambung.

Episodes
1 Siapa Kau Sebenarnya
2 Cerita Bara
3 Kenyataan Yang Menyakitkan
4 Galau
5 Menjadi Pendiam
6 Permintaan Papah
7 Bertemu Kembali
8 Tusuk Sate Pakai Baju Pengantin
9 Matheo Bingung
10 Keributan di Butik
11 Dia Mafia
12 Calon Istri
13 Draft
14 Tak Mengharapkan
15 Berkunjung Ke Mansion
16 Menggali Mimpi
17 Sangat Menakutkan
18 Dua Kepribadian
19 Seperti Awan Yang Berarak
20 Pawang Macan
21 Alasan Sebenarnya Bara
22 Tanda Merah Buat Panik
23 Firasat Buruk
24 Firasat Buruk part 2
25 Mencemaskan Aku Rupanya
26 Hati Yang Retak
27 Benarkah Itu Tuan Muda
28 Cara Mencintai Yang Berbeda
29 Janji Bara
30 Kenapa Tak Jujur Saja
31 Menutup Mulut
32 Keisengan Nika
33 Segera Launcing
34 Hati Ini Untuk Siapa
35 Bertemu Dokter
36 Bertengkar Lagi
37 Ucup Atau Bara?
38 Tak Mengerti
39 Pancake
40 Periksa Ke dokter Lagi
41 Cie Yang Sayang Istri
42 Tamu Tak Terduga
43 Rencana Kencan Pertama
44 Cemburu
45 Kenangan part 1
46 Kenangan Part 2
47 Keracunan
48 Penyelidikan
49 Mayat Hidup
50 Tertangkap
51 Obat Penawar
52 Nika Bangun Tapi....
53 Membawa Nika Pulang
54 Malaikat Pelindung
55 Tertangkap nya Pengkhianat
56 Ledakan Mobil
57 Serigala Betina
58 Kabar Bahagia di Pagi Hari
59 Salah Faham
60 Matheo Curiga
61 Ruang Rahasia Bara
62 Menahan Tangis
63 Menjadi Asing
64 Kepergian Bara
65 Kedai Donat
66 Hujan
67 Victor
68 Di Jual
69 Harapan
70 Kerumah Bara
71 Mengajari Nika
72 Penyesalan
73 Surat Undangan
74 Berteduh Lagi
75 Sulit nya Mengikhlaskan
76 Pesan Tersembunyi
77 Festival Kembang Api
78 Identitas Asli Victor
79 Cinta Tak Dapat Disalahkan
80 Suara Tangis Nika
81 I Love You Lelaki Besar ku
82 Pembicaraan Antara Ayah & Anak
83 Penyerangan
84 Cinta Gila
85 Menikah Lagi
86 End
Episodes

Updated 86 Episodes

1
Siapa Kau Sebenarnya
2
Cerita Bara
3
Kenyataan Yang Menyakitkan
4
Galau
5
Menjadi Pendiam
6
Permintaan Papah
7
Bertemu Kembali
8
Tusuk Sate Pakai Baju Pengantin
9
Matheo Bingung
10
Keributan di Butik
11
Dia Mafia
12
Calon Istri
13
Draft
14
Tak Mengharapkan
15
Berkunjung Ke Mansion
16
Menggali Mimpi
17
Sangat Menakutkan
18
Dua Kepribadian
19
Seperti Awan Yang Berarak
20
Pawang Macan
21
Alasan Sebenarnya Bara
22
Tanda Merah Buat Panik
23
Firasat Buruk
24
Firasat Buruk part 2
25
Mencemaskan Aku Rupanya
26
Hati Yang Retak
27
Benarkah Itu Tuan Muda
28
Cara Mencintai Yang Berbeda
29
Janji Bara
30
Kenapa Tak Jujur Saja
31
Menutup Mulut
32
Keisengan Nika
33
Segera Launcing
34
Hati Ini Untuk Siapa
35
Bertemu Dokter
36
Bertengkar Lagi
37
Ucup Atau Bara?
38
Tak Mengerti
39
Pancake
40
Periksa Ke dokter Lagi
41
Cie Yang Sayang Istri
42
Tamu Tak Terduga
43
Rencana Kencan Pertama
44
Cemburu
45
Kenangan part 1
46
Kenangan Part 2
47
Keracunan
48
Penyelidikan
49
Mayat Hidup
50
Tertangkap
51
Obat Penawar
52
Nika Bangun Tapi....
53
Membawa Nika Pulang
54
Malaikat Pelindung
55
Tertangkap nya Pengkhianat
56
Ledakan Mobil
57
Serigala Betina
58
Kabar Bahagia di Pagi Hari
59
Salah Faham
60
Matheo Curiga
61
Ruang Rahasia Bara
62
Menahan Tangis
63
Menjadi Asing
64
Kepergian Bara
65
Kedai Donat
66
Hujan
67
Victor
68
Di Jual
69
Harapan
70
Kerumah Bara
71
Mengajari Nika
72
Penyesalan
73
Surat Undangan
74
Berteduh Lagi
75
Sulit nya Mengikhlaskan
76
Pesan Tersembunyi
77
Festival Kembang Api
78
Identitas Asli Victor
79
Cinta Tak Dapat Disalahkan
80
Suara Tangis Nika
81
I Love You Lelaki Besar ku
82
Pembicaraan Antara Ayah & Anak
83
Penyerangan
84
Cinta Gila
85
Menikah Lagi
86
End

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!