Seperti Awan Yang Berarak

Dan tiga hari pun berlalu.

Hari ini tibalah hari pernikahan Bara dan Nika, selama tiga hari tinggal di mansion ini Nika tak pernah bertemu dengan Bara karena Bara selalu sibuk dengan pekerjaan, dan diri nya hanya mendapatkan laporan tentang Nika dari Caroline, bahkan tentang Luna yang sering menggangu Nika pun di lapor kan oleh Caroline, tapi reaksi Bara hanya diam dan dingin, Caroline hanya di perintahkan Bara untuk selalu berada di samping Nika hanya itu perintah Bara dan Caroline pun menurutinya.

Dan pagi ini Bara baru membuka box pakaian yang di berisikan taxido miliknya karya dari Nika, hari ini dirinya akan menggunakan itu dan saat dirinya membuka box tersebut, warna biru langit yang pertama kali dia lihat, senyum smirik dia lukiskan di wajahnya.

Dan Matheo pun membantu bosnya untuk menggunakan pakaian pengantin nya namun saat Matheo mengangkat taxido tersebut terlihat dengan jelas robekan di lengan baju tersebut sangat panjang.

"Eh... tuan" Matheo bingung karena model taxido ini sungguh sangat aneh.

"Panggil wanita itu kemari" ucap Bara dingin.

"Siapa maksud anda? " tanya Matheo bingung.

"Ya Nika siapa lagi yang membuat ini?! " bentak Bara dan Matheo pun langsung bertingkat ketakutan dan lari terbirit-birit keluar dari kamar Bara.

"Kau benar-benar ingin main-main dengan ku ya tusuk sate? " gumam Bara kesal.

Matheo pergi ke kamar sebelah dimana Nika tidur selama tinggal disini dan pagi ini pula gadis itu sedang di rias oleh perias pengantin, dan beruntung nya Matheo ketika dirinya tiba di kamar tersebut Nika sudah selesai bahkan dirinya sudah mengenakan gaun pengantin nya.

"Nona Nika bisa Anda ikut saya? " ucap Matheo tegas Matheo hanya takut dengan Bara tapi tidak dengan yang lain.

"Eh... baik lah" Nika pun hanya menurut saja.

"Tuan muda memanggil Anda" ucap Matheo lagi.

"Baiklah" Nika hanya pasrah saja karena dalam hitungan jam sebentar lagi dirinya pun akan berstatus sebelum istri dari Bara.

Matheo pun berjalan di depan Nika dan Caroline mendorong kursi roda Nika dan mengikuti langkah Matheo, yang ternyata mereka menuju kamar Bara.

Deg.

Jantung Nika langsung berdegup kencang pasalnya ini baru pertama kali dirinya memijakan kakinya ke kamar calon suaminya.

Saat pintu terbuka pemandangan pertama yang di lihat Nika adalah seorang laki-laki tampan dengan masih mengenakan bathrobe sedang duduk di sisi ranjangnya dan menatapnya tajam.

"Kau mau bermain dengan ku dengan cara anak kecil seperti ini?! " Bara melemparkan taxido itu hingga terjatuh di kaki Nika.

Nika melihat hasil karya nya yang telah rusak pun kesal, dia pun memungut taxido yang lengan baju tersebut telah sobek besar.

"Kau fikir aku akan membuat karya seperti ini untuk hari yang siaran seperti sekarang? " tanya Nika ketus.

"Bisa saja kau kan begitu orang nya?! contohnya dulu kau merusak ban sepeda ku" Bara kesal.

"Tapi aku tak akan melakukan hal bodoh seperti itu pada hasil karya ku sendiri Bara?! " Nika kesal.

Bara nampak berfikir.

"Benar juga" gumam nya.

"Matheo cari pelakunya aku ras ada seseorang yang sengaja melakukan ini?! " perintah Bara.

"Baik tuan muda tapi bagaimana dengan pakaian Anda tuan? " tanya Matheo bingung.

Bara lalu melihat kearah Nika.

"Aku bisa memperbaiki nya, beri aku sedikit waktu" ucap Nika yang juga menatap kearah Bara.

"Kau pakai saja kemeja dan celana mu dahulu sementara aku membetulkan ini" ucap Nika yang lalu memegang taxido milik Bara.

Nika meminta Caroline untuk mengambil kan tasnya, karena di dalam tas Nika terdapat beberapa alat jahit kecil yang biasa di bawa oleh Nika, itu dia gunakan untuk berjaga-jaga bila ada sesuatu yang seperti ini.

Nika pun mengeluarkan jarum jahit dan benang namun sayang benang dia punya saat ini warnanya tidak sama dengan warna pakaian Bara namun dia ingat dirinya masih menyimpan kain brukat berwarna putih di tasnya, hingga dia mempunyai ide untuk memodifikasi taxido Bara.

Bara pun telah selesai mengenakan kemeja dan celana nya, dan saat dia keluar dari walk in closed dia melihat keseriusan Nika yang berkutat dengan jarum dan bahan di tangannya, melihat Nika yang mengenakan gaun pengantin dan sudah selesai di rias, dirinya diam-diam mengagumi kecantikan calon istri nya itu, hingga tanpa sadar dirinya seolah terhipnotis dengan kecantikan wanita yang berada di depannya saat ini.

Bagaimana tidak saat ini Nika tak terlihat seperti tusuk sate, itu semua karena Nika membuat gaun nya sendiri hingga dia memodifikasi gaun tersebut hingga saat memakai gaun tersebut body nya terlihat lebih berisi terutama di bagian dada yang memang bagian itu masih lengkap seperti dulu sebelum dirinya lumpun dan berubah menjadi kurus seperti tusuk sate.

Nika pun meminta pada penata riasnya tadi untuk membuat wajahnya tidak terlalu kurus dan karena sang penata rias sudah sangat profesional dan banyak jam terbang wajah Nika saat ini pun tak terlihat tirus, bahkan sangat cantik bak boneka yang mengenakan gaun pengantin.

Dan lima belas menit kemudian Nika pun menyelesaikan taxido Bara.

"Selesai ku harap kau suka" ucap Nika yang menunjukkan taxido itu kepada Bara.

Bara masih belum sadar dan masih terhanyut menatap kearah Nika.

"Bara... Bara... " tegur Nika yang akhirnya membangun kan lamunan Bara.

 Bara langsung salah tingkah saat terpergok oleh Nika.

"Kenapa kau melamun? " tanya Nika bingung.

"Eh tidak bukan apa-apa, apa sudah selesai? " tanya Bara kikuk.

"Ya sudah cobalah semoga kamu suka" ucapan Nika lembut.

Sejak kapan dia jadi selembut ini, apa dia habis makan spons cake?

Batin Bara yang kebingungan karena Nika berbicara lembut padanya.

Bara melihat desain baru dari taxido itu, terlihat di lengan taxido tersebut seperti awan yang berjarak di langit biru, dan tanpa dia sadari dirinya tersenyum melihat desain karya calon istri nya itu.

Sepertinya tuan muda menyukainya.

Batin Caroline.

Tak lama Matheo mengetuk pintu kamar Bara dan memberitahu kalau acara pernikahan akan segera di mulai.

Bara pun memerintahkan Caroline untuk membantu Nika turun dari kamar mereka dan membawa Nika ke taman, karena acara pernikan akan dilaksanakan di taman.

Dan Caroline pun mengantar Nika kesana dan disana ternyata orang tua Nika sudah menunggu Nika disana, namun kakak Nika tidak datang hari ini karena ada urusan bisnis.

Mamah Nika begitu terharu saat melihat putrinya sangat cantik saat ini meski duduk di atas kursi roda.

Dan tak lama Bara dan Matheo pun muncul disana Bara pun langsung duduk di samping Nika, dan penghulu pun bersiap untuk memulai acara pernikahan ini.

"Baiklah apa sudah bisa di mulai acaranya? " tanya penghulu.

"Silahkan pak penghulu" jawab tuan Tama.

"Baiklah saya akan mulai" ucap penghulu dan penghulu pun menjabat tangan Bara saat itu juga.

Tapi saat penghulu ingin memulai ijab qobul, Tiba-tiba ada yang berteriak dari balkon kamar tamu.hingga semua orang menoleh kearah suara teriakan tersebut.

"Hentikan Luna jangan lakukan itu?! " ucap Ibunya Luna yang mencoba mencegah Luna untuk melompat dari arah balkon.

Luna ingin bunuh diri karena kecewa tidak bisa menikah dengan Bara.

Bersambung.

Episodes
1 Siapa Kau Sebenarnya
2 Cerita Bara
3 Kenyataan Yang Menyakitkan
4 Galau
5 Menjadi Pendiam
6 Permintaan Papah
7 Bertemu Kembali
8 Tusuk Sate Pakai Baju Pengantin
9 Matheo Bingung
10 Keributan di Butik
11 Dia Mafia
12 Calon Istri
13 Draft
14 Tak Mengharapkan
15 Berkunjung Ke Mansion
16 Menggali Mimpi
17 Sangat Menakutkan
18 Dua Kepribadian
19 Seperti Awan Yang Berarak
20 Pawang Macan
21 Alasan Sebenarnya Bara
22 Tanda Merah Buat Panik
23 Firasat Buruk
24 Firasat Buruk part 2
25 Mencemaskan Aku Rupanya
26 Hati Yang Retak
27 Benarkah Itu Tuan Muda
28 Cara Mencintai Yang Berbeda
29 Janji Bara
30 Kenapa Tak Jujur Saja
31 Menutup Mulut
32 Keisengan Nika
33 Segera Launcing
34 Hati Ini Untuk Siapa
35 Bertemu Dokter
36 Bertengkar Lagi
37 Ucup Atau Bara?
38 Tak Mengerti
39 Pancake
40 Periksa Ke dokter Lagi
41 Cie Yang Sayang Istri
42 Tamu Tak Terduga
43 Rencana Kencan Pertama
44 Cemburu
45 Kenangan part 1
46 Kenangan Part 2
47 Keracunan
48 Penyelidikan
49 Mayat Hidup
50 Tertangkap
51 Obat Penawar
52 Nika Bangun Tapi....
53 Membawa Nika Pulang
54 Malaikat Pelindung
55 Tertangkap nya Pengkhianat
56 Ledakan Mobil
57 Serigala Betina
58 Kabar Bahagia di Pagi Hari
59 Salah Faham
60 Matheo Curiga
61 Ruang Rahasia Bara
62 Menahan Tangis
63 Menjadi Asing
64 Kepergian Bara
65 Kedai Donat
66 Hujan
67 Victor
68 Di Jual
69 Harapan
70 Kerumah Bara
71 Mengajari Nika
72 Penyesalan
73 Surat Undangan
74 Berteduh Lagi
75 Sulit nya Mengikhlaskan
76 Pesan Tersembunyi
77 Festival Kembang Api
78 Identitas Asli Victor
79 Cinta Tak Dapat Disalahkan
80 Suara Tangis Nika
81 I Love You Lelaki Besar ku
82 Pembicaraan Antara Ayah & Anak
83 Penyerangan
84 Cinta Gila
85 Menikah Lagi
86 End
Episodes

Updated 86 Episodes

1
Siapa Kau Sebenarnya
2
Cerita Bara
3
Kenyataan Yang Menyakitkan
4
Galau
5
Menjadi Pendiam
6
Permintaan Papah
7
Bertemu Kembali
8
Tusuk Sate Pakai Baju Pengantin
9
Matheo Bingung
10
Keributan di Butik
11
Dia Mafia
12
Calon Istri
13
Draft
14
Tak Mengharapkan
15
Berkunjung Ke Mansion
16
Menggali Mimpi
17
Sangat Menakutkan
18
Dua Kepribadian
19
Seperti Awan Yang Berarak
20
Pawang Macan
21
Alasan Sebenarnya Bara
22
Tanda Merah Buat Panik
23
Firasat Buruk
24
Firasat Buruk part 2
25
Mencemaskan Aku Rupanya
26
Hati Yang Retak
27
Benarkah Itu Tuan Muda
28
Cara Mencintai Yang Berbeda
29
Janji Bara
30
Kenapa Tak Jujur Saja
31
Menutup Mulut
32
Keisengan Nika
33
Segera Launcing
34
Hati Ini Untuk Siapa
35
Bertemu Dokter
36
Bertengkar Lagi
37
Ucup Atau Bara?
38
Tak Mengerti
39
Pancake
40
Periksa Ke dokter Lagi
41
Cie Yang Sayang Istri
42
Tamu Tak Terduga
43
Rencana Kencan Pertama
44
Cemburu
45
Kenangan part 1
46
Kenangan Part 2
47
Keracunan
48
Penyelidikan
49
Mayat Hidup
50
Tertangkap
51
Obat Penawar
52
Nika Bangun Tapi....
53
Membawa Nika Pulang
54
Malaikat Pelindung
55
Tertangkap nya Pengkhianat
56
Ledakan Mobil
57
Serigala Betina
58
Kabar Bahagia di Pagi Hari
59
Salah Faham
60
Matheo Curiga
61
Ruang Rahasia Bara
62
Menahan Tangis
63
Menjadi Asing
64
Kepergian Bara
65
Kedai Donat
66
Hujan
67
Victor
68
Di Jual
69
Harapan
70
Kerumah Bara
71
Mengajari Nika
72
Penyesalan
73
Surat Undangan
74
Berteduh Lagi
75
Sulit nya Mengikhlaskan
76
Pesan Tersembunyi
77
Festival Kembang Api
78
Identitas Asli Victor
79
Cinta Tak Dapat Disalahkan
80
Suara Tangis Nika
81
I Love You Lelaki Besar ku
82
Pembicaraan Antara Ayah & Anak
83
Penyerangan
84
Cinta Gila
85
Menikah Lagi
86
End

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!