Dia Mafia

Sebuah mobil mewah melaju di jalanan besar tanpa hambatan, keheningan dan aura dingin terasa di dalam mobil tersebut. saat mobil akan menuju jalan menuju kantor tiba-tiba Bara berbicara dengan nada dingin.

"Kita ke markas aku tak ingin ke kantor dan bertemu papah" perintah Bara pada sang supir.

"Baik tuan muda" sang supir pun langsung mengambil arah jalan menuju markas mereka.

Tuan muda sedang kesal entah apa yang akan di lakukan di markas aku jadi merinding.

Matheo langsung meraba tengkuk lehernya yang terasa merinding disko.

Perasaan ku nggak enak nih.

Matheo membatin lagi.

Dan saat mobil memasuki area markas yang terdapat di daerah pegunungan dan di kelilingi banyak pohon besar, dan mobil pun tiba di sebuah rumah besar yang terdapat di pedalaman hutan ini, gerbang baja besar berwarna hitam terbuka ketika mereka tahu siapa yang datang ke markas mereka, mobil pun memasuki pekarangan rumah besar berarsitektur kuno tersebut pun berhenti di sebuah pintu utama empat pilar besar menghiasi pintu utama besar itu.

Bara turun dari dalam mobil dan berjalan memasuki markasnya yang jarang dia kunjungi, saat dirinya melangkah memasuki markas dirinya menuju tempat dimana dirinya selalu berlatih menembak disana.

Namun saat dirinya berjalan melewati sebuah ruang istirahat terdengar suara-suara erotis dari dalam sana karena ruangan disini tak ada yang didesain kedap suara hingga suara rendah pun dapat terdengar dari luar ruangan.

Bara langsung mendobrak pintu tersebut yang dimana dia mendengar suara yang tak pantas di dengar khalayak banyak orang.

Tiga orang anak buah Bara langsung berdiri ketakutan saat melihat tuan muda mereka mendobrak pintu dengan kencang hingga pintu tersebut rusak.

Mta Bara langsung melotot saat melihat adegan yang tak pantas dilihat dan suara erotis terdengar nyaring hingga memenuhi ruangan tersebut.

Dor.

Bara langsung menembak layar televisi yang menampilkan adegan yang tak pantas di lihat,hingga layar televisi itu sekarang meletup akibat bis mereka marah dan merusak hiburan yang seharusnya tak mereka tonton di markas.

"Apa kalian itu terlalu lama di dalam hutan hingga menghibur diri dengan melihat adegan yang seperti itu?! " Bentak Bara.

Tiga orang anak buah Bara gemetar ketakutan mereka takut di hukum oleh bos mereka ini.

Habislah kalian semua suasana tuan muda sedang tidak baik-bauk saja hari ini sungguh apes nasib kalian kawan.

Batin Matheo yang sejak tadi tahu kejadian apa saja yang di alami oleh Bara hingga akhirnya Bara memutuskan untuk berkunjung ke markas, namun saat ke sini dirinya dibuat semakin kesal dengan kelakuan anak buahnya.

"Maafkan kami tuan muda" ucap salah satu anak buah Bara dengan gemetar.

"Heuh... maaf kata mu? apa dengan meminta maaf kau fikir aku tak akan menghukum mu oooo tentu tidak? kalian tetap harus di hukum sialan?! " bentak Bara.

Hingga suara Bara memenuhi ruangan tersebut.

Ketiga anak buah yang tadi menonton film biru itu pun gemetar ketakutan memikirkan hukuman apa yang akan diberikan kepada mereka, pasti nya hukuman itu pasti sangat menyakitkan.

"Math... masukan mereka ke ruang hukuman dan setrum mereka dengan kekuatan tinggi buat mereka berteriak hingga lemas" perintah Bara tegas.

Ketiga orang ini hanya bengong karena di hukum oleh bos mereka, karena ini termasuk hukuman yang ringan.

"Apa kita tidak melakukan kesalahan yang fatal hingga tuan muda menghukum kita seringan ini? " bisik salah satu dari mereka.

"Hei... tunggu kalian mendapatkan video. seperti itu dari mana hah?! " tanya Bara keras.

"Ehm... kami dapat dari sebuah situs online tuan muda" jelas salah satu anak buah Bara.

"Bisa tunjukkan kepadaku? " tanya Bara.

Mereka bertiga malah saling pandang.

"Kok malah bengong mana?! " bentak Bara lagi.

"Eh... iya tuan muda, ini" ucap salah satu anak buah nya yang langsung menunjukkan nya kepada Bara.

Mereka menonton tadi menghubungkan ponsel ke bluetooth yang ada di televisi hingga mereka bisa menonton beramai-ramai.

Bara mengambil ponsel salah satu anak buahnya, dan langsung duduk di sofa yang ada di ruangan itu dan melihat layar ponsel tersebut yang sudah penuh dengan gambar-gambar panas.

Ketiga anak buah Bara menatap kearah Matheo, dan Matheo tak lupa membawa mereka keruangan hukuman, mereka bertiga masih bertanya-tanya hingga saat mereka di luar mereka pun memberanikan diri bertanya pada Matheo.

"Ada apa dengan tuan muda Math? "bisik salah satu dari mereka.

" Tuan muda sebentar lagi akan menikah mungkin dia ingin belajar dari video itu bagaimana membuat wanita senang "jawab Matheo santai.

" Apa menikah?! "mereka bertiga terkejut. pasalnya ini berita yang sungguh sangat mengejutkan bagaimana tidak mereka tahu benar bos mereka ini seperti apa, bos mereka ini anti sangat anti dengan wanita, bahkan mereka sempat mengira kalau bis mereka itu tidak normal tapi ternyata sekarang mereka mendengar bos mereka akan menikah.

"Wanita seperti apa yang bisa meluluhkan hati tuan muda kita? pasalnya dia itu sangat dingin" tanya salah satu anak buah nya.

"Nanti juga kalian akan tahu saat hari pernikahan itu tiba" ucap Matheo santai.

"Sekarang kalian jalani hukuman kalian dahulu setelah ini entah apa yang akan di perintahkan tuan muda untuk menghukum kalian" ucap Matheo dingin.

Buku kuduk mereka bertiga langsung merinding karena tak bisa membayangkan hukuman lanjutan untuk mereka nanti nya.

Sementara itu di tempat lain.

Di sebuah taman belakang rumah.

Nika sedang mengobrol dengan teman lamanya yang seorang rider juga, dia adalah rider wati yang saat itu ikut mengantar Nika kerumah sakit sekaligus teman curhat Nika.

"Jadi elu bakalan nikah? syukur deh akhirnya elu dapat jodoh" ucapnya penuh syukur.

Nika hanya diam saja.

"Kaya gimana calon suami lu? apa pekerjaannya? " tanya teman Nika itu.

Nika menghela nafas dalam sebelum berbicara.

"Elu tahu dan kenal dia" jawab Nika tak bersemangat.

"Gue kenal? siapa maksud lu? " tanya rider wati itu.

Nika nampak malas menyebutkan nama dan identitas calon suaminya itu.

"Lebih baik elu nggak usah tahu lah Ze... " ucap Nika malas.

"Ish... elu mah... ck kok gitu sih... " keluh Zea.

"Gue males ingetnya" Nika malas.

"Oke kalau begitu nggak usah cerita lagi sama gue" Zea merajuk.

"Heuh... tapi elu janji jangan kaget ya kalo gue bilang siapa orang nya" Nika tahu pasti nanti nya reaksi temannya seperti apa nanti nya.

"iya gue janji" Zea bahkan menunjukan kedua jarinya seperti huruf V.

Nika menghela nafas dalam lagi sebelum dia bercerita.

"Orang itu adalah Bara" ucap Nika ragu.

"Apa?! " jerit Zea.

Plak.

Nika langsung melempar bantal sofa kearah Zea karena reaksi temannya seperti itu.

"Hahaha astaga... gue nggak nyangka si tukang nasgor beneran jodoh lu hahaha" Zea tertawa lepas.

"Dia bukan tukang nasi goreng lagi sekarang"

"Terus sekarang dia kerja apa? " tanya Zea penasaran.

"Dia mafia" jawab Nika datar.

"Hah apa?! " Zea menjerit lagi.

Bersambung.

Episodes
1 Siapa Kau Sebenarnya
2 Cerita Bara
3 Kenyataan Yang Menyakitkan
4 Galau
5 Menjadi Pendiam
6 Permintaan Papah
7 Bertemu Kembali
8 Tusuk Sate Pakai Baju Pengantin
9 Matheo Bingung
10 Keributan di Butik
11 Dia Mafia
12 Calon Istri
13 Draft
14 Tak Mengharapkan
15 Berkunjung Ke Mansion
16 Menggali Mimpi
17 Sangat Menakutkan
18 Dua Kepribadian
19 Seperti Awan Yang Berarak
20 Pawang Macan
21 Alasan Sebenarnya Bara
22 Tanda Merah Buat Panik
23 Firasat Buruk
24 Firasat Buruk part 2
25 Mencemaskan Aku Rupanya
26 Hati Yang Retak
27 Benarkah Itu Tuan Muda
28 Cara Mencintai Yang Berbeda
29 Janji Bara
30 Kenapa Tak Jujur Saja
31 Menutup Mulut
32 Keisengan Nika
33 Segera Launcing
34 Hati Ini Untuk Siapa
35 Bertemu Dokter
36 Bertengkar Lagi
37 Ucup Atau Bara?
38 Tak Mengerti
39 Pancake
40 Periksa Ke dokter Lagi
41 Cie Yang Sayang Istri
42 Tamu Tak Terduga
43 Rencana Kencan Pertama
44 Cemburu
45 Kenangan part 1
46 Kenangan Part 2
47 Keracunan
48 Penyelidikan
49 Mayat Hidup
50 Tertangkap
51 Obat Penawar
52 Nika Bangun Tapi....
53 Membawa Nika Pulang
54 Malaikat Pelindung
55 Tertangkap nya Pengkhianat
56 Ledakan Mobil
57 Serigala Betina
58 Kabar Bahagia di Pagi Hari
59 Salah Faham
60 Matheo Curiga
61 Ruang Rahasia Bara
62 Menahan Tangis
63 Menjadi Asing
64 Kepergian Bara
65 Kedai Donat
66 Hujan
67 Victor
68 Di Jual
69 Harapan
70 Kerumah Bara
71 Mengajari Nika
72 Penyesalan
73 Surat Undangan
74 Berteduh Lagi
75 Sulit nya Mengikhlaskan
76 Pesan Tersembunyi
77 Festival Kembang Api
78 Identitas Asli Victor
79 Cinta Tak Dapat Disalahkan
80 Suara Tangis Nika
81 I Love You Lelaki Besar ku
82 Pembicaraan Antara Ayah & Anak
83 Penyerangan
84 Cinta Gila
85 Menikah Lagi
86 End
Episodes

Updated 86 Episodes

1
Siapa Kau Sebenarnya
2
Cerita Bara
3
Kenyataan Yang Menyakitkan
4
Galau
5
Menjadi Pendiam
6
Permintaan Papah
7
Bertemu Kembali
8
Tusuk Sate Pakai Baju Pengantin
9
Matheo Bingung
10
Keributan di Butik
11
Dia Mafia
12
Calon Istri
13
Draft
14
Tak Mengharapkan
15
Berkunjung Ke Mansion
16
Menggali Mimpi
17
Sangat Menakutkan
18
Dua Kepribadian
19
Seperti Awan Yang Berarak
20
Pawang Macan
21
Alasan Sebenarnya Bara
22
Tanda Merah Buat Panik
23
Firasat Buruk
24
Firasat Buruk part 2
25
Mencemaskan Aku Rupanya
26
Hati Yang Retak
27
Benarkah Itu Tuan Muda
28
Cara Mencintai Yang Berbeda
29
Janji Bara
30
Kenapa Tak Jujur Saja
31
Menutup Mulut
32
Keisengan Nika
33
Segera Launcing
34
Hati Ini Untuk Siapa
35
Bertemu Dokter
36
Bertengkar Lagi
37
Ucup Atau Bara?
38
Tak Mengerti
39
Pancake
40
Periksa Ke dokter Lagi
41
Cie Yang Sayang Istri
42
Tamu Tak Terduga
43
Rencana Kencan Pertama
44
Cemburu
45
Kenangan part 1
46
Kenangan Part 2
47
Keracunan
48
Penyelidikan
49
Mayat Hidup
50
Tertangkap
51
Obat Penawar
52
Nika Bangun Tapi....
53
Membawa Nika Pulang
54
Malaikat Pelindung
55
Tertangkap nya Pengkhianat
56
Ledakan Mobil
57
Serigala Betina
58
Kabar Bahagia di Pagi Hari
59
Salah Faham
60
Matheo Curiga
61
Ruang Rahasia Bara
62
Menahan Tangis
63
Menjadi Asing
64
Kepergian Bara
65
Kedai Donat
66
Hujan
67
Victor
68
Di Jual
69
Harapan
70
Kerumah Bara
71
Mengajari Nika
72
Penyesalan
73
Surat Undangan
74
Berteduh Lagi
75
Sulit nya Mengikhlaskan
76
Pesan Tersembunyi
77
Festival Kembang Api
78
Identitas Asli Victor
79
Cinta Tak Dapat Disalahkan
80
Suara Tangis Nika
81
I Love You Lelaki Besar ku
82
Pembicaraan Antara Ayah & Anak
83
Penyerangan
84
Cinta Gila
85
Menikah Lagi
86
End

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!