Dua Kepribadian

Keesokan pagi.

Nika terbangun dari tidurnya dan saat dia membuka mata yang dia lihat pertama kali adalah Caroline.

"Selamat pagi nona... apa tidur anda nyenyak? " sapa Caroline.

"Apa anda ingin sesuatu? " tanya Caroline.

"Eh... hem... tidak jam berapa sekarang? " tanya Nika.

"Pukul delapan pagi nona" jelas Caroline.

"Astaga aku kesiangan ya? " ucap Nika yang terkejut.

"Tak apa nona mungkin anda kelelahan" ucap Caroline sopan.

"Apa semua orang disini sudah pergi bekerja?"tanya Nika.

" Maksud anda tuan muda? beliau sudah pergi sejak pukul tujuh tadi nona beliau berpesan kepada saya untuk melayani anda"ucap Caroline.

"Ck siapa yang menanyakan dia aku tak peduli dengan nya" gumam Nika kesal.

Caroline hanya tersenyum saat mendengar gumaman Nika.

"Mari nona saya bantu anda untuk mandi dan perawatan" ucap Caroline sopan.

"He~~~perawatan untuk apa? " Nika bingung karena biasanya dia mandi ya mandi saja meski dirinya memang suka melakukan perawatan juga tapi tidak sambil mandi pagi juga.

"Anda beberapa hari lagi akan menikah maka anda perlu melakukan perawatan terutama perawatan kulit" jelas Caroline.

"Apa kau fikir kulit ku ini tidak terawat hingga aku harus melakukan perawatan kulit saat mandi?! " Nika kesal.

"Maaf nona bila saya salah bicara, tapi ini perintah tuan muda dan tuan besar, anda adalah calon pengantin anda memang sudah sangat cantik tapi tuan muda ingin melihat anda lebih cantik lagi saat hari pernikahan nanti" jelas Caroline.

Nika menaikan sebelah alisnya dan tak lama kemudian dia tertawa.

"Hah hahaha dia ingin melihat ku lebih cantik? astaga kau ini bisa saja mengarang, mana mungkin dia mengatakan itu, aku tidak mau melakukan perawatan apa pun mandinya mandi saja" Nika tegas.

astaga dia ini tak selemah kelihatannya, dia sama galaknya dengan tuan muda.

Batin Caroline.

"Tapi nona? " Caroline mencoba merayu calon istri tuan mudanya ini.

"Sudah jangan khawatir bila dia marah, bilang pada ku, aku tak takut dengannya" ucap Nika tegas.

Pantas tuan muda tidak menolak di jodohkan dengannya ternyata dia memang mempunyai kesamaan dengannya, Sama-sama keras Kepala.

Batin Caroline.

"Baiklah nona mari saya bantu anda untuk mandi" Ucap Caroline tetap sopan dan lembut.

Caroline pun membantu Nika turun dari ranjang dan mendudukanya di kursi roda dan mendorong kursi roda tersebut ke arah kamar mandi saat sampai di kamar mandi Nika terkejut karena masih ada tiga pelayan lagi yang sedang menunggu disana.

"Selamat pagi nona"ucap ketiga pelayan tersebut.

 "Eh kenapa banyak sekali yang membantu ku untuk mandi? " tanya Nika bingung.

"Iya nona kami semua adalah pelayan yang khusus melayani anda, membantu anda dalam hal apa pun juga" jelas Caroline.

"Sebenarnya kalian tidak perlu berlebihan seperti ini sebenarnya aku bisa melakukan semuanya sendiri, meski kaki ku lumpuh bukan berarti otak dan organ ku yang lain ikut lumpuh" ucap Nika setengah kesal.

"Tapi kami di perintahkan oleh tuan besar untuk melayani anda nona, tolong lah anda menurut saja karena bila kami tidak melakukan pekerjaan kami dengan benar tuan besar dan tuan muda akan menghukum kami nantinya" jelas Caroline lagi.

Nika pun akhirnya menghela nafas dalam dan pasrah.

Sejak kapan dia jadi suka memerintah seperti ini sih?! jujur aku rindu Bara yang dulu si Ucup tukang nasi goreng yang hidup apa adanya.

Batin Nika yang sedikit sedih mengingat masa lalunya dengan Bara.

Dan saat mereka semua membantu Nika untuk melepas pakaian nya, terlihat tubuh wanita itu tubuh yang sangat kurus, bahkan tulang bahu Nika sangat terlihat jelas.

Ya ampun ini kah calon istri tuan muda? tapi hanya dengan wanita ini tuan muda tidak menolak untuk di jodohkan, apa special nya wanita ini.

Batin salah satu pelayan yang membantu Nika.

Sementara itu di sebuah gedung tinggi, di sebuah ruangan kantor seorang laki-laki sedang menatap berkas yang sedang dia periksa dengan tatapan serius dirinya menatap sebuah kertas yang berada di dalam sebuah map.

"Kita meeting sekarang" ucapnya setelah meletakkan map tersebut di atas meja kerja nya.

"Baik tuan muda" ucap Matheo.

Matheo pun memberitahu kepada staff produksi untuk melakukan meeting hari ini, karena mereka yang mengajukan untuk memproduksi produk baru, dan pengajuannya sudah di periksa oleh Bara dan dia ingin segera melakukan meeting hari ini karena ingin mendengar penjelasan secara langsung apa saja kelebihan produk yang akan di produksi ini.

Saat berjalan menuju ruang meeting Bara yang di dampingi oleh Matheo pun bertanya pada asistennya itu.

"Apa gadis itu sudah bangun? " tanya Bara dengan nada datar.

"Sudah tuan tapi Caroline bilang dirinya tak mau melakukan perawatan, hingga mereka hanya membantu nona Nika mandi dan berganti pakaian saja" jelas Matheo.

"Terserah dia mau apa, aku tak peduli dia fikir aku akan menyentuhnya setelah kami menikah hueh jangan harap body bagai tusuk sate seperti itu bisa memikat ku" ucap Bara dingin.

Matheo pun hanya manggut-manggut saja saat bosnya itu berkata seperti itu, karena boleh bisa di bilang itu semua memang masuk akal selama ini begitu banyak wanita yang mendekati bosnya ini yang bodynya sangat bagus sang bos tak tertarik, jangan kan tertarik melirik mereka saja tidak, apa lagi dengan body Nika saat ini, sangat mustahil sepertinya untuk menggoyahkan hati dan fikiran bosnya ini, begitu lah fikir Matheo.

Dan Bara pun melanjutkan pekerjaannya hari ini di kantor tanpa memikirkan Nika sama sekali.

Sementara itu di mansion keluarga Tama, Luna mencoba menggoda Nika kembali dia mendekati Nika yang sedang berada di taman sambil melihat kearah kolam ikan koi.

Nika tersenyum saat melihat kumpulan ikan koi yang berenang kesana-kemari dengan warna-warna belang dan cerah, bukan ikan koi itu yang membuat nya tersenyum tapi kenangan di masa lalu dengan Bara lah yang membuat nya tersenyum, yang berkaitan dengan ikan koi ini.

"Astaga... hanya menatap ikan saja kau tersenyum? apa kau sudah gila calon kakak ipar? " Luna mulai mengganggu.

Nika langsung menoleh kearah Luna tapi tak lama kemudian dia cuek dan menatap kearah kolam lagi.

"Hei... aku bicara dengan mu kenapa kamu hanya diam saja?? " bentak Luna.

"Aku tak pernah berbicara dengan orang yang tidak penting" jawab Nika santai.

"Hah apa kau bilang hei kamu ini cuma menumpang disini jangan sombong nanti aku adukan sifat mu ini pada kak Bara agar dia tak jadi menikahi mu?! " ancam Luna.

"Adukan saja dia lebih faham sifat ku dan dia tak akan terkejut bila kau mengadukan tentang sifat sombong ku padanya" tantang Nika.

"Dasar sombong, rasakan ini" Luna mendorong kursi roda Nika hingga maju menuju kolam tapi. beruntung ada Caroline disana dan Nika selamat hingga tidak tercebur ke dalam kolam.

"Nona Luna bisa anda tidak mengganggu calon istri tuan muda? " ucap Caroline tegas.

Luna hanya melotot ke arah Caroline dia tak berani dengan Caroline meski status Caroline adalah pelayan tapi dia adalah orang kepercayaan Bara yang dimana kinerja Caroline itu tidak main-main.

Siapa yang tak tahu sepak terjang Caroline di klan ini dia adalah wanita tangguh, yang pernah mendampingi Bara membantai markas musuh hingga luluh lantah.

Caroline di minta Bara menjadi pelayan untuk Nika sebenarnya bukan itu tugasnya tapi tugas utama Caroline adalah menjadi pengawal Nika, namun agar Nika merasa nyaman Caroline menyamar menjadi pelayanan.

"Bila tuan muda tahu apa yang Anda perbuat dengan calon istrinya siap-siap menerima konsekuensinya" ucap Caroline dingin.

Nika melihat Caroline yang berbeda saat melayani dirinya dan saat berbicara dengan Luna.

Apa semua orang di sini memiliki dua kepribadian?

Batin Nika yang kebingungan.

Bersambung.

Episodes
1 Siapa Kau Sebenarnya
2 Cerita Bara
3 Kenyataan Yang Menyakitkan
4 Galau
5 Menjadi Pendiam
6 Permintaan Papah
7 Bertemu Kembali
8 Tusuk Sate Pakai Baju Pengantin
9 Matheo Bingung
10 Keributan di Butik
11 Dia Mafia
12 Calon Istri
13 Draft
14 Tak Mengharapkan
15 Berkunjung Ke Mansion
16 Menggali Mimpi
17 Sangat Menakutkan
18 Dua Kepribadian
19 Seperti Awan Yang Berarak
20 Pawang Macan
21 Alasan Sebenarnya Bara
22 Tanda Merah Buat Panik
23 Firasat Buruk
24 Firasat Buruk part 2
25 Mencemaskan Aku Rupanya
26 Hati Yang Retak
27 Benarkah Itu Tuan Muda
28 Cara Mencintai Yang Berbeda
29 Janji Bara
30 Kenapa Tak Jujur Saja
31 Menutup Mulut
32 Keisengan Nika
33 Segera Launcing
34 Hati Ini Untuk Siapa
35 Bertemu Dokter
36 Bertengkar Lagi
37 Ucup Atau Bara?
38 Tak Mengerti
39 Pancake
40 Periksa Ke dokter Lagi
41 Cie Yang Sayang Istri
42 Tamu Tak Terduga
43 Rencana Kencan Pertama
44 Cemburu
45 Kenangan part 1
46 Kenangan Part 2
47 Keracunan
48 Penyelidikan
49 Mayat Hidup
50 Tertangkap
51 Obat Penawar
52 Nika Bangun Tapi....
53 Membawa Nika Pulang
54 Malaikat Pelindung
55 Tertangkap nya Pengkhianat
56 Ledakan Mobil
57 Serigala Betina
58 Kabar Bahagia di Pagi Hari
59 Salah Faham
60 Matheo Curiga
61 Ruang Rahasia Bara
62 Menahan Tangis
63 Menjadi Asing
64 Kepergian Bara
65 Kedai Donat
66 Hujan
67 Victor
68 Di Jual
69 Harapan
70 Kerumah Bara
71 Mengajari Nika
72 Penyesalan
73 Surat Undangan
74 Berteduh Lagi
75 Sulit nya Mengikhlaskan
76 Pesan Tersembunyi
77 Festival Kembang Api
78 Identitas Asli Victor
79 Cinta Tak Dapat Disalahkan
80 Suara Tangis Nika
81 I Love You Lelaki Besar ku
82 Pembicaraan Antara Ayah & Anak
83 Penyerangan
84 Cinta Gila
85 Menikah Lagi
86 End
Episodes

Updated 86 Episodes

1
Siapa Kau Sebenarnya
2
Cerita Bara
3
Kenyataan Yang Menyakitkan
4
Galau
5
Menjadi Pendiam
6
Permintaan Papah
7
Bertemu Kembali
8
Tusuk Sate Pakai Baju Pengantin
9
Matheo Bingung
10
Keributan di Butik
11
Dia Mafia
12
Calon Istri
13
Draft
14
Tak Mengharapkan
15
Berkunjung Ke Mansion
16
Menggali Mimpi
17
Sangat Menakutkan
18
Dua Kepribadian
19
Seperti Awan Yang Berarak
20
Pawang Macan
21
Alasan Sebenarnya Bara
22
Tanda Merah Buat Panik
23
Firasat Buruk
24
Firasat Buruk part 2
25
Mencemaskan Aku Rupanya
26
Hati Yang Retak
27
Benarkah Itu Tuan Muda
28
Cara Mencintai Yang Berbeda
29
Janji Bara
30
Kenapa Tak Jujur Saja
31
Menutup Mulut
32
Keisengan Nika
33
Segera Launcing
34
Hati Ini Untuk Siapa
35
Bertemu Dokter
36
Bertengkar Lagi
37
Ucup Atau Bara?
38
Tak Mengerti
39
Pancake
40
Periksa Ke dokter Lagi
41
Cie Yang Sayang Istri
42
Tamu Tak Terduga
43
Rencana Kencan Pertama
44
Cemburu
45
Kenangan part 1
46
Kenangan Part 2
47
Keracunan
48
Penyelidikan
49
Mayat Hidup
50
Tertangkap
51
Obat Penawar
52
Nika Bangun Tapi....
53
Membawa Nika Pulang
54
Malaikat Pelindung
55
Tertangkap nya Pengkhianat
56
Ledakan Mobil
57
Serigala Betina
58
Kabar Bahagia di Pagi Hari
59
Salah Faham
60
Matheo Curiga
61
Ruang Rahasia Bara
62
Menahan Tangis
63
Menjadi Asing
64
Kepergian Bara
65
Kedai Donat
66
Hujan
67
Victor
68
Di Jual
69
Harapan
70
Kerumah Bara
71
Mengajari Nika
72
Penyesalan
73
Surat Undangan
74
Berteduh Lagi
75
Sulit nya Mengikhlaskan
76
Pesan Tersembunyi
77
Festival Kembang Api
78
Identitas Asli Victor
79
Cinta Tak Dapat Disalahkan
80
Suara Tangis Nika
81
I Love You Lelaki Besar ku
82
Pembicaraan Antara Ayah & Anak
83
Penyerangan
84
Cinta Gila
85
Menikah Lagi
86
End

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!