Permintaan Papah

Sepatu pantofel mahal menghentak lantai marmer di sebuah perusahaan.bersamaan dengan para pengawal yang mengiringi nya, dan sepasang sepatu tersebut pun berhenti di depan sebuah ruangan bertuliskan presedir.

Seorang pria muda membukakan pintu tersebut dan pria tinggi berbadan atletis dan berkulit putih memasuki ruangan tersebut.

Saat pintu terbuka terlihat seorang pria tua yang sedang menunggu kedatangannya sejak tadi. dengan langkah gagah pria muda berkulit putih itu pun berjalan ke depan meja sang presedir.

"Ada apa memanggil ku? " ucapnya dingin.

"Astaga kau ini berbicara dengan orang tua seperti bicara dengan musuh mu saja? " gerutu pria tua tersebut.

"Lalu papah maunya aku bicara dengan gaya bagaimana?" tanyanya malas.

"Yang sopan sedikit kek aku ini papah mu tahu?! " sentak pria tua tersebut.

"Semua orang juga tahu anda orang tua kandung saya, yang saya pertanyaan itu adalah ada apa papah tiba-tiba memanggil aku kesini? " tanyanya dengan menahan kekesalan.

"Baik akan papah peringkat waktu karena sebentar lagi juga papah ada meeting dengan klien" papah memulai pembicaraan.

"Bara sekarang usia mu sudah 28 tahun.... "

"Hem terus... " Bara memotong ucapan papah nya.

"Dengar kan dulu papah bicara baru kamu bicara"sentak papah.

" Firasat gue nggak enak nih"gumam Bara.

"Papah punya kenalan dia punya anak gadis cantik.... "

"Aku nggak mau menikah papah" potong Bara lagi.

"Astaga kau ini bisa tidak mendengarkan dulu baru berbicara! " bentak papah.

"Aku langsung berbicara karena aku tahu arah pembicaraan papah itu ke arah mana, pasti ujung-ujungnya... "

"Akh.... " papah memegangi dadanya dan terlihat kesakitan.

Bara yang melihat itu langsung panik.

"Papah papah kenapa pah? " Bara langsung berjalan mendekati kursi sang papah dan membantu papahnya untuk duduk di kursinya.

"Tuan... apa jantung anda kumat lagi? " tanya sang asisten.

"Coba kamu ambilkan obat papah sepertinya memang jantungnya kumat lagi" Bara langsung memerintahkan asisten papahnya untuk mengambilkan obat nya di laci meja kerja papahnya.

Tak lama obat tersebut pun langsung di. minuman oleh Bara dan sang papah pun terlihat lebih baik dari yang tadi terlihat sesak.

"Hem... Bara... papah sudah tua nak, papah ingin menggendong cucu kamu anak papah satu-satunya setelah adik mu tiada siapa lagi yang dapat memberikan aku cucu selain kamu" pinta papah dengan nada bicara pelan.

"Tapi pah... Bara... "

"Tenang lah gadis ini sakit hingga dia tidak akan kemana-mana sembarangan tanpa pengawasan dari mu"

"Apa?! " Bara terkejut.

"Papah mau menjodohkan aku dengan wanita penyakitan? bagaimana bisa mendapatkan cucu bila wanita itu penyakitan papah? " Bara tak habis fikir dengan pemikiran papahnya ini.

"Bukan sakit seperti itu tubuhnya sehat hanya saja dia lumpuh kakinya tidak bisa berjalan karena kecelakaan beberapa tahun yang lalu" jelas papah.

"Bukankah kau ingin wanita itu selalu terpantau dan selalu ada di rumah, nah karena dia lumpuh jadi kau bisa dengan mudah memantaunya, lagi pula dia gadis yang pendiam kau suka kan dengan yang pendiam" jelas papah lagi.

"Tapi.... "

"Tak ada penolakan papah sudah mengantur pertemuan kalian nanti malam di sebuah restoran datanglah bila kau masih ingin melihat papah mu ini hidup"

Saat Bara ingin memprotes ucapan papahnya tiba-tiba sang asisten papah mencoba membantu tuanya.

"Tuan muda turuti saja permintaan tuan besar apa anda lupa amanat almarhum tuam muda Beri yang meminta anda selalu menuruti perintah tuan besar" asisten papahnya ini sangat mengetahui titik lemah Bara.

Dan itulah janji yang selalu di sesalinya seumur hidup nya yaitu berjanji pada adiknya saat di ujung maut, berjanji akan menuruti semua perintah pria tua yang ada di hadapannya saat ini.

Dengan menghela nafas dalam dan menghembuskan nya ke udara akhirnya Bara pun mau menuruti perintah papahnya untuk bertemu dengan seorang gadis lumpuh dan pendiam.

Bara pun di pinta kembali ke ruangannya setelah papahnya selesai dengan pembicaraan ini, dan Bara pun langsung pergi meninggalkan ruangan papahnya dan pergi kearah ruangannya dengan langkah yang cepat.

Dia berjalan cepat bukan karena terburu-buru tapi karena dirinya kesal pada sang papah.

Brak.

Saat sampai ruangan Bara langsung menggebrak pintu ruangan nya dan menjatuhkan apa saja yang ada di meja kerjanya.

Sang asisten yang melihat itu mencoba menenangkan nya.

"Tuan... kenapa anda marah seperti ini? barang-barang ini tidak salah tuan muda" ucap. asisten itu sambil memunguti barang-barang yang berjatuhan.

"Ooo jadi maunya elu gitu yang gue lempar keluar dari jendela?! " bentak Bara.

Sang asisten langsung menelan ludahnya saat mendengar ancaman bosnya.

"Tidak tuan maaf" sang asisten langsung meminta maaf pada bos nya ini karena sangat tahu bagaimana kejamnya bosnya ini bila amarah sudah menguasainya.

"Pergi sana lu jangan kesini kalo nggak gue panggil" Bara mengusir asistennya dan sang asisten pun langsung pergi mencari tempat aman dari pada terkena imbas kemarahan bosnya.

Bara pun menjatuhkan dirinya di kursi kerjanya dia kesal karena papahnya menjodohkan dirinya terus beberapa kali dirinya selalu menolak di jodoh kan oleh papahnya oleh gadis dari berbagai kalangan, mulai dari mode, aktris, Anak-anak pengusaha dan juga anak pejabat semuanya cantik-cantik dan beretika baik tapi Bara tak tertarik sama sekali itu karena di dalam prinsip hidup nya dirinya tak mau di repot kan oleh wanita karena dunianya berbeda dengan kebanyakan orang biasa di luaran sana, mempunyai wanita berarti sama saja membuat wanita itu menderita seumur hidup nya.

"Aaarggh Beri kenapa kau meminta permintaan seperti itu di akhir hayat mu sih ck... kalau bukan karena kejadian itu.... " Bara jadi mengingat masa lalu beberapa tahun yang lalu.

Flash back.

Dor... dor... dor...

Mobil yang membawa Bara dan Beri di serang saat mereka akan memasuki mansion.

Dor...

Ckitttttt supir menginjak rem karena ban mobil terkena tembakan dan jalan mobil menjadi oleng.

Brak.

Mobil menabrak pohon besar cup mobil rusak parah tapi orang-orang yang ada di dalamnya tak ada yang terluka karena semuanya memakai safety belt.

"Kakak di dalam saja karena kakak tidak bersenjata" ucap Beri saat dirinya akan keluar. dari dalam mobil.

Bara yang kala itu masih menyamar sebagai tukang nasi goreng pinggir jalan, tak membawa persenjataan apa pun karena saat itu Beri menyusulnya untuk menengok papah mereka yang sedang sakit dan ingin. bertemu Bara.

Tapi begini lah dunia ayahnya yang paling dia benci tak ada ketenangan yang ada hanya permusuhan dan persaingan tidak sehat, nyawa seolah tak ada harganya.

Bara yang mendengar suara tembakan terus menerus di mana-mana tak tahan juga berdiam diri, mungkin memang karena darah petarung di dalam dirinya sudah mengalir deras sejak lahir hingga dirinya tak bisa berdiam diri saja di dalam mobil.

Diri nya pun keluar dari dalam mobil, dirinya yang berpenampilan sederhana yang hanya mengenakan kaos lali-laki longgar dan celana jeans belel pun dianggap tak berarti oleh musuh-musuh papahnya.

Bara sempat bertarung dengan beberapa musuh yang jumlahnya puluhan orang dengan tangan kosong, musuh yang melihat itu merasa terancam karena tahu di dalam Klan Tama ternyata ada senjata mematikan seperti Bara.

Hingga salah satu musuh diam-diam. membidik senapan kearah Bara saat Bara sedang bertarung dengan musuh yang lain, dan saat itu Beri sang adik langsung menyadari kalau nyawa sang kakak dalam bahaya.

Beri langsung berlari ke arah Bara dan...

Dor....

Beri terkena tembakan tepat di jantung nya.

Bara yang melihat adiknya langsung terjatuh dan tak berdaya membuat diri nya langsung gelap mata, jiwa hitam mafianya secara naluriah muncul.

Bara langsung mengambil pistol yang ada di tangan Beri dan tanpa ampun membantai orang yang menyerang adiknya beserta kawanan yang lainnya, bukan hanya tembakan tapi pukulan Bara menjadi sangat kuat dan tak terelakan oleh setiap lawannya Bara bergerak seperti kilat dan menyerang membabi buta berbagai senjata yang berserakan digunakan nya untuk membunuh para musuh-musuh nya tanpa bekas kasihan.

Para musuh yang melihat mesin pembunuh di klan Tama pun langsung mundur tak beraturan saat melihat seorang pembantai sudah bangun dari tidurnya.

Setelah semua musuh pergi dan di rasa sudah aman Bara dan anak buah papahnya langsung menghampiri Beri yang sudah berlumuran darah.

"Ayo kita bawa ke rumah sakit" perintah Bara pada seluruh anak buahnya.

Bukan hanya musuh yang terkejut melihat aksi Bara tapi orang-orang di klannya pun ikut terkejut dan takut pada kemarahan Bara, penampilan Bara yang sederhana membuat para anak buah papahnya meragukan kemampuan dirinya.

"Tidak perlu kak... tak perlu kerumah sakit, percuma aku tak akan kuat" ucap Beri terbata.

"Elu harus kuat Ber harus" Bara mencoba menguatkan adiknya.

Tapi Beri hanya menggeleng.

"Aku melihat aksi kakak malam ini sungguh aku takjub, papah memang tak salah pilih kakak adalah calon ketua yang layak" ucap Beri.

"Elu ngomong apa sih udah sih... diem ayo kita bawa kerumah sakit" Bara lirih dia sungguh tak tega melihat adiknya sekarat seperti ini.Dan ini mengingatkan akan ibunya yang mati karena tertembak juga di depan matanya.

"Nggak nggak perlu kak, aku sudah tenang bila aku mati asal kakak mau berjanji satu hal pada ku" Beri menggenggam tangan Bara erat.

"Janji apa? " tanya Bara lirih.

"Berjanjilah kakak akan menuruti semua perintah papah termasuk menjadi calon ketua klan ki-ta" setelah berbicara seperti itu Beri langsung menutup mata selamanya.

"Beri... Beri... Beriiiiiiii bangun Beri kamu belum dengar aku setuju atau tidak dengan janji itu sialan bangun hiks... Beriiiiiiii" Bara menjerit trauma atas kematian ibunya terbayang lagi hingga saat itu juga merubah kepribadian Bara menjadi seorang mafia berdarah dingin.

Bara yang dahulu hangat suka ceplas-ceplos dan konyol tak ada lagi ketika melihat adiknya mati karena melindungi dirinya, hingga akhirnya dirinya pun harus menerima takdir nya sebagai keturunan seorang mafia, meski dirinya tak mau.

Flashback off.

Tok... tok...

Lamunan Bara tentang masa lalu buyar ketika mendengar suara ketukan pintu.

"Masuk! " ucap Bara tegas.

Seseorang membuka pintu tersebut dan muncul lah sang asisten dari balik pintu tersebut.

"Tuan muda anda di minta mempersiapkan diri untuk acara nanti malam" ucap sang asisten gugup dia takut bosnya ini marah padanya.

"Astaga hanya untuk menemui gadis lumpuh saja aku harus bersiap. seperti akan menemui seorang putri raja" gerutunya.

Bersambung.

Terpopuler

Comments

Lina Cibou Silo

Lina Cibou Silo

hahahaha

2025-03-29

0

Elvani Yunita

Elvani Yunita

semangat thor, /Drool/ mampir juga di novel ku yaaa

2024-08-14

1

lihat semua
Episodes
1 Siapa Kau Sebenarnya
2 Cerita Bara
3 Kenyataan Yang Menyakitkan
4 Galau
5 Menjadi Pendiam
6 Permintaan Papah
7 Bertemu Kembali
8 Tusuk Sate Pakai Baju Pengantin
9 Matheo Bingung
10 Keributan di Butik
11 Dia Mafia
12 Calon Istri
13 Draft
14 Tak Mengharapkan
15 Berkunjung Ke Mansion
16 Menggali Mimpi
17 Sangat Menakutkan
18 Dua Kepribadian
19 Seperti Awan Yang Berarak
20 Pawang Macan
21 Alasan Sebenarnya Bara
22 Tanda Merah Buat Panik
23 Firasat Buruk
24 Firasat Buruk part 2
25 Mencemaskan Aku Rupanya
26 Hati Yang Retak
27 Benarkah Itu Tuan Muda
28 Cara Mencintai Yang Berbeda
29 Janji Bara
30 Kenapa Tak Jujur Saja
31 Menutup Mulut
32 Keisengan Nika
33 Segera Launcing
34 Hati Ini Untuk Siapa
35 Bertemu Dokter
36 Bertengkar Lagi
37 Ucup Atau Bara?
38 Tak Mengerti
39 Pancake
40 Periksa Ke dokter Lagi
41 Cie Yang Sayang Istri
42 Tamu Tak Terduga
43 Rencana Kencan Pertama
44 Cemburu
45 Kenangan part 1
46 Kenangan Part 2
47 Keracunan
48 Penyelidikan
49 Mayat Hidup
50 Tertangkap
51 Obat Penawar
52 Nika Bangun Tapi....
53 Membawa Nika Pulang
54 Malaikat Pelindung
55 Tertangkap nya Pengkhianat
56 Ledakan Mobil
57 Serigala Betina
58 Kabar Bahagia di Pagi Hari
59 Salah Faham
60 Matheo Curiga
61 Ruang Rahasia Bara
62 Menahan Tangis
63 Menjadi Asing
64 Kepergian Bara
65 Kedai Donat
66 Hujan
67 Victor
68 Di Jual
69 Harapan
70 Kerumah Bara
71 Mengajari Nika
72 Penyesalan
73 Surat Undangan
74 Berteduh Lagi
75 Sulit nya Mengikhlaskan
76 Pesan Tersembunyi
77 Festival Kembang Api
78 Identitas Asli Victor
79 Cinta Tak Dapat Disalahkan
80 Suara Tangis Nika
81 I Love You Lelaki Besar ku
82 Pembicaraan Antara Ayah & Anak
83 Penyerangan
84 Cinta Gila
85 Menikah Lagi
86 End
Episodes

Updated 86 Episodes

1
Siapa Kau Sebenarnya
2
Cerita Bara
3
Kenyataan Yang Menyakitkan
4
Galau
5
Menjadi Pendiam
6
Permintaan Papah
7
Bertemu Kembali
8
Tusuk Sate Pakai Baju Pengantin
9
Matheo Bingung
10
Keributan di Butik
11
Dia Mafia
12
Calon Istri
13
Draft
14
Tak Mengharapkan
15
Berkunjung Ke Mansion
16
Menggali Mimpi
17
Sangat Menakutkan
18
Dua Kepribadian
19
Seperti Awan Yang Berarak
20
Pawang Macan
21
Alasan Sebenarnya Bara
22
Tanda Merah Buat Panik
23
Firasat Buruk
24
Firasat Buruk part 2
25
Mencemaskan Aku Rupanya
26
Hati Yang Retak
27
Benarkah Itu Tuan Muda
28
Cara Mencintai Yang Berbeda
29
Janji Bara
30
Kenapa Tak Jujur Saja
31
Menutup Mulut
32
Keisengan Nika
33
Segera Launcing
34
Hati Ini Untuk Siapa
35
Bertemu Dokter
36
Bertengkar Lagi
37
Ucup Atau Bara?
38
Tak Mengerti
39
Pancake
40
Periksa Ke dokter Lagi
41
Cie Yang Sayang Istri
42
Tamu Tak Terduga
43
Rencana Kencan Pertama
44
Cemburu
45
Kenangan part 1
46
Kenangan Part 2
47
Keracunan
48
Penyelidikan
49
Mayat Hidup
50
Tertangkap
51
Obat Penawar
52
Nika Bangun Tapi....
53
Membawa Nika Pulang
54
Malaikat Pelindung
55
Tertangkap nya Pengkhianat
56
Ledakan Mobil
57
Serigala Betina
58
Kabar Bahagia di Pagi Hari
59
Salah Faham
60
Matheo Curiga
61
Ruang Rahasia Bara
62
Menahan Tangis
63
Menjadi Asing
64
Kepergian Bara
65
Kedai Donat
66
Hujan
67
Victor
68
Di Jual
69
Harapan
70
Kerumah Bara
71
Mengajari Nika
72
Penyesalan
73
Surat Undangan
74
Berteduh Lagi
75
Sulit nya Mengikhlaskan
76
Pesan Tersembunyi
77
Festival Kembang Api
78
Identitas Asli Victor
79
Cinta Tak Dapat Disalahkan
80
Suara Tangis Nika
81
I Love You Lelaki Besar ku
82
Pembicaraan Antara Ayah & Anak
83
Penyerangan
84
Cinta Gila
85
Menikah Lagi
86
End

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!